Arabela'S Love Story

Arabela'S Love Story
Puncak (Arabela & Mike)



Sekarang mereka semua duduk di meja makan untuk makan siang bersama. Kebetulan meja makan di ruang makan sangat besar, karena mereka makan di ruang makan untuk acara besar keluarga, jadi muat untuk menampung banyak orang.


“Mike sayang, aku duduk di sini ya. Nanti aku suapin kamu makan” Ucap Vanya dengan gaya manjanya


“Apa loo sayang sayang sama Abang gue? Minggir loo” Ucap Miko sambil menarik tangan Vanya agar menyingkir


“Apa sih loo, ganggu aja” Ucap Vanya tak terima sambil menghentakkan kakinya, sedangkan Mike hanya diam saja dengan ekspresi datar dan dinginnya


“Udah-udah, gak baik ribut di meja makan” Lerai Ara, sebenarnya Airin geram dengan tingkah Vanya dan Mike juga hanya diam saja dengan perlakuan Vanya, tak ada perlawanan sedikitpun. Tapi dia hanya diam saja, karena dia tidak mau ada keributan, apalagi ada di meja makan


“Sekarang kita makan. Keburu dingin makanannya gak enak nanti” Lanjutnya lagi


Mereka makan dengan tenang, karena Ara menerapkan kepada mereka untuk tak berbicara. Alhamdulillah mereka mendengar kan Ara, Vanya juga mengikutinya tanpa protes sedikitpun, karena dia ingin mendapatkan simpati dari Mike. Dia gak tau aja Mike udah kesemsem sama Ara. Hehehehe


__________________


Setelah selesai makan, mereka membersihkan meja makan dan piring, gelas, dan sendok bekas mereka makan. Kali ini mereka di bantu cowok-cowok membersihkan semua, agar cepat selesai.


Vanya pun punya ide untuk mendapatkan perhatian Mike.


“Praaaang” Bunyi piring yang sengajah Vanya jatuhkan


“Auu auuu, sakit” Teriak Vanya sambil meringis, karena kakinya kena pecahan piring


“Sini Nya, gue bantu” Salah satu siswa segera membantu Vanya


“Jangan sentu gue, gue gak Sudi di sentu rakyat jelata, banyak kumannya” Ucap Vanya dengan angkuhnya


“Udah luka masih aja sombong loo Nya” Ucap Miko


“Suka-suka gue” Ketus Vanya


“Mike, bantuin gue dong” Rengek Vanya dengan suara yang di buat-buat


“Mike, kaki gue sakit. Gendong gue ke kamar ya” Lanjutnya lagi dengan suara manja, sedangkan Mike hanya diam saja, dan Ara sudah dengan mode ngambek


“Miko, bantuin gih” Ucap Mike dengan datar


“Ogah bangat bang” Jawab Miko sambil bergidik


“Siapa juga yang mau di bantuin sama loo?” Ucap Vanya dengan Ketus


“Mike, bantuin dong. Pliss, loo gak kasian gitu sama gue yang malang ini” Ucapnya so ngedram, dan Mike udah siap-siap mau bantuin Vanya gak jadi, karena melihat Ara udah berlalu meninggalkan mereka dengan emosi, karena dia gak suka Mike dekat-dekat sama Vanya. Miko yang melihat Ara, auto nakut-nakutin Abangnya....Heheheh


“Mampus loo bang, Ara mode ngambek” Ucap Miko


“Paan sih loo” Ucap Mike dengan datar


“Sana loo bantuin Vanya, gue mau susul Bidadari gue dulu. Ngambek terancam negara ntar” Ucap Mike dan berlalu, sedangkan Miko hanya memutar bola matanya malas


“Sini gue bantu, Abang gue lagi ada urusan” Ucap Miko datar sambil membantu Vanya bangkit dan memapahnya ke lantai atas, sedangkan Vanya menerima nya, toh Mike dan Miko sama wajah mereka fikirnya, jadi gak ada ruginya.


_________________


Sedangkan di taman belakang, kini Ara duduk sendiri dengan hati dan wajah yang tak bersahabat. Mike yang melihatnya segera menghampiri Ara.


“Yank” Ucap Mike, sedangkan Ara hanya diam saja seakan tuli


“Sayang” Panggilnya lagi, tapi Ara masih diam saja.


“Rin” Ucapnya lagi sambil memegang bahu Ara


“Apasih” Ketus Ara sambil menepis tangan Mike dengan kasar


“Kamu marah ya?” Tanya Mike


“Siapa yang marah? Udah sana, jangan ganggu aku. Obati aja sana pacar kamu” Ucap Ara dengan ketus dan mengusir Mike


“Pacar aku itu Cuma satu, dan sekarang lagi ngambe” Ucap Mike sambil mencolek dagu Ara dengan gaya centilnya..(colak colek, colak colek)...Heheheheh,,,author jadi pingin nyanyi jadinya...


“Paan sih, pake pegang-peganh segala. Lagi pula tuh gayanya kenapa gitu? Jijik tau" Ketusnya kepada Mike


"Udah sana, aku gak mau di ganggu. Aku mau sendiri” Lanjutnya lagi dengan datar


“Yank, jangan gitu dong. Aku kan tadi cuma niat bantuin dia aja, gak ada maksud apa-apa kok" Ucap Mike menjelaskan


"Suer deh" Lanjutnya lagi sambil mengangkat dua jari berbentuk 'V'


"Masa?" Tanya Ara dengan datar


"Iya dong Sayang. Masa kamu gak percaya sih sama aku? Kita kenal udah berapa lama sih? Kita sahabatan lama, terus pacaran. Tapi kamu belum juga percaya sama aku?" Ucap Mike panjang lebar


"Iya deh iya, aku percaya" Jawab Airin dengan senyuman yang sangat manis.


"Nah gitu dong, kalo kamu percaya sama aku gitu kan baik untuk hubungan kita" Ujar Mike


"Aku senang kok kalo kamu cemburu, itu tandanya kamu sayang sama aku. Tapi kamu harus percaya sama aku, kalo kamu tuh wanita satu-satunya yang ada di hati aku. Yang udah berhasil ngambil seluruh hati aku" Ucapnya panjang lebar sambil mengelus lembut rambut Ara


"Maaf" Lirih Ara


"Udah, gak papa. Gak usah di bahas" Ucap Mike lembut


"Yuk masuk, kita istirahat" Lanjutnya lagi dan di jawab anggukan kepala oleh Ara, setelah itu mereka masuk keladam sambil gandengan


"Yank, Malam nanti kamu ikut aku ya" Ucap Mike


"Kemana" Tanya Ara


"Pokoknya deh, rahasia" Jawab Mike sambil tersenyum dan di jawab anggukan Ara


"Pake baju apa?" Tanya Ara


"Pakaian santai aja" Jawab Mike sambil mengacak-acak rambut Ara


"Ok" Jawab Ara sambil mengangkat tangan dan jarinya di bentuk Bulat


Sampainya di atas, mereka langsung menuju Kamar mereka, kebetulan kamar mereka berdua bersebelahan.


"Masuk gih" Pinta Mike, dan di jawab anggukan Ara


Perasaan Ara ngaguk mulu ya, sariawan kali ya? Heheheh... Author juga bingung ini Ara kenapa ngaguk Mulu...Heheheh


"Apa lagi? Katanya masuk" Tanya Ara sambil mengernyitkan dahinya, karena Mike masih menahan tangannya


"Selamat istirahat sayang...Cup" Ucap Mike sambil mencium kening Ara, dan di balas senyuman manis oleh Ara, setelah itu dia masuk.


**********


Setelah istirahat yang cukup, sekarang mereka sudah bersantai-santai di ruangan keluarga yang ada di Vila ini.


Setelah sepersekian menit mereka diam, akhirnya Airin membuka suara.


"Malam ini kita makan di luar aja ya. Pokoknya terserah kalian mau makan dimana, tapi harus pulang ke sini lagi ya. Jangan pulang larut malam, jam 11 semua udah pada di tempat ini lagi. Apalagi untuk cewek-cewek, yang mau keluar bareng pacarnya, di jagain anal gadisnya orang yang. Soalnya selama kalian disini, gue yang tanggung jawab ke kalian semua, jadi gue gak mau tau pokoknya kalian semua jam 11 udah pada ngumpul" Jelas Ara panjang lebar


"Udah kayak Mak-mak aja loo Rin" Celetuk salah satu dari mereka


"Anggap aja kaya gitu" Jawab Ara


"Emang pemilik Vila gak nyiapin pembantu gitu?" Tanya Vanya


"Gak ada. Kita disini tuh cuma numpang, gak bayar, masa kita minta pembantu? Tau diri dikit kita" Ketus Vani


"Oh, nanya aja. Gak usah ngegas" Balas Vanya gak kala ketus


"Udah-udah, jangan ribut" Lerai Ara


"Mike, kita ke cafe ya" Ajak Vanya sambil bergelayut di tangan Mike


"Paan sih pegang-pegang" Ucap Mike sambil melepaskan tangan Vanya


"Ayo dong Mike" Ucapnya dengan manja


"Gue ada urusan" Jawab Mike datar


"Gue ikut ya, pliss. Gue gak punya teman soalnya" Bujuknya lagi


"Lah Nya, kita loo anggap apa?" Tanya Selena


"Paan sih, nyahut aja loo. Gue kan mau jalan sama pacar gue" Ketus Vanya


"Siapa pacar loo? Gue bukan pacar loo ya" Ucap Mike dengan datar


"mpfuuu....Kasian deh loo Nya. Mana mau Abang gue pacaran sama cabe kaya loo" Ejek Miko sambil menahan tawanya


"Hahahahahah" Tawa mereka pecah, sedangkan yang di tertawaan langsung pergi sambil menghentakkan kakinya dan menarik tangan Selena dan di ikuti ketiga teman-temannya







To Be Continued