Arawinda Adinda

Arawinda Adinda
35



sejak insiden lamaran yang gagal, Rayyan maupun para sahabatnya sudah tidak pernah lagi bertemu dengan Ara. entah bagaimana keadaan gadis itu, yang pasti mereka sudah tidak perduli.


rasa kecewa yang teramat besar membuat mereka enggan untuk mencari keberadaan Ara sekarang, mungkin sedang bersama kekasih nya sekarang begitu pikir mereka.


tentang Ara. gadis itu sekarang sedang menjalani pengobatan di Singapura dirumah sakit tempat tantenya, atau lebih tepatnya istri dari omnya Aldo. ya, memang sebelum Aldo menemukan Ara, ada rencana sang istri ingin pindah tugas ke Indonesia agar tak jauh dari sang suami dr. Aldo. tapi sejak tahu bahwa keponakan nya mengalami kangker otak stadium 3, jadi mereka memutuskan untuk sementara menetap di Singapura dengan dokter Aldo yang masih harus bolak balik Indonesia karena kontrak kerjanya masih panjang di salah satu RS ternama Indonesia.


Ara memilih untuk melakukan Kemoterapi karena dia takut untuk operasi, dan mengenai pekerjaan nya di kampus xx. Ara sudah mengundurkan diri dan itu juga melalu beberapa perdebatan antara dirinya dengan Ibu Nina. hingga mau tidak mau Ara mengungkapkan alasan yang sebenarnya dan ibu Nina pasti sangat terkejut mendengar penjelasan Ara. dia tidak menyangka Anak yang begitu ceria dan selalu semangat ini mengalami sakit berat.


untuk pengobatan Ara, justru Ibu Nina dan Pak Adnan lah yang lebih semangat, sehingga beliau yang membiayai buat pengobatan Ara sampai sembuh.


keluarga Bagaskara, ya hanya ayah dan bunda yang tahu tentang penyakitnya Ara, karena biar bagaimanapun Ara harus memberi tahu masalah besar ini kepada mereka karena mereka adalah orang yang begitu berharga dan paling berjasa dalam hidup Ara. tentu mereka sangat terkejut mendengar cerita Ara, terutama Bunda Ira sampai menangis begitu mereka mendengar bagaimana keadaan Ara.


bunda dan ayah tahu mengenai penolakan lamaran Rayyan oleh Ara, dan mereka hanya diam saja karena ini permintaan Ara.


sempat terjadi perdebatan antara Ibu Nina dan keluarga Bagaskara mengenai siapa yang akan membiayai pengobatan Ara, dan tentu yang Menag adalah ibu Nina dengan alasan untuk merasakan bagaimana rasanya memiliki anak dan uang mereka juga sangat cukup bahkan lebih untuk sekedar pengobatan itu.


dengan pertimbangan tuan dan nyonya Bagaskara pun akhirnya setuju, dan mereka juga berharap bisa berkontribusi terhadap kesembuhan sang anak. yang kini telah dibagi untuk menjadi bagian dari keluarga ibu Nina juga.



hampir 6 bulan berlalu, sejak itu juga kemoterapi dilakukan oleh Ara mengakibatkan rontok pada rambut nya yang kini sudah sangat tipis. saat ini Ara berada di sebuah villa yang cukup tenang sebagai tempat yang sengaja dipilih oleh tuan Bagas untuk membuat Ara lebih rileks. sudah beberapa kali mereka memaksa Ara untuk menjalankan operasi pengangkatan sel kanker, tapi Ara selalu menolak dengan alasan takut disaat operasi dia tidak sempat meminta maaf dan bertemu terakhir kalinya pada mereka semua.



hari hari yang dijalani oleh Ara hanya melakukan jalan jalan di tepi pantai dan makan tidur, karena itu adalah keputusan semua orang tua jika memang Ara tidak ingin operasi.



namun hari ini, seperti penyakit itu kambuh lagi sehingga Ara yang tengah bersantai duduk di sebuah kursi depan villa pingsan, beruntung ada perawat yang ditugaskan untuk mengawasi Ara hadir cepat karena tadi sempat izin ke toilet.



karena hal itu lah, Ara mengalami penurunan kesehatan yang mengakibatkan kesadaran Ara hilang. untuk itu Operasi pun segera dilakukan demi kebaikan Ara.



meski keluarga Bagaskara dan ibu Nina beserta suami sering berkunjung ke Singapura. tapi kali ini memang tidak sengaja mungkin karena panik dr. Aldo sama sekali tidak memberi tahu keadaan Ara yang sempat kritis.



Operasi pengangkatan sel kanker berjalan lancar, tapi ini cukup membuat om Aldo dan istri nya sedih. pasalnya setelah menjalani operasi, Ara dinyatakan Koma.


untuk penyakit kanker itu, bisa dikatakan masih perlu pengobatan lanjut agar keadaan Ara bisa sehat total tapi jika Ara berjuang dengan kuat untuk kembali bangun dari koma nya.


saat ini tuan dan nyonya Bagaskara beserta Ibu Nina dan suami sedang berada di jet pribadi milik pak Adnan. mereka melakukan penerbangan menuju Singapura dengan segera setelah mendengar kabar kondisi Ara saat ini.


baik ayah Bagas ataupun bunda Ira masih belum memberi tahukan pada Kevin mengenai Ara, karena sebelum Ara yang mengizinkan mereka tidak akan buka mulut untuk mengatakan yang sebenarnya mengenai kondisi kesehatan Ara.




"bagaimana dengan Ara" tanya ayah Bagas begitu sampai di ruang perawatan Ara yang disana terdapat dokter Aldo dan istrinya.



"Alhamdulillah operasi nya berjalan lancar pak, hanya saja saat ini Ara mengalami koma" jawab dr. Aldo



"oh syukur lah, tapi bagaimana keadaannya dok." tanya pak Adnan



"Alhamdulillah kondisi nya sudah stabil tapi kita juga harus masih terus memantau perkembangan kesehatan selama dia didalam masa koma ini



bunda Ira dan Ibu Nina hanya bisa menangis di sebelah brangkar tempat Ara berbaring.



"Ara anak bunda, cepat sadar ya sayang. Kata dokter sel kanker yang dikepala Ara udah berhasil diangkat, jadi Ara sekarang bisa memulai masa depan Ara lagi ya nak. cepat bangun.. bunda kangen Ara" ucap bunda Ira dengan menangis



" Ibu sayang sama Ara, semua disini berharap Ara segera bangun ya nak. jangan terlalu lama tidurnya ya. jika sudah puas istrahat, Ara segera bangun biar bisa merepotkan kita semua lagi ya nak, kita rindu direpotkan oleh Ara" ucap Ibu Nina



dr, Aldo dan istrinya hanya tersenyum tipis melihat betapa beruntungnya Ara memiliki orang tua angkat yang begitu sangat menyayangi nya tanpa membedakan sama sekali.



Di Indonesia, saat ini Kevin sedang bingung mencari keberadaan orang tua nya yang tidak ada di mansion sejak pagi.


"mbak, bunda sama Ayah kemana sih" tanya nya kepada pelayan yang tidak sengaja lewat dihadapan nya


"oh, ibu sama bapak katanya keluar negeri den, ada urusan mendadak" jawab pelayan itu


"perasaan kalau urusan kantor gak ada deh, urusan penting apa sih" guman Kevin bingung


"ya udah deh, nanti kalau Bu da sama ayah datang bilang suruh hubungi aku ya mbak, aku akan tidur di apartemen aja sementara" ucap Kevin yang diangguki oleh mbak pelayan


Kevin segera melajukan mobilnya menuju gedung apartemen yang sudah beberapa bulan ini di tinggalinya, alasannya karna tidak ingin membahas Ara jika bunda atau ayah bertanya mengenai gadis itu.


Kevin cukup kecewa dengan sikap Ara sekarang, maka dari itu dia lebih memilih menghindar dari pada menjawab pertanyaan dari orang tua nya yang mengatakan rindu kepada Ara yang entah dimana keberadaan nya pun Kevin tidak tahu.