Arabela'S Love Story

Arabela'S Love Story
Keputusan Keluarga (Arabela & Axal)



Mentari pagi yang sangat indah, kicauan burung yang sangat merdu, serta udarah dingin di pagi hari menusuk sampai ke dalam selimut tebal, yang membuat gadis yang sedang terbungkus dengan selimut tebalnya merapatkan balutannya.


"Astagaaaa Ara sayang, bangun dong! Udah pagi nih Honey" Teriak Bunda karena melihat putri kesayangannya masih nyaman dengan selimut nya.


Ya, dia Ara, Arabela Adisty Mateo. Gadis cantik yang baru sebulan ini mengenal Axal Alexander.


"Iya Bund" jawabnya masih dengan mata yang terpejam


"wake up dear" Ucap Bunda lembut


"Iya Bund, iya" Jawabnya dan langsung bangun menyambar handuk dan langsung masuk ke bathroom


Hanya butuh waktu 15 menit Ara gunakan untuk mandi dan ganti pakaian, sekarang ia sudah bergabung bersama keluarganya di meja makan.


"Sayang, nanti pulang sekolah ajak Axal ke rumah ya" Ucap Bunda


"Kenapa Bund" Tanya Ara penasaran


"Ajak aja dulu, nanti Bunda omongin" Jawab Bunda


"Ahh Bunda, main rahasia-rahasiaan segala" Ucap Ara dengan nada yang manja


"kalau di bilang sekarang, nanti gak suprise dong" Jawab Bunda


"Ya udah deh" Pasra Ara dan melanjutkan makannya


Kurang lebih 20 menit mereka menghabiskan sarapan mereka, dan sekarang mereka akan pergi ke tempat tujuannya masing-masing.


"Yah, Bund, Dek, Kkak duluan ya" Pamit Kak Arka sambil mengacak rambut Ara


"Ihh, Kaaaak" Kesal Ara sedangkan Kak Arka hanya terkekeh


"Ara juga ya Bund, Yah" Ara juga ikut pamit dan langsung mencium pipi kedua orangtuanya dan tak lupa juga untuk Salim


"Ayah juga ya Bund" Pamit Ayah setelah kedua anak kesayangannya pergi meninggalkan mereka berdua


"Iya Yah, hati-hati ya" Pesan Bunda


"Iya Bunda....Cup" Jawab Ayah sambil mengecup kening Bunda tak lupa Bunda Salim juga


******


Jarum jam seakan begitu cepat berputar, seakan di kejar atau mengejar sesuatu. Tapi bukan mengejar seseorang yang tak mengharapkan kita yaa...Hehehehe


Tak terasa sekarang sudah waktunya untuk pulang sekolah, seluruh siswa berhamburan untuk keluar kelas.


"Kak" Panggil Ara ke Axal


"Iya Dek" Jawab Axal


"Ayah sama Bunda ngajak ketemuan, katanya ada yang pengen di omongin" Jawab Ara menjelaskan


"Ya udah yuk, tapi kita mampir ke Bengkel dulu ya. Kakak mau cek keuangan" Ajak Axal


"Ya udah" Jawab Ara dan mereka berdua langsung menuju parkiran sekolah


Sampai di parkiran sekolah, mereka langsung menuju mobil dan langsung menancap gas menuju bengkel milik Axal. Setelah dari bengkel, mereka langsung menuju kediaman keluarga Mateo


45 menit perjalanan mereka tempuh, sekarang mereka sudah berada di kediaman Mateo. Sekarang sudah masuk pukul 19.30.


"Kita makan malam dulu ya" Ucap Bunda dan di balas anggukan oleh mereka


Mereka menyelesaikan makan dengan tenang, tak ada yang berbicara sedikit pun, hanya suara sendok, garpu dan piring yang saling bersautan. 20 menit mereka menyelesaikan makan malam, dan sekarang adalah waktunya membicarakan hal yang penting.


Sekarang mereka ada di ruang keluarga kediaman Mateo, lama mereka terdiam, kira-kira sekitar 5 menit, akhirnya ada yang membuka suara.



"Bunda mau ngomong serius sama kalian, hal ini juga udah Ayah, Bunda, dan Mama Papa kamu Bicarakan Axal" Ucap Bunda memulai dan memecahkan keheningan


"Tentang apa Bund?" Tanya Axal takut-takut


"Tentang hubungan kalian" Jawab Bunda


Duarrrr


Hati Ara dan Axal terasa di sambar petir, mereka sudah berpikiran ke mana-mana. Apa Bunda sama ayah gak setuju ya, pikir mereka dalam hati tanpa mereka tau mereka kompak dalam pikiran. Hehehehe


"Bunda gak setuju ya Bunda? Kenapa Bund? Apa Axal gak cukup Baik untuk Ara? Axal bisa perbaikin kok Bunda, Axal bisa ubah diri Axal, Axal pasti bisa jadi yang terbaik Bund. Bunda sama Ayah jangan pisahkan kita ya Bund, Yah" Mohon Mike panjang kali lebar tanpa ngerem....Heheheh


"Aduh Axal, satu-satu donk nanya nya, dan pelan-pelan juga! Gimana Bundanya bisa jawab kalau kaya gini" Ujar Bunda sambil geleng-geleng kepala


"Maaf Bund" Jawab Mike sambil menundukkan kepalanya


"Axal mohon ya Bunda, Bunda jangan pisahkan kita" Mohon Mike


"Kalau Bunda misahin kalian, kain mau apa? Mau marahin Bunda gitu, mau benci Bunda gitu? Tanya Bunda sambil pura-pura marah


"Ya bukan gitu juga Bund" Lirih Axal


"Yaudah, kalau begitu kalian putusin aja hubungan kalian"


"Jangan donk Bund, Axal mohon Bund. Yah, jangan ya Yah, bicara sama Bunda. Rin, kok mau diam aja sih dari tadi, bantuin aku dong bujukin Bunda"


"Ya kalau gak mau, makanya diam" Tegas Bunda


"Iya Bund, maaf" jawab Axal sambil menunduk takut


"Disini anak bunda sama ayah siapa? aku apa Axal sih? Kok dia terus yang nyorocos gak jelas" Batin Ara sambil tersenyum tipis dan geleng-geleng kepala.


"Kamu kenapa nak, pusing?" Tanya Ayah khawatir


"Eh, eh, gak kok yah" Jawab Ara sambil nyengir


"Ya udah, serius ya sekarang. Jangan potong-potong omangan Bunda" Tegas Bunda


"Gini ya, maksud Bunda tuh kalian putusin aja hubungan kalian untuk lanjut ke jenjang lebih serius. Bunda sama Ayah dan kedua orang tua Axal mau kalian tunangan. Agar kalian terikat satu sama lain, kalau perlu kalian nikah" Ucap Bunda panjang lebar, sedangkan Ayah hanya menyimak pembicaraan mereka.


"Apa Bund, nikah?" kaget mereka kompak


"Iya, nikah" jawab Bunda santai


"Ya kali Bund sekolah kita aja belum kelar Bunda, udah main nikah aja, ya gak bangat lah Bund, kalau kita di keluarin dari sekolah gimana? terus kita gak sekolah gitu? dan kalau aku di Gosipin Hamil di luar nikah gimana? Emang Bunda sama ayah gak malu gitu punya anak yang di kira hamil di luar nikah" Kali ini bukan Axal yang nyerocos, tapi Ara. Dia protes kepada Ayah sama Bunda udah kaya kereta, panjang bener.....Hehehehehe


"Siapa yang berani keluarin kalian? Siapa yang berani Gosipin kalian? Ngomong sama Ayah, biar ayah tutup mulut mereka. Berani-beraninya Gosipin anak ayah" Jawab Ayah sedikit becanda


"Ya pihak sekolah lah Yah, sedangkan yang Gosipin? Teman-teman sekolah Ara, dan Ibu-ibu komplek Yah" Jawab Airin cemberut


"Kamu lupa itu sekolah milik siapa?" Tanya Ayah sombong


"Idih, sombong bangat Yah" Celetuk Bunda


"Oh Iya yah, Itu sekolah punya ayah" Jawab Ara sambil nyengir, karena dia baru sadar kalau sekolah itu milik keluarganya.


"Jadi kalian gak usah khawatir, nanti ayah bicarakan sama wali kelas kalian dan kepala sekolah" Ujar Ayah


"Terus kalau di Gosipin gimana yah?" Tanya Ara


"Kamu tenang aja, nanti Ayah yang atur semuanya" Jawab ayah menenangkan


"Tapi aku belum siap nikah Yah, Bund, tunangan aja dulu ya" Bujuk Ara


"Kalau kalian tunangan, Bunda takut nanti kalian gak bisa nahan, apalagi udah ada ikatan kaya gini. Nikah aja ya Nak, kita juga mau hindari hal-hal yang tak di inginkan" Ujar bunda lembut memberi penjelasan


"Menurut kamu gimana Xal?" Tanya Ayah


"Aku sih terserah Ara aja maunya gimana, kan bukan cuma aku yang jalani kedepannya, pasti aku sama Ara. Jadi apa yang jadi keputusan Ara, aku itu juga Yah, Bund" Jawab Axal Bijak


"Yaudah, keputusan ada di kamu Sayang" Ujar Bunda


"Ya udah, aku ikut kalian aja" Pasrah Ara, Ayah, Bunda, dan Axal senang denga jawaban Airin


"Ya Udah, 3 hari lagi kalian Akad" Jawab Bunda santai


"Tiga hari?" Kaget mereka kompak lagi


"Hu'um" Jawab Bunda di sertai dengan anggukan


"Ya ampun Bunda, Kalau ngomong bisanya becanda. Serius dong Bund" Jawab Ara


"Bunda serius" Jawab Bunda dengan ekspresi yang seserius munkin, sedangkan Ara dan Axal membulatkan kedua mata mereka lebar-lebar dan menganga.


Buahahahahahahaha


Tawa Bunda dan Ayah pecah karena melihat ekspresi Airin dan Mike yang udah kaya apa...Hehehehe


"Bunda becanda sayang" Ujar Bunda menahan tawa


"Terus?" Tanya Airin


"Dua Minggu lagi kalian akan akad, tenang semua Ayah sama Bunda yang ngurus, kalian tinggal tunggu siap aja" Terang ayah panjang lebar


"Ya udah, kalian sekarang istirahat, sebentar malam kita ke Cafe XXX ketemuan sama orang tua Axal" Ujar Bunda


"Bunda sama Ayah keatas dulu ya" Lanjutnya lagi sambil berlalu


"Kita ke atas yuk Yank" Ajak Axal dan di balas anggukan oleh Ara, setelah itu mereka naik. Sampainya di kamar, Axal dan Ara duduk di tepi ranjang.


"Kamu gak papa Yank nikah sama aku?" Tanya Axal memastikan


"Gak Papa" Jawab Ara


"Kamu serius?" Tanya Axal lagi


"Serius" jawab Ara sambil mengangguk


"Sebenarnya aku senang kita nikah, aku bahagia, aku juga udah gak khawatir lagi nantinya kalau banyak Wanita dekatin kamu. Karena kita udah sah, tapi Nanti" Lanjutnya lagi sambil menekan kata 'NANTI' di lanjut dengan tawa


"Mau kita udah nikah atau belum, aku gak bakal tergoda sama mereka. Apalagi spesies kaya Vanya, ehh spesies" Jawab Axal dan mereka tertawa bersama


"Ya udah, aku ke kamar aku ya, kamu istirahat" Ucap Axal sambil mengelus kepala Airin


"Disini aja, temenin aku Bobok" pinta Airin dengan manja


"Dih, manja nya calon istri nya Axal Alexander" Ucap Axal menggoda sambil mencubit pipi Ara


"Oh, sakit Kak" Ucap Ara lagi dengan manja sambil bergelayut


"Hehehehe,,, abis gemes" Ucap Axal sambil nyengir


"Ya udah yuk, ke kamar" Ajak Axal dan mereka masuk ke dalam kamar, setelah itu bobok siang di ranjang yang sama. Cuma bobok ya Guys, gak lebih dan gak kurang...Heheheheh


Tak butuh waktu lama Ara dan Axal ketiduran sambil berpelukan, mereka masih merasakan capek, jadi mereka cepat tertidur tak butuh waktu yang lama.


.


.


.


.


Bersambung


Hay readers, maaf ya kalau part ini menurut kalian gak nyambung atau gimana gitu sama judul cerita. Author minta maaf, karena hanya ini yang muncul di otak Author. Jadi mohon di maklumi ya. Maaf juga Cerita kurang lebih sama dengan kisah Ara dan Mike di episode Hancur, munkin ada sedikit persamaan di percakapannya.


Minta Vote, like, dan Favorit nya juga ya guys🙏🏼🙏🏼