
Tak terasa kini Ara dan Axal sudah hampir 3 bulan kenal, mereka semakin hari semakin dekat, sampai orang-orang mengira bahwa mereka sepasang kekasih. Terkadang apa yang kita lihat tak sesuai dengan yang sebenarnya...
Hubungan Ara dan Axal juga tak ada masalah setelah beberapa Minggu yang lalu sempat berantem karena hal sepele, dan di hari itu mereka sudah baikan dan kembali seperti biasa.
Flashback
Sampainya di mobil Ara terus dia, Axal terus mengajak nya berbica, tapi tak pernah di gubris.
"Ra, aku minta maaf. Jangan marah lagi" Ucap Axal sambil memelas, sedangkan Ara hanya memalingkan wajahnya melihat ke luar jendela.
"Ra, udah dong ngambeknya" Axal masih berusaha membujuk Ara, sedangkan Ara masih setia dalam kebungkama nya.
"Aku udah salah lari ninggalin kamu, aku itu cuma mau becanda sama kamu, aku gak tau kamu gak suka" Axal masih terus berbicara
"Iya, gak papa. Harusnya aku yang minta maaf, aku gak bisa di ajak becanda" Akhirnya Ara membuka suara dari sekian abad terdiam...Heheheh
"Kalau gak marah, lihat sini dong" Ucap Axal memohon, pasalnya Ara masih memalingkan wajahnya
"Gak mau" Jawab Ara
"Gak suka gelay" Lanjut Axal dengan nada yang di miripin kata-kata yang sempat viral itu, sedangkan Ara bersusa paya menahan agar tak tertawa
"Udah dong Ra, orang ganteng malah di punggungin" Ucap Axal sambil menusuk-nusuk pinggang Ara
"Axal, iiii, Axal geli tau" Ucap Ara sambil menahan geli, dan membalikan badannya menghadap Axal
"Nah, begini kan enak" Ucap Axal sambil tersenyum
"Udah gak marah kan?" Tanya Axal memastikan
"Masih mau" Jawab Ara ketus sambil melipat kedua tangannya di dada
"Kok ngambeknya gemmes sih" Ucap Axal sambil mencubit pipi Ara gemes
"Axaaaall" Ucap Ara sambil berdecak pinggang dan memajukan bibirnya
"Kenapa tuh monyong-monyong? Mau di cium?" Tanya Axal menggoda
"Au ah" Ucap Ara sambil memalingkan wajahnya
"Eh, eh, maaf" Ucap Axal menyesali
"Di maafin aja deh, dari pada ribet" Ucap Ara sambil tertawa kecil
Flashback off
Kini mereka berdua berada di taman belakang sekolah sambil bercanda
"Dor" Miko DKK mengagetkan Ara dan Axal, tapi hanya Ara yang kaget, sedangkan Axal diam tanpa ekspresi
"Woy, mau bunuh gue gak gini juga dong" Sewot Ara
"Heheheh, maaf Ra" Ucap Vani sambil nyengir
"Buset, Loo Gak kaget Xal?" Tanya Miko heran
"Gak, B aja" Jawab Axal santai
"Jantung nya udah terlatih munkin" Ucap Vani
"Ya kali" Ucap Miko
"Eh, kalian ngapain mojok disini? Berdua lagi, mau mesum ya kalian? Ucap Miko menyelidiki
"Otak Loo noh yang mesum" Ucap Ara sambil menoyor kepala Miko
"Sakit ege" Sewot Miko
"Siapa suru nuduh-nuduh gak jelas" Ucap Ara kesal
"Heheheh, maaf Ibu Boss" Ucap Miko sambil cengengesan
"Kalian ngapain kesini? Ganggu tau" Ketus Axal
"Dih, gak mau di ganggu" Sinis Vani
"Kenapa? Terserah kita lah" Sewot Axal
"Wih, kalem Bro, kalem. Gak usah ngegas juga kali" Ucap Vani sambil nyengir
"Ya udah, kita ke kantin aja yuk" Vita yang dari tadi hanya diam akhirnya membuka suara mengajak Sahabat-sahabat nya itu untuk ke kantin
"Nah, itu saran Vita bagus tuh" Axal ikut menimpali
"Kalian juga ikut?" Tanya Miko
"Ya, gak lah" Jawab Axal
"Ya udah, kita tinggal ya" Ucap Vani berpamitan
"Hati-hati Ra sama buaya jantan, ntar di gigit" Ucap Miko sambil meragakan cara menggigit sedangkan yang lain hanya tertawa, dan mereka meninggalkan Ara dan Axal berdua saja.
"Ra" Ucap Axal setelah tinggal mereka berdua
"Ya" Jawab Ara
Tiba-tiba aurah di taman berubah, suasana nya terasa sangat canggung. Sebab Axal terdiam beberapa menit, dia tak tau mau memulai dari mana untuk berbica ke Ara. dia di Landa kebingungan, bukan Dilanda Milea...Heheheh
"Ekhemm" Axal membasahi tenggorokan yang suda kering
"Ra, aku mau ngomong sesuatu" Ucap Axal sedangkan Ara hanya mengangkat sebelah alisnya, "pertanda apa?"
"Mulai dari mana ya?" Tanya Axal bingung sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"To the point aja Al" Ucap Ara dengan lembut
"Gina Ra" Ucap Axal terdiam lagi
"Emmm, Ra" Ucapnya lagi
"Apa sih Al" Tanya Ara sedikit geram
"A-a-aku s-su-suka"
"Aku suka-suka-suka-suka-suka" Ucapan Axal terputus karena Ara sudang memotong nya dengan bernyanyi
"Ra, kok malah becanda sih" Ucap Axal memelas
"Salah sendiri lama banget ngomong, a u a u mulu" Ucap Ara sewot
"Hehehe,,,, maaf Ra" Ucap Axal sambil nyengir
"Udah, ngomong" Ucap Ara dan di angguki Axal
"Aku suka sama kamu Ra" Ucap Axal cepat
"Hah?" Ucap Ara kaget
"Se-sejak ka-kapan?" Ucap Ara terbata-bata, pasalnya dia sudah gugup
"Dari awal kita ketemu, awalnya aku kira itu hanya mengagumi saja, lama kelamaan rasa itu makin bertambah. Ternyata aku jatuh cinta pada pandangan pertama" Ucap Axal menjelaskan
"Tapi Al" Ucap Ara menggantung
"Kenapa? Kamu gak suka sama aku ya?" Ucap Axal sedih
"Bukan gitu" Jawab Ara
"Terus apa?" Tanya Axal lagi
"Aku gak seperti Mike ya?" Tanya Axal lagi
"Al, kamu benar, Kamu gak seperti Mike yang brengsek itu" Ucap Ara memerah
"Kamu baik, perhatian, pengertian, tapi" Ara menggantung lagi ucapannya
"Tapi apa Ra?" Tanya Axal gusar
"Tapi, apa kamu gak salah suka sam aku?" Tanya Ara heran
"Aku gak cantik loh Al, banyak cewek-cewek yang lebih dari aku" Ucap Ara insecure
"Aku gak peduli, yang aku mau itu kamu, bukan orang lain" Jawab Axal ke Ara
"Tapi Al" Jawab Ara
"Aku cuma butuh jawaban kamu, mau atau tidak. Kalau gak mau, aku gak bisa paksa" Ucap Axal sambil tersenyum getir, sedangkan Ara hanya terdiam memikirkan ucapan Axal. Lima menit terdiam, Axal mengeluarkan suara
"Kamu gak mau ya Ra?" Tanya Axal sedih
"Ma-mau kok, aku mau" Ucap Ara sambil menunduk
"Beneran Ra?" Tanya Axal bahagia dan di angguki oleh Ara
"Yeess, Ara nerima gue" Teriak Axal bahagia, dan menyita perhatian orang-orang yang di sekitar taman
"Hust, Axal" Ucap Ara sambil menaru telunjuk di bibir
"Heheheh, maaf Ra. Terlalu bahagia aku" Ucap Axal sambil nyengir
"Sini Ra, deketan" Ucap Meminta Ara untuk mendekat, dan Ara langsung mendekat ke Axal
"Grep" Axal langsung memeluk Ara dengan bahagia
"Al" Tegur Ara
"Sebentar aja Ra" Ucap Axal enggan melepaskan pelukannya
Sedangkan di kantin kini Miko DKK telah selesai dengan urusan perut, dan segera meninggalkan kantin.
"Kita kemana nih?" Tanya Miko ke Vita dan Vani
"Gak tau" Jawab mereka nyaris bersamaan
"Eh, tunggu-tunggu. Kok gue denger mereka ngomongin Ara sama Axal. kenapa ya?" Vani mengehentikan langkah
"Gak tau, kita tanya aja" Ucap Vita memberi saran dan di angguki mereka
"Eh, sini Loo" Ucap Miko ke salah satu siswi yang lewat di depan mereka
"Itu kenapa mereka sebut-sebut nama Ara?" Tanya Miko
"Oh, itu Axal nembak Ara" Jawab siswi itu
"Oh, makasih" Jawab mereka, setelah itu mereka bertiga saling tatap
"Wih, gak bisa di biarin nih. Ayok serang mereka" Ucap Miko dan langsung ke taman belakang
"Ayo, ngapain kalian berdua" Ucap Miko sampai di dekat Ara dan Axal yang masih berpelukan, tadi sempat merenggang tali Axal kembali mengeratkan dan saat itu juga Miko DKK tiba di tempat
"Kaya setan aja kalian, datang tiba-tiba" Ucap Axal sewt sedangkan Ara diam dengan wajah yang memerah malu
"Ganggu aja" Sewot Axal lagi
"PJ, PJ" Ucap Vani sambil mengarahkan tangannya ke arah Axal dan Ara
"Apaan PJ?" Tanya Axal heran, karena dia baru kali ini mendengar kata PJ
"PJ tuh, pajak jadian" Ucap Vani sambil tersenyum manis masih dengan tangannya yang di angkat
"Emang siapa yang jadian?" Tanya Ara pura-pura tak tahu
"Eleh, ngelak aja Loo" Sinis Vani
"Kita udah tau juga" Ucap Miko
"Jangan lupa PJ nya" Vani masih tak melupakan soal PJ nya
"Iya, ntar aku traktir deh" Ucap Axal
"Di cafe XXX itu ya" Riquest Vani
"Terserah kalian mau diamana aja" Jawab Axal
"Yes" Ucap Miko dan Vani senang
"Udah, yuk pulang" Ajak Vita
"Eh, kok pulang?" Tanya Ara heran
"Iya, pulang. Tadi aku dengar boleh pulang, guru-guru lagi sibuk" Jelas Vita sedangkan mereka hanya ber "o" ria saja
"Yuk" Ajak Vani dan mereka langsung menuju kelas untuk mengambil tas mereka
•
•
•
•
•
•
To Be Continued
***Maaf ya, author baru up lagi. Soalnya author akhir-akhir ini cepat capek, gak tau kenapa. Munkin banyak fikiran. Semoga kalian suka dengan part kali ini ya....
Jangan lupa dukung author, vot, like, dan koment. Suara kalian buat author semangat buat nulis***...