Arawinda Adinda

Arawinda Adinda
37



"huhhhh"


helaan nafas panjang terdengar dari seorang pemuda yang sedang duduk di sebuah taman, dengan berbagai macam hal yang menjadi pemikiran nya tentang semua yang terjadi selama hampir Dua tahun ini.


pemuda itu yang tak lain adalah Kevin. ya, setelah melihat kondisi Ara Kevin langsung pamit untuk keluar dari ruang perawatan Ara ke taman rumah sakit sekedar untuk beristirahat izinnya.


sedang asyik nya melamun memikirkan kejadian yang berlangsung selama hampir Dua tahun ini, dia dikejutkan dengan suara sang kekasih yang memang sejak tadi mengikuti dirinya dan sengaja membiarkan beberapa saat untuk Kevin menenangkan diri.


"kenapa sayang" tanya Tania setelah berada di depan Kevin


"aku memang Abang yang buruk ya Ni, aku gak tahu apa yang udah adek aku alami dan apa yang selama ini adek aku derita. aku gak pantes jadi Abang buat Ara" ucap Kevin seraya menunduk dan menutup muka dengan kedua tangan nya


"kamu gak salah vin, semua udah terjadi dan itu memang udah jalannya" ucap Tania setelah duduk di sebelah Kevin dan mengusap bahunya


"kamu udah tahu ini dari kapan"


"ingat gak waktu kita buat kejutan lamaran Rayyan ke Ara, dan saat itu juga kita dapat kejutan dari Ara yang lagi dicafe sama dr Aldo" tanya Tania yang diangguki oleh Kevin


"setelah itu kan kamu antar aku pulang, trus saat di mobil, Ara mengirimkan pesan ke aku buat ketemu dia disuatu tempat"


trus setelah datang dan kamu pulang setelah aku turun, aku langsung menelpon Ara dan saat itu juga aku ketemu Ara di apartemen dr Aldo. Ara menceritakan semua nya dan meminta aku buat rahasia kan pada semuanya. bahkan bunda sama ayah Bagas aja pas Ara udah mulai kemoterapi baru dikasih tahu,


kamu tahu gak saat itu Ara selalu mengatakan bahwa kita harus segera menikah agar dia bisa lihat abangnya yang paling dia sayang bisa bahagia, tapi aku bilang aku gak mau nikah sebelum Ara sehat karna aku yakin Ara akan sehat dan sembuh total. tapi setelah enam bulan kemoterapi Ara mengalami penurunan kesehatan yang mengakibatkan kesadaran nya hilang dan berakhir dengan keputusan dr Aldo untuk mengoperasi pengangkatan sel kanker, dan Alhamdulillah berhasil tapi Ara mengalami koma selama hampir dua tahun ini. itu lah alasan kenapa aku masih belum mau menikah yang selama ini kamu tanyakan. bunda jugakasih saran buat segera menikah tapi aku masih yakin kalau Ara bakalan sadar dan menyaksikan pernikahan kita," ucap Tania panjang lebar menjelaskan kejadian itu


Kevin terlihat cukup terkejut mendengar penjelasan Tania, karna memang mereka hampir setiap bulan bertengkar karena Tania selalu menunda untuk pernikahan mereka dengan alasan yang tidak jelas, tapi beruntung nya hubungan mereka tidak pernah berakhir dengan perpisahan.


"maafkan aku sayang, selama ini aku udah marah marah sama kamu karna selalu menunda pernikahan kita" ucap Kevin dan langsung memeluk Tania


"kita berdoa saja semoga Ara segera sadar dan sehat kembali" ucap Tania dan mengelus punggung Kevin


"jadi kamu yang izin sama aku buat ke luar negeri itu mau ke Singapura yang" tanya Kevin setelah duduk tegak kembali


"kenapa gak kasih tahu sih yang, aku berasa jadi Abang yang paling buruk" ucap Kevin lagi


"adeh mulai lagi, gini nih kalau lagi stress pasti ucapannya selalu berulang haha" ledek Tania sekedar menghibur Kevin


"nanti Ara kalau sudah sadar dan sehat kita langsung nikah yang" ucap Kevin tersenyum


"yeee siapa yang mau nikah sama kamu wleeeek" ucap Tania dan langsung mendapat cubit cubitan gemas di hidungnya


"semoga Ara juga segera mendapatkan kebahagiaan nya ya yang, aku mau kasih apapun yang Ara minta jika nanti dia udah sehat dan akan buat Ara bahagia apapun caranya" ucap Kevin kembali memeluk Tania dari samping


"iya, kita sama sama buat bahagia kan Ara" ucap Tania tersenyum


"gimana sama Rayyan ya yang" tanya Tania ingat dengan sang sahabat


"belum tahu yang, soalnya dari tadi masih belum bicara sama dia dan dia juga belum beranjak dari samping brangkar Ara" jawab Kevin


"semoga mereka bisa bersatu ya, gitu banget hubungan mereka. dari yang Ara tinggal me Malaysia setelah itu sekarang, cobaan nya gitu banget" kata Tania


"kalau kita gitu kayaknya aku gak tahan deh yang" lanjutnya dan di jawab kekehan dari Kevin


"kamu gak aku kasih kabar sehari aja udah curiga Mulu, lah aku yang selalu ditolak waktu ngajak nikah gak gimana gimana" ucap Kevin dengan meledek Tania


"eh gak kebalik ya bambank" tanya Tania dengan mencubit pinggang Kevin


"aduhh, arghh sakit sayang" ucap Kevin karna Tania mencubit nya sedikit kuat


"gitu aja sakit, ya udah yuk kita ke ruangan Ara lagi, aku mau lihat Ara" ucap Tania yang langsung berdiri dan melangkah meninggalkan Kevin yang tersenyum melihat Tania dan langsung menyusul Tania