Arawinda Adinda

Arawinda Adinda
25



jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Rayyan masih sibuk ke sana kemari mencari keberadaan Ara. begitu pun dengan para sahabatnya.


sebuah pesan singkat masuk diponsel Tania, dan itu membuat pencarian mereka terhenti.


+6289902*****


lanjut besok aja cari gue, sekarang istirahat gih. udah larut..


^^^^^^Tania^^^^^^


^^^Lo Ara kan.. Lo dimana dek.. kenapa turun panggung gitu aja. yang lain pada nyari ini.^^^


+6289902*****


udah sih, gue ada didekat kalian. jadi jangan khawatir, Oke. besok ke apartemen gue aja di Kartini Park, dilantai 12 nomor 185.


^^^^^^^^^Tania^^^^^^^^^


^^^ya udah deh, gue bilangin anak-anak dulu buat istirahat. besok sore kita ke apartemen Lo dan kita semua mau nginep.^^^


+6289902*****


terserah kalian, oh ya jangan lupa pasuteri somplak juga boleh nginep, kebetulan kamar ada tiga kosong. ya kalau gak cukup nanti kita tiduran di ruang keluarga aja. ya udah ya. gue mau tidur. besok pagi gue udah harus pulang kerjaan gue nunggu


^^^^^^Tania^^^^^^


^^^oke sip, kita semua juga mau tidur kalau gitu. bye dek sampai ketemu besok.^^^


setelah berbalas pesan dengan Ara, Tania kemudian memberi tahu pesan Ara. sontak semua nya kembali tenang dan menyetujui untuk ke apartemen Ara besok siang dan langsung menginap.


Rayyan, tentu dia yang paling bahagia. orang yang selama ini sangat dirindukan oleh nya dan selalu di hatinya telah kembali dalam keadaan sehat.




malam berganti pagi, suara hingar-bingar terdengar berasal dari para alumni yang hendak pulang kekediaman mereka masing-masing. setelah dua hari berada bersama teman kuliah tentunya mereka kembali mendapat kenangan yang bisa dikatakan indah dan sangat menyenangkan. tentu itu tak lepas dari peran para panitia agar acara nya berjalan lancar dan sukses.



satu persatu mobil keluar dari lokasi resort, begitu pun dengan Rayyan dkk. mereka begitu semangat untuk kembali ke ibukota secepat mungkin, itu dikarenakan mereka tidak sabar untuk bertemu dengan Ara,



kepergian para sahabatnya pun tak lepas dari penglihatan Ara yang saat ini berada di jendela di kamarnya yang langsung berhadapan dengan parkiran dan kapan pintu keluar lokasi resort.



tepukan di bahunya menyadarkan Ara dari lamunannya.



"kamu udah sehat sayang" tanya ibu Nina



"udah kok Bu, kemarin kurang istirahat aja mungkin" jawab Ara tersenyum



"ya udah, siap siap kita pulang." ucap Bu Nina lagi dengan mengusap kepala Ara



"Ara mau ke kampus dulu Bu, mau ngamb laptop sama beberapa tugas mahasiswa kemarin yang belum sempet Ara periksa" jawab Ara dan melangkah mengambil ransel berisi pakaian nya.



setelah berpamitan dengan para pengurus resort, Ara beserta rombongan panitia dan pemilik kampus langsung menjalankan mobilnya untuk pulang ke ibukota.




Ara sampai diruangan nya dan merebahkan diri sebentar di sofa yang berada diruangan. akhir-akhir ini Ara sering merasa lelah dan sakit kepala, Mimisan juga kadang masih terjadi. tapi Ara tidak ingin berfikiran buruk, mungkin kelelahan pikir nya



sejenak Ara memejamkan mata nya karna sakit kepalanya mulai kambuh, mungkin efek perjalanan jauh. tak terasa Ara ketiduran disofa hingga siang menjelang.



saat ini jam sudah menunjukan pukul 1 siang. para sahabatnya mungkin sudah berada di apartemen nya saat ini.



dering ponsel membangun kan Ara dari lelapnya.



Dretttt dretttt dretttt



tanpa membuka mata, Ara langsung menggeser ikon hijau dilayar ponsel nya.



"Assalamualaikum" ucapnya serak



"Lo dimana Ra, ini kita semua udah pada di depan apartemen Lo. dari tadi udah bunyiin bel gak ada yang buka pintu" omel Tania



"Hah!!" sontak Ara membuka mata dan melihat jam di dinding



"masuk aja kalian, password nya tanggal lahir gue" ucap Ara seraya duduk



"Lo dimana memangnya Ra," tanya Tania setelah memberi tahu yang lain password apartemen Ara



"gue masih di kampus, mau ngambil laptop sama tugas mahasiswa gue" ucap Ara setelah menguap sebentar



"sok sok an jadi dosen" ucap Tania meledek dan Ara hanya memutar bola matanya jengah



"udah sih, langsung masuk aja kedalam jangan berantakan ya. eehhh kok kayak denger suara baby ya,? Beby siapa itu kak" tanya Ara antusias



"ada deh, buruan cepat pulang makanya" jawab Tania setelah masuk dan duduk di sofa mengikuti yang lainnya



"oke gue otw sekarang" ucap Ara dan mengakhiri panggilan telepon seraya mengambil apa yang diperlukan nya kemudian berjalan keluar dari ruangan menuju parkiran mobil.