Arabela'S Love Story

Arabela'S Love Story
Berubah (Arabela & Mike)



Hari berganti begitu cepat, tak terasa sudah sebulan hubungan Ara dan Mike tak seperti dulu lagi semenjak kejadian dimana Bundanya Ara menyuruh mengakhiri hubungan mereka.


Airin berusaha memutuskan Mike, tapi Mike tetap kekeh dengan hubungan mereka. Mike terlalu menyayangi Ara, sampai mengancam ingin bunuh diri jadi Ara memutuskan untuk tak membahas itu lagi ke Mike, karena bagaimanapun dia masih menyayangi Mike, jadi dia tak mau kekasihnya itu kenapa-kenapa.


Malam ini mereka tak bertemu, Ara ada di rumahnya, sedangkan Mike tak tau keberadaan nya dimana.


*Roomchat*


"Malam Yank" Isi pesan dari Mike untuk Ara


"Malam" Balas Ara singkat


"Kamu lagi apa?" Tanya Mike


"Tiduran aja" Jawab Ara dengan membalas pesan Mike


"Sama siapa?" Mike masih mengirim pesan yang udah basi di lakukan pasangan Virtual...Heheheh


"Sendiri" Balas Ara singkat


"Kamu?" Ara mengirim pesan lagi


"Aku lagi di rumahnya Vina" Balas Mike menjawab pertanyaan Ara


"Ngapain?" Tanya Ara


"Mampir aja" Jawab Mike


"Kenapa gak kerumah aku? Malah kerumah Vina" Ara membalas pesan Mike dengan meberenggut kesal


"Aku takut" Balas Mike


"Takut apa an? Biasanya juga gak" tak butuh waktu lama untuk Mike menunggu pesan dari Ara


"Kamu tau sendiri kan sudah sebulan waktu dimana Bunda kamu minta kita mengakhiri hubungan kita, jadi wajar aku takut untuk kerumah kamu" Balas Mike panjang lebar


"Oh iya, maaf." Balas Ara


"Iya, gak papa" Jawab Mike


"Aku tidur dulu ya" Ara izin tidur ke Mike


"Ya udah, mimpi yang indah"


*Roomchat Off*


******


Kini hubungan Ara dan Mike makin hari makin gak baik, Mike mulai berubah, Ara merasakan sikap Mike telah berubah terhadap nya.


"Mike kenapa ya? Kok akhir-akhir ini Mike kayak ngejauh gitu" Ara bermonolog sendiri di dalam kamarnya.


Sudah seminggu ini sikap Mike terhadap Ara seakan mulai menjauh, tapi Ara tidak tau apa penyebabnya.


Sudah seminggu ini juga Ara hanya menghabis kan waktu nya dengan novel, sesekali menangis kala mengingat Mike yang belum ada kabar. Meski dia bersama keluarga nya, dia tak pernah jauh dari novel nya. Kadang dia sesekali ikut nimbrung bersama keluarga nya, setelah itu lanjut dengan dunia novel nya. Sampai-sampai keluarga nya sedikit jengah dengan tingkah Ara, yang selalu membaca novel. Tapi tak pernah di gubris oleh nya.


POV. Ara


Rasanya sesak dada ini..


Bukan karena sakit hati putus cinta, bukan karena di tinggal sang kekasih. Tapi, sakit karena rindu. Rindu,,, di saat hubungan kita tak baik-baik saja. Kemarin, rindu bisa ku tahan, karena ada kamu yang selalu menghiburku dari jauh. Tapi sekarang, jangankan untuk menghiburku, sekedar memberi kabar, tunggu! Tunggu! Bukan memberi kabar, membalas pesanku saja kamu masa bodoh, apalagi untuk menghiburku. Aku rasa, hal itu untuk saat ini hanyalah mimpiku di siang bolong sjaa. Hah, sangat miris sekali nasipku ini.


Menahan rindu saat hubungan kita tak baik-baik saja, aku sudah tak sanggup lagi, rasanya sesak, seakan jantungku ingin berhenti berdetak. Bukan so' drama ya! Tapi ini memang kenyataan. Sow, kalau kamu gak percaya, it's ok.


Sekarang, menahan rindu saat hubungan kita tak baik-baik saja, duniaku seakn runtuh, apalgi harus mengakhiri hubungan kita selamanya. Ini mimpi buruk yang tak pernah aku harapkan, mimpi saja aku tak mau, apalagi sampai kenyataan. Well, trserah kamu mau anggap aku lebay, alay, atau apalah itu, tak apa. Asalkan aku mengungkapkan apa yang ada dalam hatiku ini. Apa yang aku rasakan setelah seminggu ini kamu mendiamkan ku seperti ini. Sekedar balasan "hm" saja tak ada.


Sekarang aku hampir lupa bagaimana caranya tersenyum dan tertawa kalau tak ada noveltoon bersamaku.......


POV. Author


Setelah seminggu hubungan Ara dan Mike tak membaik, Ara mempunyai firasat yang tidak-tidak terhadap Mike dan Vina. Ada hal aneh kepada mereka berdua itu. Setiap Ara jalan bersama Vina, dan mereka melewati Mike, Mike tak menyapa Ara atau hanya sekedar basa basi saja. Ada yang aneh dari mereka berdua, mata Mike, ya Mike. Mata Mike selalu melirik ke" arah Vina, Ara yakin itu. Karena mata Ara masih normal, pasti dia bisa melihatnya, dan dia juga bisa melihat Vina yang salting (salah tingkah) di perhatikan Mike dari jarak 5 meter.


"Vin" Tegur Ara, tak ada respon sama sekali dari Vina karena dia masih fokus ke Ara Mike


"Vina" Teriak Ara


"Apa sih Ra?" Tanya Vina memberenggut


"Loo kenapa sih?" Tanya Ara pura-pura tak tahu


"Eh-anu-mm-ini-eh, gak--gak kenapa-kenapa kok" Vina menjawabnya dengan terbata, Ara memicingkan matanya


"Loo lagi ada masalah?" Tanya Ara


"Gak kok Ra" Jawab Vina


"Lah terus kenapa?" Tanya Ara lagi


"Gue di lihatin terus sama Mike, gue malu" Jawabnya tanpa sadar


"Apa?" Kaget Ara.


Ara kaget bukan karena Mike melihat Vina terus, tapi dia kaget dengan jawaban Vina. Dia gak nyangka Vina akan menjawabnya dengan jujur, walaupun gak sengaja sih.


"Eh, gak kok,, Loo gak mau ke kantin Ra?" Vina mengalihkan pembicaraan mereka, Ara yang mendengar jawaban Vina mengangkat sebelah alisnya


"Gak, gue mau ke kelas" Jawab Ara. Dia tak mau membahas itu lagi, dia menganggap tadi Mike melirik ke arahnya, hanya saja munkin Mike matanya tiba-tiba jadi juling, jadi arah pandangnya berbeda...Heheheh,, maafin Author ya Mike, udah bilang kamu juling, salahin tuh sih Ara...Hehehehe


"Ya udah yuk" Ajak Vina dan dapat di jawab anggukan kepala oleh Ara


Sampai di kelas, mereka di sambut dengan suara kegaduhan yang di buat kelas IPA.1, yaitu kelas mereka sendiri. Kalian tahu sendiri kan, gimana kelas yang kompak, pas gak jauh-jauh dari keributan, bukan kompak di akademik... Hehehe


"Eh, jangan ada yang keluar ya" Pesan Starla


"Kenapa Star" Tanya Miko


"Star, Star, Standar maksud loo?" Protes Starla


"Ya karena nama loo Starla, jadi gue panggilnya Star. Kalau nama Loo Monyet, ya gue panggil Nyet lah" Jawab Miko dan di sambut dengan tertawa yang sangat kencang dari teman-teman mereka


"Mikoooo, gue santet juga luu" Kesal Starla


"Nama gue Starla, panggil aja Lala, gak usah Star, Star segala" Ucap Starla masih dengan kesal


"Lala Po' Tingkiwingki, Dipsi, Teletubbies" Jawab Miko sambil bernyanyi Teletubbies tapi dengan kata yang kebalik dan teman-teman mereka tak henti-hentinya untuk tertawa, Miko senang sekali membuat Starla kesal, kalau hanya mereka berdua, pasti yang di gangguin si kembar.. Dasar si Miko


Starla sudah tak menggubris Miko lagi, kalau dia mengeluarkan kata lagi, pasti berakhir dengan ejekan dari teman sekelasnya, jadi dia memilih jalan aman.


Kriiiiing..... Kriiiiing.... Kriiiiing....


Bell pulang sekolah berbunyi nyaring, seluruh siswa berhamburan untuk keluar kelas menuju parkiran sekolah, begitu juga dengan kelas Ara, yaitu kelas IPA.1.







To Be Continued