
Setelah pertemuan singkat tadi, suasana hati Ara terlihat sedikit kacau. bagaimana tidak, orang yang sangat dirindukan oleh nya tanpa sengaja bertabrakan dengan tubuhnya meski orang itu tidak mengenali nya dengan wajah yang tertutup masker.
waktu sudah menunjukkan pukul enam sore, sebentar lagi ada acara yang akan dilaksanakan setelah makan malam. acara yang digelar adalah penampilan dari para mahasiswa dan kata sambutan dari penyelenggara acara, pemilik kampus dan ketua panitia.
acara memang telah dibuka tadi siang, tapi malam ini semua dibuat seperti acara semi formal dimana kali ini dikhususkan untuk saling bertukar kabar dan bercerita.
dretttt dretttt dretttt
suara dering ponsel memecah fokus Ara yang sejak tadi melamun dan hanya duduk di sofa kamar penginapan nya. dengan langkah malas melangkah kan kaki menuju ponsel yang berada di atas ranjangnya.
"iya hallo" ucap nya
"Miss Dinda, semua panitia saat ini sedang berada di ruang breafing untuk acara malam ini. tinggal menunggu anda saja lagi" ucap seseorang diseberang
"oh, baik lah.. sebentar lagi saya akan ke sana" sahut Ara dan langsung mengakhiri panggilan telepon dan segera bersiap-siap
30 menit kemudian Ara sudah siap dengan kostum khusus panitia. tidak lupa juga dengan topi dan masker nya. karna saat ini Ara belum bisa membuka jati diri nya dihadapan para sahabatnya.
setelah semua siap, Ara segera melangkah kan kaki menuju ruang panitia berada. setelah cukup lama akhirnya Ara sampai di tujuan, terlihat di aula telah ramai oleh para peserta reuni, aula yang dibangun di antara penginapan itu memang khusus dibangun untuk acara seperti resepsi pernikahan atau acara besar lainnya yang dapat disewa.
Ara tiba di ruang panitia sekitar 5 menit berjalan dari kamar penginapannya. sampai disana ternyata semua sudah berkumpul dan hanya menunggu dirinya saja.
"maaf membuat kalian menunggu" ucap Ara tersenyum dibalik maskernya
"ah, tidak apa apa Miss, ayo kita mulai saja breafing nya. karna sebentar lagi acara akan di mulai" ucap ketua panitia yaitu Pak Edi Susanto
setelah itu semua serius mendengarkan pengarahan yang diberikan, setelah selesai akhirnya ditutup dengan doa agar acara malam ini berjalan lancar dan setelah itu semua panitia membubarkan diri melaksanakan tugas masing-masing. kali ini Ara tidak mendapatkan tugas berat, hanya mengawasi acara bersama pak Edi dan Dua orang dosen lainnya yang ikut menjadi anggota panitia.
setiap rangkaian acara terlaksana dengan baik dan lancar. terlihat di sebuah meja para sahabat Ara nampak sangat menikmati acara kali ini, malam ini hanya menampilkan Band dari Alexey dari mahasiswa aktif, untuk TheSun sendiri akan ikut tampil besok malam diacara penutupan dan acar besok dipersilahkan bagi siapa saja yang akan menyumbangkan suara emas mereka dan tentunya makam terakhir bagi mereka.
untuk pembagian hadiah sendiri akan diadakan di hari terakhir setelah semua lomba selesai sebelum semua bisa pulang ke rumah masing masing.
memang seperti acara camping atau acara tour bagi siswa ataupun mahasiswa. dan itu lah memang tujuan reuni kali ini, agar kenangan dimasa menempuh pendidikan kembali terkenang dan itu memang disambut antusias oleh para peserta yang ikut. sehingga yang acara dibatasi dengan kuota 500 orang sekarang yang hadir menjadi hampir 3000 orang. atas dasar itu lah para panitia menjadi membebaskan seberapa banyak yang akan hadir tapi harus mendaftar agar dapat memaksimalkan kamar penginapan. tapi justru itu bukan masalah besar bagi para peserta, bahkan antusias mereka sangat tinggi sehingga ada yang rela membangun tenda di pesisir pantai disekitar resort meski penginapan masih cukup.
Ara yang melihat para sahabatnya dan sang Abang hanya tersenyum dibalik maskernya. tentu tidak ada yang menyadari nya. sehingga tepukan di bahunya menyadarkan dia dari atensinya melihat ke arah sahabat nya itu.
saat menoleh kesamping, Ara tersenyum dan mencium punggung tangan orang tersebut.. seseorang yang berjasa di hidupnya dalam urusan pendidikan nya itu.
"Assalamualaikum ibu," ucapnya
"waalaikumsalam, kenapa hanya dilihat dari sini. kenapa tidak datangi saja mereka" tanya ibu Nina(prof Nina)
Ara hanya tersenyum dan kemudian menjawab pertanyaan itu
"besok Ara akan memberikan kejutan untuk mereka ibu, seperti nya sudah cukup bersembunyi" jawab Ara terkikik geli
"baik lah, ibu rindu suara nyanyian mu, besok nyanyi ya Ra. kalau perlu duet bareng belahan jiwa mu itu" ucap ibu Nina menggoda
"ibu jangan menggoda Ara ya, " ucap Ara seolah marah
"bukan belahan jiwa ibu, lebih tepatnya calon" ucap Ara ikut terkekeh
"mengakui sayang?" tanya ibu Nina dengan alis turun naik
"hahah tidak ibu, Ara tidak tahu apakah hatinya masih untuk Ara atau sudah berpaling."jawab ara lirih
"kita akan tahu besok sayang, dan nikmati acara ini yang memang khusus ibu dan ayah Adnan buat untukmu agar kamu bisa berkumpul bersama teman-teman masa kuliah mu" ucap ibu Nina yang sudah menganggap Ara seperti anaknya sendiri
"terima kasih ibu, tapi ini terlihat berlebihan, dan ara juga sangat tidak pantas untuk ini" jawab Ara
"kau tahu sayang, banyak mahasiswa yang berprestasi tapi tidak banyak mahasiswa yang seperti dirimu. selain berprestasi kamu juga mempunyai hati yang tulus, ibu ingat saat kamu menolong ayah adnan waktu hampir mengalami stroke waktu itu di lorong koridor kampus, disaat yang lain hanya melihat tanpa menolong, tapi kamu dengan berani mendekat dan langsung memberikan pertolongan pertama meski kau belum mengetahui bahwa ayah Adnan adalah pemilik kampus mu, saat itu ibu kira kamu dijurusan kedokteran. tapi ternyata di hukum" ucap Bu Nina panjang lebar
ya memang saat itu pak Adnan baru saja tiba di tanah air setelah sekian lama di negara kincir angin. sehingga banyak yang tidak mengenal beliau sebagai pemilik kampus dan suami dari ibu Nina. sejak kejadian itu, baik ibu Nina ataupun pak Adnan yang memang tidak memiliki anak langsung menganggap Ara sebagai putri mereka sendiri meski mereka tahu Ara juga merupakan putri angkat dari keluarga Bagaskara.
"Ara dulu pernah merawat bapak waktu di desa ibu, bapak pernah mengalami stroke sebelum akhirnya meninggal dunia" ucap Ara dengan mata berkaca-kaca
"Ara merasa sangat beruntung memiliki kalian semua" ucap Ara lagi
ibu Nina hanya tersenyum dan kemudian memeluk Ara sebentar sebelum menuju kursi khusus petinggi kampusnya.
acara berjalan lancar tanpa hambatan, bahkan saat sudah selesai masih ada beberapa orang yang sengaja berkumpul untuk mengenang kenangan mereka meski waktu sudah tengah malam.
sedangkan para panitia saat ini baru saja selesai dengan breafing untuk besok siang yang akan diadakan acara lomba. lomba yang akan di gelar adalah, volly pria -wanita, lomba lari estafet, lomba tarik tambang dsb.
\*\*kayak lomba 17an aja yaðŸ¤ðŸ˜‚😂
saat ini Ara sedang dijalan menuju kamarnya untuk segera beristirahat, saat diperjalanan tidak sengaja Ara melewati Kevin, Rayyan, Samuel, Dion dan Andrea sedang bercanda dan mengobrol ringan didepan penginapan mereka yang memang berdampingan..
Ara hanya menggunakan topi nya dan melepaskan masker karna pikirnya mereka sudah istirahat dikamar. pas melewati Kevin dkk. Ara segera membenarkan posisi topinya agar wajahnya tidak dilihat jelas agar besok kejutannya berjalan lancar fikir Ara
"ehemm maaf mbak panitia, boleh tanya tidak" ucap Andrea menghentikan langkah Ara
tanpa membalikkan badannya Ara menjawab
"ada apa mas" tanya nya pelan
"besok malam acaranya dimulai pukul berapa ya mbak, soalnya kita kita lagi cari vokalis cewek" ucap Andrea
"oh, besok sepertinya habis isya mas, maaf ini sudah larut saya harus segera beristirahat. permisi" ucap Ara dan langsung bergegas meninggalkan tempat itu
mendengar suara yang sepertinya tidak asing bagi mereka, Kevin dkk hanya saling menatap dan terdiam dengan pemikiran masing-masing.
kemudian Kevin tersenyum dan membuat para sahabatnya curiga
"ngapain Lo senyum senyum sendiri, kesambet jin laut Lo" tanya Sam
"sembarangan,"ucap Kevin seraya menjitak kepala Sam "kayaknya besok bakal ada kejutan deh" ucap Kevin tersenyum lagi
"wah bener ini anak kesambet jin. ya udah yuk pada masuk, udah gak kondusif" ucap Dion langsung berdiri dan berjalan menuju kamarnya dengan Andrea
"ya udah gue juga, kayaknya Vera belum tidur deh" ucap Sam tersenyum membayangkan sang istri
"eh kamp\*\*t, ya udah yuk Ray" ajak Kevin yang memang satu kamar dengan Rayyan
Rayyan hanya mengangguk dan masih berperang dengan pemikiran nya karna memang suara mbak panitia tadi terasa sangat tidak asing baginya.
dan benar saja, Kevin dkk tidak ada yang mengenalinya