
gemerlap Lampu menghiasi malam dengan suasana begitu romantis, ditambah dengan berbagai macam bunga dan tentunya lilin lilin beraroma menghiasi sebuah cafe yang sengaja dibooking oleh Rayyan meski cafe tersebut merupakan cafe miliknya dan personil TheSun lainnya.
berbagai hidangan tersedia dan tertata rapi. Rayyan sudah berada disana sejak pukul 6 sore, para sahabatnya juga sudah berada disana sejak siang membantu mempersiapkan acara lamaran yang direncanakan oleh Rayyan.
jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. itu artinya sebentar lagi acara dimulai, terlihat raut muka cemas dari Rayyan dkk karna seseorang yang menjadi bintang utama masih belum menampakkan diri dihadapan mereka.
hampir 30 menit, akhirnya sebuah mobil mewah sampai di halaman parkir cafe tersebut, terlihat seorang gadis cantik dengan dress hitam nya berjalan memasuki cafe yang sudah disulap menjadi tempat romantis malam ini.
"maaf aku telat" ucap nya
lalu Rayyan segera mendekat dan memeluk Ara sebentar dan kemudian menuntun Ara untuk duduk dikursi yang telah disediakan.
disana hanya mereka berdua, para sahabatnya kini sedang bersembunyi di ruangan khusus owners cafe. menyaksikan bagaimana lamaran Rayyan dan Ara.
"kok sepi sih" tanya Ara heran karna dia masih belum tahu maksud dari Rayyan mengajaknya bertemu dicafe malam ini.
"iya, karna aku booking ini spesial malam ini untuk kita", jawab Rayyan tersenyum dan memengang tangan Ara lembut
"untuk apa sih, perasaan antara kita gak ada yang ulang tahun kan" ucap ara masih bingung dengan dekorasi yang dari tadi diperhatikan nya
"iya memang. nanti aku jelasin. sekarang kita makan dulu oke" jawab Rayyan dan kemudian keduanya makan dengan tenang dengan sesekali bercanda ringan.
setelah keduanya selesai makan. tanpa menunggu waktu lama Rayyan langsung memulai dan mengungkap kan maksudnya kepada Ara
"sayang"panggilnya dan Ara langsung mengalihkan pandangannya ke Rayyan dari ponsel yang sejak tadi berdering
"maaf sebentar ya Ray" ucap Ara kemudian melihat pesan masuk di ponselnya
"tinggalkan dulu itu sayang. sini lihat aku" ucap Ray lalu mengambil ponsel Ara dan menyimpannya di meja
setelah itu Ray langsung berlutut dihadapan Ara dan menunjukkan sebuah kotak berisi cincin yang sangat cantik dihadapan Ara. tentu hal itu membuat Ara sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.
melihat itu, seketika Ara merasa haru, ingin menjawab iya. tapi ada satu hal yang seakan menghalangi jalan mereka untuk bersatu, satu hal yang membentengi dirinya bahwa dia bukan masa depan untuk Rayyan, satu hal yang menjadi dinding untuk mereka dapat berjalan bersama menuju mimpi yang selama ini menjadi angannya.
dengan berat hati dan dengan semua keterpaksaan Ara hanya menangis kemudian mengucapkan suatu hal diluar pemikiran Rayyan dan para sahabatnya.
"maaf Ray, aku gak bisa menjalani semua nya denganmu. maaf aku bukan yang terbaik untukmu dan maaf hubungan kita juga harus berakhir" ucap Ara tanpa melihat dan menatap wajah Rayyan
tentu hal itu membuat semua yang mendengarnya seakan terhempas dari gedung paling tinggi dengan landasan Tanah yang berduri.
"maksud kamu apa sih Ra" tanya Ray setelah keterkejutan nya dan langsung berdiri menghadap Ara
"semua sudah jelas Ray, maaf aku mengecewakan mu dan melukai hati mu. aku permisi" jawab Ara tenang dan segera keluar dari cafe karena semakin lama maka akan semakin sakit untuk nya
Rayyan hanya terdiam dengan pemikiran nya, masih shock dengan kenyataan bahwa hubungan yang telah mereka jalin selama ini harus berakhir dengan keputusan sepihak dari Ara
tepukan dibahunya menyadarkan Rayyan bahwa disana sudah tidak ada Ara.
"kejar Ray" ucap Sam
"hah" seperti orang bodoh, kemudian Rayyan langsung berlari keluar cafe untuk menuju mobil Ara. tepat disaat dia keluar mobil Ara pun langsung meninggalkan cafe tersebut menuju suatu tempat yang akan membuatnya menjauh untuk sementara
"arghhhhhh" teriak Rayyan sengan mengacak rambut nya
rencana yang manis, dengan melibatkan semua sahabatnya dengan segala sesuatu yang di kerjakan secara mendadak berakhir dengan tragis, tak ada akhir bahagia disana, tan ada canda tawa. semua berubah dengan keputusan yang Ara ambil tanpa memikirkan perasaan mereka.
para sahabat Ara juga merasa bersedih dengan keputusan itu. mereka tidak menyangka bahwa jawaban Ara akan demikian. sebagai seorang Abang dari gadis yang telah menghancurkan hati sahabatnya, Kevin terlihat cukup shock dengan apa yang dilihat dan didengar oleh telinga nya.
mereka disana dpat menyaksikan bagaimana hancurnya seorang Rayyan atas keputusan itu, begitu terluka dan kecewa yang mereka juga merasakan nya.
Ara, gadis itu dengan teganya meninggalkan dengan keputusan yang sangat menyakitkan tanpa alasan dan penjelasan yang masuk akal. semua terjadi dalam satu malam.