
..."Roomchat IPA"...
@Vani_87
-Guys, gimana nih? jadi gak kita ke puncak?
@Vina_69
- @Arabela_01, woy jadi gak kita ke puncaknya?
@Miko_119
- Jadi gak?
^^^@Arabela_01^^^
^^^Maaf ya guys, iya jadi.^^^
^^^Semua yang di grup ini^^^
^^^gak ada yang terkecuali,^^^
^^^pokoknya datang semua.^^^
^^^Kita ngumpul di rumah gue^^^
^^^sebelum jam 7 pagi ya!^^^
^^^jangan ampe telat,^^^
^^^titik pokoknya titik😂😂^^^
@Vina_69
- Ok, berarti fix ya.
@Miko_119
- Jangan lupa genks😂😂
@Vani_87
Read
@Vina_69
Read
^^^@Arabela_01^^^
^^^Read^^^
@Miko_119
-bWoy, udah pada molor loo pade😴😤😤
@Miko_119
- Ini penghuni grup yang lain pada kema sih? awal kalian besok ya, gue gibeng satu-satu loo pada😠😠😠😠
@Miko_119
- Au ah, gue juga mau bobo tamfan. Bay🥴🥴
**********
Keesokkan paginya, mereka semua siap-siap untuk menuju ke puncak, tak terkecuali si kembar Mike dan Miko.
"Bang" Panggilan Miko ke Mike, tapi Mike tak menghiraukan nya
"Bang" Panggilannya lagi, tapi masih tak di gubris sekalipun
"MIIIIIKE" Teriak Miko dengan kesal
"Apa sih?" Tanya Mike dengan santai
"Tungguin gue Napa! loo tuh kenapa sih, budek loo ya?" Kesal Miko
"Aduh, anak-anak Mami pada kenapa sih? Masih pagi udah ribut aja" Tanya Ibu mereka sambil geleng-geleng kepala
"Ini nih Mi, Bang Mike, Miko panggil-panggil dari tadi diam aja" Lapor Miko
"Gue gak mau telat bego" Jawab Mike dengan datar
"Ngomong dong" Ketus Miko
"Udah-udah, gak usah ribut. Ntar telat beneran, kalian di amukin satu kelas" Lerai Mami dibawah becanda
"Yuk, sarapan dulu. Agar gak lemas nantinya" Ajak Mami
Setelah sarapan, mereka langsung berangkat ke Rumah Ara, yaitu kediaman Mateo
Pukul 07 kurang 15 menit mereka sampai di kedian Sanjaya, tapi si Kembar Vani Vina belum juga sampai, biasalah ciwi-ciwi rempong. Hehehehe
"Vina sama Vani mana?" Tanya Ara
"Munkin masih di jalan" Jawab mereka
5 menit kemudian, mereka berdua sampai dan langsung berlari keluar mobil.
"Guys-guys, gue gak terlambat kan?" Heboh Vina
"1 menit aja loo berdua terlambat, kita tinggalin" Sewot Miko, karena dia udah gak sabaran ke Puncak
"belum juga jam 7, masih ada waktu 5 menit kali" Lanjutnya lagi dengan ngegas
“Udah-udah, gak usah ribut. Kapan berangkatnya kalo kalian masih ribut aja?” Lerai Ara
“Tau tuh” timpal siswa-siswi lainnya
“Yaudah yuk, kita berangkat. Keburu siang nanti” ajak Ara
“Cus” ucap mereka serempak.
Setelah ribut sedik ala-ala kucing dan a*j*ng, mereka segera masuk kedalam mobil masing-masing. Kebetulan mereka naik mobil keluarga, bukan mobil sport, jdi dalam satu mobil bisa nampung 6 orang. 6 sekawan ada dalam satu mobil yang di kendarai Miko, di sampingnya ada Vita, di belakangnya ada Vina dan Vani, dan di belakang si kembar ada dua si joli yang lagi jatuh cinta, siapa lagi kalau bukan Ara dan Mike... Hehehehe
Mereka menempuh kurang lebih 2 jam perjalanan untuk sampai di Puncak. Sampai di muncak, mereka segera masuk kedalam Vila milih keluarga Sanjaya, tak lain adalah keluarga Airin.
Airin.
“Akhhh,,,Akhirnya nyampe juga” Desah Miko sambil merentangkan tangannya dan menghirup udara dalam-dalam.
“Kita istrahat satu jam ya, setelah itu untuk perempuan masak untuk makan siang kita nanti” Jelas Ara
“Masak? Emang gak ada pembantu ya Rin? Kok pake acara masak segalah kita nya” Protes salah satu siswinya
“Ada, tapi sengaja gue liburin. Kan kita banyak cewek-ceweknya, jadi kita sendiri yang masak lah” Ujar Ara
“Ihhh, ogah bangat gue. Mendi pesan aja, kan gampang” Jawab siswi tadi sambil bergidik
“Gak ada, pokoknya untuk cewek-cewek harus masak, titik” Ujar Ara tak mau di bantah.
“Yang gak mau masak, gak boleh makan” Lanjutnya lagi
“Kalau taunya gini, gue gak usah ikutan aja. Malas bangat di suruh masak sendiri” Ujar siswi tadi dengan gaya sombongnya
“Ini Vila milik gue, jadi gue yang atur semua yang ada disini. Kalau kalian gak suka, kalian boleh pulang” Jelas Ara dengan tegas
“Iya-iya, nanti gue bantuin masak. Dimana kamarnya? Gue mau istirahat, capek gue” Ucapnya dengan nada ketus
“Kalian tinggal pilih aja mau tidur di kamar mana. Gue sama Sahabat-sahabat gue di lantai atas, ada juga satu kamar yang kosong di lantai atas, kalau ada yang mau, kalian bisa tempati” Jelas Ara panjang lebar
“Gue aja yang di sana” Ucap siswi tadi
“Yauda, loo yang di sana” Ucap Ara
“Tunggu, siapa nama loo? Maaf gue gak ingat semua nama-nama yang ada di jurusan IPA Ucap Ara
“Gue Vanya Gunadarma, orang terkaya nomor 7 di Negara ini” Ucapnya dengan gaya sombong dan angkuh
“Oh” jawab Ara dengan singkat
“Gitu aja? Loo gak Kaget gitu? Secara gue kan orang terkaya nomor 7” Ucapnya heran
“Emang harus ya untuk gue kaget?” Tanya Ara datar
“Ya harus lah. Dan gue peringatin ke loo, jangan macam-macam sama gue, gue bakal buat loo menderita” Ancam Vanya
“Iiiii, takut” ejek Ara
“Awas loo ya” Ucapnya dan berlalu pergi
Kini tinggal Ara dan sahabat-sahabatnya yang ada di ruang keluarga yang ada di Vila itu.
“Dia gak tau aja kalau Ara anak pengusaha terkaya nomor satu di negara ini dan nomor satu juga se-Asia” Ucap Miko
“Kan dia anak baru, jadi wajar lah dia gak tau” Jawab Ara
“Yaudah yuk kita istirahat, setelah istirahat kita cewek-cewek masak ya” Lanjut Ara
“Yuk” Jawab mereka hampir kompak
Satu jam mereka habiskan untuk istirahat, dan sekarang waktunya mereka masak untuk makan siang nanti. Cewek-cewek kini telah berperang di dapur untuk memasak makanan untuk mereka semua.
Selama satu jam lebih mereka berkutat di dapur, dan Alhamdulillah masakan mereka telah masak dan langsung di sajikan di atas meja. Karena jumlah mereka yang hampir 70 orang, jadi mereka masak banyak dan memakan waktu yang cukup lama juga.
Sekarang mereka semua duduk di meja makan untuk makan siang bersama. Kebetulan meja makan di ruang makan sangat besar, karena mereka makan di ruang makan untuk acara besar keluarga, jadi muat untuk menampung banyak orang.
“Mike sayang, aku duduk di sini ya. Nanti aku suapin kamu makan” Ucap Vanya dengan gaya manjanya
“Apa loo sayang sayang sama Abang gue? Minggir loo” Ucap Miko sambil menarik tangan Vanya agar menyingkir
“Apa sih loo, ganggu aja” Ucap Vanya tak terima sambil menghentakkan kakinya, sedangkan Mike hanya diam saja dengan ekspresi datar dan dinginnya
“Udah-udah, gak baik ribut di meja makan” Lerai Ara, sebenarnya Airin geram dengan tingkah Vanya dan Mike juga hanya diam saja dengan perlakuan Vanya, tak ada perlawanan sedikitpun. Tapi dia hanya diam saja, karena dia tidak mau ada keributan, apalagi ada di meja makan
Sebenarnya Ara sudah mulai menyukai Mike, sudah tumbuh perasaan cinta di hatinya. Tapi dia tak menyadari hal itu.
“Sekarang kita makan. Keburu dingin makanannya gak enak nanti” Lanjutnya lagi
Mereka makan dengan tenang, karena Ara menerapkan kepada mereka untuk tak berbicara. Alhamdulillah mereka mendengar kan Ara, Vanya juga mengikutinya tanpa protes sedikitpun, karena dia ingin mendapatkan simpati dari Mike. Dia gak tau aja Mike udah kesemsem sama Ara. Hehehehe
•
•
•
•
•
To Be Continued