Arawinda Adinda

Arawinda Adinda
34



Setelah kepergian Ara, Kevin langsung mendekat karah Rayyan danmenuntun pemuda itu untuk masuk lagi kedalam cafe demi menenangkan perasaannya.


semua berlangsung dengan sangat cepat tanpa penjelasan yang berarti. seakan tiada beban ketika menyampaikan jawaban dan keputusan yang disampaikan oleh Ara. seperti tiada cinta yang tersemat dihatinya yang selama ini menjalani kisah asmara bersama Rayyan.


Ada apa dengan Ara, ada apa dengan sikap nya yang tampak sangat berbeda. setelah mengucapkan penolakan lamaran Rayyan, dengan tenangnya Ara langsung pergi begitu saja. tidak hanya Rayyan yang kecewa dan terluka. semu para sahabatnya pun merasakan hal yang sama.. terkejut dan kesal melihat dan mendengarkan apa yang baru saja terjadi antara couple goal ini.


"Lo sabar dulu Ray, mungkin Ara cuma kaget aja. soalnya mendadak Lo lamar dia kayak gini" ucap Kevin menenangkan Ray


"gue kenal adek gue gimana sifatnya, dan gue yakin pasti ada alasan dibalik ini semua" lanjutnya


Rayyan hanya menanggapi perkataan Kevin dengan diam. suasana menjadi hening dengan pemikiran mereka masing-masing.


ponsel Sam berdering menandakan bahwa ada panggilan masuk yang tentu dari sang istri.


dretttt dretttt dretttt


"assalamualaikum yang"


[....]


"hah serius, dimana.? memangnya kamu lagi dimana"


[.....]


"oke oke, kita sekarang kesana"


Tut Tut


Setelah panggilan terputus. Sam langsung melihat kearah para sahabatnya yang menatap dirinya dengan penasaran.


"Vera tadi lagi ke minimarket, trus katanya dia lihat Ara lagi di sebuah cafe bersama seorang pria" ucap Sam dengan sekali tarikan nafas


"hah, serius Sam. kapan" tanya Lala cepat


"barusan ini, Vera lagi di depan cafe itu sekarang. katanya kita disuruh kesana buat pastiin"


"oke sekarang kita kesana" ucap Rayyan langsung berdiri dan melangkah menuju mobilnya.


para sahabatnya yang melihat itu pun langsung menyusul Ray dan melesat menuju cafe yang di maksud.


sesampainya di sana mereka melihat Vera sedang berada di samping mobilnya sedang menunggu mereka.


"huh huh, ver" ucap Sisi dengan nafas tersengal karena mereka mengendarai mobil dengan kecepatan penuh


"kalian kenapa sih" tanya Vera bingung


"Ara mana" tanya Rayyan to the point


"itu,!!" tunjuk Vera ke arah dua orang yang sedang tertawa bersama disebuah meja


bergegas Rayyan dan yang lainnya melangkah menuju ke arah Ara. dengan perasaan yang sangat tidak tenang Rayyan menghampiri meja yang ditempati oleh Ara.


"jadi ini alasan nya makanya kamu nolak lamaran aku Ra" tanya Ray langsung


sontak membuat Ara dan pria yang bersama Ara terkejut dengan kedatangan Rayyan dan para sahabatnya itu.


tapi dengan secepatnya Ara merubah ekspresi wajah nya kembali tenang dan kemudian tersenyum dengan memegang tangan pria yang di depannya


"kamu gak cinta sama aku Ra, trus selama ini apa maksudnya Ra. jelasin!!" tegas Ray dengan membentak Ara


Ara kembali lagi tersenyum menanggapi hal itu


"semua udah jelas Ray, aku udah gak cinta sama kamu sejak lama. dan aku juga udah lama mau ngomong sama kamu soal ini" ucap Ara kemudian memegang tangan pria yang kini duduk disampingnya.


"Lo kenapa sih Ra, kita kecewa sama Lo. Lo berubah" ucap Lala marah


"Lo bukan Ara yang gue kenal. tega Lo sama kita semua terutama sama Ray." teriak Sisi


kejadian itu tentu menjadi pusat perhatian dari pengunjung cafe yang lain


"gue mwmang bukan Ara yang dulu. gue udah berbeda jadi Lo semua harus terima perubahan gue. sebenarnya gue juga udah gak suka dengan pertemanan yang gak asik kayak gini" sinis Ara dengan senyum mengejek


"oh ya, kenalin ini pacar gue Aldo. dan nanti gue kirim undangan buat Lo semua kalau gue mau nikah. dan ya, Ray hubungan antara kita juga sudah berakhir, jadi semoga Lo dapat pasangan yang lebih dari gue. kita permisi... ayo sayang" ucap Ara tenang dan menarik tangan Aldo atau Om Aldo


ya orang itu adalah pamannya Ara yang tadi sengaja ketemu di cafe karna Aldo akan kembali ke Singapura untuk menemui sang istri dan juga akan mengurus kepindahan Ara kesana.


"maaf bro, tapi Ara udah milih gue. dan gue harap Lo ikhlas melepas Ara" ucap Aldo dengan menepuk bahu Rayyan dan langsung menyusul Ara ke mobil


meninggalkan para sahabat Ara yang terlihat shok atas apa yang diucapkan oleh Ara dengan entengnya.


"gue gak nyangka ara gitu" ucap Vera setelah sadar dari terkejut


"Hiks hiks kenapa sahabat gue jadi gini sih" Isak Lala dengan tangis


"udah sih gak usah nangis, buat apa nangis buat orang kayak Ara yang gak tau diri gitu. gue nyesel udah pernah kenal sama Ara" ketus Sisi dengan pandangan lurus


Kevin hanya diam, masih heran dengan apa yang dilihatnya dari Ara itu seperti bukan Ara


begitu pun dengan yang lainnya hanya mampu terdiam tanpa ada niat untuk memulai pembicaraan lagi,


kecewa


sudah pasti, karena persahabatan mereka sudah sangat lama terus berakhir seperti benang putus dengan sengaja.


setelah sekian lama mereka meratapi kejadian itu, kemudian mereka langsung kembali ke rumah masing-masing dengan hati kecewa.


Ting


sebuah pesan masuk ke ponsel Tania, saat ini Tania sedang berada di mobil bersama Kevin yang akan mengantarkan dia pulang ke rumah nya.


setelah 25 menit dijalan, akhirnya mereka sampai di mansion Tania. setelah Tania turun, Kevin langsung menancap gas nya meninggalkan Mansion Tania menuju suatu tempat.


saat mobil Kevin sudah tidak terlihat di mata, langsung saja Tania membuka ponselnya dan menelpon seseorang yang tadi mengirim pesan kepada nya.


"hallo, assalamualaikum. gue besok bisa ketemu. Lo share loc aja"


[.....]


"oke. gue mau istirahat dulu"


Tut Tut


terlihat Tania menghela nafas panjang nya setelah panggilan telepon berakhir.