
Setelah Mike meninggalkan Ara, Ara termenung menatap lurus kedepan. Ara benar-benar tak tahu bagaimana menghapi Ayahnya nanti
"I hope dad doesn't know" Gumam Ara
Ara menghabiskan waktunya di rooftop sambil menangis, dia masih takut dengan amukan Ayahnya.
Lama dia menangis di atas, dan dia berniat pulang karena dia benar-benar butuh istirahat. Belum ada satu langkah, pandangan nya kabur seakan sekelilingnya terasa berputar.
"Buk" Ara terjatuh, dan kehilangan kesadarannya.
Tadi di bawah Mike sempat pamit duluan ke pada teman-temannya, karena dia benar-benar khawatir dengan keadaan Ara.
"Guys, gue duluan" Pamit Mike ke teman-teman nya dan dapat anggukan dari mereka.
Setelah itu dia langsung menuju Rooftop di mana Ara berada, tapi se sampainya di rooftop, Mike tercengang melihat keadaan Ara yang terbaring lemah dengan wajah pucatnya.
"ARAAA" Teriak Mike khawatir dan buru-buru mendekati Ara
"Ra, Ara. Bangun Ra" Ucap Mike khawatir sambil menepuk-nepuk pipi Ara
"Ra, bangun! Jangan bikin aku khawatir" Ucap nya lagi sambil mengangkat kepala Ara ke pangkuannya
Tak ada reaksi sedikit pun dari Ara, akhirnya Raja menggendong Ara ala bridal style dan membawanya. Sampainya di mobil, Mike langsung merebahkan Ara dengan hati-hati, dan memperbaiki posisi Ara agar nyaman.
45 menit Mike mengitari jalanan Ibu kota, akhirnya dia sampai di Rumah Sakit XXX.
"Dokter, Suster, Tolongin teman saya" Teriak Mike panik, dan beberapa perawat datang sambil mendorong ranjang rumah sakit dan langsung membawa Ara ke IGD.
Setelah dokter memeriksa Ara, dokter pun keluar dari ruang IGD dan langsung di serang pertanyaan oleh Raja.
"Dok, bagai mana teman saya dok? Dia baik-baik aja kan dok? dia gak papa kan dok? Dok, jawab saya dok" Cerca Mike ke pada Dokter, karena dia benar-benar khawatir akan keadaan Ara
"Bagaimana saya mau jawab? Kamu gak kasih kesempatan untuk saya menjawab" Jawab dokter
"Maaf Dok" Ucap Mike masih dengan wajah panik
"Teman kamu gak papa, dia hanya kecapean aja. Munkin karena dia nangis nya lama, sampai tenaganya terkuras. Dan dia juga mengalami dehidrasi. Tapi gak ada yang perlu di khawatir kan" Jawab dokter panjang lebar
"Saya boleh lihat teman saya dok?" Tanya Mike dan di angguki oleh Dokter
"Tapi setelah pasien di pindahkan ke ruang rawat ya" Jawab nya
Setelah Ara di pindahkan ke ruang rawat, Mike langsung menemui Ara. Di lihatnya Ara yang belum sadarkan diri, karena dia masih dalam pengaruh obat.
Mike duduk di kursi yang ada di dekat ranjang, dia menggenggam tangan Ara yang tidak di pasang infus
"Sebenarnya kamu kenapa si Ra?" Lirih Mike sedih
"Aku khawatir bangat sama kamu, kamu sebenarnya ada masalah apa?" Tanya Mike pada Ara, padahal Ara tak mendengarnya.
"Aku gak tega lihat kamu kaya gini" Ucap nya lagi, setelah beberapa menit Mike menunggu Ara, akhirnya Ara sadar juga.
"Engghh" Ara menggeliat sambil membuka matanya pelan, karena silau Ara hanya menyipitkan matanya.
"Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar juga Ra. Aku panggil dokter dulu ya" Mike berucap syukur atas kesadaran Ara dan langsung keluar sebentar tak butuh waktu lama Mike kembali dengan seorang dokter yang menangani Ara.
"Apa yang anda rasakan Nona?" Tanya seorang dokter
"Hanya sedikit pusing dok" Jawab Ara lemah
"Itu akibat terlalu banyak menangis, jadi kepalanya sedikit sakit dan pusing. Selebihnya gak ada masalah" ucap dokter menjelaskan
"Jangan lupa makan dan minum obatnya ya, agar lekas sembuh. Kalau begitu saya permisi" Dokter berpesan, setelah itu pamit untuk keluar.
"Kamu kenapa Ra? Kamu lagi ada masalah? Masalah apa? Coba cerita sama aku, aku bakal jadi pendengar yang baik" Setelah Dokter keluarga, Raja memberondong Ara dengan banyak pertanyaan, karena dia benar-benar khawatir dengan teman kecilnya itu dan juga cinta pertamanya
"Satu-satu dong Mike, dan pelan-pelan! Aku jadi tambah pusing gara-gara kamu" Ucap Ara sambil memijit kening
"Ya maaf Ra, soalnya aku khawatir bangat sama kamu" Jawab Mike
"Ya udah, Aku harus jawab yang mana dulu nih?" tanya Ara sambil tersenyum, dia senang ada yang sangat khawatir terhadap nya.
"Gak tau aku mau jawab apa. hehehe" Jawab Ara sambil terkekeh
"Gak usah bohong Ra! Dosa loh" Ucap Mike
"Intinya, aku gak papa. Gak usah di pikirin" Jawab Ara sambil tersenyum
"Tapi Ra....."
"Gak ada tapi-tipi, beneran aku gak papa" Jawab Ara
"Syukurlah kalau kamu gak papa" Ucap Mike pasrah
"Oh iya Mike, aku mau pulang" Ujar Ara
"Kata dokter kamu besok baru boleh pulang, malam ini kamu istirahat disini dulu. Aku juga udah hubungi orang tua kamu, munkin mereka sudah di jalan" Kata Mike memberi tau
"Ya udah, gue istirahat dulu ya" Ucap Ara dan memejamkan matanya, tak butuh waktu lama untuk Ara memejamkan matanya, karena dia masih terpengaruh obat.
"Gue tungguin sampai orang tua nya datang, atau gue balik duluan. Gue juga takut ketemu orang tuanya Ara, tapi gue juga gak tega ninggalin orang yang gue sayang sendirian" Mike berujar sendiri, sesungguhnya dia pusing mau meninggalkan Ara, atau tetap menunggu sampai orang tuanya datang
"Gue tungguin aja deh, kan gue juga yang udah hubungi orang tuanya" Putus Mike akhirnya
5 menit Mike menunggu orang tua Ara, akhirnya mereka tiba di ruangan dimana Ara di rawat. Bunda Ara langsung masuk kedalam kamar rawat
"Ara, sayang" Teriak Bunda khawatir
"Bund, Ara nya lagi istirahat" Tegur Ayah
"Maaf Yah" Sesal Bunda
"Sayang, kamu kenapa sampai sakit?" Tanya Bunda sambil mengusap Surai Ara dengan sayang
Mereke belum menyadari ada orang lain di dalam ruangan itu, mereka hanya fokus kepada Putri kesayangannya mereka. Tak lama, Abang Arka pun masuk ke dalam. Dia langsung bertanya ke Mike tentang keadaan Ara. Mendengar Anak laki-laki mereka berbicara kepada orang lain, baru mereka menyadari bukan cuma ada mereka yang di dalam.
"Eh, maaf nak. Tante gak tau kamu ada di sini juga" Ucap Bunda meminta maaf
"Gak papa Tan" Jawab Mike
"Kata dokter Ara kenapa?" Tanya Ayah dingin
"Kata dokter, Ara hanya kecapean dan dehidrasi juga. Karena Ara menangis berjam-jam" Jawab Mike menjelaskan
"Kenapa anak Om sampai menangis berjam-jam" Tanya Ayah tegas
"Gak tau Om, saya udah tanya sama Ara, tapi dia bilang lagi gak ada masalah" Jelas Mike
"Ara juga saya temui di rooftop dalam keadaan kacau, terus dia butuh sendiri, jadi saya tinggal dia sendiri karena masih ada mata pelajaran selanjutnya. Setelah jam pulang, saya menemui Ara lagi, dan saya lihat Ara sudah tak sadarkan diri" Jawab Mike menjelaskan panjang lebar, Bunda yang mendengar penjelasan Mike, air mata nya tanpa Ijin membasahi pipi.
"Makasih kamu udah antar anak Om ke rumah sakit" Ucap Ayah berterima kasih setelah mendengar penjelasan Mike
"Sama-sama Om" Jawab Mike
"Kalau begitu saya pulang dulu, nanti di cariin Mama" Pamit Mike
"Ya udah, hati-hati di jalan nak" Jawab Bunda, setelah itu Mike keluar dari ruangan Ara.
•
•
•
•
•
To Be Continued