Arabela'S Love Story

Arabela'S Love Story
Malam Itu (Arabela & Axal)



Satu Minggu berlalu, karena kejadia malam itu, hubungan Ara dan Axal mulai ada jarak. Ara juga sudah jarang berkumpul dengan sahabat-sahabatnya, kini hari-hari Ara tak di hiasi dengan keceriaan lagi, yang ada hanya kesedihan.


Sahabat-sahabat Ara juga bingung dengan sikap Ara yang berubah 180° dari Ara yang biasanya, setiap di tanya, pasti dia jawab "tidak ada apa-apa. Seperti sekarang ini, sahabat-sahabatnya berusaha bertanya tentang masalah Ara.


"Ra, kamu beberapa hari ini kenapa?" Tanya Vita


"Iya Ra, gak biasanya kamu kaya gini" Timpal Miko


"Iya, semenjak kamu pulang dari luar Negri, kamu diam terus. Dan berusaha menjauh dari kita, apalagi aku lihat kamu sama Axal mulai menjauh" Lanjut Vani panjang lebar menimpali perkataan Vita dan Miko.


"Aku gak papa kok" Jawab Ara singkat


"Gak papa gimana sih, jelas bangat dari wajah kamu kalau kamu itu lagi nyembunyiin sesuatu dari kita" Ucap Miko menaikan suaranya beberapa oktaf


"Kalau aku bilang gak papa, ya gak papa. Kok kalian maksa sih" Jawab Ara gak kalah juga


"Udah-udah, kok kalian malah jadi ribut" Ucap Vita menengahi


"Aku tinggal dulu" pamit Ara


"Ara kenapa sih, semenjak pulang dari luar negeri sikapnya benar-benar berubah. Dia jadi dingin sama kita" Ujar Vani merasa heran dengan perubahan Ara


"Iya, munkin dia lagi ada masalah. Cuma dia belum mau cerita sama kita, kita tinggal tunggu waktu nya aja" Jawab Vita memberi pengertian


"Ya udah" Jawab Miko dan Vani kompak


"Kantin Yuk" Lanjut Vani dan di jawab Anggukan oleh mereka


Sampainya di kantin, mereka memilih duduk di pojokan untuk makan dan membicarakan tentang Ara dan Axal.


"Eh, ada gak kalian yang punya nomor Adiknya Axal?" Tanya Vita ke Sahabat-sahabat nya.


"Aku ada" Jawab Miko


"Mana, gue minta" Pinta Vita ke Miko


"Buat apa sih?" Tanya Miko penasaran


"Ntar kalian bakal tau juga, cepetan mana" Ucap Vita sambil meminta nomor Adiknya Axal lagi


"Tunggu, nih 0821********" Ucap Miko sambil membaca nomor Lexa adiknya Axal


"Ok, thanks" Ucap Vita setelah itu dia langsung menghubungi adiknya Axal


"Tuut, tuut, tuuut" Sambungan tersambung, tapi tak ada jawaban dari seberang


"Kok gak di angkat sih" Kesal Vita


"Sabar Vit, munkin karena nomor baru, jadi gak di angkat" Ucap Vani


"Ya udah, aku aja yang nelpon" Ucap Miko


"Tuuuuttt, tuuuuttt" Suara sambungan telepon


"Halo, Assalamualaikum" Ucap orang di seberang


"Halo Al" Ucap Miko ke Lexa


"Balas salam dulu Napa" Protes Lexa dari seberang


"Hehehehe,, maaf. Waalaikumusalama" Ucap Miko sambil cengengesan


"Nah, gitu kan bagus" Ucap Lexa


"Kenapa Kak?" Tanya Lexa ke Miko


"Eh, gini Al, Vita mau ngomong sama kamu" Ucap Miko menjelaskan maksudnya


"Oh, mana kak?" Tanya Lexa


"Halo Al, ini Vita" Ucap Vita setelah dia menerima HP dari Miko


"Iya Kak, kenapa?" Tanya Lexa ke Vita


"Gini Al, kita mau tanya soal Axal dan Ara ke kamu" Ucap Vita menyampaikan maksud nya menghubungi Lexa


"Kenapa Kak sama Ara dan Bang Axal?" Tanya Lexa penasaran


"Gini, akhir-akhir ini Ara sama Axal kaya ada jarak gitu, gak tau kenapa. Kira-kira kamu tau gak?" Tanya Vita


"Maaf Kak, aku gak tau. Udah lama juga Ara gak kesini, padahal kan mereka berdua udah lamaran" Ucap Lexa menjelaskan


"Apa Al, lamaran?" Kaget Vita, sedangkan Vani dan Miko juga ikutan kaget atas ucapan Vita


"Iya Kak" Jawab Lexa


"Tapi kenapa mereka malah menjauh?" Tanya Vita heran


"Gak tau Kak, Mama Papa di tanyain gak ada yang mau jawab, apalagi Bang Axal diam Mulu dia di rumah. Bikin tambah penasaran aja, tapi gak ada yang mau cerita sama Aku" Ucap Lexa panjang lebar dengan nada malas


"Kok gitu" Tanya Vani heran, Vani dan Miko mendengar penjelasan Lexa, karena Vita sudah menekan lotspiker (benar gak sih tulisannya? Heheheh)


"Gak tau" Jawab Lexa sambil mengangkat bahu nya acuh, padalah Vita dan yang lainnya gak bakal lihat dia


"Kita harus tanya hal ini ke Axal, pasti dia tau" Ujar Vani


"Iya, tapi cari waktu yang tepat" Jawab Vita dan di jawab anggukan kepala oleh mereka


"Kring....kriiing....kring" Bell masuk telah berbunyi, seluruh siswa masuk kedalam kelas masing masing


"Yah, baru juga ngobrol dikit, udah masuk aja" Ujar Vani ngeluh


"Udah, sabar" Jawab Miko mengusap punggung Vani


"Eh, Al. Udah dulu ya, kita udah masuk" Ucap Vita


"Iya Kak, bay" Ucap Lexa dari seberang, dan sambungan telepon terputus


"Yuk masuk" Ajak Vani dan di jawab anggukan kepala oleh mereka


Seminggu telah berlalu, tapi sikap Ara masih tetap sama ke mereka semua, gak ada perubahan nya. Sahabat sahabat nya Ara mulai greget dengan sikap Ara, mereka sudah tak tahan lagi. Akhir nya mereka semua memberani kan diri untuk bertanya ke Axal. Kebetulan mereka melihat Axal lagi duduk di bangku taman sendirian.


"Xal" Teriak Vani, dan Axal hanya berbalik dan mengangkat alis nya pertanda 'apa?' mereka pun menghampiri Axal yang sedang duduk sendirian


"Ada yang mau kita tanyain sama loo" Ujar Vani To the point


"Apa?" Tanya Axal datar


"Sebenar nya loo sama Ara kenapa sih?" Tanya Vani


"Gak lagi ada masalah apa-apa" Jawab Axal dingin


"Loo gak usah bohong deh sama kita Xal, udah jelas bangat kalian lagi ada masalah" Ujar Vani emosih


"Ya emang gue sama Ara gak lagi ada masalah, tapi Ara lagi kehilangan orang yang paling dia sayang" Jawab Axal sedih


"Maksudnya gimana sih?" Tanya Vita tak paham


"Gini ya.."


Flashback On


Malam pun tiba, kini dua keluarga yang akan menyatu itu sekarang berada di restoran milik keluarga Vitra Arsenio Alberto, yaitu sahabat Ara. Karena Restoran itu adalah restoran yang sangat bagus di kota tersebut.


Keluarga Vitra memiliki usaha di bidang Kuliner, mereka memiliki Cafe dan juga restoran di berbagai daerah dan juga di beberapa Negeri. Pusatnya ada di Negara XX, di negara ini hanya cabang pertama.


Kembali ke Ara dan Axal


"Alangkah baiknya kita pesan makanan dulu, setelah makan baru kita membicarakan rencana kita" Ucap Ayah nya Ara dan di jawab anggukan oleh mereka semua


Dreett...dreeet...dreeet...


Baru juga mereka memesan makanan, ada panggilan masuk di HP milik Bunda nya Airin.


🚪Bunda "Halo"


🚪+3100xxxxxxxxxx "(.........)"


🚪Bunda "Apa?" Teriak Bunda histeris


Plaakkkk "Bunyi HP jatuh"


"Mom, Hiks...Hiksss...Hiksss....Mom" Tangis bunda pecah mendengar kabar dari seberang


"Bund, Bunda kenapa?" Tanya Ara khawatir


"Iya Bund, Bunda kenapa? Tenang dulu, coba bicara sama Ayah ada apa?" Tanya Ayah lembut


"Mom, Yah, Mom... Hiks...Hiksss...Hiksss" Jawab Bunda masih dengan menangis sambil sesegukan


"Iya, Mommy kenapa?" Tanya Ayah lagi masih dengan lembut


"Mom-Mommy ud-udah gak ada" Jawab Bunda terbata-bata


"Grend Ma" Teriak Ara dan Arkan pecah


"Buuggg" Ara kehilangan kesadarannya


"Ra, bangun Ra" Ucap Axal khawatir sambil membangunkan Ara, tapi tak ada respon dari Ara. Karena dia sangat syok dengan kabar yang dia dengar.


Nenek Ara atau yang sering dia sebut Grend mother itu adalah orang yang paling berarti dalam hidupnya, jadi ketika dia mendapat kabar buruk tentang Neneknya, maka dia yang paling syok dari mereka.


"Kita langsung ke Bandara" Ucap Ayah nya Ara


"Maaf Ya Bro, kita undur dulu rencana kita sampai pada waktu yang tak bisa di tentukan. Karena keluarga saya lagi berduka" Lanjut Ayah Ara memberi pengertian


"Iya, gak papa. Kita ngerti kok, kalian langsung saja ke bandara" Jawab Papanha Axal


"Terimakasih atas pengertiannya" Ucap Ayah Arw


"Gak perlu berterima kasih" Jawab Papanya Axal


"Kamu antar Ara ke Bandara Xal" Lanjut Papanya memberi perintah


"Baik Pa" Jawab Mike


"Aku ikut Bang" Ucap Lexa khawatir


"Udah, kamu disini aja" Ucap Mama nya


"Iya deh" Pasrah nya


"Kita pergi dulu" Pamit Ayahnya Ara


Flashback Off


"Begitu ceritanya, jadi mulai dari situ Ara jadi dingin dan tak tersentuh. Karena Neneknya adalah orang yang paling berarti salah hidup Ara, maka dari itu sikap Ara jadi berubah 180°" Jelas Axal panjang lebar menceritakan kejadian malam itu


"Oh, jadi gitu ceritanya. Kasian juga ya Ara-nya" Ucap Vani sedih


"Iya, aku jadi sedih. Gak kebayang deh gimana syok nya Ara" Jawab Vita menimpali


"Kita sebagai sahabat nya Ara, harus berusaha balikin semangatnya Ara. Balikin Ara nya kita kaya dulu lagi. Aku gak bisa lihat Ara kaya gini terus menerus, aku ikutan sedih" Ujar Vuta panjang lebar


"Iya Vit, kita juga sedih" Jawab Vani berkaca-kaca


"Ok, kita sepakat ngembaliin semangat Ara ya" Ucap Vita


"Iya" Jawab Vani dan Miko kompak


"Makasih ya, kalian udah perhatian bangat sama Ara" Ucap Axal


"Loo gak perlu makasih sama kita, kita lakuin ini karena kita sayang sama Ara. Sebelum Loo kenal Ara, kita duluan kenal dia. Jadi kita gak mau Ara terlalu larut dalam kesedihannya" Jawab Vita panjang lebar


"Iya" Jawab Vani dan Miko kompak lagi


"Pokoknya makasih banyak" Ucap Axal


"Serah loo aja deh" Jawab Vita malas.








To Be Continued


Gimana nih, Ara sama Axal lagi ada masalah. Mereka udah mulai menjauh, ***cepat baikan atau gimana nih???


Jangan lupa dukung terus author nya ya, agar author tambah semangat nulisnya***...