Arawinda Adinda

Arawinda Adinda
14



Suara merdu milik seorang gadis tengah memenuhi sebuah ruangan yang cukup elegan untuk seukuran dapur disebuah apartemen di sebuah negara yang memiliki menara kembar nya. terdengar lagu dari negara India yang memang mainkan dari ponsel sang pemilik apartemen tersebut.


"yaAllah Dinda, lagu mu memekak sangat" ucap seseorang yang baru saja datang dan masuk tanpa salam langsung memantikan lagu yang diplay dari ponsel


"kamu ya, lagi asik ini kenapa di matikan Mia" ketus Dinda


"saye pusing Dinda, tiap datang sini selalu disambut lagu Bollywood, kamu tidak bosan" tanya Mia


yang dijawab gelengan kepala oleh gadis yang bernama Dinda tersebut.


" kamu sudah menghubungi keluarga kamu di Indonesia Dinda?" tanya Mia lagi


"aku ragu Mi, tapi aku rindu" ucap Dinda


"YaAllah Adinda" teriak Mia


"kamu harus bisa, minimal beri tahu ibu ayah kamu" saran Mia lagi


ya dia adalah Arawinda Adinda, yang kini merubah panggilan nya dengan nama belakang nya


"iya nanti saya menghubungi bunda di Indonesia" ucap Ara atau Dinda


dan mereka sarapan pagi dengan beberapa candaan karna sejak Ara sampai di Malaysia, Mia merupakan orang pertama yang dia kenal, kebetulan satu kampus dan satu kelas jadi mereka nampak akrab.



sedangkan di Indonesia tepatnya di kediaman Bagaskara setelah enam bulan kepergian Ara, nampak kini bunda Ira masih sering berdiam diri di dalam kamar nya dan kadang masih menangis mengingat kelakuan Ara, anak yang dia adopsi dari panti asuhan yang telah menyelamatkan Kevin dari preman masa kecil. anak yang sudah dianggap sebagai anak kandung nya sendiri yang tak pernah membuat dia merasa kecewa dan kini anak itu pergi selamanya meninggalkan sang bunda.



lama berdiam diri menghadap jendela di kamarnya hingga suami serta sang anak Kevin sering memberikan semangat supaya bunda Ira kembali bahagia. tapi selalu hanya di balas bunda dengan senyuman. sifat hangat bunda hilang dan itu terasa bagi setiap orang yang ada di mansion itu.



hari ini, kesekian kalinya bunda berada di depan jendela kamarnya, ayah Bagas dan Kevin sudah berangkat ke kantor dan hanya bunda dirumah di temani oleh beberapa pelayan. masalah butik yang dulu di kelola oleh Ara diserahkan ke manager yang termasuk orang kepercayaan Ara untuk mengelola nya selama bunda belum bisa kembali kerja.



dering ponsel menyadarkan bunda Ira dari lamunannya.



***dretttt dretttt dretttt***



bunda langsung menoleh dimana ponselnya berada, setelah melihat nomor asing yang memanggil bunda enggan untuk menjawab dan hanya mengabaikan nya..



hingga dering ponsel kesekian kalinya, mau tidak mau bunda kemudian mengangkat panggilan itu.



"\*Assalamualaikum"



"waalaikumsalam Bunda\*"



***deg deg***



Suara itu,




"*Ara, ini kamu nak*?" tanya bunda dengan suara bergetar



"\*iya bunda, ini Ara anak nya bunda" jawab ara dari sana



" yaAllah sayang, kamu masih hidup nak?, beneran Ara nya bunda?" tanya bunda lagi



"bukan bunda, ini Rhoma irama lagi menghubungi Ricka trus disuruh nyanyi gini lagu nya\*. ***yang ini aku.. kekasih mu yang dahaulu***. " jawab ara sambil terkekeh geli



"jawab yang bener ara" geram bunda karna merasa dipermainkan



"hahaha iya bunda, ini Ara nya bunda. Ara sehat ara gak mati bunda," jawab Ara



"Alhamdulillah yaAllah, ara dimana sayang" tanya bunda terharu



"ara di suatu tempat bunda, bunda jangan khawatir lagi ya, bunda harus jaga kesehatan dan jangan banyak ngelamun" ucap Ara dari seberang sana



"bunda kira bunda udah kehilangan kamu sayang, bunda masih belum siap buat kehilangan kamu. kamu dimana" tanya bunda lagi dengan suara Isak tangis



"bunda jangan nangis, ara ada di suatu tempat. bunda tolong jangan bilang siapa siapa ya. biar Ara nyelesaikan studi Ara dulu dengan tenang.. ara disini sehat dan Ara juga menjadi asisten dosen disini Bun, jadi bunda jangan sedih sedih lagi. oke" ucap ara



"tapi bunda pengen lihat kamu, peluk kamu ara" ucap bunda memelas



"jangan bunda, nanti ya. Ara pasti pulang tapi janji bunda harus sehat harus bahagia.. kalau mau kasih tahu ayah silahkan bunda, tapi bang Kevin dan lainnya jangan ya, apalagi Ray. biar mereka fokus berjuang buat masa depan dulu. nanti kalau Ara pulang kan mereka udah pada sukses. ya bunda ya" pinta Ara serius



terdengar helaan nafas bunda.



"dan jangan kasih tahu kalau ara masih hidup ya Bun" pinta ara lagi dan hanya di jawab anggukan bunda



"iya bunda janji, tapi kamu harus rajin kasih bunda kabar sayang" pinta bunda



dan berlanjut dengan obrolan tentang pengalaman ara selama enam bulan terakhir.



setelah mendapatkan telpon dari sang anak yang sangat di rindi nya, kini bunda Ira sudah nampak ceria kembali dan segera mandi bersiap untuk masak buat makan siang, setelah siap bunda Ira kemudian keluar kamar dan turun menuju dapur dan pelayan yang melihat nyonya Bagaskara turun dari tangga dan dengan senyuman seperti dulu lagi kini tampak sangat bahagia dan berucap syukur dalam hati.