Arabela'S Love Story

Arabela'S Love Story
Berulah Lagi



Kini mereka tiba di taman, banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka. Ada yang senang, ada juga yang gak suka. Kita pasti tau kan, dalam hubungan mereka itu pasti ada yang mendukung, ada juga yang tidak, jadi pintar-pintar nya kita aja bagaimana menjaga hubungan tetap langgeng.


"Kita duduk disini aja ya Dek" Ucap Axal mengajak Ara duduk di bangku taman


"Iya Kak" Jawab Ara


"Eh, tapi kok aku pinginya kita duduk di rumput itu aja ya, kayaknya asik deh" Ucap Ara setelah sepersekian detik mereka duduk di bangku


"Ya udah kita duduk di bawah aja" Jawab Axal menyetujui dan di jawab anggukan antusias oleh Ara


Axal dan Ara berbagi cerita saat-saat mereka tak bersama beberapa waktu kemarin, sedangkan Miko DKK sekarang menuju kantin untuk menyusul Axal dan Ara.


"Kenapa kita malah nyusulin mereka sih? Kan tadi udah aku bilang gak usah, biarin mereka berdua dulu" Ucap Dita kesal


"Udah deh Vit, waktunya itu udah lama Loo, jadi sekarang kita temuin mereka, aku udah kangen loh sama Ara yang hangat, emang Loo nya gak kangen apa?" Jawab Vani di akhiri dengan pertanyaan


"Ya, kangen lah" Jawab Vita


"Ya, makanya itu kita susulin mereka. Bukan Vani yang menjawab, melainkan Miko.


"Eh, ada yang udah gak di anggap sahabat juga nih" Sindir siswi yang berpapasan sama mereka


"Maksud Loo apa sih?" Geram Vita


"Merasa ya, kalau situ udah gak di anggap lagi" Sinis siswi itu


"Eh, jaga omongan Loo ya" Ucap Vita emosi dan langsung maju beberapa langkah di depan siswi itu


"Udah, gak usah di ladenin orang gak tau diri kaya dia" Sinis Miko


"Loo laki kaya cewek juga ya, mulutnya lemes bener" Ucap siswi itu tak kalah sinis


"Kalau bukan cewek, udah gue gampar mulut Loo tuh" Geram Miko tak terima di katain


"Dih, takut" Ucapnya pura-pura takut


"Loo apa-apaan sih Dek?" Ucap Vani marah


Yaps, siswi itu adiknya Vani, siapa lagu kalau bukan Vina si PECOKOR (Perebut Cowok Orang) yang gak tau diri itu..


"Loh, kenapa? Emang benar kan?" Tanya Vina tersenyum sinis


"Loh ya" Geram Vani


"Apa? Mau marah? Gue gak takut" Tantang Vina menyebalkan


"Udah, gak usah di ladenin orang sinting" Ucap Vita lalu meninggalkan mereka


"Eh, tunggu Vit" Ucap Miko mengejar Vita dan di susul oleh Vani


"Dih, marah. Beneran juga, makanya marah...Hahaha" Ucap Vina tertawa dan langsung meninggalkan tempat itu juga berlawanan arah dengan Miko DKK


Kita ke Miko DKK yaaa...


"Maaf ya Van sebelumnya" Ucap Miko


"Kenapa?" Tanya Vani heran


"Pokoknya maaf" Ucap Miko lagi


"Iya deh, terserah Loo aja" Ucap Vani malas


"Gue gedek bangat sama Vina, sumpah" Ucap Miko benggebu


"Iya, gue juga malas banget sama tuh anak" Ucap Vita menimpali ucapan Miko


"Gue juga sebenarnya kesel banget sama dia, tapi mau gimana pun dia tetap Adek gue" Ucap Vani lirih


"Sabar ya Van" Ucap Vita mengelus punggung Vani


"Iya, gak papa" Ucap Vani sambil tersenyum


"Terus Bonyok Loo tau kelakuan Vina begitu?" Tanya Miko penasaran


"Mereka gak tau" Jawab Vani


"Udah, gak usah di kasih tau. Ntar nyokap Loo kepikiran lagi" Ucap Vita memberi saran


"Iya, gue gak bakal ngasih tau" Ucap Vani sambil tersenyum getir


"Eh, tunggu dulu. Mereka mana? Loo bohong ya Vit" Ucap Miko setelah mereka sampai di kantin, tapi tak melihat Ara dan Axal di tempat mana pun


"Gue gak tau juga, tadi ada kok, suer deh" Ucap Vita sambil mengangkat tangannya dan jarinya di bentuk "V"


"Terus mereka kemana?" Tanya Miko dan di angguki Vani


"Gak tau, udah pindah kali" Jawab Vita


"Eh, dek, kamu lihat Ara sama Axal gak?" Tanya Vani ke adik kelas mereka


"Oh, tadi aku lihat mereka ke arah taman deh Kak" Jawab Adik kelas itu


"Oh, makasih ya" Ucap Vani


"Iya Kak, sama-sama. Aku tinggal ya kak" Ucapnya pamit


"Yuk, kita susul" Ucap Vani mengajak mereka


"Kita gak ganggu apa?" Ucap Vita tak enak hati


"Dasar Loo, gak bisa lihat teman bahagia dikit" Ucap Vita sambil memukul bahu Miko


"Sakit Vit" Ucap Miko sambil meringis


"Halah, lebay Loo" Ucap Vita memukul lagi bahu Miko sambil tertawa


"Sakit beneran loh Vit" Ucap Miko


"Laki gak sih Loo?" Tanya Vita sambil menaikkan sebelah alisnya


"Ya laki lah" Protes Miko


"Laki, tapi lemah banget" Ejek Vita


"Berisik banget sih kalian berdua" Ucap Vani geram, pasalnya dia merasakan hati yang panas melihat kedekatan Miko dan Vita


"Loo cemburu ya Van?" Goda Miko


"Apaan sih?" Ucap Vani memerah


"Ciee, bulshing" Vita ikutan menggoda Vani


"Au ah, kalian gak asik" Ucap Vani merajuk dan mempercepat langkahnya menyusul Ara dan Axal


"Loo sih Ko, marah kan tuh anak" Ucap Vita menyalahkan Miko


"Lah, kok gue? Loo juga tau" Ucap Miko tak mau di salahkan


"Udah-udah, mending kita susul aja" Ucap Vita dan di angguki Miko, sedangkan kini Vani sudah sampai di taman dan melihat Ara dan Axal.


"Hai Xal, Ra" Ucap Vani sambil tersenyum di paksakan


"Hai Van" Balas Ara sedangkan Axal hanya menganggukan kepalanya menjawab sapaan Vani


"Sendiri aja Van, Vita sama Miko mana?" Tanya Ara tak melihat Miko dan Vita.


"Di balakang, gue tinggal" Jawab Vani datar


"Kalian lagi ada masalah ya?" Tanya Ara penasaran


"Gak kok Ra" Bukan Vani yang menjawab, melainkan Vita yang baru tiba bersama Miko.


"Lah, terus kenapa muka Vani bete gitu?" Tanya Ara masih penasaran


"Itu, si Vani cemburu" Ucap Vita menggoda


"Gak kok Ra, apaan sih Vit" Elak Vani


"Alah, gak usah ngelak deh" Ucap Vita


"Bener kok" Ucap Vani masih mengelak


"Cemburu juga gak papa Kok, gue seneng" Ucap Miko sambil tersenyum, menurut Vani senyumnya itu sangatlah menyebalkan.


"Udah-udah, gak usah ribut" Ucap Ara


"Gak baik loh musuhan" Lanjutnya lagi


"Kita gak lagi kenapa-kenapa kok Ra" Ucap Vani sambil tersenyum


"Gue seneng Loo balik lagi kaya dulu" Ucap Vani mengalihkan topik sambil tersenyum lembut


"Maafin gue yang kemarin ya" Ucap Ara merasa tak enak


"Udah, gak usah di bahas! Yang lalu biarlah berlalu" Jawab Vani sambil tersenyum


"Ahh, gue kangen Loo" Ucap Vani memeluk Ara


"Gue juga Ra" Ucap Vita ikut memeluk juga


"Gue jug"


"Apa loh"


Miko tak melanjutkan kata-katanya, dan tangannya juga mengambang di udara karena di tahan Axal agar tak ikut memeluk Ara. Dia tak rela ada laki-laki yang memeluk Ara, walau pun itu Sahabatnya sekalipun


"Posesif amat sih Loo" Sinis Miko, dan Axal hanya memandang Miko datar, sedangkan Ara, Vita dan Vani tertawa melihat Miko yang gak jadi ikut memeluk mereka.








To Be Continued


***Maaf ya kalau Author sering Typo, maklum lah manusia tak luput dari salah. Maaf juga part ini sedikit, author capek abis pulang kerja soalnya..


Author mau bilang makasih banyak buat para reader yang selalu setia menanti author up, terimakasih juga yang udah nyemangain author, dan yang kasih like. Love you Reader***...