
Axal dan Ara belum pulang, mereka berdua masih menikmati suasana pantai sambil menunggu mata hari terbenam.
"Wah, indah banget Xal" Ucap Ara berdecak kagum
"Kamu udah kaya orang baru lihat sunset aja Ra" Ujar Axal heran
"Ember (emang benar)" jawab Ara membenarkan
"Emang iya?" Tanya Axal tak percaya
"Iya, kamu gak percaya?" Tanya Ara
"Bukan gak percaya, tapi heran aja" Jawab Axal
"Aku gak di bolehin sama mantan aku ke sini sampai magrib waktu aku masih sama dia." Ujar Ara lirih
"Tapi pas aku putus aku ke sini deh. Kan gak ada lagi yang ngelarang aku." Ucap Ara lagi sambil tersenyum bahagia
"Segitu sayangnya ya kamu sama mantan kamu, sampai-sampai kamu nurut banget sama dia." Tanya Axal kecewa, tapi dia berusaha menyembunyikan kekecewaannya
Axal jatuh cinta pada pandangan pertama sama Ara ya, Karena menurut, Ara berbeda dari yang lain.
"Bangat" Jawab Ara sedih
"Tapi, ya gitu deh" Lanjutnya lagi
"Gitu gimana?" Tanya Axal penasaran
"Pokoknya, nanti kamu bakal tau sendiri." Jawab Ara tak mau menceritakan masalahnya
"Ya udah, kalau kamu gak mau cerita sama aku gak papa." Ucap Axal
"Bukan gak mau cerita, tapi belum mau" Jawab Ara
"Iya-iya, semoga secepatnya mau berbagi sama aku ya" Ucap Axal
"Iya" singkat Ara
"Udah ah, malah jadi melaw gini lagi kan" Ucap Ara mengalihkan pembicaraan
"Udah malam Ra, aku anterin kamu pulang ya" Putus Axal
"Yuk" jawab Ara sambil berdiri dan mengikuti Axal
Setelah itu mereka pulang, karena hari sudah malam. Besok mereka akan sekolah lagi, dan besok juga adalah hari pertama Axal sekolah di tempat sama dengan Ara
Keesokan harinya di sekolah Ara, banyak yang membahas murid baru yang akan masuk ke sekolah mereka.
"Guys, guys, guys..Aku punya kabar ter up to date." Ucap Vani heboh
"Ratu gibah datang" sindir Tina
"Nyi nyir loo Lampir" sinis Vani
"Udah-udah, masih pagi juga udah pada ribut. Emang ada berita apa?" Lerai Ara dan langsung menanyakan berita
"Gini ya, ada murid baru. Tau gak, dia itu------"
"Gak tau, kan Loo belum kasih tau" Ucap Vata memotong, dan mengundang gelak tawa sekelas
"Ya makanya jangan di potong dulu omongan gue" Sewot Vani
"Santuy sist, santuy" Ucap Vita
"Gini ya, murid baru tuh ganteng buangat tau gak" Jawab Vani sambil menerawang
"Giliran ganteng loo heboh amat Van, kurang apa sih yang ada di dekat loo ini." Ujar Miko mendramatis
"Sirik aja Loo - Bug" Ujar Vani sambil memukul bahu Miko
"Aduh, sakit tau Vi" Keluh Miko
"Rasain" Ketus Vani
"Hahahahahah" Gelak tawa sekelas terdengar menggema di dalam kelas
"Kriiingg.... Kriiiiing..... kriiingg"
Bell masuk sudah berbunyi, seluruh siswa memperbaiki tempat duduk mereka. Karena mereka yakin sekali guru jam pertama akan masuk... Dan benar juga, tak butuh waktu lama setelah bel berbunyi, guru masuk ke dalam kelas.
"Pagi anak-anak" Sapa Ibu mengawali pertemuan mereka
"Pagi Buuu" Jawab mereka serempak
"Hari ini kita kedatangan siswa baru" Ucap Ibu memberi tahu
"Silahkan masuk Nak" Guru mempersilahkan siswa tersebut untuk masuk, dan dia pun masuk kedalam kelas. Seketika kelas menjadi riuh..
"Ya Allah, ciptaanmu sungguh sempurna" Ucap siswi A berdecak kagum
"Cowok, udah ada gandengan belum?" Tanya siswi B
Semua siswi heboh dengan kedatangan siswa baru tersebut. Bagaimana tidak, siswa yang datang berwajah sempurna siapapun akan terhipnotis dengan pesonanya. Beda dengan para siswa, mereka udah memberenggut kesalah, karena para siswi di kelas mengagumi siswa yang ada di depan kelas, seakan tak ada siswa lain di dalam kelas.
"Baik, perkenalkan namamu dulu Nak" Pinta Ibu guru
"Baik Bu" Jawabnya
"Nama gue Axal" Ucapnya memperkenalkan dengan singkat padat dan jelas...
Yaps, dia Axal. Laki-laki yang baru kemarin kenal dengan Ara, siswa pintar yang ada di kelas ini.
"Cih, sombong amat" Ucap salah satu siswa dengan kesal
"Baik, silahkan duduk" Pinta Bu guru, setelah itu Axal duduk di tempat yang kosong, dan tempat yang kosong itu tepat di belakangnya Ara. Sebelum Axal sampai di tempat duduknya, dia mengedipkan sebelah matanya ke Ara.
"Ya Allah, tahan gue guys, tahan. Gue mau pingsan" Bukan Ara yang mengeluarkan suara, tapi Nova orang yang ga bisa lihat cowok ganteng...Heheheh
"Lebay Loo" Ucap Miko yang ada di belakang Nova sambil menoyor kepala Nova dari belakang
"Sirik Loo" Ketus Nova
"Sudah-sudah, kita sekarang belajar, bukan beradu mulut" Ucap Ibu guru melerai, seketika kelas menjadi hening.
"Baik anak-anak, pelajaran kita kali ini materi tentang Trigonometri" Ucap Ibu menyebutkan materi yang akan mereka pelajari hari ini
"Trigonometri adalah, bla blas bla bla-----" Guru matematika tersebut menjelaskan panjang kali lebar kali tinggi kali luas kali alas materi kali ini, belum selesai Guru tersebut menjelaskan bel istirahat telah berbunyi
"Kriiiiing Kriiiiing Kriiiiing" Bel berbunyi
"Baik anak-anak, pelajaran kali ini sampai di sini ya, buka kerjakan tugas yang ada di Bawah, pertemuan berikutnya ibu akan periksa" Guru matematika menutup pertemuan dengan meninggalkan tugas untuk mereka
"Baik, ibu tinggal dulu" Pamitnya dan berlalu ke luar kelas
"Kantin Kuy" Ajak Miko ke pada kawan-kawannya
Kalian tanya Vina dan Mike? Jawabannya, mereka ada di dalam kelas. Tapi tak di anggap oleh teman-temannya Ara. Sedangkan Miko? Dia udah bersikap dingin kepada abangnya itu, di sekolah maupun di rumah. Karena dia gak suka Laki-laki yang menyakiti perempuan, sama saja dia menyakiti Ibu mereka.
Kebetulan orang-orang yang ada di kelas Ara belum tau soal hubungan Ara, Mike, dan juga Vina.
"Gak" Jawab Mike singkat
"Kenapa?" Tanya dia lagi
"Loo juga Vin" Lanjutnya
"Kita udah gak punya teman yang namanya Vina sama Mike" Ucap Vita sinis
"Kalian lagi ada masalah?" Tanya salah satu siswa itu lagi
"Udah guys, kita tinggalin aja" Miko memutuskan topik mereka untuk membahasa masalah Mike
"Oh, jadi itu Mike mantannya Ara" Ucap Axal dalam hati
"Keren sih, tapi Banci" Gumam Axal
"Xal, Loo gak ikut kita?" Tanya Miko sebelum ke kantin
"Duluan aja, gue nanti nyusul" Jawab Axal dan apat anggukan dari Miko
"Yuk guys" Ajak Miko ke Ara DKK
*Kantin*
"Guys, Miko orang tertampan seantero negeri dataaaaang" Sampainya di kantin, Miko membuat heboh seisi kantin yang lagi khidmat menyantap makan mereka
"Berisik Loo" Ucap salah satu siswa yang ada di kantin
"Sirik amat Loo" Ketus Miko
"Udah-udah" Lerai Ara
"Kita ke pojok sana aja yuk" Ajak Ara kepada sahabat-sahabat nya dan mereka mengikuti Ara dari belakang
"Kalian pesan apa?" Tanya Vita
"Samain aja deh, Siomay" Ucap Ara
"Kalian mau kan?" Tanya Ara memastikan sedangkan mereka hanya menjawab dengan menggunakan jari, ada yang menyatukan telunjuk dan jempol membentuk "O" ada juga yang hanya mengangkat jempol saja pertanda mereka setuju
"Ya udah" Putus Vita
"Van, bantuin gue yuk" Ajak Vita kepada Vani dan dapat anggukan kepala dari Vani sebagai jawaban
"Ko" Panggil Ara ke Miko
"Ya Ra, kenapa?" tanya Miko melihat ke arah Ara
"Loo gak boleh kaya gitu ke Abang Loo sendiri, mau bagaimana pun dia tetap Abang Loo" Ucap Ara memberi pengertian
"Gue gak suka dia nyakitin Loo Ra" Ucap Miko dingin
"Gue gak papa kok Ko, gue baik-baik aja" Ucap Ara sambil tersenyum
"Loo bisa bilang gitu ke Gue, tapi Gue tahu Loo lagi gak baik-baik aja" Ucap Miko
"Gue udah baik-baik Miko, gue udah nemuin orang yang bisa ngalahin perhatian gue" Ucap Ara menjelaskan
"Siapa?" Bukan Miko yang bertanya, melainkan Vani yang baru datang membawa nampan bersama Vita
"Main nyambar aja Loo Van" Ucap Miko
"Gue penasaran soalnya" Jawab Vani sambil nyengir
"Siapa Ra" Tanya Vani lagi, karena belum mendapat jawabannya
"Nanti kalian bakal tau sendiri" Jawab Ara
"Ah, Ara pelit" Vani sok-sokan ngambek
"Sok Loo, gak bakal ada yang bujukin" Ucap Miko sambil menoyor kepala Vani
"Loo gak marah sama Vina Van?" Tanya Ara mengalihkan topik
"Gue gak marah, tapi gue masih kecewa sama dia" Ucap Vani dingin
"Jangan lama-lama ya Van, Ko! Kasian mereka, di sekolah kita musuhin, di rumah juga kalian musuhin" Ucap Ara mnasehati, sebenarnya Ara masih sakit hati dengan mereka berdua. Tapi Ara pingin berdamai dengan masa lalu, walaupun baru sebulan mereka putus, anggap aja masa lalu. Kan udah lampau....Heheheh
"Hati Loo terbuat dari apa sih Ra? Kok baik amat" Ucap Vita heran
"Dari intan" Jawab Ara dengan becanda
"Pantas" Jawab Miko gak sadar
"Eh, emang ada ya yang terbuat dari intan?" Tanya Vani polos
"Ada, buktinya gue" Jawab Ara, sedangkan Vani hanya menganggukan kepalanya dengan polos
"Di bego-begoin Ara mau juga ya kalian" Ucap Vita sambil geleng-geleng kepala, sedangkan Ara hanya cekikikan
"Berarti dari tadi gue di bohongin?" Tanya Vani
"Kalian kok jahat banget sih sama Dede" Ucap Vani dengan lebaynya.
"Siapa suru gak ngeh" Ucap Ara santai
"Tunggu pembalasanku" Ucap Vani menggebu-gebu
"Ihhh, atut" Ucap Ara menggoda
"Ihhh, Ara" Teriak Vani kesal
"Udah-udah" Lerai Vita masih dengan sisa-sisa ketawa
"Eh, kok dari tadi gak ada Bell masuk ya" Ucap Miko heran
"Iya juga, munkin lagi ada Rapat" Ucap Ara
"Boleh gabung gak?"
•
•
•
•
•
To Be Continued
Maaf ya reader, author baru up sekarang. Sebenarnya author udah nulis, dan mau up dari kemarin-kemarin, tapi author gak punya kuota..Heheheh