
Melihat Alpa yang tiba-tiba merapal sebuah kata yang menjadi kunci dari sebuah opsi dari kristal ovl, baik Grim maupun Flairia akhirnya mengetahui seperti apa sosok tuan yang selama ini ingin dirinya temui
Dengan beberapa lingkaran pentagon yang mulai memisahkan diri dari kumpulan data yang terkunci, dua buah bayangan dengan statistik berbeda mulai tampil dalam layar pada kristal ovl yang sama sama menunjukkan sosok dark elf ber rambut putih namun dalam satu tampilan dark elf tersebut hanya memiliki satu tangan dan satunya lagi memiliki tubuh sempurna namun dipenuhi dengan banyak luka.
Sembari membaca dan mencoba mengingat apa yang terlintas cepat pada layar sihir dari kristal ovl, Grim mulai tertarik untuk ikut dalam perjalanan alpa yang berniat menemui tuannya
" Ne... Grim... apakah warna dari kristal ovl selalu berubah warna seperti itu ketika digunakan terlalu lama? " ucap Flairia yang merasa aneh dengan warna dari kristal ovl yang mulai berubah warna dari putih ke oranye
" Heh?! " balas Grim yang terkejut dan setelahnya mencoba mengambil alih kendali atas kristal ovl dari Alpa
" Demi god Antares... Saint of Paradoxion False.... " ucap Alpa disaat Grim mencoba mengakses kristal ovl secara paksa
" Fla!!! Cepat lari dari sini sekarang!!! " ucap Grim sesaat setelah Alpa mendorongnya sangat keras hingga membuatnya keluar dari dimensi ruang itu secara paksa.
" Apa yang kamu khawatirkan, Grim? " balas Flairia yang belum menyadari sesuatu yang membuat Grim khawatir
" Alpa mengakses opsi terlarang!!! dan Kristal ovl akan segera meledak!!!! " teriak Grim sembari menarik tubuh dari Flairia dengan menggunakan beberapa lengan hitam dan memaksa Ro untuk bergerak menjauh
* Sbruuuumsssshh * sebuah ledakan hebat menghempaskan tubuh Ro yang saat itu masih tidak ingin bergerak selama bukan Alpa yang memerintahkannya
" Hey!!!! Apa yang terjadi!!!! " teriak beberapa orang yang keluar dari beberapa bangunan di sekitar area ledakkan dan menatap ke arah bangunan dari Gnome Magician yang hancur dengan pusaran api yang membumbung tinggi ke angkasa
" Cepatlah kita haris pergi dari sini!!!! " ucap Grim sembari mengancam Ro untuk segera pergi dari tempatnya berada karena merasakan hawa keberadaan yang sangat mengerikan
" He~h ? apa apan Monster itu?! " ucap salah seorang penghuni yang keluar untuk melihat apa yang terjadi
* Crrrrraaaaaaaaaaccccssssss * Sebuah suara aneh tiba-tiba terdengar sangat keras dari dalam pusaran api yang mulai mengecil itu.
* glups.... * Flairia menelan ludahnya sendiri ketika melihat sebuah sengat besar mulai menari di atas kobaran api itu dan membuatnya mengingat kehancuran dari menara jiwa
" Ro!!!! Pergi dari sini sekarang juga!!!! " teriak Flairia sembari memukul bagian belakang kepala Ro agar Ro bisa mematuhi apa yang dia minta
" Hey.... benda apa itu? " ucap salah seorang penduduk sembari menujuk ke arah sengat yang menari itu ketika penduduk lain sibuk memperhatikan sosok Ro, Flairia dan Grim yang dianggap mereka telah kehilangan kewarasannya
* Graaamssss.... * raungan kesal dari Ro setelah Flairia memukulnya dengan keras
* sbruuuumsssshh * sengat yang semula hanya menari di atas api mulai berhenti bergerak sebelum akhirnya melesat dengan cepat dan menghancurkan seorang penduduk dalam sekali serang
" Jika kamu sudah mengerti seperti apa sosok mengerikan yang ada di sana!!! Cepatlah pergi dari sini sebelum dia menjadikan kita santapannya!!!! " teriak dari Flairia setelah Ro menatap ke arah tempat Alpa berada
Bersama dengan teriakan dari para penduduk kota yang mulai berhamburan menyelamatkan diri, sepasang capit raksasa mulai menjulang tinggi ke angkasa sebelum jatuh dan menghancurkan apapun yang ada dibawahnya
" Nirwana vatra fales.... De Fortune Heroes False.... Alf Lalunar Demi god.... Antares..." ucap sosok Alpa setelah menunjukkan wujud aslinya yang nampak mengerikan dengan beberapa lingkaran aura merah kehitaman di sekitar tubuhnya.
Mendengar ucapan asing yang terucap dari sosok Alpa dengan suara yang bergema, beberapa demi human yang dibiarkan terikat oleh rantai yang berkarat mulai berteriak-teriak seakan merspon apa yang Alpa katakan
" Near ultima.... Requiem ava Antares.... " teriak Alpa kembali setelah mengangkat kedua capitnya yang penuh dengan darah dan daging yang menempel di beberapa bagiannya
* Sbruuuumsssshh * sebuah aura hitam mulai keluar dari dalam tubuh Alpa sebelum menutupi seluruh area dari kota Dral dan membuat demi human di sekitarnya mulai menampakan mata yang merah bercahaya
" Demolutuion of Darl!!! Mirelia nier ultimatum?!! Alvatros demon ava!! " ucap Fortune yang nampak marah ketika melihat sosok Beast Monster yang dahulu sempat menjadi lawan bertarungnya nampak mengamuk diatas sebuah kota.
" A---apakah sosok yang di sana itu adalah Monster dalam legenda kehancuran?!!!! " ucap seorang penduduk yang terlihat seperti pustakawan
" Apa yang dimaksud pria yang disana ?!! Apakah benar Alpa adalah sosok Beast Monster dalam legenda?!!! " ucap Grim sembari menatap ke arah tubuh asli dari Alpa sebelum aura hitam mulai menutupi seisi kota
* Graaa!!!!!!!!* raungan beberapa demi human yang berevolusi menjadi sosok beast setelah aura hitam yang menutupi kota mulai memudar
Merasa bahwa keadaan makin kacau dengan banyak teriakan yang memenuhi seisi kota, Ro mulai mengangkat beberapa antena yang ada di atas kepalanya layaknya sebuah sensor pendeteksi musuh
*Sgrrraaaaapssssa gbyarsssss * Sesaat setelah merasa ada beberapa aura keberadaan beast di sekitar dirinya, Ro mulai membuka lebar mulutnya dan menciptakan sebuah pusaran layaknya lubang hitam dan menerkam beberapa sosok demi human yang berubah menjadi sosok yang mengerikan dalam sebuah legenda kehancuran.
" Aku tidak tahu bahwa Ro memiliki kemampuan mengerikan seperti ini... " gumam Flairia yang merasa kagum atas insting bertahan hidup dari Ro.
" Kerja bagus Ro!!! " ucap Grim sembari mengusap leher dari Ro.
* Graaaagssh... Graaaagssh... * balasan dari Ro yang seolah mengatakan bahwa apa yang terjadi belumlah berakhir
" Baiklah, Ro. Jika kamu memang membutuhkan bantuanku, aku akan membantumu. Warloc!!!! " ucap Grim sebelum berubah ke bentuk kerangka manusia dengan gumpalan aneh di beberapa bagian ketika melihat beberapa pasang mata merah bercahaya mulai bergerak dengan cepat dari balik bayangan
"Felteria Avelin!!! " ucap Flairia setelah meyakinian diri untuk memberikan sihir pendukung berupa penambah stamina agar Ro dan Grim bisa terus berjuang menyelamatkan diri
* Slash... Slash Slash... gbrushs... graaaaaawlsssh * Meskipun sempat beberapa kali terdengar sebuah dentingan dari pedang yang diadukan, beberapa teriakan yang memohon pertolongan lebih mendominasi area dari kota Dral dan hal itu membuat Flairia yakin bahwa kekuatan dari para demi human yang berevolusi nampak lebih mengerikan daripada kekuatan para pejuang korup yang berada di dalam kota.