Arabela'S Love Story

Arabela'S Love Story
(Arabela & Mike) And



PENGHIANATAN


Di pagi hari yang cerah ini, matahari bersinar dengan terang menerobos masuk kedalam kamar mengenai mata gadis cantik yang sedang tertidur pulas. Gadis itu kemudia menggeliat, karena matanya silau karena matahari. Dia bangun langsung menyambar handuk yang tergantung di kamarnya, dan segera lari kedalam kamar mandi, karena sekarang menunjukkan pukul 06.00. Setelah selesai mandi, dia mengganti pakaian menggunakan pakaian sekolahnya, dan memoles sedikit bedak bayi ke wajahnya. Setelah itu dia langsung turun kebawah untuk sarapan pagi.


"Pagi Yah, pagi Bund, pagi Kakak ku sayang" Sapa Ara kepada Ayah, Bunda, dan Kakaknya, sambil mencium pipi ke tiga orang yang berada di ruang makan.


"Pagi Sayang/Honey" Jawab mereka kompak


Kemudian dia langsung duduk, dan makan nasi goreng yang sudah di siapkan. Setelah selesai sarapan, dia langsung pamit pergi ke sekolah menggunakan mobil sport miliknya.


20 menit kemudian, dia sampai di parkiran sekolah, tepat jam 07.00 15 menit lagi jam masuk kelas. Dia bernapas lega, karena belum terlambat. Selang berapa detik, mobil Tina sampai di parkiran sekolah, dan dia langsung menghampiri Tina.


"Hai Tin" Sapa Ara ke Tina


"Hai" Jawab Tina


"Loo baru dateng juga Ra?" Tanya Tina kepada Ara, karena setahunya Ara orang yang paling rajin datang pagi ke sekolah


"Hehehe,,,iya Tin. Kesiangan gue" Jawab Ara sambil nyengir


"Kenapa?" Tanya Tina kepo


"Keasikan banya novel, sampe lupa waktu, jadi kesiangan deh bangunnya. Heheheh" Ujar Ara sambil nyengir kuda dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"Dasar, kebiasaan loo" Jawab Tina


"Ya udah yuk, kita masuk. Keburu bell nanti" Ajak Tina dan di anguki oleh Ara


Mereka pun masuk kedalam kelas. Sampainya mereka di kelas, bell masuk pun berbunyi, dan guru Mata pelajaran hari ini masuk dan langsung memberi salam dan menjelaskan materi mereka hari ini. (Bla-bla-bla)


Kring....kring.... kriiiing....


Bell Istrahat pun berbunyi, dan pelajaran telah selesai. Seluruh Siswa-siswi berbondong-bondong keluar kelas untuk segera ke Kantin. Sedangkan Ara, Nova, dan Vita tetap berada di dalam kelas karena mereka belum lapar dan juga malas untuk keluar...


"Cieee, yang lagi chattan sama Doi senyum-senyum bae" Goda Ara ke Nova, karena dari tadi Nova Senyum-senyum sendiri.


"Paan sih Ra?!" Ucap Nova malu-malu


"Ngaku aja deh, gak usah malu. Udah kaya ama siapa aja. Aku lo Va, sahabat loo, bukan orang lain" Ucap Ara ke Vina, karena dia sangat penasaran.


"Ra, sini deh" Ucap Vita tanpa mengeluarkan suara, hanya saja memberi isyarat kepada Ara untuk mendekat


"Kenapa Vit? Tanya Ara setelah duduk di samping


"Kayaknya gue tau siapa yang lagi chattan sama Nova" Ucap Vita


"Siapa? Mike ya?" Tanya Ara tersenyum getir, dan di jawab anggukan kepala takut-takut oleh Vita.


"Lo gak papa kan Ra?" Tanya Vita memastikan sambil menggenggam tangan Ara, karena dia takut Ara sakit hati atas perbuatan Vina dan juga Mike


"Gak Papa kok Vit, munkin mereka cuma Chatting-an biasa. Kan mereka juga sahabatan bangat, jadi gak usah Souzon" Ujar Ara kepada Vita. Karena Ara sangat percaya kepada Mike dan Vina kalau mereka berdua tak munkin nenghianti Ara.


"Udah, biarin aja. Ntar gue tanya sama mereka berdua" Putus Ara


Beberapa menit setelah mereka membahasa Vina dan Mike, bell masuk pun berbunyi dan guru mata pelajaran selanjutnya sudah masuk kedalam kelas dan menjelaskan materi untuk hari ini. Beberapa jam menyelesaikan beberapa mata pelajaran, mereka langsung berhamburan keluar kelas untuk segera pulang ke rumah masing-masing


"Vin tunggu, malam nanti kita makan malam ya. Ada yang gue mau omongin ama loo. Jangan lupa datang di Cafe bokap gue yaa!" Ajak Ara, karena ada hal yang ingin dia bahas


"Gue pulang dulu, bayy" Pamit Ara sambil melambaikan tangannya


"Kira-kira Ara mau ngomong apa ya? Kok gue jadi takut gini ya. Ahh, udah lah. Munkin cuma mau curhat" Gumam Vina dalam hati ambil berlalu pergi menuju ke mobilnya, karena Novi sudah menunggunya dari tadi.


Malam pun tiba, Ara sudah duduk di kursi Cafe sambil menunggu Vina juga Mike, karena dia pingin menanyakan tentang hubungan mereka berdua.


Beberapa menit kemudian Mike sampai dan di susul oleh Vina.


"Silahkan duduk, dan pesan dulu makan dan minum kalian. Ntar selesai makan, ada yang pingin gue tanyain" Jelas Ara kepada mereka dengan wajah datarnya


"Kira-kira Ara mau bahas apa ya" Gumam Mike dalam hati


15 menit kemudian, mereka telah selesai dengan makan malam mereka. Dan Ara langsung menyampaikan tujuannya mengajak mereka berdua bertemu


"Gini Mike, Vin, ada yang mau gue tanyain ke kalian berdua" ujar Ara datar


"kalian berdua punya hubungan apa?" Tanya Ara to the point


"Deg" Seketika jantung Vina dan Mike seakan berhenti berdetak, Karena penghianatan mereka berdua di ketahui Ara. Mereka sangat takut kalau Ara sampai marah atau bahkan benci mereka.


"Sekali lagi gue tanya, kalian berdua punya punya hubungan apa?" Tanya Ara sambil menekan kata-katanya


"Apa kalian udah pacaran?" Tanya Ara kepada mereka, tapi mereka tetap diam tak ada yang mau menjawab pertanyaan Ara.


"Jawab! Kalian pacaran tidak?" Bentak Ara dengan muka yang sudah merah padam karena menahan emosi


"I-iya, Kami berdua pacaran" Jawab mereka kompak sambil menundukkan kepala


"Oh, ok. Makasih untuk 2 tahun ini Mike! Satu lagi, makasih juga untuk kejutannya. Semoga kalian berdua bisa bahagia" Ujar Ara dengan wajah datar, tak ada sedikitpun air mata yang jatuh dari mata Ara.


"Gue mohon sama loo Ra, jangan benci kita, jangan marah juga sama kita. Gue sangat mencintai Mike, dan Mike juga cinta sama gue. Kita berdua sama-sama saling mencintai, jadi gue harap loo bisa ngertiin kita berdua" Ujar Vina panjang lebar sambil memohon kepada Ara. Sedangkan Mike, dia diam saja tak mengeluarkan satu kata pun. Tapi dia hanya melihat ke arah Ara yang berekspresi datar dan dingin. Melihat Ara berwajah datar dan dingin, dia merasa sakit di hatinya. Dia menyesali perbuatannya. Tapi nasi sudah menjadi bubur, sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Gue marah? gak kok, gue gak marah sama kalian. Cuma gue sedikit kecewa. Loo Vin, loo tau gue pacar nya Mike, gue sering curhat sama loo, gue sering bagi apa yang Mike kasih ke gue, tapi loo balas semuanya dengan penghianatan. Ohh, thank you Girl" Ucap Ara sinis sambil menatap Vina


""Dan lo Mike, loo tau gue sama Vina sahabatan, loo tau juga Vina udah gue anggap kaya Ade gue sendiri, terus loo selingkuh dengan dia? wow, perlu di beri tepuk tangan" Ujar Ara sinis sambil bertepuk tangan


"Gue iri sama loo Ra, loo dapat cowok sebaik Mike, dan Mike juga sangat perhatian sama loo, jadi gue pengen bangat ngerasain jadi loo. Dan loo juga harus sadar diri, Mike kaya gini itu gara-gara loo, loo yang selalu pingin menang sendiri dan-"


"Cukup Vin" Ucapan Vina tak berlanjut karena langsung di bentak oleh Mike, dia gak mau Ara sakit hati dengan semua perkataan Vina


"Ya,, ya.. Gue tau gue egois, gue tau gue pingin menang sendiri. Tapi kan itu memang sudah jadi kodratnya seorang wanita, wanita itu selalu benar" Jawab Ara sambil tersenyum sini


"Udah, gue cape, gue mau istirahat. Gue pulang duluan, kalian hati-hati di jalan nanti. Dan makasih untuk sakit yang kalian berikan. Permisi" Pamit Ara


"Tunggu, satu lagi. Mike, gue minta putus" Ucap Ara dan langsung berlalu, dia malas melihat wajah orang-orang yang sudah mengkhianatinya


jantung Mike seakan berhenti berdetak, dadanya sesak. Seakan terkena hantaman yang sangat keras.







To Be Continued


***Hi para reader nya author, cerita Ara dan Mike sampai sini ya! Nantikan kembali kisah Ara dan orang lain lagi. Semoga kalian suka dengan cerita selanjutnya...


Happy reading guys 🥰😘***