Arawinda Adinda

Arawinda Adinda
18



setelah bertemu dengan Paman dan bibi, Ara memutuskan untuk pulang ke rumah nya.


sekitar 20 menit diperjalanan, Ara kemudian sampai dan segera masuk kerumahnya. setelah benar benar masuk, Ara di kejutkan dengan para sahabatnya dan Kevin dkk (- Rayyan, karna lanjut S2 di Amerika).


"kapan kalian sampai" tanya Ara basa basi


"gak usah basa-basi lagi Ra, kita semua tahu kelakuan busuk Lo" ucap Sisi sinis


"maksudnya"


"pantesan aja Lo mau tinggal sendiri dan gak mau tinggal di mansion Bagaskara. jadi ini kelakuan Lo Ra, gue kecewa sama Lo Ra. gimana ya kalau sampai bunda dan ayah tahu" ucap Kevin sarkas


"tunggu dulu, ini maksud nya apa" tanya Ara bingung


"Lo gak usah sok polos Ra, kita semua udah pada tahu semuanya tentang kelakuan Lo. selama ini kalau kita ngajak hang out Lo selalu gak bisa ternyata kelakuan Lo gak ada akhlak" ucap Lala sudah geram


"maksud Lo apa La, sumpah gue gak ngerti. kenapa kalian pada tatap gue gitu" ucap Ara memperhatikan raut muka para sahabat nya


"Lo ngapain di hotel sama cowok Ra, jam segini baru pulang.. Lo jual diri Hah!!!!" tanya Kevin


"maksudnya jual diri. jadi Lo pada nuduh gue jual diri?" tanya Ara memastikan pendengaran nya


"iya, apa kurang keluarga gue kasih selama ini, dengan tega Lo bikin keluarga gue Malu dengan cara ini.. ingat Lo itu bagian dari keluarga Bagaskara sekarang, kalau gak dengan kami yang ngadopsi Lo, gue rasa sekarang Lo udah jadi gelandangan" ucap Kevin dengan berteriak


******Deg******


"maksud Lo apa bang, gue gak pernah ya jual diri" bela Ara


"gak usah ngeles deh Ra, dasar *****" ucap sisi sinis


"jaga omongan Lo ya Si, gue dari tadi nahan supaya gue gak ngmong kasar" ucap Ara setengah berteriak


"Lo sadar, ucapan sisi itu benar. " kata Lala


"bukti nya mana kalau gue jual diri" tanya Ara


"nih Lo lihat sendiri buktinya, kita semua kecewa sama Lo. kita kira Lo itu gadis baik baik, tahunya heh malu maluin dan *******"ucap Lala seraya menyerahkan ponselnya


Ara kemudian melihat sebuah artikel yang ada di ponsel Lala, dengan seksama dia membaca berita yang sangat tidak benar dan menyatakan bahwa Arawinda adalah seorang wanita panggilan.


"ini tidak seperti yang kalian kira, gue bisa jelasin" ucap Ara setelah kaget dengan berita itu


"jelasin apa lagi Ara, jelasin bahwa Lo di jebak. iya, gitu" tanya Lala


"pantes, Rayyan gak ada kabar Lo nya tenang tenang aja, ternyata.. heh" lanjutnya dengan senyum sinis


yang lain hanya diam mendengarkan sidang dari para sahabat Ara


"tap.." ucapan Ara terpotong oleh kata kata Kevin


"mulai sekarang jauhi keluarga gue, gue gak bakal bilang bunda sama ayah tentang kelakuan Lo, yang jelas gue kecewa sama Lo" ucap Kevin langsung berdiri dan keluar dari rumah Ara di ikuti Andre, Dion


sebelum menyusul Kevin, Samuel sempat berhenti sebentar di hadapan Ara, kemudian berkata


"gue yakin Lo punya alasannya, tapi gue juga cukup kecewa sama Lo Ra, gue udah anggap Lo adik gue dan gue gak nyangka kelakuan Lo sejauh ini" ucap Sam langsung bergegas meninggalkan rumah Ara


"ya udah yuk la, kita pulang. gak guna kita di sini lama lama" ucap sisi tanpa menoleh ke ara


"kak Nia yuk pulang, ngapain masih duduk" tanya Lala


"iya, kalian duluan aja, gue masih ada perlu sama Ara" ucap Tania yang dari tadi terdiam


kemudian Lala berlalu menyusul sisi


hening setelah semua sahabatnya pergi, kini tinggal Ara dan Tania


"tolong jelasin Ra, gue yakin semua ini gak bener" ucap Tania dengan tenang


"Lo percaya kan sama gue kak" tanya Ara dengan mata berkaca-kaca


"gue usaha buat percaya, asal Lo jujur sama gue" jawab Tania


"siapa cowok yang ada di foto itu sama Lo" tanya Tania to the point


"itu Vino, sepupu jauh gue dari almarhum papa kandung gue kak, itu kejadiannya tadi sepulang gue dari kampus. gue ke hotel ketemu sama bibi dan paman. orang tua vino yang menginap disana"


"salah ya gue kalau gue ketemu keluarga gue sendiri" tanya Ara terisak


"tapi kenapa sampai ada berita itu Ra," tanya Tania


"ya mana gue tahu kak. siapa orang yang udah buat fitnah itu tentang gue. gue masih punya akal sehat kak, gak mungkin gue jual diri sedangkan gue udah hidup nyaman gini" ucap Ara terduduk menangis


lalu Tania mendekat dan memeluk Ara erat, menenangkan Ara sambil mengusap punggung Ara.


"gue percaya sama Lo Ra, nanti buat teman teman biar gue jelasin" kata Tania. tapi lama tidak mendengar jawaban Ara sekali terlihat Ara tertidur dalam pelukan Tania..




waktu berlalu, ara kuliah seperti biasa walau mendapat cemoohan dari warga kampus nya, hingga dia dipertemukan dengan prof Nina sebagai dosen pembimbing untuk skripsi nya..



Tania sudah menjelaskan masalah Ara kepada para sahabatnya, ketika mereka bertemu di sebuah cafe. saat itu tak sengaja di meja sebelah terdapat vino dan temannya habis dari jalan jalan. dan akhirnya vino juga menjelaskan mengenai berita tersebut bahkan menunjukan foto mereka bersama paman dan bibi Ara dan menyuruh temannya untuk segera menghapus berita miring tentang sepupunya.



mereka semua terkejut mendengar penjelasan Vino, tanpa sadar Lala dan Sisi menangis menyesali perbuatannya mereka kepada Ara tanpa mendengar penjelasan Ara. begitu juga dengan Kevin dkk.. Kevin bahkan sangat Shock dengan kenyataan yang dia terima dan dia terus menyalahkan diri sendiri karna kata katanya membuat semua bertambah kacau.



hingga besok nya mereka semua mendatangi rumah Ara, untuk meminta maaf dan menebus kesalahan mereka kepada Ara. terutama Kevin abangnya.



"Ra, kita minta maaf ya Ra, kemarin udah sangat kasar sama Lo, dan juga udah ngehina lo" ucap Lala memulai pembicaraan



"Hem" jawab Ara singkat. setelah kejadian diman dirinya dihina oleh para sahabat nya Ara menjadi sedikit cuek dan dingin



"dek, Abang minta maaf dek, Abang menyesal dengan apa yang Abang perbuat, tolong maafin Abang dek, Abang sayang sama Lo, makanya kemarin Abang gak bisa buat nahan emosi dan kecewa atas berita itu" ucap Kevin dengan mata berkaca-kaca



"gue juga minta maaf Ra, gue jahat sama Lo, mulut gue emang gak di sekolahin, gue udah kasar dan gue udah nuduh Lo yang enggak enggak" ucap Sisi menunduk



"udah selesai kan, sekarang kalian boleh pulang. gue mau istirahat" ucap Ara bangun dari duduknya.. ya karna semalam Ara tidak tidur nyenyak karna telah mengerjakan skripsi nya yang akan segera di konsultasi kan besok hari



"Lo gak maafin kita Ra, " tanya Andrea mewakili yang lain



"gue udah maafin kalian kok, gue bahkan gak masukin ke hati soal kemarin, tapi gue sedikit sedih karna kepercayaan kalian ke gue cetek dan gak mau dengerin penjelasan gue"



"gue harap setelah kejadian ini, kalian semua bisa introspeksi diri masing masing, dan untuk Lo bertiga" ucap Ara menunjuk Lala, Sisi dan Tania.



"gue masih sahabat kalian kok, gak usah canggung"



"dan buat bang Kevin dkk, gue juga gak marah sama kalian, tapi gue minta lebih baik kalian fokus bekerja buat masa depan dari pada mendengar gosip murah gitu" ucap Ara dengan sedikit sindiran



"makasih Ra, Abang boleh peluk kamu" tanya Kevin



Ara hanya mengangguk dan bergantian memeluk para sahabat nya.



setelah itu Ara langsung menuju kamarnya dan tidur



***flash back off***