Arabela'S Love Story

Arabela'S Love Story
Cantik (Episode Baru)



60 menit perjalanan, akhirnya Ara sampai di rumahnya.


"Assalamu'alaikum Bund, Ara pulang." Ucap Ara memberi salam sambil teriak


"Ya Allah, anak gadis orang teriak-teriak udah kaya di hutan aja" Ucap Bunda sambil geleng-geleng kepala


"Heheheh,, Maaf Bund" Ucap Ara sambil nyengir kuda dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"Udah sana, mandi! Udah bau acem" Ucap Bunda sambil pura-pura menutup hidungnya


"Ihh Bunda, gak bau tahu" Jawab Ara dengan manja


"Ya udah, Ara mandi dulu ya. Bay Bunda...Cup" Pamit Ara tak lupa memberi kecupan di pipi sang Bunda, sedangkan Bunda hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah putrinya itu


"Capek bangat hari ini, capek hati, capek fisik, sumpah gue butuh istirahat." Ara bermonolog sendiri


"Mandi dulu kali ya, udang lengket juga. Abis itu tidur" Setelah bermonolog sendiri, Ara mandi. 45 menit dia habiskan untuk mandi. Karena dia berendam untuk menghilangkan stress, jadi butuh waktu lama.


Setelah mandi Ara ganti pakaian dan langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur kesayangan.


"Ahh, segernya" Tak butuh waktu lama Ara menuju ke alam mimpi nya, entah indah atau tidak. Hanya dia yang tau. Hehehehe...


Pagi hari matahari terbit menyapa sang penghuni bumi, itu tandanya semua penghuni bumi sudah memulai aktivitas mereka masing-masing di pagi hari. Beda dengan gadis cantik yang satu ini, dia masih nyaman dengan kasur king size nya.


Bunda masuk kedalam kamar Ara mendapati putri kesayangannya itu masih tergulung selimut dengan nyaman.


"Ya ampun, ini anak gadis orang masih molor" Ucap Bunda sambil geleng kepala


"Kreeeeekkk" Bunda membuka gorden kamar Ara, sinar matahari langsung tembus mengarah ke wajah Ara


"Sayang, bangun udah siang loo" Ucap Bunda sambil mengusap kepala Ara sayang


"Masing ngantuk Bund" Jawab Ara dengan suaraut serak


"Ahh, Bunda gordennya di tutup lagi" Keluh Ara sambil menutup kepalanya dengan selimut, karena dia merasa sangat silau


"Kalau kamu udah bangun dari tadi, gak akan silau" Ucap Bunda tegas


"Udah yuk, bangun" Lanjutnya lagi


"5 menit lagi ya Bund" Tawar Ara


"Gak ada lima menit, bangun sana, terus mandi" Ucap Bunda sambil menarik tangan Ara


"Iya Bund, iya. Bawel banget sih Bunda"


Setelah itu dia bangun dan menyambar handuk dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Bunda Tasya keluar.


15 menit Ara habiskan mandi, setelah itu dia langsung ganti pakaian dan menuju bawah untuk sarapan.


"Pagi Bik" Sapa Ara kepada pembantu rumah tangga


"Pagi Non Ara" Jawab pembantu Ara dengan ramah


"Yang lain pada kemana Bik? Tanya Ara, karena dia tidak melihat orang tuanya dan Kakak laki-lakinya


"Ibu sama Bapak pamit keluar kota Non, kalau Den Arka gak tau kemana" Jawab ART menjelaskan di balas anggukan kepala oleh Ara tanda mengerti


Ara hanya sarapan roti dengan toping coklat dan keju, setelah sarapan dia pamit keluar.


"Bik, Ara kelua dulu ya Bik. Kalau ada yang nanyain, bilang aku ke pantai." Pamit Ara


"Sama siapa Non?" Tanya ART


"Sendiri" Jawab Ara dan di jawab anggukan


Setelah berpamitan, Ara langsung menuju parkiran dan melajukan mobilnya menuju pantai.


45 menit perjalanan, akhirnya Ara sampai juga di pantai.


Pantai yang sangat indah ini banyak yang menikmati dengan bahagia, tapi tidak dengan Ara. Dia sama sekali tak menikmati keindahannya, dia hanya diam dan termenung. Sampai-sampai dia jalan tak melihat-lihat.


"Buk" Ara tidak sengaja menabrak orang dan terjatuh


"Eh, maaf ya. Sini aku bantu" Ucap nya tak enak hati sambil membantu Ara bangun


"Gak papa kok, aku juga yang salah. Jalannya gak lihat-lihat." Ujar Ara sambil mendongakkan kepalanya, karena Ara hanya sebatas dada pria itu.


"Cantik" Ucapnya tak sadar


"Kenapa?" Tanya Ara memastikan


"Eh, gak kok. Gak ada apa-apa" Elaknya


"Kamu yakin gak kenapa-kenapa?" Tanya pria tersebut memastikan


"Iya, gak papa" Jawab Ara yakin


"Ya udah, aku duluan" Ucap Ara sambil berlalu, tapi baru dua langkah Ara menjauh, Ara kehilangan keseimbangan. Dengan sigap Pria tersebut menahan Ara agar tak terjatuh.


Mata mereka berdua bertemu sepersekian detik, laki-laki yang bersama Ara itu terpaku melihat wajah yang di miliki wanita yang ada di pelukannya, siapa lagi kalau bukan Ara. Dia juga seakan terhipnotis melihat keindahan mata Ara.


Sampai akhirnya Ara menyadari kalau dia berada di pelukan laki-laki yang belum dia tahu namanya itu, dan dia langsung memutuskan kontak mata.


"Ehh, maaf-y" Ucap Ara sambil bangkit dari pelukan pria tersebut


"Hati-hati" Ucapnya datar, lain di luar lain di dalam. Luarnya data, padahal dalamnya sangat berdebar..Heheheh


"Iya, makasih ya" Jawab Ara canggung


"Sebaiknya kita cari tempat yang bagus untuk kita duduk, sepertinya kamu lagi banyak masalah. Aku perhatiin kamu dari tadi gak fokus." Ucap Pria tersebut


"Ya udah, kita ke Cafe dekat sini aja." Ucap Ara


setelah itu mereka berdua menuju cafe dekat pantai yang di kunjungi mereka.


"Kita duduk di pojokan situ ya" Ucap pria itu dan di jawab anggukan oleh Ara


"Kamu mau pesan apa?" Tanya pria itu


"Samain aja" singkat Ara


"Ya udah" Jawab pria itu


Pelayan cafe datang dan pria tersebut memesan makan dan minum mereka. Setelah itu pelayan pamit ke belakang untuk menyiapkan pesanan mereka.


"Kamu lagi ada masalah apa?" Tanya pria tersebut


"Aku tau kamu lagi ada masalah, bisa di lihat dari mata kamu" Ujarnya


"Aku lagi gak ada masalah apa-apa, kalau pun aku ada masalah, itu bukan urusan kamu, kamu bukan siapa siapa nya aku." Jawab Ara meninggikan suaranya, dan para pelanggan langsung melihat ke arah mereka.


"Maaf, aku gak bermaksud ikut campur, tapi aku mau jadi teman atau sahabat kamu, aku mau dengerin keluh kesah mu. Siapa tau dengan kamu terbuka dengan orang lain, hati kamu akan lebih tenang." Ucap pria itu panjang lebar


"Aku juga minta maaf, gak seharusnya aku kasar sama kamu." Ucap Ara merasa bersalah, seharusnya dia tak melampiaskan kemarahannya kepada orang lain.


"Gak papa, aku ngerti kok" Ucap pria tersebut


Pelayan pun datang dan menata rapi pesanan mereka di atas meja. Setelah itu pelayan tersebut pamit undur diri.


"Silahkan makan, nanti kita lanjutkan setelah makan" Ucapnya mempersilahkan


"Maaf kalau pesanannya gak sesuai dengan selera kamu" Ucapnya tak enak hati


"Gak kok, ini pas dengan selera aku" Jawab Ara sambil tersenyum manis, sangat manis. Sampai-sampai pria yang ada di depannya terpesona dengan senyumnya.


"Manis" Ucapnya tanpa sadar sambil meminum jus


"Apa?" Tanya Ara memastikan


"Eh, ini, anu, eh, jusnya manis, iya jus nya manis" Jawab pria tersebut terbata-bata sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"Mari makan" Lanjutnya lagi mengalihkan pembicaraan


Selesai makan, mereka belum beranjak dari tempat mereka. Masih menikmati suasana cafe di hari Minggu, yang banyak sekali pengunjung nya dari berbagai kalangan.


"Tunggu, dari tadi kita ngomong, becanda, makan, tapi belum kenalan." Ucap pria itu


"Eh, iya ya" Jawab Ara menyadari kekonyolan mereka


"Namaku Axal Alexander" Ucapnya memperkenalkan sambil mengulurkan tangannya


Ya, dia Axal. Axal Alexander. Laki-laki tampan, dingin dengan orang-orang yang baru dia kenal. Tapi herannya, beda dengan Ara, dia menjadi orang yang hangat, padahal kan dia dengan Ara baru pertama kali bertemu, dan mereka baru saja kenal.


"Arabela Adisty, teman-teman sama keluarga biasa manggil aku Ara" Jawab Ara sambil menerima uluran tangan dari Axal.


Ara tak menyebut "Mateo" di situ, karena dia malas berteman dengan orang hanya memandang status saja.


Setelah berkenalan, mereka kembali ke pantai untuk menikmati hari libur. Sambil jalan, mereka tak henti hentinya untuk bercerita.


"Kamu sekolah di mana?" Tanya Axal


"Di SMA Trisakti" Jawab Ara memberi tahu


"Ohh" Jawab Axal ber "o" ria


"Iya, kamu dimana?" Tanya Ara balik


"Dimana ya? Ucap Axal pura-pura berfikir


"Dih, gak asik" Ucap Ara pura-pura ngambek


"Dih, ngambek dianya....Hahahaha" Ucap Axal sambil mencolek dagu Ara dan tertawa


"Au ah" kesal Ara memalingkan muka


"Maaf-maaf, aku baru pindah dari LN, rencana nya sih mau sekolah disini." Jawab Arkan akhirnya


"Oh iya? Di SMA Trisakti aja, jadi kita bisa ketemu setiap waktu." Ucap Ara antusias


"Cieee, pengennya dekat aku terus...Cieee" Ucap Axal menggoda


"Apa sih Xal" Jawab Ara tersipu sambil memerah kedua pipinya


"Pipinya kenapa Ra?" Tanya Axal tak henti-hentinya menggoda Ara


"Axal" Teriak Ara kesal, sedangkan yang di teriaki hanya tertawa terbahak-bahak.


"Hahahaha....Maaf, maaf. Karena kamu yang minta, ya udah aku sekolah di SMA Permata." Jawab Axal setelah berhenti tertawa


"Berarti kalau aku gak minta, kamu gak mau sekolah disana gitu." Tanya Ara memastikan


"Tetap lah" Jawabnya


"Kenapa?" Tanya Ara lagi


"Kan ada kamu" Jawab Axal sambil menaik turunkan Alisnya


"Dih, kok gitu?" Tanya Ara


"Ya emang gitu" Jawab Axal santai


"Kenapa?" Tanya Ara penasaran


"Dih, Kepo" Jawab Axal sambil mencubit pipi Ara gemes


"Axal, sakit" Jawab Ara dengan ketus


"Ketus amat neng" Jawab Axal sambil tertawa kecil


"Abis ini kita kemana?" Tanya Axal


"Disini aja dulu, aku mau lihat sunset bareng kamu" Jawab Ara sambil menerawang


"Cieee, mau romantis-romantisan bareng aku ya?" Tanya Axal menaik turunkan Alisnya


"PD amat bang" Sinis Ara


"Gak papa kali ya, sekali-kali juga " Jawab Axal sambil tersenyum


"Berapa kali juga gak papa" Jawab Ara tak beralih menatap ke depan







To Be Continued