Armageddon Maker 3 Step To Revoluton

Armageddon Maker 3 Step To Revoluton
Ultimate : Endless Storms



Di waktu Anma melesatkan partikel canon itu, beberapa demi human yang masih memasang badan sebagai perisai untuk rekan mereka harus ikut terkena damage area yang pada akhirnya hanya menampakkan kawah besar dengan lelehan tanah yang masih menampakkan lava pijar tanpa meninggalkan jejak tubuh maupun tulang-belulang


" Siapa sosok itu?!!! " ucap salah seorang demi yang melihat jelas seluruh sosok yang ada dihadapannya di lenyapkan tanpa memandang ras demi human maupun ras manusia.


Dengan terus menatap ke seluruh sosok yang ada di bawahnya, tanpa disadari dirinya telah mengaktifkan aura intimidasi.


" Pada mulanya memang aku berfikir untuk menggunakan sihir area agar pertarungan ini bisa lebih cepat untuk di selesaikan. Namun sayangnya para demi human itu terlalu lemah sampai-sampai mereka harus kehilangan nyawa saat merasakan aura hitam ini..." gumamnya sembari melihat beberapa demi human yang mulai berjatuhan di sekitar area tempatnya berada


Disisi lain dari tempatnya berada, segerombolan bantuan dari ras demi human mulai maju tanpa rasa takut seakan aura intimidasi itu tidak mempengaruhi mereka.


* Graaaa!!!!! sdadapts, scirngs scringsss gbralassh kbuuuumsh * teriak semangat dari para demi human yang menyerang harus dibalas dengan hujan anak panah yang dilesatkan oleh pihak manusia hingga beberapa demi harus rela kehilangan nyawanya.


Tidak menerima kenyataan bahwa rekan mereka tewas, para demi human kembali membalas serangan itu hingga berbagai macam sihir area pun kembali beradu dan api peperangan pun kembali berkobar


" Siapapun dia dan dipihak manapun dirinya berada kita harus tetap mempertahankan negri kita!!!! " ucap seorang dragonoid sembari menghantamkan sihir tanah dan menghancurkan beberapa kapal perang di garis pantai


* Scrings.... * Sebuah kilauan dari ribuan pedang yang serupa kristal tiba-tiba muncul di atas langit dan menghentikan kembali laju pertempuran.


Merasa bahwa situasi kala itu sudah berada dalam kendalinya, Anma mulai turun ke permukaan tanah dengan tetap menahan seluruh bagian pedang dari Paralais Halo Sword agar tetap berada di posisi siaga.


" Demi god Antares... Saint of Mirelial Noir... " ucapnya setelah memutuskan untuk merahasiakan jati dirinya dengan menggunakan kata-kata yang sempat terlintas dalam pikirannya ketika mengingat sosok yang di sebut ibu memintanya untuk menolong ras demi human dari kepunahan.


Beberapa demi yang berada didekat dirinya mulai membungkuk hormat seakan paham atas ucapan dari Anma sementara beberapa demi human lain masih tetap berdiri tegap dan bersiap untuk apapun yang akan terjadi selanjutnya


" Demi god Antares...? " ucap seorang kepala prajurit dari pihak manusia yang merasa tidak asing dengan ucapan sosok dark elf yang ada di hadapannya.


Dengan beberapa gerakan tangan sederhana yang menggambarkan permintaan darinya agar pihak dari ras demi human menjauh, beberapa demi human yang semula membungkuk hormat mulai kembali bangkit dan meminta para demi yang lain untuk mundur bersamaan dengan pihak dari manusia yang mulai bersiap siaga seakan sesuatu yang buruk akan terjadi ketika melihat para demi human mulai bergerak mundur.


" Apa yang kalian lakukan!!! Cepat serang mereka!!!! " teriak salah seorang kapten dari kapal perang yang mencoba menepi tanpa menyadari bahwa di atas langit yang terlihat merah marun itu tersembunyi ribuan pedang yang siap untuk menerjang apapun sesuai perintah sederhana dari Anma


* Susungs swusung swusungs gbraaaalssss * ketika beberapa penyihir kembali merapalkan serangan mereka ke tempat Anma berdiri dengan berbagai macam sihir area, sebuah bariarel raksaksa dengan bentuk kepala naga muncul dan melindungi para demi human yang berjalan mundur


" Gread shiled of dragon head.... " ucap seorang demi human yang merinding ketakutan ketika mengingat sebuah sihir serupa pernah dilihat olehnya


"Apakah mungkin ucapan darinya itu benar?! Demi god Anters... Saint yang melindungi Dewi Mirelial Noir ? " ucap salah seorang demi yang terluka parah kepada demi yang memapahnya


* Swungs * Sci melesat dengan cepat dari pintu utama kastel untuk menuju garis pantai yang masih mengobarkan api pertempuran


* Sungs dharimsss * seorang menghantankan tubuhnya ke arah Sci agar Sci berhenti bergerak menuju arah yang dituju


" Apapun yang akan kamu lakukan tetaplah di zona aman ini Sci!! " ucap Azel sembari menahan Sci yang nampak histeris


" Ares!!! Ares!!! Ares!!! aku pasti akan membantumu!!! " ucap Sci yang berulang disaat Azel menahan tubuhnya agar tidak bergerak


" Mitrali!!! cepat bawa Sci kembali!!! " ucap Azel sembari meninta seorang demi membawa Sci yang dipikirnya masih mengalami gangguan jiwa akibat pertarungan sebelumnya


* Sdramssss sdramsss sdramsss sdramssss * sembari mengabaikan semua serang yang mengenai dirinya dan pelindung besar berbentuk kepala naga itu, Anma masih terlihat cukup tenang menatap ke arah ribuan prajurit yang datang dari beberapa kapal yang menepi


* Hyuuuupsssss Huuuuuh..... * Hembusan nafas panjang tanda penyesalan atas tindakan bodoh dari ribuan prajurit ras manusia yang nampak meremehkan kekuatannya.


" Endless Storms.... " ucapnya setelah menutup matanya dan menjatuhkan ribuan pedang yang ada di udara


* Swung swung swung swungs swungs swungs scruspt scruspt scruspt swungs scruspt swungs scruspt * ribuan pedang dari Paralais Halo sword mulai menghujani seluruh tubuh manusia yang ada di hadapannya


Layaknya sebuah badai dengan air hujan yang terus menerjang apapun yang ada di bawahnya, ribuan pedang itu terus menerjang prajurit dari ras manusia itu tanpa ada rasa belas kasihan karena sesaat setelah pedang-pedang itu jatuh, beberapa pedang kembali naik dan menghujani tubuh yang sama hingga tubuh itu benar-benar hancur tanpa menyisahkan potong besi pelindung maupun tulang dan daging sekalipun.


" Benar-benar sosok yang kejam!! " ucap seorang yang mengawasi area pertempuran itu dengan sebuah sihir pengulik informasi


* Scrapts.. Gbyarssssh..... * Hancurnya sihir pengulik informasi menyadarkan beberapa demi human bahwa ada banyak sekali entitas yang sangat menginginkan kehancuran bagi ras mereka


" Ekhm... Bukan hanya satu jenis sihir yang tersembunyi di sekitar sini.... " gumamnya disaat merasakan sensasi berbeda ketika beberapa pedang yang dirinya gunakan menembus sesuatu yang bukan manusia


Sembari tetap memejamkan matanya dan mengendalikan seluruh pedang yang ada, sebuah aura merah kehitaman mulai terlihat menyelimuti tubuh dari Anma seolah aura itu merupakan bagian dari dirinya.


" My... Master.... " sebuah ucapan lirih terdengar diantara suara keras yang ditimbulkan oleh ribuan pedang yang menghancurkan segala yang ada dan menyadarkan Anma mengenai sebuah kejadian yang hampir serupa


* Swuuuuuuuuuungsssssss dbruuuuuuuumssssh * sebuah ledakan energi kembali terjadi dan menciptakan sebuah pentagon misterius di bawah kaki Anma yang mana pentagon misterius itu terus berusaha menghisap seluruh energi sihir miliknya.