
kurang lebih 15menit perjalanan menuju apartemen nya, Ara masih menyempatkan diri untuk singgah ke Minimarket yang tidak jauh dari apartemen nya sendiri.
gadis itu membeli berbagai macam jenis cemilan dan minuman dingin. kemudian berjalan kearah bahan untuk masak berupa sayuran, ikan, seafood dan daging ayam dan sapi.
tak lupa juga dia membeli beberapa buah yang sengaja untuk disajikan kepada para sahabatnya.
semua belanjaan penuh dalam keranjang belanja, saat berada di kasir untuk membayar. mata Ara sempat melihat tempat Ice cream dan sontak Ara membeli beberapa rasa. setelah dirasa semua sudah terbeli dan selesai melakukan pembayaran. Ara langsung menuju mobil nya dan berkendara menuju apartemen nya.
di ruang tamu yang terlihat rapi dan bersih itu saat ini terdapat beberapa makhluk hidup yang sedang mengerutu sambil sesekali melihat ke arah pintu.
"ck ck ini Tuan rumah kemana sih, udah hampir 30 menit disini kok gak Dateng Dateng tu bocil" grutu Sam
"sabar, katanya dia lagi di minimarket depan" jawab Tania tanpa menoleh dan fokus pada sosial media nya.
"untung anak gue gak rewel,"jawab Vera mengelus rambut sang anak
yang lain hanya sibuk dengan kegiatan masing-masing sambil menunggu tuan rumah datang.
"Ray, Lo kok kayak cuek cuek aja sih" tanya Sisi dari tadi memperhatikan Rayyan
"ho'oh,, Ara Loh Ray ini, kekasih Lo" ucap Lala menimpali
"kek gak kenal Rayyan aja kalian"
"ck ini si Ara lama amat YaAllah. ngantuk gue nunggu. masak gih yang, jadi laper" ucap Kevin seraya membawa badannya berbaring di sofa.
"oke deh coba gue cek ke dapur dulu"jawab Tania bangkit dari duduknya
"eh, Lo pada tahu gak Ara kemana aja selama ini" tanya Andrea serius
"gue gak tahu, cuman yang gue tahu Ara itu masih hidup dari seminggu yang lalu" jawab Kevin dengan mata terpejam
"eh kambing, kok Lo gak kasih tahu kita sih, trus Lo tahu dari mana" tanya Dion antusias. karna mereka para laki-laki sudah menganggap Ara seperti adiknya sendiri kecuali si Rayyan
mereka semua memperhatikan Kevin yang tak sadar bahwa beberapa mata sedang menatapnya tajam.
"Ara," pekik Lala dan Sisi bersama sama dan memeluk Ara erat
"ck lebay, kemarin udah kali kita kangen kangenan sama gue." ucap Ara dengan mata jengah dan hanya di jawab dengan cengiran oleh mereka berdua.
fokus Ara bukan kepada para sahabatnya, tapi pada seorang bayi tembem dengan kulit putih dan mata bulat yang saat ini berada digendongan Sam.
"akhhhh Gumussss nya nih bocil, pengen tak uleg" pekik Ara seraya mendekat kepada Sean, anak dari Vera dan Samuel itu.
"siniin, gue mau gendong" pinta Ara lebih ke perintah
setelah Baby Sean berada digendongan nya, Ara langsung membawa baby menuju kamarnya yang ada di lantai dua, meninggalkan para sahabatnya yang menatap cenggo ke arah dimana Ara melangkah.
"memang gak ada akhlak tu anak, kita yang udah dari tadi malah gak di ajak ngomong dulu kek, apa kek. eh ini apa, malah dilirik juga enggak" ucap Andrea dengan tangan yang masih jahil kepada kepala Lala
"udah sih sabar aja kali,ntar lagi juga turun tuh. nanti kita kan nginap juga disini" ucap Vera tenang
dan benar saja, Ara sedang berlari dari tangga menuju lantai satu untuk memberikan Sang sahabat .
setelah Baby itu berpindah tangan, baru lah Ara menyadari bahwa dari tadi para sahabatnya berada diruang tamu nya itu
"maaf ya, kalian pasti capek nungguin gue" ucap Ara lirih
"eh enggak kok Ra, kita semua seneng bisa lihat Lo lagi. dengar kabar bahwa Ara masih hidup saja kita sangat bahagia. apalagi ini masih hidup dan sehat berada didepan mata.. ck... ck... ck" ucap Dion dan diangguki oleh yang lain setelah mereka saling memeluk Ara secara bergantian.
pandangan mata Ara tak sengaja betepatan dengan mata tajam Rayyan yang sarat akan kerinduan dan rasa bersalah
"mas Rayyan gak kangen gue gitu?" tanya Ara dengan wajah polos dan sukses membuat para sahabatnya tertawa terbahak-bahak.
Rayyan kemudian bangkit dari duduknya dan menghampiri Ara lalu membawa Ara ke dekapan nya , sesekali Ray mengecup puncak kepala Ara, seperti enggan untuk melepaskan pelukan penuh rindu itu. sampai deheman Andrea menyadarkan mereka.