
Aaa....
Yahin doobe Din mere
Yahin hote hai savere
Yahin marna Aur jeena
Yahin mandir Aur madeena
Teri galliyan, Galliyan teri Galliyan
mujhko bhaave, Galliyan teri Galliyan
teri galliyan, Galliyan teri Galliyan
yun hi tadpaave, Galliyan teri Galliyan
Aaa...Aaaa...Aaa...Aaaa..
tu Meri neendon Mein sita hai
tu mere ashqon Mein Rita hai
sargoshi si hai khayalon Mein
tu na ho phir bhi tu Hota hai
hai Silaa... tu mere dard ka..
mere Dil Ki duaayein Hain
Teri galliyan, Galliyan teri Galliyan
mujhko bhaave, Galliyan teri Galliyan
teri galliyan, Galliyan teri Galliyan
yun hi tadpaave, Galliyan teri Galliyan
kaisa hai rishta tera Mera
bechehra phir bhi kitba gehra
yeh lamhe lamhe yeh Resham Se
Kho jaaye, Kho na jaaye hum Se
kafila.. waqt KA.. rok ke..
ab Dil Se juda na ho..
Teri galliyan, Galliyan teri Galliyan
mujhko bhaave, Galliyan teri Galliyan
teri galliyan, Galliyan teri Galliyan
yun hi tadpaave, Galliyan teri Galliyan
suara merdu milik seorang gadis yang tengah mengepel lantai apartemen yang baru beberapa hari terakhir ditempati nya, dengan suara musik yang jelas jika bukan ruang kedap suara maka akan mendatangkan keributan dari tetangga dari unit sebelah.
ya, Arawinda adalah gadis yang muka mirip Korea tapi hobi sama India.. memang langka, tapi itu lah dia. Ara bukan fans fanatiknya India, tapi di banding dengan Korea mengikuti trend, Ara lebih memilih India. alasannya hanya Ara yang tahu 😁
" kaya' nya gue harus siapin kado deh buat acara pertunangan bang Kevin sama kak Nia nih, besok biar bisa kirim lewat kurir aja. belum saat nya gue menampakkan diri dihadapan mereka. "gumam Ara setelah meletakkan pel lantai di tempatnya karna telah selesai dengan pekerjaan nya.
"oh ya Allah, lupa gue buat rapat untuk reunian ntar," ucapnya sambil melihat jam dinding
"nelpon bunda ah, mau minta pendapat untuk hadiah" gumam Ara dan dengan lihai jari jemari nya menari di layar ponsel pintar nya.
setelah beberapa lama terdengar suara dari seberang telepon
"assalamualaikum sayang, kenapa nih. mau ketemu bunda lagi" tanya bunda Ira
"ih, waalaikumsalam. bukan bunda.. kemarin baru aja ketemu kan. ini Ara mau minta saran bunda" ucap Ara dengan nada manja
"bunda masih kangen loh Ra, kamu mah gitu" jawab bunda dan terdengar suara kikikan Ara
"saran apa nak" tanya bunda lagi
"kado buat pertunangan Abang bund, Ara bingung mau kasih apa" jawab ara
"oh, cari barang yang couple aja Ra. biasa nya kamu selalu ngerti kalau kasih kejutan, ini kenapa jadi bingung" kata bunda
"hee, Ara lagi banyak kerjaan bund, ini ntar jam 11 udah harus ke kampus lagi buat meeting, makanya Ara gak bisa mikir"jawab Ara
"ooh, ya udah ikut saran bunda aja itu. kamu kenapa sih kayak gak semangat gitu" tanya bunda heran, pasalnya nafas Ara gak teratur karna habis ngepel lantai dari ruang tamu, kamar, ruang keluarga, dan dapur.
Ara memang tidak memperkerjakan pelayan di apartemen baru nya.. sedangkan di rumah pribadi Ara kini sudah di urus sama bang Kevin dan disiapin pelayan meski tuan rumah tidak ada.
"oke sip, nanti balik rapat, Ara cari kado.. da dah bunda ku. assalamualaikum" ucap Ara dan kemudian mematikan panggilan
seperti biasa, Ara selalu memakai pakaian seni resmi untuk menghadiri para panita reunian, dan Ara merupakan salah satu anggota panitia.
jika kalian tanya Sisi dan yang lainnya udah tahu atau belum mengenai kabar Ara yang sudah hidup. jawabannya adalah BELUM. karna Ara sekali lagi minta kepada Kevin dan Tania untuk masih merahasiakan kabar tentang Ara kepada para sahabat nya.. katanya dia ingin bikin kejutan nanti di acara reunian dua Minggu lagi. dan mau tidak mau mereka hanya menyetujui keputusan Ara.
Ara hanya baru bertemu dengan ayah dan bunda tanpa sepengetahuan yang lain. mereka saling berpelukan meredam rindu di hati mereka karna jarak kita yang jauh dan dimana posisi Ara yang tidak di ketahui.
Ara sudah berada didalam ruang rapat untuk mendiskusikan tentang acara reunian yang akan dilaksanakan di sebuah resort yang disediakan oleh pemilik kampus.
banyak acara dan rencana yang memang perlu di rombak, itu juga karena panitia yang diambil merupakan mahasiswa aktif di kampus xx.
bagaimana tidak, reuni Akbar seharusnya dilaksanakan dengan peserta bebas, tapi ini di batasi dan tentunya di tentang oleh Ara. sebagai bagian dari anggota panitia Ara berhak memberikan pendapat dan pendapat nya di setujui oleh ketua panitia..
rapat berlangsung kurang lebih 3 jam dan di sepakati dengan keputusan yang dibuat oleh pemilik kampus. yaitu, reuni diselenggarakan bebas diikuti oleh setiap alumni angkatan tahun 65 sampai 68
dan untuk yang ingin berpartisipasi di berikan penginapan khusus dan tentu gratis. untung resort ini memiliki kamar yang cukup banyak sehingga cukup menampung para peserta reuni yang akan hadir.. acara diadakan dua hari dua malam..
maklum pemilik kampus merupakan keluarga konglomerat jadi untuk sekedar acara kecil seperti itu tidak akan membuat nya rugi. 🤭😁
reuni ini juga di dukung dengan beberapa keluarga milyader dan perusahaan yang berkerja sama dengan perusahan milik suami Prof Nina yaitu pak Adnan. termasuk dari keluarga Bagaskara dan William. acara akan berlangsung dengan meriah dan luar biasa jika memang sesuai dengan rencana yang di susun eh panitia.
memang para kolega itu banyak yang merupakan alumni dari kampus xx sehingga tidak ragu untuk mengeluarkan dana untuk keberlangsungan acara reuni Akbar tahun ini.