
Pembaca banyak, tapi yang like gak ada. Author kali ini jadi pengemis like, koment, dan Vot. Tolong tinggalkan jejak kalian dong Reader kesayangannya authorππ»ππ»
Author gak minta duit kok, cuma like, koment, dan Vot dari kalian aja, pilissππ»ππ» Yang udah like, koment, vot, makasih ya untuk kalian semua. Suara kalian adalah semangat untuk author, love you ππ
Happy reading
************
Kini Ara DKK sekarang berada dalam Mall terbesar di kota ini, mereka mengelilingi Mall untuk mencuci mata. Kotor kali ah di cuci..Heheheh
Sahabat-sahabat nya sangat menikmati suasana dalam malam, banyak yang mereka lihat, pakaian, sepatu, tas, tapi berbeda dengan Ara, dia sama sekali tak menikmatinya. Karena sang pujaan hati tak bersamanya... So soan ngambek, galau sendiri kan jadinya...Heheheh
"Ra, ayo dong lihat-lihat yang kamu suka, hari ini kita rayain kembalinya kamu seperti dulu" Ucap Vani karena dia melihat Ara hanya diam saja
"Iya Ra, ayo" Ajak Miko
"Kalian aja, gue lagi malas" Jawab Ara
"Kalau kaya gini, mendingan pulang aja" Keluh Vani
"Kenapa lagi sih Ra?" Tanya Vita ke Ara
"Gak papa" Jawab Ara datar
"Gue tinggal ke toilet ya" Pamit Vita dan di angguki mereka
Vita ijin ke toilet bukan karena dia ingin menuntaskan panggilan alam, tapi dia ada urusan lain yang penting...
"Tuuuuttt tuuuuttt tuuuuttt" suara panggilan tersambung, tapi belum ada tanda-tanda bahwa yang di seberang telah menerima panggilan tersebut
"Nomor yang anda tuju tidak dapat menerima panggilan telpon" Suara operator
"Akh, kemana sih Loo" Gerutu Vita
"Tuuuuttt tuuuuttt tuuuuttt" Dia mencoba memanggil lagi
"Halo" Akhirnya panggilan Vita di terima juga
"Darimana aja sih Loo?" Kesal Vita
"Bukan urusan Loo" Balas orang di seberang datar
"Buru ke sini" Perintah Vita
"Loo siapa perintah-perintah gue?" Protesnya
"Ekh, Axal. Awas ya Loo menyesal ntar" Ucap Mita keras
Yaaa, orang yang di telfon Vita Axal.
"Gak akan" Axal gak mau ke tempat Vita
"Ya udah, terserah Loo. Kalau ada apa-apa sama hubungan lii sama Ara, gue gak peduli..Tuut" Vita kesal dan langsung mematikan sambungan telefon nya
"PMS kali" Ucap Axal sambil mengangkat bahunya acuh
"Eh, tunggu dulu" Ucap Axalaxal menyadari sesuatu
"Tadi Vita ngomong tentang hubungan gue sama Ara kan, ada apa dengan Ara ya" Axal bertanya sambil bergumam
"Tuuuuttt tuuuuttt tuuuuttt" dia langsung menghubungi balik Vita
"Napa Loo?" Sewot Vita setelah menerima telfon dari Axal
"Tadi Loo bilang tentang hubungan gue sama Ara, emang ada apa sama hubungan gue sama Ara? apa hubungannya?" Tanya Axal beruntun
"Ah, gue udah malas" Ucap Vita santai
"Eh, jangan gitu dong" Baru kali ini Axal memohon kepada seseorang, selain orang tersayang nya.
"Gini ya Axal Alexander, Ara ada di Mall sama gue dan dia malah murung, gak nikmati jalan-jalan kita. Loo samperin gih, Loo lagi di ambekin juga malah diam aja, gak ada niatan buat bujukin. Emang Loo udah gak peduli lagi apa sama hubungan Loo sama Ara?" Vita menjelaskan di susul dengan curiga yang panjang lebar
"Enak aja Loo" Bantah Axal
"Ya terus apaan kalau gak?" Tanya Vita sewot
"Gue lagi mikirin gimana caranya bujuk Ara lagi" Jelas Axal
"Ngeles aja Loo kaya Bajaj" Vita tak percaya dengan penjelasan Axal
"Udah lah kalau Loo gak percaya, terserah!" Jawab Axal
"Dih, kaya cewek aja Loo ngomong terserah" Canda Vita
"Udah, gue gak mau becanda, Loo di mall mana?" Tanya Axal ke Vita
"Di Mall XX" Jawab Vita memberi tahu
"Oh, Ok. Thanks...Tuut" Ucap Axal dan langsung mematikan telfon nya
"Huuu, dasar. Ayas ya Loo ntar" Ucap Vita kesal dan langsung menyusul Sahabat-sahabat nya
"Dari mana aja sih Loo?" Kesal Vani
"Kan gue tadi ijin ke toilet" Jawab Vita santai
"Mana ada ke toilet hampir sejam" Protes Vani
"Gue lagi Diare" Jawab Vita ngasal
"Loo sakit Vit? Kita pulang aja ya?" Tanya Ara khawatir
"Eh, udah gak papa kok Ra" Jawab Vita sambil tersenyum kikuk
"Beneran?" Tanya Ara memastikan
"Bener Ra" Jawab Vita sambil tersenyum manis
"Bohong aja dia Ra, lihat aja mukanya gak pucat" Ucap Vani tak percaya
"Pasti Loo abis ketemu sama gebetan Loo kan?" Selidik Vani
"Benar juga gak papa kok Vit" Goda Ara
"Gak kok Ra, suer" Ucap Vita dan mengangkat tangannya yang jarinya di bentuk "V"
"Iyain aja lah, biar cepet" Jawab Ara sambil tertawa
"Yuk jalan" Ajak Ara
"Kemana?" Bukan Vani ataupun Vita yang bertanya, tapu Miko yang dari tadi hanya menyimak pembicaraan para ciwi-ciwi
"Kemana aja, terserah kalian. Gue ngikut aja" Jawab Ara
"Kita ke tempat makan aja yuk" Ajak Vita dan di angguki mereka semua
Mereka langsung menuju tempat makan yang menyediakan berbagai macam seafood, karena di situ tersedia makanan favorit Ara.
"Tring" Bunyi notif dari hp Vita
"Loo dimana sih?" Isi pesan tersebut
"Di tempat makanan favorit Ara" Jawab Vita
"Loo gak usah main tebak-tebakan lah, gue lagi malas" Balasan dari seberang
"Gue gak lagi main tebak-tebakan, kalau Loo pacarannya Ara, pasti Loo tau dong dimana tempatnya" Jawab Vita tak memberi tahu tempat mereka
"Ya udah, gue cari sendri" Balasnya
Yaaa, orang yang mengirim pesan ke Vita itu Axal. Dia menanyakan posisi mereka, tapi Vita tak memberi tahu tempat mereka.
"Ara sama Sahabat-sahabat nya kemana sih" Tanya Axal pada dirinya sendiri
"Munkin disana" Lanjutnya setelah dia meyakinkan dimana posisi Ara DKK, dan dia langsung pergi ke tempat itu..
"Itu pasti mereka" Ucapnya setelah melihat dari kejauhan seperti Ara DKK
"Ra" Ucapnya setelah sampai ke Ara DKK
"Siapa yang bilang kita disini sih" Kesal Ara
"Gak tau" Jawab Vani santai sambil memakan pesanannya
"Loo ya Ko?" Tuduh Ara sambil memincingkan matanya
"Gak kok" Jawab Miko santai
"Terus siapa dong" Ucap Ara penasaran, sedangkan Vita sudah was-was..
"Udah, gak penting aku tau dari mana kamu disini" Ucap Axal menghentikan Ara yang sedang menebak-nebak
"Loo ngapain sih kesini?" Tanya Ara datar
"Raaa" Tegur Axal, dia tak usah Ara berbicara dengan bahasa yang tak sopan
"Apa?" Tantang Ara
"Ikut aku" Ucap Axal menarik tangan Ara
"Gak mau" Bantah Ara
"Raaa" Axal memperingati Ara
"Kalau gue bilang gak mau, ya gak mau. Kok Loo maksa sih" Ucap Ara dengan kesal
"Kalau dengan cara halus gak mau, berarti harus dengan cara kasar" Ucap Axal datar
"Eh, jangan macam-macam Loo" Ucap Vita kesal, karena dia suda berfikir Axal akan menyakiti Ara
"Loo gak usah ikut campur" Ucap Axal tajam
"Kalau sampe Loo nyakitin Ara, Loo tau gue siapa" Ucap Vita tak kalah tajam
"Sorry, gue gak lawan cewek" Jawab Axal datar
"Loo gak lawan cewek, terus Loo mau nyakitin Ara. Loo anggap apa Ara? Hah?" Bentak Vita karena dia sudah kesal dengan Axal
"Kalau tau kaya gini, gue gak akan suru Loo kesini. Loo gue suru kesini tuh karena gue mau Ara kembali ceria lagi, nih malah makin memperkeruh suasana" Ucap Vita panjang lebar
"Apa Vit? berarti Loo yang suru dia kesini?" Tanya Ara sambil menatap Vita dengan mata yang membulat sempurna
"Sorry Ra, gue cuma mau Loo ceria" Ucap Vita lirih
"Iya-iya, gak papa. Makasih ya udah perhatian ke gue" Ucap Ara sambil tersenyum ke Vita
"Udah kan dramanya? Yuk Ra, ikut aku" Ajak Axal masih menggenggam tangan Ara
"Gue gak mau" Tegas Ara
"Ok, kalau itu yang kamu mau" Jawab Axal melepaskan tangan Ara
Sedangkan Sahabat-sahabat nya Ara melotot heran "Gitu aja?" Batin mereka, sedangkan Ara kecewa karena Axal tak lagi membujuknya. Ara yang gak mau di ajak itu sebenarnya hanya pura-pura, gengsi bangat...Hehehe
Bilang aja mau, pake akting segala. Dasar Malu-malu kucing...
β’
β’
β’
β’
β’
β’
To Be Continued
Akankah Axal meninggal Ara DKK dan pergi dari tempat itu, atau menunggu kemana pun Ara DKK akan pergi, atau yang lainnya. Kita sebagai saksi hanya menunggu saja apa yang akan di lakukan Axal selanjutnya... Heheheh