
Masih di hari yang sama, dan tempat yang sama yaitu Taman belakang sekolah.
"Eh, mumpung Ara udah baikan, gimana kalau kita jalan-jalan ke Mall" Ucap Vani memberi saran
"Ide bagus" Ucap Miko menyetujui saran Vani
"Gimana guys?" Tanya Miko memastikan
"Gue ikut aja" Jawab Vita, sedangkan Ara melihat ke arah Axal untuk meminta pendapat pacarnya itu.
"Aku ikut kamu aja" Ucap Axal menjawab maksud dari Ara melihat ke arah nya
"Gimana Ra?" Tanya Vani memastikan
"Ya udah kita jalan-jalan ke Mall" Putus Ara
"Yey" Ucap Miko dan Vani kompak
"Gue lihat-lihat kalian cocok juga" Ucap Axal datar
"Jangan ngadi-ngadi Loo" Ucap Vani gak terima di bilang cocok, padahal mah aslinya hatinya udah deg-deg ser...Heheheh
"Jangan ngadi-ngadi, jangan ngadi-ngadi, padahal mukanya udah memerah" Ucap Vita menggoda
"Alah, malu-malu kucing, mau tapi malu" Lanjut Vita lagi masih menggoda, sedangkan yang di goda udah kelihatan kesal banget sambil menahan malu.
"Au ah, gue gak jadi ikut" Ucap Vani kesal dan pergi meninggal mereka
"Nah, loh, anak orang ngambek. Kejar Ko" Ucap Ara sambil tertawa
"Ogah" Ucap Miko acuh
"Kalian kok sahabat kaya gitu?" Ucap Axal tak suka
"Namanya juga sahabat Xal, ya gitu" Ucap Vita santai
"Sahabat itu ngedukung, bukan malah mengejek" Ucap Axal membantah
"Axal, itu cara kami nunjukin kalau kami itu sayang ayang ke mereka. Kamu punya cara kami sendiri menunjukan sayang kami" Ucap Vita panjang lebar
"Tapi cara kalian itu salah" Ucap Axal datar
"Alah, Loo gak tau kami, jadi jangan pernah memberi pendapat. Kami tau mengatasi masalah kami, jadi stop ikut campur. Loo tinggal ikuti aja, gak usah memberi pendapat" Ucap Vita panjang lebar sambil menekan kata-katanya
"Udah-udah, kok malah pada jadi berantem gini sih" Ucap Ara melerai
"Aku gak suka cara sahabat-sahabat kamu" Ucap Axal datar dan menatap Ara dingin, Ara yang melihat tatapan Axal berubah menatapnya dapat mengetahui kalau pacarnya ini memang benar-benar tak suka dengan cara mereka bermain.
"Udah, kamu gak usah khawatir. Vani gak beneran marah, dia hanya kesal aja. Gak sampai sejam balik lagi kok Mood nya" Ucap Ara menjelaskan sambil memberi pengertian untuk Axal
"Lain kali kalian gak boleh kaya gitu sama sahabat kalian, kalian ini sahabat apa bukan sih?" Ucap Axal masih dengan suara yang tak bersahabat
"Jangan pernah menilai sesuatu dari satu sisi ya Xal, belum tentu yang kamu lihat itu kebenaran nya, jangan pernah mengambil kesimpulan begitu aja. Kami udah lama sahabatan, udah dari SMP, jadi kami tau mana yang baik dan mana yang gak" Ucap Vita marah
"Terserah kalian aja, kalau sampai Vani marah ke kalian, gue gak peduli" Ucap Axal datar lalu meninggalkan mereka
"Masalah satu kelar, muncul lagi masalah baru. Itu si Axal kenapa sih, sensi amat" Ucap Miko geleng-geleng kepala
"Gak tau, PMS kali" Ucap Vita malas
"Udah, biarin aja. Aku juga sebenarnya malas dia meragukan persahabatan kita" Ucap Ara kesal
"Kita susul Vani aja, pasti dia di kantin" Ucap Ara memberi saran
"Ya udah, yuk" Jawab mereka dan langsung menyusul Vani ke kantin
"Nah, tuh orangnya" Ucap Ara sambil menunjuk Vani yang sedang melahap makanan nya
Vani itu kalau lagi kesal doyan makan ya guys, tapi badannya gak gendut, gak tau nutrisi yang di serap kemana... Heheheh
"Dorr"
"Byuuurrr" Mereka bertiga mengagetkan Vani yang sedang minum air, dan hasilnya air yang masih di mulutnya nyembur ke wajah Miko
"Eh Van, hati-hati dong kalau minum. Udah kayak Mbah Dukun aja Loo, main nyembur aja" Ucap Miko kesal sambil membersihkan wajahnya menggunakan tisu
"Salah sendiri ngagetin" Ucap Vani santai
"Mumpung kalian datang, terutama Vita, bayarin gih Vit" Ucap Vani santai
"Enak aja Loo" protes Vita tak terima
"Salah sendiri bikin gue kesel" Ucap Vani
"Udah, bayar aja Vit, dari pada gak berhenti keselnya" Ucap Ara
"Iya deh" Pasrah Vita
"Buk, berapa?" Tanya Vita ke Buk Kantin
"50 ribu neng" Jawab Buk Kantin
"Buset, Loo makan apa aja Van? Banyak amat tagihannya" Kaget Vita
"Loo tau kan kalau gue kesel, pasti porsi makan gue banyak" Ucap Vani sambil nyengir
"Untung banget Loo hari ini, gue mah apes" Ucap Vita sambil mengeluarkan uang 50 ribu dan di berikan ke Ibu kantin
"Ah elah Vit, uang segitu mana ada artinya buat Loo?" Ucap Miko
"50 ribu juga uang Miko" Bukan Vita yang menjawab, tapu Ara.
"Iya, tapi kan Vita anak pengusaha kuliner terkenal, jadi uang 50 ribu gak seberapa pastinya buat dia" Jawab Miko lagi
"Udah-udah, malah jadi ributin uang" Lerai Vita
"Kita jadi ke Mall gak nih?" Tanya Vani ke sahabat-sahabatnya
"Jadi, yuk" Ucap Ara sambil mengajak mereka
"Eh tunggu" Miko menahan mereka
" Napa Loo?" Tanya Vani mengernyitkan keningnya
"Si Axal gak ikut?" Tanya Miko ke Ara
"Eh, iya. Dari tadi due gak lihat Axal" Ucap Vani menyadari
"Udah, biarin aja" Ucap Ara malas
"Kenapa lagi sih?" Tanya Vani
"Lah, kok gara-gara gue?" Tanya Vani heran
"Iya, gara-gara Loo main kabur aja, sih Axal marah" Ucap Miko Ambigu
"Gara-gara gue kabur Axal marah? Gimana-gimana? Dia gak suka ya gue tinggal. Ah, Axaaaalll aku padamu" Ucap Vani sambil menerawang
"Dasar Loo" Ucap Miko sambil menoyor kepala Vani
"Loo cemburu ya" Ucap Vani menggoda Miko
"Siapa juga yang cemubur, ngarep Loo" Ucap Miko
"Eh, tapi Ara" Tanya Vani heran
"Ngomong nya ambigu sih, jadi anak orang ngarep sama si babang Axal" Ucap Vita sambil tertawa
"Maksudnya gimana sih?" Tanya Vani tak paham
"Gini ya, Axal itu gak suka cara kita goda Loo tadi, katanya kita ngekek Loo. Pokoknya gitu deh, dia gak suka cara kita memperlakukan sahabat kita" Ucap Vita menjelaskan sedangkan Vani hanya manggut-manggut
"Pacar Loo kok sensi amat sih Ra? Yang harusnya sensi itu cewek, yang harus marah itu gue, lah gue santai aja malah lapar, lah dia yang ngambek. Ada-ada aja tuh anak" Ucap Vani geleng-geleng kepala
"Udah, gak usah di pikirin. Biarin aja" Ucap Ara santai
"Bentar lagi pasti nyariin Loo Ra, gue yakin" Ucap Miko
"Kayak tau aja Loo sama isi hati nya Axal" Ucap Vani
"Loo gak percaya? Tungguin aja" Ucap Miko sambil tersenyum
Mereka berbicara sambil jalan menuju parkiran
"Ra" Panggil Axal dari jauh
"Tuh kan, belum lama gue bicara tuh anak udah manggil" Ucap Miko sambil tersenyum bangga
"Jago juga Loo ya" Puji Vani sambil memberikan dua jempol ke Arah Miko
"Ara, tunggu" Panggil Axal lagi sambil melebarkan langkah, tapi Ara DKK tak berhenti
"Kenapa kita tetap jalan sih? Kan di panggil" Protes Vani
"Udah, jalan aja. Biarin dia, salah sendiri pake ngambek gak jelas" Ucap Ara malas
"Ra" Ucap Axal lagi sambil menahan tangan Ara, sedangkan Ara hanya diam tak berbalik atau pun bersuara
"Ra, kamu marah?" Tanya Axal dengan suara lirih
"Menurut Loo?" Bukan Ara yang menjawab, tapi Vita. karena dia masih malas dengan Axal
"Gue gak ngomong sama Loo" Ucap Axal tajam
"Dih" Kesal Vita
"Tinggalin kami berdua" Pinta Axal datar
"Gak" Bukan mereka yang menjawab, tapi Ara.
"Tinggalin" Ucap Axal datar
"Gak" Tegas Ara, sedangkan sahabat-sahabatnya saling tatap
"Mereka pergi, gue juga pergi"
"Nah loh, Ara udah ngomong Loo gue, tamat riwayat Loo Xal" Batin Sahabat-sahabat Ara dalam hati tanpa ada janjian
"Raa" Dari Nada bicara Axal, dia tak suka Ara mengucapkan kata gue
"Kenapa? Loo gak suka? sakit? itu yang gue rasain tadi saat Loo natap gue dengan tatapan dingin" Ucap Ara sambil menatap tajam Axal
"Ah, bodoh banget sih. Kenapa juga sampai natal Ara kaya gitu, padahal gue marah sama Vita bukan sama Ara. Akhhh" Batin Axal merutuki kebodohannya
"Maafin aku Ra" Ucap Axal menyesal
"Untuk sementara ini, jangan ganggu gue sama teman-teman gue dulu" Ucap Ara datar
"Raa" Ucap Axal sambil menggelengkan kepalanya petanda bahwa dia tak menerima itu
"Loo bisa nemuin gue lagi, setelah Loo bisa nerima cara gue sama sahabat-sahabat gue berteman" Ucap Ara memberi syarat
"Aku udah Nerima kok Ra, aku gak bakal Protes lagi. Aku sadar kok, persahabatan itu gak mesti selalu akur atau selalu menunjukan dukungan secara terang-terangan, aku akui aku salah Ra" Ucap Axal panjang lebar dengan wajah sedih
"Gue sama sahabat-sahabat gue butuh waktu" Ucap Ara datar
"Yuk guys" Ajak Ara ke Sahabat-sahabat nya, dan mereka segera pergi ke kendaraan masing-masing. Ara ikut mobil Vita, karena sejak kematian Grandma nya, Ara sering di antar jemput supir bribadi keluarga Mateo
"Apa kita gak keterlaluan tadi Ra?" Tanya Vita, dia kasian melihat Axal yang kelihatan sedih bangat, padahal mereka baru baikan beberapa jam yang lalu, udah marahan lagi. "Ini yang gue gak mau menjalin hubungan lebih sama lawan jenis, gini nih akibatnya" Pikir Vita
"Udah, biarin aja! So that he don't immediately think before seeing the situation"
"Ya udah" Pasrah Vita
"Gak Seharusnya juga gue kaya gitu"
•
•
•
•
•
•
To Be Continued
Tak ada penyesalan yang datang di awal, pasti datang di akhir. Kalau di awal, itu namanya pendaftaran.
...**Kita tak bisa memberi kesimpulan mana yang baik, dan mana yang buruk kalau kita belum tau situasi yang sebenarnya. Kita harus masuk dulu kedalamnya, agar kita tau tindakan apa ya g harus kita ambil....
...#Author...
Maaf ya Author baru Up hari ini, kemarin-kemarin author capek banget, karena banyak kerjaan. Alhamdulillah hari ini author ada waktu buat up, semoga part ini gak ngebosenin, dan kalian suka..
Bantu like, vot, dan koment juga ya guys, agar author tambah semangat nulisnya**.