
sebuah mobil berhenti tepat didepan sebuah cafe yang terlihat sudah ramai meski hari masih pagi.
seorang gadis cantik keluar dari mobil dan melenggang masuk kedalam cafe dengan santai dan tenang. di pojok cafe tepatnya disebuah meja sudah ada seorang pemuda yang tampak rapi dengan balutan Jas kerja nya sedang mengotak-atik ponselnya
"Sudah lama bang" tanya Ara setelah sampai dimeja itu
"lumayan, kenapa sih dek jam segini udah mau ketemu sama abang. gak nunggu Abang pulang kantor aja" tanya Kevin heran. pasalnya masih pagi adiknya sudah menelpon ingin bertemu dengan nya disebuah cafe
"Ada yang ingin Ara kasih tahu bang. Ara juga sekalian pamit mau tinggal di apartemen lagi" jawab Ara kemudian memanggil pelayan cafe
"loh kenapa dek, gak betah di mansion. kenapa" tanya Kevin beruntun
"aish, gak gitu bang. Ara cuma mau mandiri aja, apartemen Ara sekarang juga Deket kampus, jadi gak harus macet macetan lagi kalau Pagi" jawab Ara
"makasih mbak" ucap Ara setelah pelayan memberikan pesanan nya
"trus sekarang kenapa mau ketemu Abang. katanya ada yang ingin kamu sampaikan" tanya Kevin
"Ara mau jual rumah yang jadi basecamp kita itu ya bang. soalnya udah jarang juga kita kumpul disana, eh enggak ding, kalian yang jarang soalnya kan sebelum Ara ke Malaysia udah Ara amanah kn untuk basecamp kalian, tapi kalian gak pernah kesana.. kalaupun kesana juga gak lama" ucap Ara
"ooh kirain apaan.. itu sih terserah Lo dek. tapi Lo gak sayang gitu.. itu kan rumah hasil jerih payah Lo selama ini, udah gitu tinggal disana juga beberapa bulan doang habis itu Lo tinggal lama ke Malaysia" jawab Kevin
"justru itu, jadi mending Ara jual aja dari pada gak di pake kan bang." terang Ara
"ya udah kalo itu keputusan Lo. Abang sih dukung aja yang penting kamu senang" ucap Kevin dengan mengusap kepala Ara lembut
"iya deh.. bantu jual ya bang"pinta Ara tersenyum manis dan diangguki Kevin.
"Ray udah tahu belum kalo Lo mau pindah lagi dek" tanya Kevin kemudian meminum coffe latte
"belum sih, oh ya bang nanti Ara mau ke Malaysia sekitar dua Minggu. ada urusan di sana" ucap Ara meminta izin
"kapan berangkat nya, sama siapa" tanya Kevin
"sendiri aja bang, lagian juga ke sana bukan liburan tapi kerja" jawab Ara
"ya udah, kapan berangkat nya"
"belum tahu deh. nanti Ara kasih tahu" jawab Ara sambil membaca pesan di hp nya
"Ara berangkat ke kampus dulu ya bang, bentar lagi ada kelas" ucap Ara langsung pamit dan keluar dari cafe
didalam mobil Ara termenung sejenak. setelah mendapat pesan itu Ara terlihat tidak tenang. di buka layar ponsel dan mengotak-atik nya lalu menelpon seseorang
"Assalamualaikum om. gimana itu? apa harus sekarang" tanya Ara
[....]
"ya udah, Ara ke sana sekarang aja. Assalamualaikum" ucap Ara lalu mengakhiri panggilan dan segera melesat ke tempat yang dituju yaitu rumah sakit.
setengah jam kemudian, mobil yang Ara kendarai telah sampai di halaman parkir rumah sakit, setelah mobil terparkir dengan rapi, Ara langsung keluar dan berjalan menuju ruang dr Aldo.
tok tok tok
"masuk" suara seseorang dari dalam
"assalamualaikum om, " ucap Ara lalu mencium punggung tangan Aldo
"waalaikumsalam. duduk Ra" ucap dr, Aldo
"gimana om" tanya Ara to the point
"nih lihat dan baca aja sendiri" ucap dr, Aldo seraya memberikan sebuah map kepada Ara
setelah menerima map itu, Ara langsung membuka dan membacanya. Ara hanya menampilkan wajah tenang nya setelah beberapa hari ini meyakinkan bahwa dia ikhlas dengan apapun yang menimpa dirinya meski berat untuk Ara melaluinya
"ya udah, kalau gitu gimana baik nya aja om. Ara udah ikhlas kok" ucap Ara tersenyum tipis
"baik lah.. nanti om kasih rujukan buat kamu ya, kamu harus selalu sabar. semoga ada keajaiban" ucap dr.Aldo
"kamu udah kasih tahu keluarga mu sayang" tanya dr Aldo setelah beberapa saat dalam hening
"Ara gak bisa kasih tahu mereka semua om, udah cukup Ara buat mereka selama ini Ara buat susah, dan sekarang gak lagi. Ara gak mau jadi beban mereka. mereka orang baik om, Ara gak tega buat mereka bersedih" jawab Ara dengan mata berkaca-kaca
"kalau pacar kamu bagaimana" tanya Aldo lagi
"ya sama juga, Ara gak mau masa depannya suram kalo sama Ara. mending Ara sekarang mulai menjauh dengan perlahan" ucap Ara tertunduk
"Ara gak bisa bilang sama mereka apa yang sudah menimpa Ara, Ara cuma pengen kebahagiaan mereka dan om juga tahu berapa lama lagi kesempatan untuk Ara hidup" ucap Ara menangis
"jadi, biar mereka membenci Ara. dengan begitu mereka bisa melupakan Ara seiring berjalannya waktu. bantu Ara ya om" pinta Ara dengan lelehan air mata dipipi nya
"bantu gimana maksudnya." tanya dr Aldo lalu Ara mendekat dan menjelaskan rencananya kepada dr Aldo.
"eh gak mau, nanti kamu di cap buruk sama mereka" tolak om Aldo cepat
"ya gak papa, memang itu yang Ara mau. oo ya besok Ara mau ngusulin buat resign dari kampus."
"oke deh.. terserah kamu. tapi ada syaratnya" ucap dr Aldo
"apa???" tanya Ara cepat
"kamu harus tinggal dengan om dan aunty mu" dan langsung di angguki oleh Ara
"selesai kan semua urusanmu disini, setelah itu kita akan pergi dari negara ini. om sudah mendapatkan rumah sakit yang baik untuk kamu" ucap dr Aldo mengelus rambut Ara pelan
Tut Tut Tut
"assalamualaikum Vin, gue mau lamar Ara"
\[.....\]
"bantu gue ya, gue mau kasih kejutan buat dia."
\[....\]
"serius Lo, kapan dia berangkat nya. kok gak kasih tahu gue ya"
\[....\]
"ya udah deh, malam ini aja gimana.. bantu gue ya, di cafe biasa"
\[......\]
"siap lah ya.. ya udah gue mau meeting dulu. assalamualaikum"
setelah panggilan telepon nya berakhir, Rayyan hanya menghela nafas berat, lalu memanggil Asisten pribadi nya untuk masuk ke ruangannya
"saya mau nanti malam persiapkan acara buat saya melamar Ara di cafe TheSun"
"baik pak, dekorasi nya seperti yang biasa ya pak, tidak terlalu mewah dan sederhana kan pak" tanya Dodi asisten Ray
"kamu tahu selera ku, sekarang ayo kita keruang meeting." ucap Ray berdiri dan melangkah menuju ruang meeting setelah mengirimkan pesan kepada Ara untuk menemui nya nanti malam di cafe.