Arawinda Adinda

Arawinda Adinda
11



Hari ini, tepat nya hari keberangkatan Ara ke Malaysia bertepatan dengan hari dimana Vera untuk menunjukan sebuah bukti kepada Rayyan dkk.


saat ini Vera sedang berada di sebuah mansion milik keluarga Bagaskara, setelah meminta izin dari penjaga dan dipersilahkan masuk untuk menemui sang tuan rumah.


Vera yang duduk di ruang tamu setelah dipersilahkan oleh seorang pelayan yang memanggil tuan nya hanya diam mengamati rumah tersebut. tak lama terdengar suara langkah kaki yang mendekat ke arahnya dan Vera langsung menoleh seraya tersenyum


"maaf menunggu ya nak" ucap bunda Ira bunda Kevin dan Ara


"gak papa Tante, maaf juga mengganggu waktu nya" balas Vera dengan senyum


"kamu siapa,? temen Ara ya?" tanya bunda


"iya Tante, tapi saya kesini mau ketemu sama Kevin. Kevin nya ada rente" tanya Vera lagi dengan sopan


"oh, ada. bentar ya Tante panggilin" ucap bunda seraya bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ruang gym.


Vera hanya mengangguk mengiyakan ucapan bunda Ira.


tok


tok


tok


" Kevin, itu ada orang cari kamu, katanya temen Ara. temuin gih" ucap bunda


"eh kalian juga ada disini, kok bunda gak tau" tanya bunda pada Andrea dan Dion


"iya Bun, tadi mungkin bunda lagi di kebun belakang kali maka nya gak lihat kita Dateng" kata Andrea


"ya udah, gih sana temuin" ucap bunda tersenyum


"oke Bun" ucap ketiganya


setelah bebera saat, mereka langsung menemui tamu yang di maksud bunda Ira. di sana terlihat seorang gadis tengah menatap ponsel nya.


"ehemmm" deheman Dion menyadarkan Vera yang tengah berbalas pesan deng seseorang


"oh, hai " sapa Vera dengan tesenyum


"siapa ya,?" tanya Kevin basa basi


" gue Vera, gue kesini mau kasih sesuatu sama Lo, dan kebetulan ini menyangkut Ara dan Rayyan" ucap Vera to the point


" oh kalau begitu kita bicarakan di rumah Ara aja, sekalian. kan ini menyangkut Ara kata Lo" ucap Andrea


terdengar helaan nafas dari Vera dan kemudian Vera menjawab kata kata Andrea barusan


"gini aja deh, minding Lo suruh Rayyan dan temen teman Ara kesini, ada sesuatu yang harus gue jelasin dan ada sesuatu yang perlu gue kasihkan buat Tante, Lo, dan Rayyan" ucap Vera seraya menunjukan sebuah kotak


"oke deh, gue telpon anak anak bentar" ucap Kevin seraya berlalu ke kamarnya


"silahkan di minum nak..?"


"Vera Tante" ucap Vera melihat kebingungan bunda Ira


"panggil bunda aja, kayak yang lain nya" ucap bunda tersenyum


"bunda bisa di sini aja ya, ada sesuatu yang mau saya sampaikan" pinta Vera dengan sopan dan dibalas dengan anggukan oleh bunda


tak lama setelah itu Kevin pun datang dan mereka berbicara santai sambil menunggu yang lain datang.


sekitar 30 menit semua teman-teman yang tadi di telpon Kevin datang. melihat ada orang yang pernah membully Ara di sana, Sisi dan Lala tampak emosi,


"ngapain Lo di sini" ketus Sisi


"eh Lo berdua bisa diam dulu gak, baru sampai udah marah-marah. gak malu tuh ada bunda" ucap kak Nia menengahi meski dia juga merasa emosi tapi di tahan..


kemudian mereka semua duduk untuk mendengarkan berita apa yang di maksud Kevin dalam panggilan telpon tadi.


"langsung saja ver, jangan lama-lama" ketus kak Nia yang telah di beri tahu Kevin bahwa Vera yang ingin menyampaikan berita tersebut


"ehemm, baik lah semua sudah berkumpul kan" tanya Vera


"eh Ara kemana?" tanya Sisi yang tidak melihat kehadiran Ara di sana


"Ara gue telpon gak bisa, mungkin hp dia lowbat kali" ucap Kevin


"dah lanjut, gak usah nunggu Ara, nanti kita yang kasih tau" ucap Samuel


"oke, tapi gue minta tangan di potong ucapan gue, dan gue minta perhatikan baik baik.. gue takut salah paham ini semangkin berlarut" kata Vera yang diangguki oleh mereka semua


"nih ada rekaman bukti dimana Rayyan memang di jebak saat itu, dan itu rekaman gue ambil pas gue lagi kumpul sama Gisel dan lainnya"


"dengerin yal" kata Vera


mereka semua mendengar kan rekaman tersebut dan berbagai ekspresi terlihat dari semua orang yang mendengarnya.


"Lo teman nya Gisel?" tanya Samuel setelah mendengar kn rekaman tersebut


"iya, tapi itu terakhir gue Ketemu dia, gue udah mutusin buat gak lagi temenan sama mereka. gue muak buat jadi babu gisel dan cara bergaul mereka"


"jadi Ray, Lo hmgak usah ragu buat batalin pernikahan kalian yang memang itu semua rencana Gisel" ucap Vera kepada Rayyan


" syukur deh Lo sadar, setidaknya Lo sudah mau menolong Rayyan dan Ara" ucap Dion lega dengan bukti yang ditunjukan Vera


"sekarang apa yang mau Lo lakuin Ray" tanya Vera setelah melihat kelegaan di wajah semua orang


"gue harus ketemu Ara dan tunjukin rekaman ini" ucap Ray umyang dari tadi hanya terdiam dalam pemikiran nya


"terlambat Ray, hari ini katanya Ara mau melanjutkan studinya," ungkap Vera


"dan gue ke sini mau kasih kan ini buat bunda, Kevin sama Lo Ray" lanjutnya seraya memberikan kotak yang tadi dibawanya ke tiga orang yang di maksud.


setelah menerima kotak itu, mereka dengan cepat membuka isinya yang terdapat surat dari Ara


"kok Lo tau Ara mau melanjutkan studinya, Ara dimana?" tanya Lala


" gue gak tau Ara melanjutkan studi kemana, yang jelas Ara bilang dia gak mau kalian tahu dan sebenarnya gue juga dilarang buat kasih tau tapi gue gak bisa rahasia kan ini dari kalian," terang Vera


setelah membaca suarat dari Ara bunda Ira kemudian membuka suara dengan nada sedih


"Ara bilang dia sayang sama kita semua, dan Ara bilang kita gak usah cari dia dulu. dia ada di suatu tempat mungkin dalam waktu tidak sebentar" ucap bunda


"Ara juga udah tahu tentang rekaman itu" ucap Rayyan


"Ara berpesan bahwa rumah nya di suruh buat base camp kita biar rumah nya rame terus katanya" sambung Kevin


ya, karna isi suratnya gak jauh beda 😁😁🤭


setelah itu semua larut dalam pemikiran masing masing. sebuah suara memecah keheningan yang terjadi beberapa saat ini dan dikejutkan oleh teriakan seorang pria paruh baya yaitu Ayah bagaz


"bunda, "teriak nya


"bunda, Ara Bun" ucap ayah sera berlari menuju bunda dan memeluk istrinya erat mengabaikan tatapan bingung para pemuda yang ada disana


"Ara kenapa ayah" tanya Kevin