
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabbarakatu" Salam Guru yang berdiri di atas panggung, selaku pembawa acara tersebut
"Waalaikumusalam warahmatullahi wabbarakatu" Jawab mereka serempak
"Baik, hari ini hari yang kita tunggu-tunggu. Dimana kita akan tau sampai mana prestasi anak-anak kita" Ucap guru selalu pembawah acara
"Sekarang saya akan membacakan siswa-siswi yang mendapat nilai paling tinggi di kelasnya, dan yang mendapatkan juara pararel juga" Lanjutnya lagi panjang lebar
Setalah membacakan siswa-siswi yang mendapat juara dengan nilai tertinggi di jurusan dan kelas lain, sekarang waktunya di kelas Ara.
Suasana sangat mendebarkan, jantung 6 sekawan berpacu sangat cepat, karena mereka menantikan siapa yang akan mendapatkan juara di kelas mereka. Juara di umumkan dari peringkat kelima, hingga peringkat pertama.
"Baik, sekarang untuk kelas IPA.1 Ucap Guru pembawa acara
"Peringkat ke lima, dengan jumlah nilai 1.222 rata-rata 94 di raih oleh Vina Panduwinata" Ucap Ibu Pembawa Acara
Rasa bahagia menyelimuti hati Vina, karena hari ini dia masuk dalam lima besar, dan dengan nilai yang sangat memuaskan pastinya. Vina segera naik ke atas panggung dengar perasaan yang bahagia, senyuman pun tak pernah hilang dari wajah cantiknya
"Peringkat ke empat, dengan jumlah nilai 1.235 rata-rata 95 di raih oleh Mike Mahendra" Ucap Ibu Pembawa Acara
Mike pun takalah bahagia nya dari Vina, dia sangat bersyukur atas bantuan Sahabat-sahabat nya, dia dapat peringkat ke empat dengan nilai yang sangat memuaskan
"Peringkat ke tiga, dengan jumlah nilai 1.248 rata-rata 96 di raih oleh Starla Adi Kusuma" Ucap Ibu Pembawa Acara
"Kira-kira peringkat ke satu dan ke dua di raih oleh siapa ya?" Tanya dari guru pembawa acara, dan pertanyaan nya membuat mereka tambah berdebar menantikan siapa yang juara di kelas mereka.
Mereka sangat penasaran siapa yang menggeser posisi Starla yang selalu mendapat juara satu, sekarang menjadi juara tiga kelas. Hal itu membuat siswa-siswi dan para orang tua heran dan sangat penasaran, Guru pembawa acara sengaja menggantung bacaan untuk para juara, karena dia ingin melihat wajah penasaran tamu undangan.
Seketika aulah ribut dengan sorakan siswa-siswi yang sangat penasaran siapa yang mendapatkan juara. Secara dari peringkat lima sampai tiga, nilai mereka tak ada yang 8, menginjak 9 semua, itu yang membuat mereka penasaran. Memang kelas IPA.1 sangat pintar, hingga melewati batas rata-rata IQ otak manusi.
Setelah dirasa cukup membuat para tamu penasaran, Guru Pembawa acara membacakan juara satu dan dua.
"Peringkat ke dua, dengan jumlah nilai 1.274 rata-rata 98 di raih oleh Vitra Arsenio Alberto," Ucap Ibu Pembawa Acara
Seketika mata mereka membulat, dan mulut mereka menganga tidak percaya. Secara Vita yang biasanya peringkat ke tiga, sekarang menjadi peringkat ke Dua. Dengan nilai rata-rata yang berselisih 2 angka dengan Starla, sedangkan Starla dengan Mike hanya berselisih 1 angka saja.
"Sekarang yang di tunggu-tunggu, dan buat para tamu penasaran, siapa ya yang mendapatkan peringkat pertama. Siapa yang biasa menggeser Starla" Ucap Ibu Pembawa Acara menggantung
"Langsung dong Bu, kita udah penasaran nih" Ujar salah satu dari mereka, dan di iyakan seluruh para tamu undangan
"Baik-baik" Jawab Ibu Pembawa Acara
"Peringkat pertama, dengan jumlah nilai 1.300 rata-rata 100 di raih oleehhhh" Gantung Ibu Pembawa Acara
"Hhuuuuu" Sorak para siswa-siswi serempak
"Tenang-tenang semua, baik ibu ulang ya" Ucap Ibu Pembawa Acara
"Peringkat pertama, dengan jumlah nilai 1.300 rata-rata 100 di raih ARABELA ADISTY MATEO" Ucap Ibu pembawa acara di akhiri dengan teriakan saat menyebut nama Ara.
Mata para tamu undangan membelalak, dan mulut mereka terbuka lebar. Mereka tak percaya akan hal ini, orang yang mendapat nilai tertinggi adalah Airin, yang kemarin-kemarin hanya mendapatkan peringkat ke dua, dan mendapatkan nikah 8, tak sampai 9. Dan sekarang dia mendapatkan nilai rata-rata 100.
Setelah pembacaan juara peekelas, sekarang waktunya pembacaan juara pararel.
"Baik anak-anak, Ibu-ibu dan bapak-bapak, Sekar waktunya untuk membacakan juara pararel semester ini" Ujar Ibu guru pembawa acara
"Untuk mempersingkat waktu, dan mengurangi kecapean terhadap mulut saya, saya tak akan membacakan satu persatu nama dan nilai yang di raih mereka, karena kita semua sudah mengetahui semuanya" Ujar Guru pembawa acara panjang lebar
"Baik, untuk Ara, Vita dan juga Starla pindah tempat ke sebelah ya, dan untuk para juara lainnya silahkan turun" Ucap Guru pembawa acara
Setelah itu kepala sekolah memberikan piala, medali, serta piagam penghargaan kepada 3 orang yang mendapatkan juara pararel tersebut.
Acara telah selesai, seluruh siswa-siswi dan para orang tua langsung pulang kerumah mereka masing-masing. Sedangkan 6 sekawan mampir ke cafe untuk merayakan keberhasilan mereka yang mendapat nilai yang sangat-sangat memuaskan.
Vani dan Miko juga mendapat nilai yang sangat memuaskan, bahkan nilai mereka berdua setara dengan nilai juara satu, dua, dan tiga di kelas yang berbeda.
Sampainya di cafe, mereka langsung memesan makan mereka. Sementara menunggu pesanan, mereka membahas yang tadi di sekolah.
"Gila, Ara nilai loo biki gempar se-isi aulah tau gak" Ucap Miko hebo
"Ho'o, kita aja yang jadi sahabat loo gak percaya loo dapat nilai sampe 100" Ujar Vani menimpali ucapan Miko
"Gu---" Ucapan Ara terpotong karena pesanan mereka telah sampai, dan di tata rapi sesuai pesanan mereka.
"Gu---"
"Udah, makan dulu. Nanti di lanjutin pembahasan" Potong Mike, sedangkan Ara yang selalu terpotong ucapannya hanya mengerutkan bibirnya, Mike yang melihat jadi gemes dengan tingkah Ara
"Ahh, gitu aja terus. Potong-potong ucapan orang" Kesal Ara
"Auh ah, malas jadinya. Udah gak mood" Lanjutnya lagi dengan cemberut sambil melipat kan tangan di dada.
"Jangan cemberut gitu, aku ngomong gini juga demi kebaikan kamu. Kan dari tadi kita belum makan, jadi kita makan dulu, nanti di lanjutin" Ujar Mike menjelaskan, agar Ara tak berlarut-larut ngambek, dan ucapan Mike pun di anggukin oleh sahabat-sahabat nya..
"Iya" jawab Ara dengan senyuman yang terpaksa, tau kan kalau Ara itu belum cinta sama Mike, jadi dia kesal Mike selalu ngatur hidupnya.
"Nah, gitu kan bagus. Makan gih" Ucap Mike kepada Ara, sambil mencubit pipi Ara gemes
Setelah selesai makan, mereka langsung pulang ke rumah Ara untuk mengambil pakaian mereka. Karena hari juga sudah semakin sore, sedikit lagi gelap.
•
•
•
•
•
To Be Continued