
keadaan Ara sudah mulai stabil kembali, dan itu membuat perasaan lega dihari semua orang. bagaimana tidak, tadi keadaan Ara sangat kritis dan denyut nadinya juga sangat lemah sehingga dokter yang saat ini menangani Ara menyimpulkan bahwa hidup Ara sudah tidak lama lagi mengingat waktu koma nya sudah hampir dua tahun ini.
hal itu tentu memicu kesedihan dari orang tua, saudara dan sahabatnya. apalagi dr Aldo sebagai paman kandung Ara, sehingga beliau meminta rekan kerja yang lebih senior untuk menangani Ara.
memang sudah dari sejak Ara dipindah ke Indonesia, dr Aldo sudah meminta rekannya ini untuk menjadi dokter yang menangani Ara.
mengapa tidak di Singapura saja, jawaban nya adalah karena disana tidak ada tang menjaga Ara, dr Aldo mendapat tugas di Indonesia dan dia juga tidak bisa menetap di Singapura dengan suatu alasan, sehingga memutuskan untuk tinggal di Indonesia kembali bersama anak dan istri nya. jadi mau tidak mau Ara juga dipindahkan ke rumah sakit di Indonesia karena hanya untuk pemulihan dan menantikan kesadaran Ara dari komanya saja. tapi hingga beberapa bulan sejak pindah rumah sakit, Ara masih juga belum sadar tapi setidaknya di Indonesia banyak yang menjaga Ara dan merawat nya.
saat ini hanya ada Rayyan yang berada disamping Ara, memandang lekat wajah putih pucat yang tengah terbaring tak berdaya dengan beberapa alat penunjang hidup. dengan lembut Ray mengusap wajah Ara yang terlihat kurus, menggenggam tangan Ara dan mencium nya seakan menyalurkan rasa rindu dan semangat agar Ara segera bangun dari tidur panjangnya.
"sayang, apa kabar hari ini. bangun dong, kamu gak capek tiduran Mulu humm. oo ya hari ini tepat tanggal jadian kita dulu, ingat gak kamu pas kita lagi di festival band di Aceh. saat itu kamu lagi badmood gara gara Abang kamu Kevin lupa beli pesanan kamu kan. hahah lucu pas lihat wajah kamu cemberut gitu. kangen aku sama kamu Ra, cepet bangun ya. kasihan Kevin sama Tania udah dua tahun lebih nikah nya ditunda terus."ucap Rayyan
"aku kangen kamu sayang" lanjutnya lirih dan mengecup tangan Ara
dan mengejutkan Rayyan, jari Ara bergerak sontak Rayyan langsung berdiri lalu memencet tombol disamping brangkar Ara
tak lama dokter masuk lalu memeriksa kondisi Ara, di saat dokter berada dihadapan, mata Ara mengerjap pelan menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina nya.
"Alhamdulillah pasien sudah sadar, dan kondisi nya sudah sangat stabil. " ucap dokter tersenyum
"a..ir" ucap Ara lirih
suster yang berada di sisinya langsung membantu Ara dengan memberikan air yang ada di nakas samping ranjang.
sementara Rayyan sudah berada diluar ruangan sedang menghubungi keluarga Ara dan para sahabatnya.
30 menit kemudian, tampak keluarga Bagaskara dan para sahabatnya datang langsung menanyakan keadaan Ara.
"bagaimana dengan Ara Ray," tanya bunda Ira
"Alhamdulillah Bun, tadi jari Ara bergerak. sekarang dokter sedang memeriksa Ara. dr Aldo sedang keluar kota jadi sekarang dokter Ilham yang memeriksa Ara" jawab Rayyan
"sekarang kita tunggu dokter keluar dulu" lanjutnya
tak lama dokter Ilham keluar dengan senyum manis
"bagaimana Ara dok" tanya pak Bagas
"Alhamdulillah dia sudah sadar, dan dia menanyakan kalian, masuk lah tapi jangan terlalu berisik ya, biar dia beristirahat, sayq permisi dulu" ucap dr Ilham tersenyum
lalu semua orang masuk keruangan Ara, karena ruang VIV jadi mereka semua dapat masuk.
"sayang" ucap bunda Ira dan mendekat lalu memeluk Ara dengan menangis
"Alhamdulillah kamu sudah sadar sayang" ucao bunda sesegukan
"iya bunda, jangan nangis bund, nanti bunda makin nampak tua nya" ucap Ara dengan bercanda di akhir
"eh" ucap bunda heran lalu melepaskan pelukan dari ara
"kamu baru sadar dari koma udah gitu banget ngmongnya Ra, heran" ucap pak Bagas
"hehe Ayah, Ara kangen" ucap Ara dan disambut pelukan dari pak bagas
"kheemmm" deheman Kevin menyadarkan Ara bahwa masih ada yang lain diruangan
"huaaaaa Abang lucknut, peluk ara" ucao Ara heboh dan mereka semua hanya menggeleng
"Ara gak usah teriak, kamu baru sadar harus istirahat dan kenapa gak ada kalem kalem nya gitu. badannya juga gak lemas. heran Abang" ucao Kevin hampir menjitak kening Ara tapi langsung memeluk Ara.
"Ara," panggil Tania dan Ara langsung merentangkan tangannya dan disambut oleh Tania
"kita juga mau Ara" ucao Lala dan sisi yang langsung memeluk Tania dan Ara yang sedang berpelukan
"istrahat ya Ra, cepat sembuh. kita semua kangen sama Lo" ucap Vera yang mengelus kepala Ara lembut
"makasih mbak ver" ucao Ara tersenyum
"cepat sembuh Ara, nanti kita nge-band lagi. kangen sama suara kamu" kata dion yang juga mengelus kepala Ara karena trio macan masih memeluk Ara dengan menangis
"udah dong peluk Ara, kasihan dia baru sadar udah dipeluk gitu" ucap Sam jengah mendengar tangis Lala yang sesegukan
pelukan mereka akhirnya terlepas dan Rayyan mendekat langsung memeluk Ara erat
"eh baru aja dibilang jangan di peluk" ucap Sam tapi di abaikan oleh Rayyan
"aku kangen kamu sayang" ucap Ray mengabaikan peringatan Sam
Ara hanya tersenyum membalas pelukan Ray, dia juga sangat merindukan Rayyan
"udah Ray, nanti lagi pelukannya. adek gue baru sadar dan perlu istirahat" ucap Sam jengah karena sebenarnya dia juga ingin memeluk Ara yang sudah dianggap nya adik itu
setelah pelukan Ray lepas, Sam hanya mengelus kepala Ara lembut
"cepat sehat, nanti tagih janji Tania katanya dia pengen ngajak kamu ketemu artis India" ucap Sam dan mendapat pelototan dari Tania sontak semua nya tertawa
"bener kak, yes. kapan kita ke India" tanya Ara antusias
"nanti Ra, Lo baru aja sadar elah" ucap Andrea yang dari tadi greget karna Ara bertingkah setelah sadar dari koma
semua kembali tertawa bahagia setelah kesembuhan Ara.