
Sinar matahari pagi menyelinap masuk melalui gorden sebuah kamar penginapan menyapa seorang gadis yang masih meringkuk dalam selimut nya.
suara riuh terdengar jelas tapi tidak dapat menggangu mimpi indah gadis yang masih terlelap itu, sehingga sebuah ketukan pintu menyadarkan nya dengan perlahan menggeliat dan mengumpulkan nyawa yang masih belum sepenuhnya sadar dari tidur cantiknya.
tok tok tok
"Assalamualaikum Miss Dinda" ucap seorang mahasiswi yang merupakan anggota panitia
memang setelah sholat subuh tadi Ara melanjutkan tidur nya karna acara siang ini akan dimulai pukul 9 pagi.
"waalaikumsalam."ucap Ara setelah membuka pintu kamar
"Miss, ini sudah jam 7 pagi, anda belum sarapan dan saya ke sini disuruh oleh prof Nina untuk membangunkan Anda" ucap mahasiswi itu panjang lebar
"hum, baik lah saya mau mandi dulu dan sarapan, kslian sudah sarapan semua" tanya Ara
"sudah Miss, dan ya ini dari pak Edi" seraya memberikan kertas berisi berbagai catatan untuk lomba nanti
"baik lah, persiapkan diri kalian, nanti saya akan menyusul ke ruang breafing untuk acara ini, dan ya bilang sama prof Nina juga ikut breafing kali ini" ucap Ara dan mendapat anggukan dari mahasiswi itu, setelah gadis itu pamit, lantas Ara langsung menutup pintu dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap siap.
~~anggap aja pake masker ya
Ara hanya menggunakan Hoodie berwarna maroon dan menggunakan masker. setelah selesai Ara langsung keluar dan menuju ruang breafing untuk sarapan disana karena memang sudah disediakan khusus untuk para panitia.
selesai sarapan, Ara langsung bergabung dengan lainnya dan memulai breafing sebentar bersama prof Nina.
tepat pukul 9 pagi, cuaca saat ini sangat mendukung dengan matahari yang tidak terlalu terik. semua orang yang akan ikut lomba sudah berada di tepi pantai bersama beberapa panitia yang memberi pengarahan.
diantara para peserta lomba, terlihat Kevin cs dan trio LTS juga ikut meramaikan. suara teriakan semangat semangkin membuat acara bertambah meriah.
acara sudah dimulai beberapa menit yang lalu, dan tentu yang membuka acara ini adalah Ara, banyak yang mengagumi Ara meski wajahnya tertutup masker dengan kaca mata hitam nya. dan itu juga menjadi perhatian dari para sahabatnya yang terasa tidak asing dengan mendengarkan suara dari panitia pembuka tadi.
seperti suara Ara, ucap mereka dalam hati tapi dengan cepat mereka menggeleng kan kepalanya untuk tidak berpikir macam-macam.
Acara dimulai dari lomba tarik tambang, banyak peserta yang gugur tapi mereka merasa sangat senang, begitupun dengan lomba lainnya.
lomba volly juga tidak kalah serunya dengan lomba lain, kali ini para panitia juga akan ikut meramaikan acara, dengan membuat tim gabungan Cowok dan cewek.
tentu hal itu disambut dengan senang oleh para peserta. Ara?? gadis itu hanya tersenyum dibalik maskernya, dan hanya menjadi penonton dilapangan bersama seorang panitia juga bernama Bu Alma selaku dosen senior meski usianya juga tidak jauh beda dengan Ara,
terlihat Ara memijit pelipisnya sebentar dan kemudian kembali fokus ke acara. dan itu juga tak lepas dari pandangan Bu Alma
"Anda sakit Miss," tanya nya
"hanya sedikit pusing bu Al, mungkin karna tadi malam tidur larut" jawab Ara
"Anda istirahat saja dulu, duduk di kursi santai di sana. disini panas nanti semakin sakit" ucap Bu Al dan diangguki oleh Ara
Ara menyerahkan tugasnya kepada panitia lain untuk memantau jalannya acara, karna tiba tiba kepalanya semakin pusing dan sebenarnya hidungnya mengeluarkan sedikit darah tapi tak terlihat karna dia sedang menggunakan masker berwarna hitam.
Ara berpikir mungkin hanya kelelahan dan kurang tidur penyebab sakit kepala nya itu jadi dia hanya akan beristirahat sebentar agar nanti malam dia dapat menjalankan rencana untuk memberikan kejutan kepada para sahabatnya.
semua acara lomba telah selesai dengan sportifitas dan kebahagiaan dimasing-masing peserta. pemenangnya tentu akan mendapatkan hadiahnya langsung siang ini, sehingga nanti malam akan fokus untuk menikmati malam terakhir mereka.
Ara juga sudah kembali ke kamar nya untuk beristirahat, karna tadi setelah dia merasa sakit kepala nya semakin kuat, mau tidak mau dia memanggil Bu Al dan menyuruh nya untuk meminta izin kepada pak Edi selaku ketua panitia.
siang berganti malam, saat ini Ara sedang bersiap-siap setelah tadi tidur siang setelah meminum obat pereda sakit kepala yang diberikan oleh Bu Al.
penampilan Ara kali ini hanya mengenakan long Dress berwarna hitam, dengan rambut digerai dan make up tipis dan tentunya masih terlihat sangat cantik.
Ara berpesan bahwa dia akan sedikit terlambat datang dan hanya di angguki oleh anggota nya. mereka cukup tahu siapa Miss Dinda karena prof Nina pernah mengaku bahwa Miss Dinda adalah anaknya, jadi mereka hanya menurut saja.
Kevin cs dan trio LTS plus Vera istri Samuel sudah berada dilokasi seperti kemarin, dan kali ini berada di outdoor, dan disana terlihat ada panggung kecil untu acara penutupan dan untuk memberikan kesempatan bagi peserta reuni untuk bernyanyi.
"ck ramai bener, gak kayak kemarin" ucap Lala kesal setelah berada di sebuah meja
"kemari gak kayak gini deh perasaan" ucapnya lagi
"kemarin mungkin pada belum Dateng atau mungkin pada istrahat di penginapan kali La" ucap Tania Jengah
"kalian nampil jam berapa sih" tanya Sisi kepada sang kekasih
"nanti tunggu dipanggil sama MC aja" t
jawab Dion seraya memainkan jari Sisi
"oo ya Ray, gimana sama vokalis cewek yang kemarin kita rundingin. udah dapet belom" tanya Dion kepada Rayyan
"belom, adek gue tadi juga udah balik ke mansion. katanya sih mau ngikut nyokap ke Paris jadi gak bisa buat bantu kota" jawab Ray seraya memainkan ponselnya
"ya udah sih gak usah pake duet segala, ribet Lo pada" ucap Lala jengah
"kangen Ara deh" ucap Sisi tiba tiba
"gak usah melow acara begini mah, bawa bahagia aja, Ara pasti juga akan bahagia kalau lihat kita semua bahagia" ucap Sam dan diangguki oleh Vera
"tapi gue kayak gak semangat gini ya, perasaan kurang banget gitu. padahal dulu sebelum Ara ikut kita juga gue semangat semangat aja deh" ucap Andrea
"ya udah sih, nanti minta panitia aja buat duet sama Ray" ucap Kevin
"terserah Lo pada" ucap Ray dan meminum *hot cappucino*
dan kemudian mereka masing-masing dengan kegiatan mereka sebelum akhirnya TheSun di panggil ke panggung untuk mengobati kerinduan para alumni angkatan mereka.
setelah para personil berada di panggung dan di posisi masing-masing, terdengar suara rius tepuk tangan penonton. dan saat itu juga kebetulan Ara baru sampai dilokasi.
"lagu ini k
gue persembahkan buat seseorang yang slalu ada di hati gue, semoga kmu tenang disana sayang" ucap Rayyan membuka penampilan mereka
terdengar lagu berjudul ***Bagaimana kalau aku tidak baik baik saja*** dari salah satu artis ibukota yang dinyanyikan oleh Rayyan dengan merdu.
terdengar suara gemuruh tepuk tangan penonton dan meminta TheSun untuk tampil lagi.
Ara yang melihat semua itu tersenyum dengan mata berkaca-kaca. tenyata pria ini masih sama seperti dulu, dengan wajah tampan dan suara merdu milik nya. Ara sempat terpaku ditempatnya sebelum matanya menatap para sahabat nya yang duduk tidak jauh dari dirinya berdiri..
Ara kemudian dengan tekat diharinya berjalan menuju para sahabatnya yang sempat menangis mengingat Ara karena nyanyian dari Rayyan.
dengan menggunakan masker nya, Ara kemudian duduk tanpa izin dan itu sukses membuat mereka bingung
"maaf mbak, tapi tempat ini sudah penuh dan itu bangku milik sahabat saya" ucap Tania sopan karna Ara membelakangi mereka dan tersenyum
"oh maaf mbak, tapi sepertinya saya nyaman di sini" ucap Ara kemudian berbalik dan membuka maskernya dihadapan para sahabatnya.
sontak hal itu kemudian membuat mereka mematung karena terkejut
"A..a..Ara" ucap Sisi terbata bata
Ara hanya tersenyum manis menatap mereka
"Lo.. Lo be..bener Ara. Arawinda" ucap Lala dengan mata berkaca-kaca
dan dijawab anggukan kepala Ara.
"si.. si.. coba Lo cubit gue" ucap Vera yang disebelah Sisi dan Tania yang memang sudah tahu Ara masih hidup hanya tersenyum dengan mata berkaca-kaca menatap Ara yang sudah dianggapnya adik
"aaauhh" pekik Vera karena di cubit Sisi
"gue gak mimpi. ini bener Ara, Ara nya kita" ucap Vera kemudian bangkit dari duduknya dan memeluk Ara erat begitu pun dengan Tania
Sisi dan Lala masih mematung tapi semenit kemudian langsung memeluk Ara setelah mendengar ucapan gadis itu
"Lo berdua gak kangen gue" ucap Ara menyadarkan dua gadis itu dan mereka langsung menangis dan memeluk Ara erat
"Lo hisk jahat Ra, Lo hisk hisk ninggalin kita semua lama" ucap Lala menangis sesenggukan
sedangkan Sisi tidak dapat mengucapkan sepatah kata pun dan masih memeluk Ara.