Arawinda Adinda

Arawinda Adinda
15



"aku akan menemui Miss Laura hari ini, jadi jika kau mau menunggu ku di apartemen silahkan Mia, aku hanya sebentar" ucap seorang gadis dengan ponsel berada di telinga nya, yang baru saja keluar dari mobilnya ketika telah berhasil parkir dengan tepat di parkiran kampus nya.


"hemm baik lah Dinda, jangan lupa belikan aku makanan jika pulang oke" ucap Mia dari seberang telepon


"oke, aku harus menyerahkan penelitian mahasiswi magang kemarin, dan kamu jangan buat apartemen ku berantakan ya" kata Dinda


"iya makcik, saye paham" ucap Mia sambil terkikik geli


lalu Dinda mematikan panggilan sepihak setelah berada didepan ruangan Miss Laura.


***tok


tok


tok***


"assalamualaikum Miss"


"oh waalaikumsalam sile masuk Adinda"


"ini Miss hasil penelitian mahasiswa magang kemarin dan ini juga tugas dari ruang X. sudah dengan nilainya juga Miss"


ya kebetulan Dinda adalah dosen muda di sana, setelah selesai S2 nya tiga tahun lalu, Dinda memang di percayai untuk menjadi tenaga pendidik di universitas Malaysia tersebut. jadi dia juga merupakan dosen pembimbing yang mengawal para mahasiswa magang.


"ya sudah Din, silahkan keluar jika sudah selesai" jawab Miss Laura tersenyum


"baik Miss" kata Dinda


sebelum Dinda keluar, ucapan Miss Laura kembali menghentikan langkahnya


"kemari prof Nina menelpon, di Kate jika kamu sudah selesai dengan penelitian dari mahasiswa mu. kamu disuruh pulang ke Indonesia. buat jadi tenaga didik di kampus kamu dulu" ucap Miss Laura


"iya Miss, kemarin prof Nina juga sudah memberi tahu kan itu dan kemarin sore saya sudah memberikan surat resign saya kepada Rektorat" ucap Adinda


"seharusnya tidak perlu memberikan surat. karna kamu di minta langsung untuk mengajar Dinda. tapi apapun itu semoga kamu berjaya selalu" ucap Miss Laura seraya tersenyum


"setelah acara perpisahan besok, saya sudah langsung harus terbang ke Indonesia Miss. semoga anda selalu dalam bahagia dan sehat. saya permisi Miss" kata Dinda sopan dan berlalu pergi dari ruangan itu


didalam perjalanan pulang, di dalam mobil Dinda seakan berperang dengan pemikiran nya tentang rencana kepulangan ke negara asalnya.


"apa aku siap untuk bertemu mereka lagi, setelah 4 tahun menghilang dan kini tiba tiba harus hadir di hadapan mereka"


"*bagaimana kabar mereka semua, meski aku selalu mendapat kabar dari bunda. aku harus bagaimana bersikap nanti. mereka semua sudah menganggap ku meninggal dunia"


"apa aku harus menghubungi mereka dulu atau bagaimana,. arghhhhhh aku pusing*" ucap Dinda dalam hati dan tanpa sadar dia telah berada di basemen apartemen nya


setelah sadar dari lamunannya, Dinda keluar dan berjalan menuju lift untuk sampai ke unit apartemen yang selama 4 tahun ini menjadi tempat tinggal nya.


setelah sampai Dinda langsung masuk kedalam dan mendapati sahabatnya tengah tertidur di sofa, Dinda yang melihat itu pun hanya geleng-geleng kepala.. sahabatnya ini sudah menikah setahun yang lalu tapi sikapnya tak pernah berubah.. masih saat seperti pertama perkenalan mereka dulu.




di Indonesia.



sebuah cafe yang terkenal dengan sebutan TheSun kini tampak ramai pengunjung, entah itu untuk makan atau hanya sekedar nongkrong.



"ini Ray, Kevin sama sem kemana sih?" tanya seorang gadis cantik yang penampilannya seperti wanita karir



"paling masih di jalan, tenang aja La. orang pacar kamu ada di sini juga kenapa repot" ucap Vera yang sedang memangku Sorang balita



"itu suami kamu ver" ucap Tania



dan mereka semua mengalihkan pandangan ke pintu masuk cafe. ya cafe itu adalah milik TheSun



"calon Tunangan kamu mana Nia?" tanya sam yang baru sampai dan langsung mencium ke ing sang istri dan anak



"tadi sih katanya meeting sama Ray dan sekarang lagi jalan kesini"



"kapan acara kalian?" tanya Dion yang sedang menyandar di bahu Sisi



"Minggu depan, kalian pada datang ya" pinta Tania




"Ara udah tenang sayang, jadi jangan sedih lagi oke. kita doakan dia dari sini" ucap Dion menenangkan sang kekasih



"bulan depan katanya ada reuni Akbar, tapi bagi yang minat bisa daftar sekarang soalnya reuni ini akan di langsungkan di resort tepi pantai milik prof Nina pemilik kampus" kata Andrea tiba-tiba



"kita ikut kuy, biar ketemu lagi sama anak anak lain dan katanya kalau bisa theSun tampil. ini permintaan dari prof Nina kemarin pas gue ketemu dengan beliau di mall" lanjut Andrea lagi



"boleh juga, dua tahun yang lalu kan terakhir kita ikut reunian" jawab Sam



"ya kali ini katanya ada yang spesial Sam. dan kita di perbolehkan nginap di resort prof Nina gratis tapi harus segera daftar soalnya yang ikut reunian kali ini dibatasi sekitar 500 orang" kata Andrea



"kita ikut semua" ucap seseorang yang baru datang dan mengagetkan semua temannya



"serius Ray, Lo yakin" tanya Sisi dan lala



"iya gue serius, dan kita nanti tampil dengan theSun" jawab Kevin yang mendudukan dirinya dekat dengan sang salon tunangan



"oke lah, besok gue dan Dion yang daftar ke kampus" ucap Andrea semangat



"eh kemarin gue ada lihat Instagram kan. trus gue ada lihat akun cewek ini mirip banget sama Ara, serius gue dan gue sampe stalking dong Ig nya dia, eh benar mirip woi" heboh Lala



"jangan mengada- ada Lala PO" ucap Kevin seraya menjitak kening Lala



"ih sakit woi bang Ke. eh elah. kalu gak percaya nih ya gue kasih lihat" ucap lala seraya membuka ponselnya dan mencari akun tersebut



...



![](contribute/fiction/4305110/markdown/29420247/1646893690033.jpg)



*Mia\_ardi. @arinda.a prewedding sama calon halu ya sis*....



*ardiabra. @andyod* *ini calon makmum mu bro



andyod. @ardiabra bukan bro, Dinda itu sudah ada tunang. iye kan @arinda.a



arinda.a. @mia\_ardi makcik lupa saya sudah punya pasangan



arinda.a. @andyod bener pakcik 😁 cik @ardiabra sepertinya sedang ada masalah rumah tangga ya? 🤭😁*



hening,



itu lah suasana yang tergambar ketika mereka melihat sebuah akun Ig milik seorang gadis bernama Arinda tersebut.



"ini bener ara woi," ucap Dion mengagetkan mereka semua dari pikiran masing-masing.