Arawinda Adinda

Arawinda Adinda
AW 1 ekstra part



"Mela,!!!" teriak seorang pemuda membuat gadis yang berlari itu tertawa terbahak-bahak


"tangkap wleeee" ejek gadis itu membuat sang kakak mendengus malas


"udah Abang capek" keluh pemuda bernama Bima Angkasa William


"sama, Mela juga" sahut gadis bernama Melati Amiya William anak kedua dari pasangan Arawinda dan Rayyan


"oh ya bang, besok Mela nebeng ya" ucao Mela membuat Bima heran.. masalahnya adik nya ini tidak pernah mau berangkat sekolah bersama nya dengan alasan nanti rambutnya terbang karena naik motor


"jangan natap nya kayak gitu.. besok Mela mau pamer sama.."


"gak boleh pamer bocil.. kamu itu baru kelas 8 udah ponter pamer pamer.. mama pasti marah nanti" potong Bima membuat Mela kesal


"ya udah jangan kasih tau" jawab Mela santai


"kayak gak tau sama mama aja" balas Bima dan sukses membuat Mela kesal sendiri


"terserah lah" ucapnya lalu melangkah meninggalkan Abang nya yang masih duduk di rumput halaman belakang rumah mereka.


.


.


.


.


Bima Angkasa William.


anak pertama Arawinda dan Rayyan ini adaah sosok pemuda yang cool, pintar, kapten basket, cuek seperti papa nya saat muda dan juga ketua geng motor.


berusia 18 tahun, dan sudah kelas 12 di sebuah SMA ternama. menjadi idola kaum hawa di sekolahnya.


memiliki sabahat sekaligus sepupu bernama Eza Abra Bagaskara anak dari Kevin dan Tania.


.


.


.


.


"Abang pamit" ucap Bima setelah sarapan lalu mencium pipi Sang ibu, dan mencium punggung tangan sang ayah


setelah berpamitan, Bima melanjutkan perjalanan menuju sekolah dengan menggunakan sebuah motor sport milik nya..


pekikan dan decakan kagum terdengar saat pemuda itu memasuki halaman sekolah mewah itu.


dengan gaya cool nya Bima membuka helm saat motor sudah terparkir rapi di parkiran bersamaan dengan datangnya tiga motor lainnya.


mereka adalah teman nya Bima di sekolah ataupun di geng motor nya.


"pagi bos" sapa mereka berempat


Bima hanya mengangguk dan tersenyum sekilas


meraka masih asyik bersantai di parkiran karena jam masuk masih setengah jam.


pandangan Bima kemudian terkunci pada satu titik dimana seorang gadis yang begitu manis sedang melangkah ke arah gedung sekolah bersama kedua sahabat nya..


Gadis itu bernama Zia Cindyra Roman.. anak seorang pengusaha ternama berasal dari Australia.


sang ayah yang merupakan pengusaha batu bara yang asli Australia bernama Lucky Roman dan ibu nya asli Indonesia bernama Tiara Putri anak dari pengusaha tekstil.


menjadi anak seorang konglomerat tidak membuat Zee sapaan untuk gadis itu menjadi sombong tapi percaya atau tidak.. di sekolah tidak ada yang mengetahui status keluarga nya.


sejak pindah sekolah setahun yang lalu.. Zee di kenal dengan pribadi yang baik, ramah, pintar dan juga murah senyum.


"dia siapa" tanya Bima karena pemuda itu memang begitu tidak perduli dengan para gadis di sekolahnya.. dia tidak hanya mengenal beberapa saja karena menurut nya mereka semua tidak penting.


"wah, Lo gak tau bos" heboh pemuda bernama Ziko


Bima hanya mengangguk membuat ketiga sahabat nya kesal sendiri


"Dia bernama Zia Cindyra anak 12 IPA 2.." jawab Eza sepupu nya


"cantik ya.. tapi sayang dia selalu di bully.." sahut Rendi


Bima menatap Rendi heran.


"di sekolah kita ada pembullyan dan Lo semua gak berbuat apa-apa.. ck ck.. parah Lo" ucap Bima lalu melangkah meninggalkan ketiga sahabatnya yang melongo


"kalau biasa jawab Hm, dan oh, cuma sepatah dua patah kata aja sih gue udah biasa.. tapi kalau sekali nya ngomong panjang lebar suka julid.. mau heran dia anaknya bapak Rayyan.." keluh Eza membuat kedua sahabatnya tertawa


lalu mereka pun ikut menyusul sang bos menuju jelas mereka.