Arawinda Adinda

Arawinda Adinda
12



Di sebuah mansion tempat berkumpulnya sahabat Ara dan orang tua nya tengah panik, pasalnya ayah Bagaz datang dengan tangis dan langsung memeluk bunda Ira seraya mengucapkan nama Ara


"Ara kenapa ayah" tanya Kevin


"pesawat menuju Pontianak mengalami kecelakaan Bun" ucap ayah dan bunda hanya diam mencerna apa maksud dari perkataan suaminya


"apa hubungannya dengan Ara yah?" tanya Rayyan juga menjadi panik


"Ara melanjutkan studi nya ke Kalimantan, dan tadi dia ada SMS ke ayah pamit hari ini mau berangkat studi nya kata dia" ucap ayah dengan suara bergetar


tranggggg


bunyi suara gelas jatuh berasal dari Sisi yang baru saja ingin minum


"ayah pasti bercanda kan" tanya Kevin


ayah hanya menggeleng dan meneteskan air mata dan kepanikan terjadi lagi setelah bunda tiba-tiba pingsan


Lala menangis terisak begitu pun dengan kak Nia menangis di pelukan Kevin dengan isakkan.. tak jauh beda dengan Vera dan Sisi yang menangis tak menyangka kepergian Ara itu untuk selamanya.


Rayyan, pria itu hanya terdiam dan terduduk lemas di lantai mengingat semua kenangannya bersama sang kekasih.


Ara. gadis cantik yang berhasil menggetarkan hati nya dan menjadi cinta pertama nya pergi meninggalkan nya pergi jauh dan tidak kembali lagi untuknya bahkan sebelum dia menunjukan kebenaran dan sebelum menerima permintaan maafnya.


"Arghhhhhhh, gak, Ara gak boleh tinggalin gue" teriak Rayyan


"sabar Ray, kita juga kehilangan" ucap Sam seraya mengusap punggung Rayyan


"gue jahat, gara gara gue Ara pergi dari kita, gue belum percaya semua ini. gue harus ke bandara buat pastikan bahwa Ara baik baik aja" ucap Rayyan seraya berdiri dan keluar menuju mobilnya untuk menuju bandara untuk mencari tau data penumpang yang menaiki pesawat tersebut.


"kita ikutin Rayyan," kata Samuel dan di ikuti semua temannya


" ayah di rumah aja, tunggu bunda. kita ke bandara dulu" ucap Kevin


setelah beberapa menit mereka semua sampai di bandara dan bergabung dengan para keluarga korban lainnya.


setelah itu mereka memutuskan untuk pulang dan pergi menuju kediaman Bagaskara untuk memberi kabar ini ke ayah dan bunda..




seorang gadis cantik kini sedang berada didalam pesawat yang sebentar lagi akan terbang menuju ke negara tetangga,.



Ara memang mengubah tujuannya dari Kalimantan ke Malaysia dengan nama belakang sebagai identitas nya di paspor dan tiketnya. **tidak**. Ara tidak berbohong kepada orang tua nya, mereka hanya mengingat permintaan Ara yang ingin melanjutkan studi nya ke Kalimantan waktu lalu, dan Ara memang tidak memberi tahu kn tujuan sebenarnya kepada mereka agar mereka bisa membiarkan Ara pergi melanjutkan studi nya dengan tenang.



itu semua tidak luput dari bantuan prof Nina yang telah mengusulkan untuk Ara mengambil beasiswa di negara tersebut dan hanya dia yang tau tujuan Ara. itu pun dengan perdebatan yang lumayan panjang.. ya, prof Nina adalah pemilik kampus di tempat Ara sebelumnya kuliah, dan dia juga telah menganggap Ara sebagai putri nya karna Ara merupakan mahasiswa yang berbakat dan paling di sukai oleh profesor Nina.



atas kejadian yang menimpa hubungan Ara, prof Nina mengusulkan buat Ara mengambil beasiswa tersebut agar Ara dapat bisa menghilangkan sakit hatinya dan menata hidupnya. dan juga dia memang mempersiapkan Ara untuk menjadi salah satu dosen di kampus xx nanti setelah Ara selesai studi S2 nya.



"Ara harus buktikan bahwa keputusan ibu gak salah karna telah memilih kamu untuk menerima beasiswa ini ya Ra" ucapnya sebelum Ara melangkahkan kakinya menuju pesawat tadi.



saat ini Ara hanya bisa menatap luar jendela pesawat dan mendengarkan musik dari earphone miliknya.



Kecelakaan pesawat tidak termasuk dalam rencana Ara, dia bahkan tidak tahu ada kecelakaan pesawat menuju Kalimantan saat ini. karna Ara sekarang sedikit cuek dengan sosial media nya apalagi saat ini dia tengah berada didalam pesawat.