
"Ciiittt" Tiba-tiba Nando ngerem mendadak
"Loo mau mati? kalo Loo mau mati gak usah ngajak-ngajak orang" Bentak Ara lagi
"Cukup ya Ra, cukup" Balas Nando emosi
"Gue udah cukup dari tadi di Mall sabar hadapin Loo, tapi Loo gak hargai gue sama sekali" Ucap Nando dengan intonasi yang tinggi
"Emang gue nyuruh Loo buat sabar?" sinis Ara
"Akhhh" Terik Nando sambil memukul-mukul stir mobil
"Kalo Loo bukan perempuan udah gue bogem Loo dari tadi
"Gue gak takut tuh" Tantang Ara sambil melipat tangannya di dada
"Akhhh, GUE GAK AKAN PERNAH LEPASIN LOO. LOO INGET ITU" Ucap Nando sambil menekan kata-katanya
"Serah Loo" Jawab Ara malas
"Besok gue jemput, pulang gue anter" Ucap Nando datar
"Gue gak mau" Jawab Ara ketus
"Sekarang gue pacar Loo! Suka gak suka, mau gak mau, Loo harus nurut apa kata gue" Terang Nando tegas
"Sori ya Nando, Gue pacaran ama Loo itu hanya status doang, gak lebih. Gue gak nyimpen rasa sama Loo, gue tau juga Loo gak suka sama gue. Soo, jadi gak usah ngatur-ngatur gue. Ngerti?" Peringat Ara panjang lebar
"Pokoknya besok Loo gue jemput!" Ucap Nando tegas
"Serah" Jawab Ara malas
Karena perdebatan, tak terasa mobil Nando sudah masuk gerbang rumah Ara.
"Gue pulang, Loo cepat tidur! Gak usah begadang!" Pinta Nando tegas, sedangkan Ara hanya memutar bola matanya malas dan langsung keluar dari mobilnya Nando tanpa pamit. Setelah Ara masuk, Nando langsung pulang kerumahnya. Hanya berdebat dengan Ara dia merasa tenaganya cukup banyak terkuras.
"Berdebat sama perempuan capek juga ya" Ujar Nando
"Kalo bukan karena taruhan, gak sudih gue pertahanin hubungan yang kaya gini" Gerutu Nando
"Akhhh, pusing gue" Kesalnya mencengkeram kuat stir mobil
******
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di rumah Ara...
"Sayang, kamu baru pulang?" Tanya Bunda melihat putrinya masuk akan naik ke atas
"Eh, iya Bund. Ara ke atas ya Bund, capek mau bersih-bersih sekalian istirahat" Jawab Ara sekalian pamit ke Bunda
"Iya sayang, have a good rest honey" Ucap bunda kepada putri kesayangannya
"Too Bund" Jawab Ara dan langsung naik ke atas
"Sumpah, capek bangat gue hari ini" Gumam Ara setelah merebahkan tubuhnya
"Apa sih tujuan Nando dekatin gue? Gue yakin pasti ada tujuan lain" Batin Ara
"Mandi dulu ah, terus istirahat. Udah lengket ni badan" Gumam Ara dan langsung bangun menuju ke 'Bathroom'.
15 menit Ara menyelesaikan ritual mandinya, dan segera masuk ke 'changing room' untuk mengganti pakaiannya. Setelah mengganti pakaian, Ara langsung merebahkan tubuhnya ke atas king size bed milik nya. Tak butuh waktu lama bagi ara untuk masuk ke dunia mimpi...
Di tempat lain, tepatnya di dalam mobil. Laki-laki yang sempat berdebat dengan Ara tadi belum sampai ke rumahnya, dia malah melamun dalam mobil memikirkan sejenak kejadian tadi.
"Tapi kok gue debat sama Ara tadi ada rasa gak tega waktu bentak dia, gue kenapa?" Tanya Nando pada diri nya sendiri
"Apa gue mulai suka sama Ara? Tapi masa iya?" Nando belum yakin sama perasaan nya sendiri
"Gak tau ah, jalani aja dulu" Putus nya dan langsung menstater mobil nya
45 perjalanan, akhirnya Nando sampai ke parkiran rumahnya. Setelah memarkirkan mobilnya, Nando langsung masuk ke dalam rumah dan naik ke atas menuju kamarnya. Setelah sampai ke kamar, Nando segera menuju ke 'Bathroom' untuk mandi. Tak butuh waktu lama untuk Ando menyelesaikan ritual mandinya, maklum ya laki-laki. Hehehehe
Setelah mandi, Nando segera mengganti pakaian dan langsung tidur. Karena dia merasakan benar-benar capek hari ini.
••••••••••
Pagi hari menyapa, matahari tersenyum memancarkan cahayanya ke bumi. Makhluk yang ada di bumi kembali melakukan aktivitas mereka masing-masing, ada yang sekolah, kuliah, dan juga kerja. Entah kerja di perusahaan, atau pun di kebun. Tak terkecuali gadis cantik yang semalam berdebat dengan pacarnya. Tunggu dulu, pacar? Entahlah, Ara saja yang menjalani tak tahu statusnya apa, apalagi kita yang tak tahu apa-apa. Heheheh
Yang lainnya sudah pada siap-siap untuk melakukan aktivitas mereka, beda dengan Ara. Dia masih menggulung tubuhnya dengan selimut miliknya.
"Astagaaaa sayang, kamu belum bangun juga? Wake up honey! We'll be late for school." Ucap Sang Bunda membangunkan putri kesayangannya
"Iya Bund" Jawab Ara dan bangun, tetapi masih dalam keadaan terpejam
"Come on baby" Ucap sang Bunda sambil menarik hidung milik Ara
"Ah Bunda, sakit tau" Keluh Ara dengan Manja
"Iya Bunda..Cup" Jawab Ara tak lupa mengecup Pipi sang bunda dan langsung masuk ke 'Bathroom', sedangkan sang bunda keluar dan langsung turun kebawah menuju meja Makan
"Loh, Adek nya mana Bund?" Tanya Ayah kepada sang Istri karena tak melihat putri kesayangannya turun bersama sang istri
"Lagi siap-siap Yah" Jawab Bunda
"Kebiasaan deh" Ucap Ayah sambil geleng-geleng kepala
"Ya udah Bund, Ayah berangkat dulu" Pamit Ayah ke pada Bunda
"Kakak juga Bund, soalnya ada kelas pagi hari ini" Kakak Ara juga ikut pamit tak lupa mencium tangan dan pipi sang Bunda
"Hati-hati ya" Pesan Bunda untuk kedua laki-laki kesayangannya
"Iya Bund, bay" Jawab mereka hampir berbarengan
Tak lama setelah Kakak dan Ayahnya pamit, Ara turun ke bawah menuju ke ruang makan.
"Loh, Kakak sama Ayah mana Bund?" Tanya Ara kepada sang Bunda setelah sampai ke ruang makan dan tak melihat keberadaan kedua laki-laki kesayangannya
"Udah berangkat duluan" Kata bunda menjawab pertanyaan putri kesayangannya dan di jawab dengan ber "O" riah
"Misi Non, Nya, di depan ada tamu. Temannya Non Ara katanya" Ucap Bibi
"Siapa Ra?" Tanya Bunda
"Orang gak jelas" Jawab Ara malas
"Bund, Ara berangkat ya. Bay Bund, cup" Pamit Ara kepada sang Bunda tak lupa mencium tangan dan pipi sang Bunda, sedangkan sang Bunda yang di tinggal hanya geleng-geleng kepala melihat anak nya
"Loo ngapain ke rumah gue?" Tanya Ara setelah sampai di depan rumah
"Mau jemput pacar gue" Jawab Nando
"Cih" Decak Ara setelah itu dia langsung masuk ke dalam mobil, dan di susul Nando. Setelah masuk Nando langsung menancap mobil dengan kecepatan sedang
"Pulang gak usah di tunggu! Gue pulang sama Sahabat-sahabat gue"
"Gak boleh, Lo harus tetap ikut gue" Ucap Nando tegas
"Gue gak mau di atur-atur ama Loo" Jawab Ara tegas
"Gue bilang harus, ya harus" Bentak Nando
"Gak ada apa hari yang gak ada perdebatan? Baru juga semalam gue jadian sama Loo, udah ribut aja" Ujar Ara malas
"Baru juga semalam Loo pacaran ama gue, belum bisa di hitung hari, Loo udah berani bentak-bentak gue" Sinis Ara
"Kalo Loo nurut, gue gak mungkin bentak Loo" Tegas Nando
"Gue gak suka ya di atur-atur orang, jadi Loo gak ada hak ngatur-ngatur gue" Jawab Ara dengan intonasi yang naik beberapa oktaf
"Suka gak suka, Loo harus terima" Tegas Nando
"Kalo Loo terus nekan gue, Mending kita sendiri-sendiri aja" Jawab Ara dingin
"Kok aurahnya jadi gini sih, gue jadi ngeri" Batin Nandi sambil bergidik
"Ok,,ok, aku ngalah. Aku nggak akan jemput kamu" Ucap Nando mengalah dengan suara yang mulai melembut
"Kalo dari tadi gini kan gak usah capek-capek debatnya" Ucap Ara sambil memutar bola matanya malas
Tak terasa mereka sampai ke halaman sekolah, 1 menit saja mereka telat sampai sekolah, maka siap-siap ketemu sama guru BK yang super lembut. Hehehehe
Baru kali ini guru BK nya lembut banget, gak kaya guru-guru BK di sekolah lain
Sampainya di parkiran, Ara langsung keluar dari mobil meninggalkan Nando sendri.
"Ra"
•
•
•
•
•
To Be Continued
Butuh dukungan nya, dengan cara vot, like, jangan lupa juga tambahkan Favorit ya! Agar kalian gak ketinggal dengan cerita saya. Semoga suka juga dengan ceritanya😍😍😍
Maaf ya kalau cerita nya belum lama udah ada konflik aja, karena cuma itu yang singgah di otak author 😁😁 Kalau mau nambah-nambah adegan atau apa, boleh. Malah author senang dapat masukan dari kalian🥰🥰🥰