Arawinda Adinda

Arawinda Adinda
38



sudah tiga hari sejak semua mengetahui bahwa Ara sedang dalam masa koma. sejak saat itu juga para sahabatnya tidak pernah absen mengunjungi dan memberi semangat kepada Ara meski mungkin perkataan mereka tidak dapat tanggapan apapun dari Ara.


setelah masa kritis kemarin, keadaan Ara kini tampak membaik. bahkan kanker yang ada diotaknya dipastikan telah sembuh. sebuah KEAJAIBAN memang, dan semua merasa bersyukur karena hal itu.


"hai Ara, assalamualaikum"


"gue yakin,Lo pasti bisa denger apa yang kita omongin kan. ngaku deh"


"Lo tau gak, gue dan yang lainnya benci banget sama Lo, bahkan gue pengen banget gak pernah kenal sama Lo"


"dan Lo harus tahu, gue sama Lala pengen jodohin Rayyan sama sepupu nya Vera, gile cantik parah.. Lo mah gak ada apa apanya"


"secara Lo aja gak bisa bangun hahaha udah gitu rambut Lo aja baru tumbuh gini pasti Rayyan gak bakal nolak tuh cewek yang cantik"


"Lo sadar gak, gue itu benci banget sama Lo, semua nya benci banget sama Lo, apalagi Kevin dan Rayyan.. mereka bahkan sempet ngmong nyesel kenal sama Lo.. itu kan yang Lo mau."


"dan Lo berhasil Ra, Lo berhasil bikin kita semua benci sama Lo dan sekaligus menjadi sahabat paling brengsek untuk Lo, PUAS kan Lo udah bikin kita semua kayak orang BODOH HAH"


"GUE BENCI LO RA, BENCI... BANGUN LO WOI BANGUN, LO GAK MAU GITU BUAT NGEHINA KITA KITA LAGI, BANGUN ARAWINDA ADINDA" teriak Sisi disamping Ara dengan air mata yang sejak tadi mengalir deras di pipinya


teriakan sisi seketika mengejutkan para sahabatnya yang juga berada diruang itu, mereka semua menatap sedih kearah sosis dan Ara yang masih betah dengan tidurnya


"Ra, gue merasa gagal, sangat gagal menjadi sahabat Lo. Lo itu egois Ra, selama ini Lo anggap apa persahabatan kita hah. sejak Lo hadir dihidup kita semua Lo itu udah bagai pelangi yang selalu memberikan warna ra, dan asal Lo tahu sejak Lo pergi dari hidup kita semua warna itu hilang dan semua udah gak ada guna lagi. bahkan Rayyan aja udah kayak mayat hidup asal Lo tahu" ucap Lala dengan sesegukan


Dion dan Andrea yang melihat kekasih mereka segera mendekat dan menenangkan pasangan masing-masing lalu membawa mereka menjauh dari brankar Ara.


"hai dek, kapan bangunnya. kakak janji deh Bakan segera nikah sama Abang kamu. kamu mau hadir kan dek, kamu mau lihat Abang kamu bahagia kan. kalo gitu cepet bangun.. kasian loh sama Rayyan, cuma dia sendiri yang gak ada pasangan. udah deh udah dua tahun kamu gak bangun, apa perlu gitu kakak suruh Rayyan jadi pangeran yang membangunkan putri tidur dengan ciuman nya hahah pasti kamu mau.. eh atau kamu mau Rayyan kakak suruh oplas biar mirip sama khritik Rhosan, eh bener gak sih gitu namanya Ra, kakak gak paham sama India haha, cepet bangun ya kasihan bunda sama ayah juga, oh ya sepupu kamu juga udah nikah loh, anaknya mau dua. dr Aldo juga anaknya mau dua, hebat kan mereka.. Lo mah gak hebat haha, cepet bangun sayang. kita semua kangen. dan ya ucapan Sisi sama Lala gak usah Lo tanggepin, Lo kan tahu mereka itu toa berjalan haha," ucap Tania tepat di samping telinga Ara


setelah gilirannya selesai, Tania langsung berdiri dan mendekat kaarah bunda Ira yang menangis karena mendengar ucapan para sahabat anaknya. sedangkan para pria saat ini sedang berada diluar ruangan begitupun dengan Lala dan sisi yang dibawa pasangan mereka untuk menenangkan diri mereka.


tanpa mereka sadari, Ara menggerakkan jari jemari nya, dan meneteskan air mata. yap, ara memang mendengar semua setiap apa yang mereka ucapkan.



di alam bawah sadar Ara



dihalaman taman luas, rumput hijau membentang dan terdapat sebuah danau ya g begitu indah. Ara berlari kesana-kemari menikmati ketenangan yang selama ini tidak pernah dirasakan oleh Ara.



"berada disini terasa begitu damai, rasanya gak pengen pulang" ucap Ara dengan tersenyum manis lalu suara seseorang mengejutkan Ara sontak Ara mengalihkan pandangan nya keasal suara



"ini bukan tempat kamu sayang, kamu belum boleh menetap disini" ucap wanita paruh baya yang terlihat sangat cantik dengan balutan gaun putih bersih



"i..ibu, b..ba..bapak" ucap Ara berkaca-kaca




" Ara rindu sama kalian" ucap Ara menangis dan langsung melangkah mendekat dan memeluk kedua paruh baya tersebut



"ibu sama bapak juga rindu sama Ara, tapi saat ini bukan waktu nya Ara berada disini, masa depan Ara masih panjang, masih banyak yang sayang Ara bahkan ibu sama ayah angkat kamu juga sangat menyayangi kamu nak, pulang lah" ucap ibu dengan mengelus rambut Ara



"tapi Ara pengen disini sama ibu sama bapak. dan Ara juga udah capek buat menjalani hidup Ara, " ucap ara tertunduk



"hei, anak bapak sama ibu gak mudah menyerah. cita cita kamu mau jadi tenaga pendidik juga udah tercapai kan sayang. jalani lah dengan sebaiknya. kamu gak maukan usaha kamu sia sia.. " ucap bapak tenang



"tapi" ucapan Ara terpotong oleh ibu



"kamu belum saatnya berada disini sayang kembali lah, mereka semua membutuhkan mu dan bahagia lah sayang.. ibu sama bapak bahagia melihat mu bahagia. jangan menyerah dan selalu bersemangat sayang. banyak yang menyayangimu. apalagi calon mantu ibu sama bapak" ucap ibu terkekeh



"ibu bapak" ucao Ara lalu memeluk kedua orang tuanya dengan menangis



"udah jangan nangis lagi, sekarang kamu kembali dan hiduplah dengan bahagia, jangan lupa sholatmu sayang. bapak sama ibu pamit pergi, selamat tinggal assalamualaikum" ucap bapak melepas pelukan dan kemudian menjauh lalu hilang dipandangan Ara



seketika Ara berteriak memanggil kedua orang tuanya yang hilang entah kemana. lalu tak lama nampak sebuah cahaya terang menyilaukan mata Ara dan kemudian menelan Ara


kembali ke alam nyata


"sayang bangun ya, maafin Abang yang berkali kali menyakiti perasaan kamu, abang mohon kamu sadar, nanti abng janji bakal ngajak kamu ke India buat ketemu artis favorit kamu" ucap Kevin dengan menunduk dan menggenggam tangan Ara


"bunda kangen sama anak bunda yang bawel, cerewet dan usil ini, cepat bangun sayang" ucap bunda yang juga berada disamping Ara


saat ini mereka semua berada disisi Ara karena tadi dr Aldo tiba tiba mengatakan suatu hal yang begitu membuat mereka Shock. bahkan sebenarnya dr Aldo juga sangat berat hati dan paling bersedih pasalnya Ara adalah keponakan nya sendiri.


"kemungkinan Ara gak bakal bertahan hidup lebih lama lagi" ucapan dokter Aldo membuat mereka seketika menangis dan lemas


sebelum itu tadi Ara sempat mengalami kejang dan masa kritis kembali setelah tania menjauh dan berada disamping bunda.


hal itu tentu membuat semua orang sedih, seakan tidak ada kesempatan Ara untuk hidup lalu mereka semua mendekat dan memberi ara semangat agar ara kuat melawan sakitnya.