Arawinda Adinda

Arawinda Adinda
4



Ruang BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa)


pintu terbuka mengalihkan perhatian orang yg ada didalam ruang tersebut, tak lama terdengar suara teriakkan seorang gadis yang memanggil ketiga temannya yang terbengong karna suara yang mereka kenal.


"kakak - kakak cantik, dedek Arawinda yang paling cantik datang nih!!!!!" teriaknya


sontak ketiga temannya menutup telinga karena suara teriakan Ara menggema di ruangan itu


"Ara berisik!!!!!" kompak Sisi, Lala dan Tania


"aaaa Lala, kak Nia dedek Ara rindu " ucapnya sedikit alay


"baru 5 hari gak ketemu udah lebay nya gak nahan Lo Ra !" Lala


"iya nih, mana makin narsis juga tuh" sisi


"ck... pada gak asik Lo pada ah" kesal Ara


"nih oleh-oleh dari kita. Lo sih dek sok-sokan gak mau ikut bilang sibuk lah apalah padahal cuman rebahan doang" gerutu Tania karna kemarin sebelum liburan ke malang dia dan Lala sudah mengajak Ara dan sisi, tapi karna sisi adalah anggota panitia dan anggota BEM jadi dia tidak dapat ikut. sedangkan untuk Ara dia memang sibuk di butik dan dia juga telah mendapat izin dari bunda, tapi emang dasarnya mageran, jadi waktu libur kerja juga di manfaatkan untuk rebahan di rumah oleh ara.


"aku tidak minta oleh-oleh, emas permata dan juga uang" jawab Ara dengan menyanyikan lagu dari ratu dangdut Indonesia


"tapi makasih loh ini ya sayang nya aku" ucapnya lagi dg tambah alay


yang di jawab anggukan kepala dari Tania dan Lala


"terus Lo ngapain ke sini Ra?, perasaan kita gak ada yg kasih tau lagi pada di sini" tanya Sisi


"oh, itu tadi disuruh kesini sama bang Kevin" jawab Ara cuek dan sibuk dengan oleh-oleh nya


"oh, jadi Lo yg dipilih buat jadi vokalis buat jadi teman duet Rayyan nanti malam?, pantes sih, soalnya suara Lo udah kayak diva pop + dangdut + suka lagu india lagi" kata sisi dg sedikit meledek Ara


"eh memang Ara bisa nyanyi?, kok kita gak pernah dengar ya?" kata Lala


"males katanya" sisi


"kalau dia suka lagu India sih kita pada percaya secara tiap hari di apartemen nya pasti ada lagu India. lah ini bisa nyanyi, kok gak pernah dengar suara Ara nyanyi ya?" bingung Tania


"gue tuh sebenarnya bisa nyanyi, cuman gue males aja buat pamer" ucap Ara dg gaya sombongnya


"takut kalian pada minder" sambungnya lagi dg narsisnya


"kamp** Lo Ra" kompak ketiga temannya dan dijawab dg tawa oleh mereka


"kuy nyanyi buat buktiin suara Lo yg merdu itu biar gue percaya" tantang Lala


"eh, siapa berani?" Ara dg muka tanpa dosa


"lah nih anak pengen tak bungkus karung kayak nya" geram Sisi


"iya nih gue nyanyi, silahkan request lagu apa sok" tawar Ara seraya mengambil gitar yang ada dipojok ruangan.


"oke lagu cinta tebaik dari casandra aja Ra" jawab Lala dg heboh


Ara mulai memetik gitar dan menyanyi


.


Jujur saja ku tak mampu


Hilangkan wajahmu di hatiku


Meski malah mengganggu


Hilangkan senyummu di mataku


Ku sadari aku cinta padamu


Meski ku bukan yang pertama di hatimu


Tapi cintaku terbaik untukmu


Meski ku bukan bintang dilangit


Tapi cintaku yang terbaik


Jujur saja ku tak mampu


Meski hatiku ragu


Kau tak disampingku setiap waktu


Ku sadari aku cinta padamu


Meski ku bukan yang pertama dihatimu


Tapi cintaku terbaik untukmu


Meski ku bukan bintang dilangit


Tapi cintaku yang terbaik


Oh meski ku bukan yang pertama dihatimu


Tapi cintaku terbaik untukmu


Meski ku bukan bintang dilangit


Tapi cintaku yang terbaik


Oh meski ku bukan yang pertama dihatimu


Tapi cintaku terbaik untukmu


Meski ku bukan bintang dilangit


Tapi cintaku yang terbaik (cintaku yang terbaik)


Tapi cintaku yang terbaik (cintaku yang terbaik)


Tapi cintaku yang terbaik


saking fokusnya dengan suara Ara mereka tidak menyadari bahwa ada beberapa orang yang juga mendengarkan Ara menyanyi di depan pintu masuk. ya itu adalah Kevin dkk tapi tidak ada Rayyan disana.


prok prok prok


sontak keempat gadis itu menoleh ke asal suara dan mendapati tiga orang pemuda yang entah sejak kapan ada didepan pintu.


"kita gak salah pilih orang deh Vin, suara adek Lo memang tak dapat diragukan lagi. gilaaaa keren banget" teriak Dion


"oke lah kalau gitu, kita langsung ke ruang musik aja yuk, langsung latihan biar kompak" kata Andrea


"gue lapar bambank " kesal Ara karna memang sudah jam makan siang


"iya tau adek, disana udah ada nasi kotak buat kalian pada" jawab Kevin


"elah kayak karyawan apa gitu dikasih nasi kotak" ledek Ara.


"tapi ayo lh, udah lapar nih dari tadi tapi disuruh nyanyi" ucapnya lagi


"eh ogeb Lo yg mau ya nyanyi, jangan salahin kita" sanggah Sisi


"belum tua udah pikun. tuh si Lala yg nyuruh gue nyanyi tadi ya gue iya'in biar seneng" jawab Ara enteng


"berarti Lo juga mau" gemas Tania yg juga geram dg Ara


ketiga cowok yg menyaksikan perdebatan Unfaedah hanya diam dan karna sudah semakin sore Kevin berinisiatif menarik kerah belakang Ara biar cepat menuju ruang musik buat makan dan latihan karna persiapan memang cuman beberapa jam lagi.


"eh eh ini ngapai bang woy" teriak Ara karna terpaksa diseret dari belakang sama Kevin gara-gara kerah bajunya ditarik


"udah sore, gak punya waktu banyak buat latihan dari pada berdebat gak ada faedah mending latihan sekarang" jawab Kevin kesal


Ara hanya diam seraya mengerucutkan bibirnya sehingga nampak lucu dan menggemaskan.. teman temannya dan teman Kevin ketawa melihat kelakuan dua kakak beradik itu.


para sahabat Kevin yang baru melihat kelakuan menggemaskan dari ara nampak sangat senang, Ara yang cantik dan manis itu terlihat sangat lucu dan imut dengan sifat ramah dan murah senyum.