
Sebelum membaca, author mohon dengan sangat, kalian kasih like dongππ» Author heran, sehari hampir mencapai seribu yang baca, tapi yang like dan komen gak adaπͺ Author butuh semangat juga dari kalian dengan cara kalian like, koment, vot ceritanya Authorππ»ππ»
β’β’β’β’β’β’
Happy reading
"Kita sebagai sahabat nya Ara, harus berusaha balikin semangatnya Ara. Balikin Ara nya kita kaya dulu lagi. Aku gak bisa lihat Ara kaya gini terus menerus, aku ikutan sedih" Ujar Vuta panjang lebar
"Iya Vut, kita juga sedih" Jawab Vani berkaca-kaca
"Ok, kita sepakat ngembaliin semangat Aea ya" Ucap Vita
"Iya" Jawab Vani dan Miko kompak
"Makasih ya, kalian udah perhatian bangat sama Ara" Ucap Axal
"Loo gak perlu makasih sama kita, kita lakuin ini karena kita sayang sama Ara. Sebelum Loo kenal Ara, kita duluan kenal dia. Jadi kita gak mau Ara terlalu larut dalam kesedihannya" Jawab Vita panjang lebar
"Iya" Jawab Vani dan Miko kompak lagi
"Pokoknya makasih banyak" Ucap Axal
"Serah loo aja deh" Jawab Vita malas.
"Gue tinggal ya" Pamit Axal dan pergi meninggalkan Sahabat-sahabat nya Ara.
*******
*Rooftop*
Sedangkan di tempat lain tepatnya di rooftop sekolah, seorang remaja duduk termenung sendiri.
"Grandmom" Lirih Ara sambil berkaca-kaca
"Kenapa ninggalin Ara secepat ini? Ara pingin ikut Grandmom, ajak Ara Grandmom" Ucap Ara, dan dia tak dapat lagi membendung air matanya.
Sudah dari tadi Ara menangis berdiam diri di rooftop, tak ada satupun yang tahu Ara ada di sini. Hanya Axal yang tau di mana biasanya Ara menyendiri kalau lagi sedih, tapi sekarang Axal belum mencari Ara ke atas. Dia masih mencari-cari Ara di kelas dan di toilet.
"Munkin Ara lagi disana" Ucap Axal langsung pergi mengingat tempat yang akan di datangi Ara kalau lagi sedih
Dan sekaran Axal sudah ada di belakang Ara, dia melihat betapa kacaunya pacar kesayangannya sekarang ini. Dia merasakan hatinya nyeri, jantung seakan di hujam ribuan paku kala melihat keadaan Ara.
"Sayang" Panggil Axal ke Ara sambil memegang bahu Ara, tapi Ara tak bergeming. Mike ikut duduk di samping Ara .
"Yank, udah dong, gak usah sedih. Ikhlasin kepergian Grandmom ya" Ucap Axal sambil menangkup kedua pipi Ara dan mengusap air mata Ara menggunakan ibu jari.
"Aku sedih lihat kamu kaya gini, kamu sekarang udah kurus banget" Ucap Axal masih memegang kedua pipi Ara
"Udah ya Sayang" Ucap Ara memohon sambil memelas, Ara hanya menutup kedua matanya
"Aku sudah seperti kehilangan kamu, kamu udah gak mau bicara sama aku, kamu ngejauhin aku, seakan aku yang salah, seakan aku yang udah buat Grandmom pergi" Ucap Ara mengungkapkan isi hatinya sambil berkaca-kaca.
Sesungguhnya Axal sangat sedih karena Ara menjauhinya, seakan karena dia semua ini terjadi.
"Bukan gitu Kak" Jawab Ara membuka suara sambil sesegukan
"Terus gimana? Stop diamin Kakak Dek, Kakak gak sanggup" mohon Ara
"Maafin Adek" Jawab Ara dan langsung memeluk Mike dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Mike
Oh iya, Author lupa kasih tau.. Ara dan Axal sepakat untuk manggil satu sama lain dengan sebutan Kakak Ade ya, munkin setelah nikah ada perubahan lagi dalam penyebutan nama...Heheheh
"Udah ya" Ucap Ax sambil mengusap belakang Ara dan di jawab anggukan kepala oleh Ara
"Sini lihat Kakak!" Pinta Axal, dan Ara mendongakkan kepalanya
"Berhenti nangisnya, Adek gak sendiri. Ada Kakak yang selalu ada buat Ade, ada Ayah Bunda, Mama Papa, Abang, Lexa dan Sahabat-sahabat Adek yang sayang sama Ade. Ade gak sendiri kok" Ucap Axal panjang lebar dan di jawab Anggukan kepala oleh Ara
"Makasih ya Kak, dan maaf" Ucap Ara merasa bersalah sambil memeluk Axal
"Udah, gak apa-apa" Jawab Axal melepaskan pelukan Ara pelan, dan menempelkan dahi mereka. Ara menutup matanya pelan, tak lama dia merasakan benda kenyal menyentuh keningnya. Hanya sampai disitu, tak ada yang lebih.
"Kita turun ya" Ajak Axal pelan dan dapat anggukan kepala dari Ara, setelah itu mereka berdiri dan beranjak dari rooftop.
"Kita ke kantin ya, kamu pasti belum makan" Ucap Axal
"Tapi Adek gak lapar Kak" Jawab Ara manja
"Udah, gak ada tapi-tapian" Ucap Axal dan mengajak Ara ke kantin.
Kebetulan hari ini jam pelajaran kosong, tapi guru-guru tak menyuruh mereka beranjak dari sekolah.
*Kantin*
sampainya di kantin Axal memesan satu piring nasgor dengan porsi jumbo
"Kenapa pesan sepiring? Banyak lagi" Tanya Ara heran
"Makan berdua" Jawab Axal sambil tersenyum manis dan mengusap kepala Ara dan di jawab anggukan kepala oleh Ara tanda mengerti
15 menit mereka menunggu, akhirnya pesanan Axal jadi dan langsung di antar ke meja Ara dan Axal.
"Makasi Buk" Ucap Axal kepada Ibu Kantin
"Sama-sama Den, Ibu permisi dulu" Ucap Ibu Kantin dan pamit ke balakang
"Mari makan Tuan putri, aaaa" Ucap Axal sambil menyodorkan sendok berisi nasgor ke mulut Ara
"Udah, Kakak suapin ya" Pinta Axal dengan senyuman dan di Jawab anggukan kepala oleh Ara sambil tersenyum juga
"Ayo buka mulutnya! aaaaa" Pinta Axal lagi dan Ara membuka mulutnya menerima suapan dari Axal.
"Sekarang giliran Kakak, Adek yang nyuapin" Pinta Ara mengambil sendok di tangan Axal
"Aaaaaa" Ucap Ara sambil menyuapi Axal
Banyak siswa yang menyaksikan ke uwuan kedua sejoli yang baru baikan itu. Ada yang senang melihat mereka baikan, ada yang iri, dan ada juga yang gak suka. Siapa lagi kalau bukan cewek-cewek yang mengagumi babang tamfan yang bernama Axal...Hehehe
Dan Vita yang akan menuju toilet, melihat mereka berdua. Kebetulan toilet melewati kantin, jadi Vuta melihat Axal dan Ara yang sedang makan. Vuta buru-buru ke toilet menuntaskan panggilan alam, dan segera menuju kelas menghampiri Vani dan Miko
*Kelas*
"Guys" Teriak Vita
"Apa sih Vit, jangan teriak-teriak" Ucap Starla
"Hust, diam" Ucap Vita sambil menaru telunjuk nya di bibir Stala, sedangkan Starla hanya meberenggut kesal. Tapi Vita tak menghiraukan Starla, dia langsung pergi ke tempat sahabat-sahabat nya.
"Guys, tau gak" Ucap Vuta
"Gak tau lah, Loo kan belum kasih tau" Potong Miko
"Makanya dengar dulu, jangan di potong" Ketus Vita
"Kalem baby" Ucap Miko sedangkan Vita bergidik geli
"Udah-udah" Lerai Vani
"Kamu mau ngomong apa Vit?" Tanya Vani penasaran
"Ara sama Axal udah baikan" Jawab Vita bahagia
"Serius?" Tanya Mereka kompak
"Duarius" Jawab Vuta sambil mengangkat dua jarinya berbentuk 'V'
"Kamu tau dari mana?" Tanya Miko belum percaya
"Aku lihat sendiri, mereka sekarang di kantin" Jawab Vita
"Kita kesan yuk" Ajak Miko antusias dan langsung berdiri
"Et-et, tunggu dulu" Cegat Vuta sambil menahan tangan Miko
"Kenapa sih?" Tanya Miko heran dan di anguki Vani
"Biarin mereka hambisin waktu mereka berdua dulu, kita jangan ganggu mereka" Ucap Vita menjelaskan
"Iya juga ya" Jawab Vani membenarkan
"Ya udah deh" Ucap Miko dan langsung duduk
"Nanti kita main ke rumah Ara" Putus Vuta dan di jawab anggukan kepala antusias oleh Vani dan Miko
Kembali ke Ara dan Axal
*Kantin*
20 menit mereka menghabiskan sepiring nasi yang porsi jumbo itu.
"Makasih ya Kak" Ucap Ara setelah minum Air
"Untuk?" Tanya Axal
"Makasih Kakak sabar nungguin Ade" Jawab Ara berkaca-kaca
"Udah, gak usah di bahas. Lupain yang udah berlalu, yang penting Adek udah mau bicara sama Kakak" Ucap Axal sambil menggenggam tangan Ara sambil mengelus nya lembut
"Yuk kita pergi" Ucap Axal bediri tak melepaskan genggamannya
"Kemana?" Tanya Ara
"Ke kelas atau ke taman" Ucap Axal
"Ke taman aja deh" Jawab Ara memutuskan
"Ya udah" Ucap Axal sambil berlalu meninggalkan kantin Tapi masih tak melepaskan genggamannya, orang-orang yang melihatnya sangat iri.
β’
β’
β’
β’
β’
β’
To Be Continued
Ada ide gak dari kalian part selanjutnya kaya gimana? Butuh sarannya πππ