
Dari arah tak jauh dari Ara DKK, ada Mike dan Vina berjalan mendekati mereka. Sampainya di dekat Meja Ara DKK, Vina mengeluarkan suaranya.
"Boleh gabung gak?" Tanya Vina kepada mereka, seketika orang yang berada di meja itu terdiam dengan ekspresi masing-masing.
"Boleh, silahkan duduk" Ucap Vani mempersiapkan, Vina langsung duduk sambil menarik Tangan Mike untuk duduk di samping
"Gue duluan ya" Pamit Ara ke mereka
"Loo masih marah Ra?" Tanya Vina, sedangkan Mike melihat Ara dengan ekspresi wajah yang sedih. Dia sedih karena sikap Ara kemereka menjadi dingin, pasalnya Ara jika bersama mereka akan sangat hangat.
"Gak kok, gue cuma lagi ada urusan aja. Dluan ya" Jawab Ara sekalian pamit dan langsung berlalu meninggalkan kantin
"Buk" Ara berjalan sambil menunduk, sampai-sampai dia tak memperhatikan jalannya
"Eh, maaf-maaf" Ara meminta maaf kepada orang yang telah di tabrakanya.
"Kami Ra, gak ada hari ya gak nabrak aku" Ucap Axal sambil bercanda
"Heheheh, maaf Al" Ara terkekeh sambil meminta maaf
"Gak papa, aku cuma becanda kok" Ucap Axal
"Dari kantin Ra?" Tanya Axal basa-basi
"Eh, iya nih" jawab Ara
"Ke kantin lagi yuk, aku lapar. Temani ya" Mohon Axal
"Ya udah Al" Ara memanggil Axal dengan sebutan Al ya, beda dengan yang lainnya.
*Kantin*
"Kita duduk dimana Ra?" Tanya Axal sambil mencari-cari bangku yang kosong
"Di sana aja" Tunjuk Ara dan di jawab anggukan oleh Axal, setelah itu mereka menuju meja yang masih kosong.
"Eh, itu Ara kok sama Axal siswa baru itu" Heran Vina
"Biarin aja, toh Gak ada yang marah Ara jalan sama siapa aja" Ucap Vita datar
"Tadi kan katanya Ara ada urusan, masa udah selesai aja" Ucap Vina lagi memprovokasi Ara
"Biarin aja Napa, Loo sibuk amat soal urusan Ara" Ucap Miko tak suka
"Gue kan heran aja, apa siswa baru itu lebih penting ta dari sahabat-sahabatnya" Ucap Vina lagi masih membicarakan Ara, dari sikapnya dia seperti tak suka dengan Ara
"Loo kenapa sih Dek? Dari tadi ngomongin Ara Mulu, Loo gak suka ya sama dia? Loo iri?" Tanya Vani mulai jengah dengan kelakuan adik kembarnya itu
"Bukan gitu kak" Elak Vina
"Terus apa?" Tanya Miko sinis
"Gi--"
"Cukup Vin, cukup" Bentak Mike, dia sudah tak tahan lagi dengan kelakuan Vina, dia dari tadi diam aja bukan gak peduli, hanya saja dia masih melihat sejauh mana Vina mencari-cari kesalahan Ara
"Kok kamu bentak aku sih yank" Tanya Vina tak tak terima
"Akh" Teriak Mike dan langsung meninggalkan Sahabat-sahabat nya
"Yank" Teriak Vina, tapi tak di gubris oleh Mike
"Mike" Teriak Vina lagi dengan kesal
"Akh, ini semua gara-gara Ara" Ucapnya kesal
"Loo apa-apa an sih Vin? Loo itu kenapa sih kaya benci gitu sama Ara? Harusnya yang marah dan benci itu Ara, bukan malah sebaliknya. Disini kaya Loo deh yang tersakiti, padahal kan sebaliknya" Ucap Vita panjang lebar dengan marah
"Au ah, gue duluan" kesal Vina dan berlalu
"Vina makin lama makin bertingkah ya, gue gak nyangka Vina aslinya kaya gitu" Ucap Vita heran
"Maafin Adek gue ya guys" Ucap Vani merasa bersalah
"Udah, gak usah di bahas lagi. Kita gak marah kok sama Loo" Ucap Miko menenangkan, dan di angguki oleh Vita
"Tapi kelihatannya Ara sama Axal udah kaya orang udah lama kenal ya" Ucap Vani sambil melihat ke arah dua sejoli yang sedang bercakap-cakap sambil tertawa
"Iya juga ya" Timpan Vita membenarkan
Sedangkan di sisi Axal dan Ara, mereka tak menghiraukan orang-orang yang sedang melihat ke arah mereka. Mereka melah asik dengan dunia mereka, seakan yang di kantin hanya botol atau patung yang tak bernyawa...Heheheh
"Ra, kita ke taman yuk" Ajak Axal setelah meneguk minumannya, karena dia telah menyelesaikan makan siangnya
"Yuk" Jawab Ara sambil berdiri dan berlalu meninggalkan kantin
"Eh, eh, ikutin Kuy" Ajak Miko, pasalnya dia sangat penasaran soal kedekatan Ara dan Axal
Sampainya di Taman, Axal dan Ara mencari tempat yang kosong dan tak ada orang yang menggangu
"Lasehan yuk" Ajak Ara dan di angguki Axal
Sedangkan dari jauh, ada Vina yang melihat Axal dan Ara sedang duduk di taman berdua. Akhirnya dia mendekati mereka berdua
"Eh, ada Ara sama Axal" Ucap Vina sambil berdiri di depan mereka, sedangkan Ara dan Axal hanya mendongakkan kepalanya
"Gue lihat-lihat, semenjak Loo kenal Axal, Loo udah lupa Sahabat-sahabat Loo ya Ra" Ucap Vina menjelekan Ara
"Maksud Loo?" Tanya Ara tak mengerti
"Ya gini, ada Axal Loo ninggalin Sahabat-sahabat Loo di kantin, katanya Loo ada urusan, eh taunya malah bareng cowok. Cowoknya baru Loo kenal lagi" Ucap Vina panjang lebar sambil tersenyum sinis, seketika Ara berdiri di depan Vina sambil menundukkan sedikit kepalanya, karena Vina lebih pendek dari Ara.
"Maksud Loo ngomong gitu apa?" Tanya Ara datar
"Loo bahkan lupa sama pacar Loo" Vina tak menjawab, malah melanjutkan ucapannya masih dengan menyudutkan Ara
"Siapa pacar gue?" Tanya Ara kaget, pasalnya dia sekarang jomblo gara-gara wanita yang ada di depannya ini
Tak jauh dari mereka bertiga dari arah kiri, ada sahabat-sahabat mereka, sedangkan dari arah kanan ada Mike melihat aksi dari Vina di luar dugaan.
"Mike" Jawab Vina lantang
"Ohh, Mike ya?" Tanya Ara sambil tersenyum sinis
"Kelihatannya perempuan ini mau jelek-jelekin Ara di depan gue" Batin Axal sambil melihat Vina
"Iya, siapa lagi?" Tanya Vina sinis
Sedangkan Mike yang melihat kelakuan Vina sangat kesal sambil menggepalkan tangannya kuat, dan wajahnya sudah merah padam.
"Maksud Vina ngomong gitu apa?" Bukan Mike berbica, tapi Miko yang dari arah berlawanan
"Iya, gue udah gedek banget sama Adek gue tuh" Ucap Vani kesal
"Samperin yuk" Lanjutnya lagi dan langsung menghampiri mereka di susul Vita dan Miko
"Bukannya Loo yang pacarnya Mike ya? Hasil rebut dari sahabat Loo sendir" Ucap Miko
Skak-mat
Vina terdiam seketi atas ucapan Miko yang datang tiba-tiba itu
"Gak usah ikut campur deh Loo" bentak Vina menyembunyikan ketakutannya
"Loo apa-apa an sih Vin, sama sahabat Loo sendiri Loo gitu amat sih, gue gak nyangka" Ucap Vita dingin
"Loo juga gak usah ikut campur, ini urusan gue sama Ara, bukan sama loo" bentak Vina tak terima di keroyok
"Dek, Loo kenapa sih?" Bentak Vani
"Diam Loo Kak" Vina tak kala membentak Vani
"Loo jangan ngebentak Vani juga dong, Adek durhaka Loo" Ucap Vita tak terima sambil mendorong bahu Vina
"Plak" Vina kesal langsung menampar Vita
"Plak" bukan Vita yang membalas, melainkan Ara. Karena dia sudah kesal banget dengan kelakuan Vina yang di luar batas
"Kenapa Loo nampar gue Ra?" Bentak Vina tak terima
"Loo pantas dapetin itu" Bentak Ara
"Loo" Vina mengangkat tangannya ingin membalas Ara, tapi tangannya langsung di tahan
•
•
•
•
•
To Be Continued
Hai para reader kesayangan, maaf ya banyak dramanya. hehehehe
Soalnya author hanya kepikiran itu, gak ada topik lain yang nyangkut ke otak😁😁
Semoga kalian suka ceritanya author, jangan lupa dukung author ya. Vot-nya jangan lupa, agak gak ketinggalan ceritanya, jangan lupa juga tinggalin jejak di komentar dan like agar Author tambah semangat🥰🥰