Arabela'S Love Story

Arabela'S Love Story
Curhat



Ara sampai dirumah langsung masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur, karena dia merasakan benar-benar capek hari ini. Hati dan fisik nya capek, apalagi atas kejadian tadi. Dia benar-benar merasakan pusing di kepalanya.


Setelah di rasanya cukup, dia langsung mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket. 20 menit telah selesai ritual mandinya, dan dia langsung memakai pakaian dan istrahat.


Pagi hari ini cuacanya sangat mendukung, seakan mengerti tentang perasaan Ara yang lagi hancur.


Pukul 06.30 Ara baru bangun dari tidurnya, karena dia semalam susah untuk memejamkan matanya.


Setelah bangun, dia segera masuk kedalam kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap ke sekolah.


30 menit waktu yang di tempuh untuk menuju ke sekolah, untungnya Ara masih selamat melewati pintu gerbang, 1 menit saja dia terlambat, siap-siap ketemu sama guru BP yang super super galaknya.


Sampai di kelas, Ara langsung duduk bersama teman-temannya


"Ra" Panggil Vita


"Mmm" Gumam Ara tanpa menoleh ke pemilik suara


"Ra" Panggl Vita lagi


"Mmm" Jawab Ara lagi dengan santai, dan masih fokus ke depan


Vita sudah sangat geram dengan tingkah Ara yang tak peduli dengan orang-orang sekitar


"Ihhh, Ara" Teriak Vita sambil mengguncang tubuh Ara


"Apa sih?"" Tanya Ara dengan intonasi yang tinggi ke Vita


"Loo kenapa sih? Gak biasanya Loo kaya gini" Selidik Ara


"Maaf Vit, gue lagi banyak pikiran" Ujar Ara dengan menyesal, karena dia tidak pernah meninggikan suaranya kepada orang-orang terdekat.


"Loo lagi ada masalah apa? cerita sama gue, siapa tau gue bisa bantu. Kalau gue gak bisa bantu, seenggaknya loo bisa berbagi sama gue dan bisa bikin hati loo lega sedikit" Ucap Vita panjang lebar


"Ntar ya, kalo udah jam istirahat gue mau curhat sama loo" Jawab Ara


"Ya udah" Pasrah Vita, sebenarnya dia masih penasaran. Tapi karena dia menjaga perasaan Ara, jadi dia memilih menunggu sampai Ara siap berbagi.


*******


"Kring....kring....kriiiiing" Bell masuk pun berbunyi, menandakan waktu belajar mengajar akan segera di mulai.


5 menit setelah bell berbunyi, guru masuk untuk memberi materi.


Beberapa jam telah meleka lalui, sekarang waktunya mereka istirahat. Seluruh siswa berhamburan ke kantin, sedangkan Ara dan Vita memilih ke taman yang ada di area sekolah.


"Loo ada masalah apa?" Sayangnya sekarang Vita tak sabar lagi mendengar cerita Ara, akhirnya dia to the point ke Ara.


"Mike sama Nova, mereka pacaran" Lirih Ara


"Apa?" Kaget Vita sambil menggebrak meja


"Aduh Vit, Loo mau bunuh gue?" Geram Ara, karena dia benar-benar kaget.


"Heheheh, maaf-maaf" Vita meminta maaf sambil nyengir kuda


"Loo serius? Siapa yang bilang? loo dapat berita burung ini dari mana?" Tanya Vita beruntun dengan wajah yang belum percaya


"Satu-satu napa nanya-nya?! Gue harus jawab yang mana dulu nih?" Tanya Ara


"Ya semuanya lah" Jawab Vita tak sabar


"Okok" Ucap Ara


"Iya, benar yang gue bilang. Gue taunya dari mereka berdua, gue ajak mereka berdua ketemuan di Cafe, terus mereka jelasin semuanya. Dan mereka juga ngaku ke gue saling mencintai" Jelas Ara panjang lebar, sedangkan Vita membuka matanya lebar-lebar.


"Gue gak nyangka Nova bisa nusuk gue dari belakang, dan Mike juga hianatin gue, sumpah gue gak nyangka Vit" Ara berujar sambil terisak


Apa gue gak seberarti itu ya di hati mereka? Ampe gue mereka tusuk dan khianati. Sakit hati gue Bit, sakit.


Tangis Ara semakin Pecah, dan dia memukul-mukul dadanya yang terasa sangat sesak itu.


"Udah-udah, loo tenang ya! Gak usah mikirin mereka, munkin loo gak berjodoh sama Mike. Loo bersyukur Tuhan udah ngebuka mata loo, bahwa Mike itu gak baik buat loo" Terang Vita sambil memeluk Ara dan menenangkannya


"Udah ya, gak usah di pikirin lagi, buat apa loo mikirin orang yang gak mikirin loo? Gue gak habis pikir dengan otak mereka dan hati mereka, munkin udah terbuat dari batu" Vita emosi dengan Temannya dan Mantan Pacar sahabatnya itu


"Loo harus bisa lupain Mike, dan buka lembaran baru. Gue ada kok di samping loo" Ujar Vita masih menenangkan Ara


"Iya Vit, loo benar. Gue gak seharusnya mikirin mereka, dan gak seharusnya juga gue nangisin hal yang gak bermutu itu. Gue akn kubur dalam-dalam semuanya" Ucap Ara menggebu-gebu


"Semangat Ara" Ujarnya menyemangati diri sendiri sambil mengangkat kepalan tangannya


"Semangat" Timpal Vita memberi semangat juga. Setelah itu mereka tertawa.


Vita senang melihat Ara yang kembali ceria, dan dia bersyukur Ara bisa cepat melupakan laki-laki pengecut itu.


"Kriiingg... Kriiiiing... Kriiiiing" Bell masuk setelah istirahat telah berbunyi, menandakan pergantian jam.


"Masuk yuk, udah bell" Ajak Vita sambil menggenggam tangan Ara


"Yuk" Jawab Ara sambil mengikuti langkah Vita


Sedikit demi sedikit Ara mulai melupakan masalahnya, dan dia sudah gak murung lagi. Karena dia di kelilingi orang-orang yang sayang sama dia, apalagi ada Vita dan juga Vina yang selalu mendukung dan juga menemaninya. Walaupun Vina menemaninya hanya di rumah saja, di sekolah dia ada Vita, di rumah ada Vina. Walaupun mereka satu sekolah dan satu kelas, tapi mereka seperti gak terlalu dekat kalau di sekolah, kalau di rumah udah kaya orang pacaran, padahal sama-sama perempuan. Jadi apel makan apel dong...


Heheheheh


"Kriiingg..... Kriiiiing.... Kriiiiing"


waktu pulang pun tiba, seluruh siswa berhamburan keluar kelas menuju ke parkiran, untuk segera pulang ke rumah.


"Vit, kita ke Mall dulu yuk" Ajak Ara ke Vita


"Ya udah, yuk" Jawab Vita semangat


Setelah itu mereka bergegas menuju parkiran untuk mengambil mobil mereka dan langsung meluncur ke Mall.


45 menit mereka sampai di parkiran Mall, dan segera masuk kedalam mall.


"Kita makan dulu ya Ra" Ajak Vita ke Ara, karena mereka dari tadi belum makan, waktu istirahat hanya mereka gunakan untuk sesi curhat. Heheheheh


"Di cafe itu aja ya?" Ajak Ara sambil menunjuk cafe yang di maksud, dan Vita mengikuti arah telunjuk Ara dan menganggukan kepalanya.


Setelah tiba mereka langsung memesan makan dan minum, dari kejauhan ada dua orang yang tengah bercanda tidak jauh dari tempat mereka duduk, tapi Ara dan Vita tak menyadari itu. Mereka hanya asik mengobrol sambil menggu pesanan mereka.


"Pokoknya loo gak usah mirikin itu lagi ya, ok" Pesan Vita tegas


"Iya" Jawab Ara sambil tersenyum


15 menit makanan mereka sampai dan di sajikan di atas meja


"RA"







To Be Continued