
* Huuuhhhm.... * Hela nafas panjang dari seorang demi human dengan ras kalajengking sembari menatap sebuah garis pantai dari sebuah bukit hijau yang dekat dengan sebuah kota
" Aku harap hari-hari seperti ini bisa bertahan selamanya ya, Alpa... " ucap Seorang demi human wanita dengan ras wivern yang duduk di sebuah batu besar di dekat sebuah pohon yang diantara dirinya nampak dua sosok demi human lain dengan ras kalajengking dan kaba-laba
" Jika saja itu benar-benar terjadi, maka aku yakin bahwa tuan kami akan senang, Noir. " balas Alpa setelah menikmati udara yang berhembus bersama angin yang berlalu
" Kenapa kamu terlihat lesu, Alpa? Bukankah ucapannya mengenai kedamaian benar-benar harapan yang indah bagi ras demi human? dan lagi, akupun juga yakin bahwa hal itu dapat membuat tuan Anma senang " ucap demi human dengan ras Laba-laba yang nampak menginginkan kedamaian
" Hehehe... apakah wajahku benar-benar menunjukkan hal yang suram kepada kalian? Sese, Noir?" balas Alpa sembari melihat keduanya
" Hm~ ? " kedua sosok demi human yang menemani Alpa hanya saling menatap satu sama lain sebelum tertawa dan mengatakan pendapat mereka
" Hehehe... maaf jika wajahku terlihat seperti itu dimata kalian. " Ucap Alpa dengan awalan tawa
" Cerialah kembali Alpa... Lupakanlah sejenak mengenai beban yang selama ini harus kamu emban dan mari nikmati setiap waktu indah ini bersama..... " balas Noir sembari mengajak Alpa dan Sese untuk pergi menuruni bukit menuju kota terdekat
* Swungsssss * Semburan api menyambar beberapa prajurit dari ras manusia dan bersama dengan hal itu, sebuah pemandangan kota yang seharusnya terlihat indah harus berakhir dengan pemandangan kota yang diambang kehancuran dengan beberapa bangunan yang hancur lagi terbakar
" Pelater Vilan Neraz!!! " ucap Sese sembari memberikan sihir perlindungan untuk beberapa demi himan dewasa yang mencoba menyelamatkan anak-anaknya di tengah kekacauan perang.
" Sese!!!!! " Teriak Alpa ketika seorang berarmor sihir membelah pertahanan dari Sese hingga beberapa lengannya terputus
" Kalian pergilah!!!! " ucap Sese sembari menyerang balik sosok yang menyerangnya itu hingga membuat sosok itu tewas dengan beberapa lengannya yang menembus armor sihir itu
" Tidak!!!! " Teriak seorang manusia ber armor sihir yang lain sebelum berduel dengan Sese yang di ambang batasnya
* Stingssss draptssss supsss seupss dbramssss draptssss dbruksss * Ketika serangan berbasis sihir dilesatkan, Sese berhasil menghindar dan membuat bariarel pelindung untuk mencegah serangan susulan.
Namun dengan serangan susulan berupa hantaman pedang besar dari beberapa sosok manusia lain membuat Sese harus terpukul mundur dengan luka fatal yang teramat menyakitkan
" Bertahanlah Sese!!! " Teriak Alpa sembari merubah dirinya ke bentuk aslinya dan membantai seluruh manusia yang ada di sepanjang jalannya demi menyelamatkan Sese
" Sampai jaumpa lagi... Ka... ka... " gerak bibirnya disaat melihat Alpa yang berusaha menembus pertahan sihir dari ras manusia beberapa saat sebelum serangan mutlak mengenai dirinya
* Swususususpss * Sebuah serang cahaya yang terbentuk dari kumpulan energi yang sangat besar menerjang tubuh dari Sese dengan sangat dasyat hingga Alpa, Noir dan beberapa demi human yang ada di sana sempat terhempas cukup jauh dari hal mengerikan itu.
" Tidak!!!!! " Teriak Noir ketika melihat Sese harus tewas mengenaskan di hadapan matanya
" Sese!!! Sadarlah!!! Sese!!! Ayolah Sese!!! Kamu adalah sosok pendukung terkuat diantara kami!!! Bertahanlah sebentar lagi!!! dan... dan Yoland pasti akan menyembuhkanmu!!! " Teriak Alpa yang panik sembari menggendong tubuh Sese yang tidak lagi utuh untuk disembuhkan Youland.
Bersama dengan kepergian Alpa untuk menyelamatkan Sese, beberapa demi human yang masih bertahan mulai terbakar api amarah dan menyerang para manusia itu dengan brutal tanpa memperdulikan diri mereka sendiri hingga beberapa demi human harus tumbang karena kecerobohannya sendiri
" Re~ing.... Grandrals!!!! Sefirs Cralista!!!!" ucap dua orang demi human yang dalam kondisi sekarat sembari berusaha melindungi Alpa dan Sese untuk mencapai camp terdekat
" Falfires Exterminator!!! " teriak keras dari Noir sembari membakar tubuh dari prajurit manusia yang terus datang dari segala sisi hingga membuat sebuah garis besar kawah yang meleleh
" Palestra Namora!!!!! " lanjut seorang demi human dengan ras Minatour sembari membuat sebuah benteng besar dari tanah setelah membinasakan beberapa manusia yang tersisa di sisi dalam kota
* Stingsss dbruuunhsss dtings dtungsss Gbruuuumssss * Berbagai macam suara dari pedang yang saling diadu, bangunan bangunan yang hancur serta teriak tangis dari mereka yang terjebak dalam peperangan itu mulai menghiasi latar kota yang tidak mampu lagi untuk dipertahankan
* Splendums * Sebuah ledakan aura dasyat mengguncang tanah yang para demi human pijak beberapa saat setelah Yoland menggelengkan kepalanya yang mengisyaratkan bahwa sosok Sese tidak mampu lagi untuk diselamatkan
" A---alpa... " panggil dari Noir untuk mencoba berbicara dengan Alpa
* Swungsssss staples sbyarsss * Bersama dengan sebuah lesatan anak panah yang berselimut aura sihir yang luar biasa, Alpa mulai bangkit dan berjalan pelan sebelum akhirnya menangkap anak panah itu dan menghancurkannya dalam sekali remasan tangannya
Melihat sesuatu yang nampak aneh bagi mereka, beberapa mage nampak mengubah formasi dan kembali merapal sebuah sihir area yang ditujukan untuk menghancurkan satu-satunya camp para demi human yang tersisa
" An.. Master.... aura... " ucapnya lirih sembari mengeluarkan aura hitam dari tubuhnya sebelum berlari dengan cepat dan mengubah bentuk tubuhnya
" Serang beast monster itu sekarang!!!! " teriak seorang pemimpin pasukan dari ras manusia ketika melihat sosok demi human yang mengarah ke tempat mereka tiba-tiba berubah menjadi monster mengerikan
* sradap sradap sradap sradap swungsssss sdruumssss Gbruuuumssss * Dengan mempercepat gerak langkahnya menggunakan tubuh aslinya yang serupa kalajengking, Alpa melesatkan diri ke arah para manusia itu sebelum akhirnya melompat masuk ke dalam tanah dan mengejutkan para manusia itu setelah muncul dari bawah tanah sebelum akhirnya menghancurkan formasi pertahanan itu dengan brutal
Dengan beberapa air mata yang menetes dari empat mata yang ada, Alpa terus menyerang seluruh manusia itu tanpa belas kasih hingga tanah yang dipijaknya mulai tertutup genangan darah
Tidak lama setelahnya, sebuah kabut hitam mulai menyelimuti seisi area itu dan menampakkan sebuah sosok pria dewasa dengan sepasang sayap sebelum akhirnya sosok itu menghilang dan beberapa demi human berubah ke wujud yang lebih mengerikan
" Eraaa~gh.... * sdadapsss sdadapsss sdadapsss* " Bersama dengan teriakan seluruh demi human yang telah menjadi sosok monster ganas lagi mengerikan, sebuah pemandangan yang menggambarkan kengerian tanpa kata mulai menghilang
* Sdadapsss sdadapsss sdadapsss sdadapsss drptssss... * Ketika pancaran energi misterius mulai meredup, sebuah bentuk tubuh yang semula nampak begitu mengerikan mulai memudar dan kembali ke bentuk awal berupa tubuh dari dark elf ber rambut putih dengan beberapa senjata sihir yang masih menampakkan beberapa percikan cahaya dari energi sebelumnya