Arabela'S Love Story

Arabela'S Love Story
Alhamdulillah



"Udah kan dramanya? Yuk Ra, ikut aku" Ajak Axal masih menggenggam tangan Ara


"Gue gak mau" Tegas Ara


"Ok, kalau itu yang kamu mau" Jawab Axal melepaskan tangan Ara


Sedangkan Sahabat-sahabat nya Ara melotot heran "Gitu aja?" Batin mereka, sedangkan Ara kecewa karena Axal tak lagi membujuknya. Ara yang gak mau di ajak itu sebenarnya hanya pura-pura, gengsi bangat...Hehehe


Bilang aja mau, pake akting segala. Dasar Malu-malu kucing...


"Kyaaak, Axaaaalll" Teriak Ara dengan kencang, karena Axal sudang menggendong nya seperti karung beras


Jangan senang dulu Ara sayang! Babang Axal gak akan tinggal diam sampai kamu mau...Hehehe


"Axaaaall, turunin gue" Teriak Ara sambil memukul-mukul belakang Axal dan menggerak-gerakkan kedua kakinya, tapi Axal santai saja membawa pergi Ara ke luar mall


"Axal malu tau, turunin gue" Kesal Ara, wajahnya juga sudah memerah malu, tapi Axal tetap bungkam, dia tak mengeluarkan sepatah kata pun.


Beberapa menit Ara memberontak, akhirnya sudah tak ada lagi pergerakan dari Ara. "Mungkin dia capek, jadi udah gak berontak lagi" pikir Axal


Sampai di baseman Mall, Axal membawa Ara kedalam mobil dan mendudukkan nya dengan hati-hati.


"Lah, kok malah tidur sih" Keluh Axal


"Ra, bangun" Ucap Axal sambil menepuk pipi Ara


"Ara" Axal masih membangun kan Ara


"Sayang, hey" Axal sudah khawatir karena Ara tak juga bangun


"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Axal khawatir


"Kok pucat? Kamu sakit Yank?" Tanya Axal, yang pasti tak ada jawaban dari sang empunya


"Kamu Keringat dingin juga" Lanjutnya lagi


"Tunggu Yank, sabar ya" Axal bertambah khawatir karena melihat keadaan Ara, dia langsung masuk kedalam mobil dan menancap gas memacu dengan kecepatan tinggi membela jalanan ibu kota untuk menuju rumah sakit..


"Kamu kenapa sih Yank?" Tanya Axal khawatir, matanya sudah memerah.


"Dokter, suster, tolong" Teriak Axal memanggil tim medis


Tak butuh waktu lama untuk Axal sampai ke Rumah Sakit, karena dia memacu kecepatan tinggi.


Kini Ara di bawah ke IGD dan Axal setia menunggu sang ke kasih di luar ruangan


"Dokter, bagaimana keadaan pacar sayang dok?" Tanya Axal setelah dokter keluar dari ruang IGD


"Alhamdulillah Pasien sekarang gak papa kok, Dia hanya kecapean dan kekurangan nutrisi karena dehidrasi. Dia juga belum makan, karena itu magh nya kambuh dan pingsan" Jawab dokter panjang lebar menjelaskan


"Di ingatin makan dan minum juga ya pacarnya, jangan hanya di ingatin cinta aja" Pesan dokter di iringi dengan becanda


"Dokter bisa aja" Jawab Axal tersenyum samar


"Apa saya udah bisa lihat dia dok?" Tanya Axal memastikan


"Sebentar ya, setelah pasien di pindahkan di ruang rawat inap" Jawab Dokter


"Pasien sementara di rawat dulu ya, hanya semalam aja. Untuk kembaliin cairan tubuh" Pesan dokter


"Baik Dok" Jawab Axal, dan dokter pergi meninggalkan Axal sendirian di depan rumah IGD


"Dreet,,, Dreeet,,, Dreet" Hp Axal bergetar


"Halo Bund" Ucap Axal setelah menerima panggilan


"Nak, Ara dari tadi belum pulang. Bunda khawatir, kamu tau sendri kan Ara akhir-akhir ini murung terus" Ucap Bunda terdengar sangat cemas


"Iya Bund, Bunda tenang aja ya! Ini Ara sekarang sama Axal" Ujar Axal berusaha menenangkan Bunda


"Alhamdulillah, Bunda fikir dia kenapa-kenapa" Ucap bunda bersyukur


"Tapi Bund" Ucap Axal


"Kenapa sayang?" Tanya Bunda


"Gimana ya, gue harus bilang ke Bunda atau gimana?" Ucap Axal membantin


"Xal, kamu lagi disitu kan sayang?" Tanya Bunda, karena Axal hanya diam saja


"Eh, maaf Bund. Gak papa kok Bund, malam ini Ara nginap di rumah ya, katanya Lexa lagi kangen" Axal berbohong kepada Bunda, karena dia tak mau Bunda khawatir karena Ara sakit


"Iya sayang, gak papa" Jawab Bunda memberi ijin


"Makasih Bund" Ucap Axal


"Iya, Bunda matiin ya telponnya" Ujar Bunda dan langsung mematikan sambungan telpon tak menunggu jawaban dari Axal


"Huft" Desah Axal


"Maafin Axal Bunda" Gumamnya merasa bersalah karena membohongi Bunda, setelah itu dia masuk ke kamar Ara


"Sayang, kamu udah bangun?" Tanya Axal setelah dia masuk ke dalam kamar Ara


"Mmm" Gumam Ara dingin


"Yank, udah dong ngambeknya" Pinta Axal dengan wajah yang sedih


"Kakak kangen kamu Dek, jangan diamin Kakak terus" Axal memohon ke Ara dengan mata yang sudah memerah


"Bunda tau gak aku disini?" Tanya Ara


"Syukurlah" Ucap Ara, dia gak ingin Bunda nya khawatir akan keadaannya


1 menit


2 menit


3 menit


4 menit


5 menit


"Kaaak" Nah loh, kenapa nih anak jadi manja gini? Padahal tadi kan diam-diam bae


"Kenapa sayang?" Tanya Axal lembut


"Syukurlah" Axal mengucap syukur dalam batin


"Peluk" Ucap Ara manja


"Sini-sini" Tentunya Axal senangnya bukan main, karena ini yang dia tunggu-tunggu


Axal langsung memeluk Ara dengan erat, menyalurkan rasa sayangnya yang begitu dalam..


"Kenapa? Mmm" Tanya Axal lembut


"Kangen" Jawab Ara manja


"Tadi aja ngambek, pake dingin segala lagi, sekarang udah manja aja" Ucap Axal menggoda


"Iiii Kakaaak" Kesal Ara tapi masih dengan nada manja


"Heheheh, maaf-maaf" Ucap Axal meminta maaf


"Cup..Cup..Cup..Cup..Cup..Cuuupppp" Axal mengecup kening, pipi, mata dan balik lagi ke kening cukup lama


"Sekarang kamu makan ya" Pinta Axal


"Iya, suapin tapi" Ucap Ara masih dengan manja


"Iya sayang" Jawab Axal sambil mengelus pipi Ara lembut


"Aaaa" Axal menyuapi Ara dengan bubur yang sudah di sediakan pihak rumah sakit


"Udah Kak, cukup" Tolak Ara ketika Axal menyendok bubur suapan ke tiga


"Baru tiga suapan loh Dek" Ucap Axal


"Udah Kak" Jawab Ara manja


"Ya udah, setelah ini menum obat ya" Pasrah Axal


"Iya" Jawab Ara


Setelah minum obat, Ara kembali tertidur karena efek obat.


"Good night dear, have a good night's sleep.... Cup" Ucap Axal dan mengecup kening Ara dalam


"Aku hubungin orang rumah dulu, takutnya khawatir" Gumam Axal dan langsung menghubungi orang rumah


"Halo Ma" Ucap Axal setelah telfon tersambung


"Iya sayang" Jawab dari seberang


"Abang nginap di Rumah Sakit ya Ma" Ijin Axal kepada sang Ibu


"Siapa yang sakit sayang? Kamu gak kenapa-kenapa kan?" Tanya Ibu Axal khawatir


"Gak papa kok Ma, Ara yang sakit" Jawab Axal menjelaskan


"Sakit apa sayang? Mama kesana ya?" Ucap Ibunya Axal


"Gak usa Ma, Ara udah gak papa" Ucap Axal melarang Mamanya menjenguk Ara


"Besok juga Ara udah boleh pulang kok" Lanjutnya lagi


"Syukurlah" Ucap nya legah


"Iya Ma" Jawab Axal


"Ya udah, Mama tutup ya. Jagain Ara, jangan di tinggal sendirian" Pesan Mama


"Siap Ma" Jawab Axal








To Be Continued