Arabela'S Love Story

Arabela'S Love Story
Villa (Arabela & Mike)



Kediaman Mateo


Pukul 06.50 Ara sudah bersiap-siap, dan langsung turun kebawah untuk sarapan pagi. Sampai di ruang makan, Ara hanya minum susu yang sudah di siapkan oleh Bunda. Selang beberapa menit, Sahabat-sahabat Ara sudah berkumpul satu persatu, dan sekarang mereka sedang duduk di ruang tamu menunggu Ara. Pukul 7 kurang 2 menit, Airin langsung berpamitan kepada Bunda dan Ayah.


"Bund, Yah, Ara pergi dulu ya" (Cup,,,,cup) pamit Airin sambil mencium pipi kedua orang tua nya


"Iya sayang, hati-hati ya" pesan kedua orang tua Ara


"Yuk guys" ajak Ara kepada sahabat-sahabat


Stelah berpamitan dengan kedua orang tua Ara, mereka langsung ke parkiran dan masuk dalam satu mobil, menggunakan mobil Ayah nya Ara.


"Kita mampir sarapan di jalan ya" Ucap Ara kepada mereka


"Kok di jalan sih Ra? emang loo gak jijik gitu? Secara kan Arabela Adisty Mateo anak dari Uncle Cristian Mateo siapa yang gak tau keluarga Mateo? Orang terkaya nomor 1 di Dunia, terus anaknya makan di pinggir jalan? loo serius apa?" Cerocor Vani panjang lebar


"Emang ada yang larang keluarga Mateo makan di pinggir jalan gitu? Tanya Ara santai


"Yaa gak ada sih" jawab Vani dengan cengir kuda


"Yaa truss?" Tanya Ara lagi


"Gimana kalian, mau makan di pinggir jalan atau di resto?" tanya Vani kepada mereka semua


"Aku ngikut Ara aja" jawab Mike datar


"Ok, kalau gitu kita makan di pinggir jalan" jawab Vani


Setelah sampai di Warung Bubur Ayam, mereka segera memesan dan langsung melahap bubur yang mereka pesan, kebetulan tempatnya bersih dan buburnya juga enak.


Setelah makan, mereka langsung melanjutkan perjalanan mereka menuju Vila nya Ara. 2 jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan mereka.


"Alhamdulillaah sampe" Ucap Vani dan Vina kompak


Saat turun dari mobil, mereka langsung masuk kedalam Vila kecuali Miko, dia tidak sadar kalau Sahabat-sahabat nya meninggalkan nya di luar


"Wah, udaranya segar dan sejuk bangat" Ucap Miko sambil meregangkan otot-otot nya dan menghirup udara


"Iya gak guys?" tanya kepada sahabat, sambil melihat kebelakang


"Lah, kok gak ada? gue di tinggal dong, akhhh" ucap Miko sambil teriak kesal, dan langsung masuk kedalam Vila menyusul teman-temannya


"Kalian pilih aja kamar yang kalian suka, gue masuk dulu ya, capek bangat, udah pingin mandi dan istirahat" ucap Ara dan berlalu pergi. Sedangkan sahabat-sahabatnya masih diam di ruang tamu sambil meregangkan otot-otot yang kaku setelah perjalanan jauh.


Selang beberapa menit, mereka langsung masuk ke kamar yang mereka suka, dan membersihkan diri dan istirahat. Karena malam nanti mereka akan melakukan BBQ.


Pukul 20.00 mereka sudah berada di lantai atas Vila, untuk melakukan BBQ. Miko dan Vina yang membakar, sedangkan Vita menyiapkan makanan yang lain.


Kemana Ara dan Mike? mereka sedang di taman bawah, Mike mengajak Ara kebawah untuk berbicara empat mata. Karena ada hal yang penting ingin di bicarakan oleh Mike kepada Ara. Beberapa menit hanya ada keheningan di antara mereka, dan Airin membuka keheningan di antara mereka.


"Mike, loo mau ngomong apa ngajak gue kesini?" tanya Ara ke Mike, karena dia malas ada di situasi yang sekarang ini.


"Anu Ra" jawab Mike gugup


"Anu apaan? gaje (gak jelas) loo" ucap Ara datar


"Ok,,ok,," jawab Mike


"Aku mau ngomong, kalo aku itu udah lama suka sama kamu. Dari awal kita berteman, sampai menjadi sahabat" Ucap Mike ragu-ragu, karena dia takut Ara marah, karena dia secara langsung merusak persahabatan mereka yang sudah terjalin hampir satu tahun ini


Ara diam, menunggu lanjutan dari perkataan Mike. karena dia tau masih ada lanjutan dari kata-kata Mike.


"Aku juga udah lama pingin ngomong ini ke kamu, tapi aku takut kamu bakal marah sama aku, dan pasti persahabatan kita yang jadi korban atas kebodohan ku ini" Ujarnya lagi, Ara masih diam menunggu Mike selesai bercerita


"Aku munkin gak sekaya Ayah kamu, aku juga gak seromantis laki-laki di luaran sana, tapi aku punya perasaan yang tulus untuk kamu. Aku sangat mencintaimu, dan sangat sayang sama kamu" Lanjut nya lagi


"Arabela Adisty Mateo, apa kamu mau jadi kekasih ku, dan kelak menjadi Istriku dan jadi Ibu dari anak-anak ku nanti?" Ujar Mike sambil menggenggam tangan Ara, Ara masih diam saja, dia bingung mau jawab apa. Jujur, dia tak pernah terpikir untuk menjalin hubungan dengan Sahabatnya, apalagi Mike sahabatnya dari kecil. Tapi kalau dia menolak, takutnya nanti ketika dia menolak Mike, Mike akan menjauh darinya. Dia tidak mau sampai ada jarak antara dia dan sahabat kecilnya itu.


"Tapi kalau kamu gak mau Nerima aku, aku gak apa-apa. Tapi kamu jangan marah sama aku ya? Dan persahabatan kita jangan pernah putus" pinta Mike kepada Ara sambil memohon


Mike yang mendengar respon dari Ara yang datar pun seketika merasakan yang amat sakit di hatinya, dan tubuhnya lemas, dia tau Ara tidak akan menerimanya, tapi dia harus mengeluarkan semuanya, dan harus menerima yang jawaban Airin


"Iya" lirih Mike


"Ok" singkat Ara, Mike yang mendengar jawaban Airin yang singkat, jelas, dan padat, bertambah sakit hati di dadanya.


Ara yang melihat wajah Mike yang kelihatan sedih, ada rasa iba yang muncul di hati Ara. Akhirnya Ara mengambil keputusan, dia tak tahu keputusan yang dia ambil salah atau benar. Dia tersenyum sedikit, tapi Mike tak menyadari itu. Ara langsung menggenggam tangan Mike


"Gini ya Mike, sebenarnya gue juga punya perasaan yang sama kaya loo. Dan gue juga punya rasa takut yang sama kaya loo, takut persahabatan kita akan rusak gara-gara kue suka sama loo. Tapi karena kita punya perasaan yang sama, gue udah yakin persahabatan kita gak bakal rusak, secara anak-anak juga kayaknya suka kalau kita sama-sama" Bohong Ara, Ara berbicara panjang lebar, dengan wajah yang serius, agar meyakinkan Mike. Belum selesai Ara berucap, Mike sudah memotong ucapan Ara.


"Truss?" tanya Mike tak sabaran


"Tunggu dulu, gue belum selesai ngomong nya" jawab Ara data


"Iya, iya, sorry" jawab Mike menunduk


"Jadi, gue mau jadi pacar loo" jawab Ara dengan senyuman yang manis, saking manisnya Author Amper diabetes.... Heheheheh


Ara kamu malah membuat hati Mike sakit dengan kebohongan mu, author gak habis pikir sama kamu.


"Really?" tanya Mike memastikan


"Yaa udah, kalo loo gak percaya, gue tinggal" jawab Ara datar


"Ehh, jangan dong" Ucap Mike langsung menahan Ara


"Thank you Honey" Ujar Mike langsung memeluk Ara dengan erat, dan di balas oleh Ara. Setelah itu mereka langsung naik ke atas menyusul anak-anak yang lainya


"Woy, dari mana aja kalian bang? katanya cuma sebentar, ini udah 1 jam baru balik, ngapain aja? jangan-jangan....." Ujar Miko sambil menyelidik


"Jangan-jangan apaan loo?" ketus Mike langsung menjitak kepala Adik kembarnya yang udah kemana-mana


"Kan gue cuma nanya bang, sakit tau" Jawab Miko sambil cemberut


"Kalian dari mana" tanya Vita kepada Ara


"Dari taman belakang Vila, ada yang Mike mau omongin ke gue, abis itu langsung kemari" jawab Ara datar, dan Vita hanya mengangguk kan kepalanya, sedangkan Vani dan Vina hanya ber "o" ria sja.


Setelah itu mereka makan makanan yang di masak oleh Vani, Vina, Miko, dan Vita. Setelah makan, mereka langsung turun ke bawah dan masuk ke kamar masing-masing untuk istrahat, karena besok mereka ikan jalan-jalan ke kebun teh dan kebun buah milik Airin. Tapi Ara dan Mike masih di atas, Mike menahan Ara untuk turun karena dia masih ingin berduaan bersama kekasihnya yang baru beberapa menit yang lalu resmi berpacaran dengannya.


"Ra, aku boleh minta sesuatu gak sama kamu?" Tanya Mike kepada Ara


"Minta apa? kalo gue bisa ngasih, gue kasih." jawab Ara santai


"Aku mau, kamu ngomong sama aku jangan pake loo gue gitu, kita masih kaya sahabatan, gak kaya orang pacaran" jelas Mike panjang lebar


"Ohh, gue usahain, ehh maksudnya aku" jawab Ara dengan senyuman manisnya


Setelah itu mereka saling diam menikmati malam Minggu di atas atap Vila milik Ara. Mike langsung memeluk pinggang Ara, dan Ara bersandar di dada bidang milik Mike dan membalas pelukan hangat dari Mike, sesekali Mike mengecup pucuk kepala Ara


"Yank, kita masuk yuk. Udaranya udah semakin dingin, aku takut kamu sakit" Ujar Mike sambil menggandeng tangan Ara untuk turun kebawah.


Sampai di bawah, Mike mencium kening Ara dalam-dalam, Ara yang mendapat kan perlakuan hangat dari Mike sedikit merasa nyaman, dia seakan merasa terlindungi.


"Langsung tidur ya! mimpi indah sayang" ucap Mike dan langsung masuk kedalam kamar setelah melihat Ara masuk dan mengunci kamarnya...







To Be Continued