
"Ra, plisss jangan ketus-ketus sama aku!" Pinta Nando
"Kenapa emang?" Tanya Ara sambil menaikan sebelah alisnya
"Kita kan udah pacaran Ra" Jawab Nando
"Pacaran yang-"
"Stop Ra, aku sayang sama kamu. Aku mau kita baik-baik aja, aka mau jalanin hubungan kita secara normal, kaya pasangan-pasangan lainnya"
Ucapan Ara terputus karena Nando langsung menghela ucapan dengan kata-kata yang lumayan banyak.
"Tapi gue gak menginginkan hubungan ini" Jawab Ara datar
"Coba aja dulu Ra buat jalanin nya, siapa tau kamu bisa buka hati sama aku" Mohon Nando
"Apaa sih yang Loo suka sama gue? Gue tau gak ada yang Loo suka, tapi karena Loo taruhan sama teman-teman Loo, jadi maksa gue" Ucap Ara sini, karena dia sudah tau rencana awal Nando.
"Gak gitu Ra" Elak Nando
"Gak gitu apaan? Gak usah ngelak deh" Ketus Ada
"Benar Ra" Jawab Nando masih mengelak
"Awas kalau gue tau sendiri ya" Ucap Ara dingin, sedangkan Nando hanya meringis takut karena merasakan aurah dingin di sekitarnya
"Ndo" Lirih Ara
"Ya?" jawab Nando melirik Ara
"Eh, gak apa-apa. Gak jadi" Jawab Ara sambil tersenyum menampilkan gigi rapinya
"Kenapa Ra?" Tanya Nando menuntut Ara melanjutkan perkataannya
"Gak jadi, gue udah lupa" Bohong Ara
"Banyak dosanya Loo" Jawab Nando sambil menoyor kepala Ara
"Apa sih Ndo" Dengus Ara tak suka
"Eh, maaf-maaf" Sesal Nando
"Ya" Jawab Ara singkat
"Kita gak masuk kelas?" Tanya Nando
"Loo duluan aja, gue masih mau disini" Jawab Ara datar sambil menatap kosong
"Gue temenin ya" Tawar Nando
"Gak usah, gue pengen sendiri" Jawab Ara
"Ya udah, kami hati-hati ya disini" Pesan Nando sambil mengelus rambut Ara dan beranjak dari rooftop, sedangkan Ara hanya diam termenung.
"Gimana kalau Ayah tau aku pacaran ama Nando" Gumam Ara sedih
"Pasti aku bakal di hukum sama Ayah" Lanjutnya lagi lirih
"Ahh" Teriak Ara
"Kenapa harus gue sih Ndo? Kenapa?" Ucap Ara bertanya sendiri
"Loo sama aja ngehancurin masa depan gue" Ucap Ara lagi ya g sudah berkaca-kaca
"Loo gak tau aja gue di jaga sama Ayah gimana, Ayah udah wanti-wanti gue banget agar gak pacaran. Loo dengan sesuka hati Loo datang ke kehidupan gue, maksa gue buat jadi pacar Loo, ngancam-ngancam gue segalah. Sebenarnya niat Loo pacarin gue apa sih Ndo? Gue tau Loo dekat sama Sindi, terus kenapa Loo nembak gue? Kenapa harus gue? Loo Mau gue sama Sindi musuhan? Loo mau juga Gue di hukum Ayah?" Ara meluapkan semua uneg-uneg nya. tapi sayangnya dia hanya meluapkan sendiri, tak ada Ando disana yang mendengar semua yang di ungkapkan Ara.
"Nandooooo, gue benci ama Loo" Teriak Ara sekencangnya, dan saat itu Ada Raja yang lewat di bawah Rooftop.
"Itu Ara kan?" Tanya Mike pada dirinya sendiri
"Ara lagi kenapa?" Tanya Mike lagi
"Tadi itu suaranya ada di Rooftop, aku harus kesana" Ucap Mike dan langsung berlari menuju rooftop dimana suara Ara berasal
"Loo kenapa Ra? Siapa yang buat Loo nangis? Hati gue sakit lihat Loo kaya gini" Batin Mike
"Ra" Panggil Mike, tapi Ara tak mendengarnya
"Ara" Panggilnya lagi sambil memegang bahu Ara, dan Ara kaget ada yang memegang bahunya dan langsung mengusap Air matanya
"Eh, Mike. Loo ngapain kesini?" Tanya Ara sambil tersenyum menutupi kesedihannya
"Kamu kenapa Ra?" Tanya Mike tak menghiraukan pertanyaan Ara
"Gue kenapa?" Tanya Ara pura-pura tak mengerti maksud Mike
"Gak usah bohong sama aku Ra" Ucap Mike
"Kamu kenapa nangis?" Tanya Mike
"Aku gak nangis Kok, aku hanya kelilipan aja" Jawab Ara mengelak
"Gak usah ngelak kamu Ra" Ucap Mike masih tak percaya
"Gak kok Ja" Jawab Ara sambil tersenyum
"Ya udah, kalo kamu gak mau ngomong sama aku. Tapi kalo kamu udah mau cerita, aku siap kok dengerinnya" Ucap Mike sambil menggenggam tangan Ara
"Iya Mike" Jawab Ara sambil tersenyum
"Tinggalin Aku sendiri ya Ja" Pinta Ara
"Tapi kenapa Ra?" Tanya Mike
"Gak papa, aku cuma lagi pengen sendiri aja" Jawab Ara
"Kamu gak papa aku tinggal?" Tanya Mike khawatir
"Gak papa Mike, tenang aja!" Jawab Ara sambil tersenyum
"Are you serious are you okay?" Tanya Mike memastikan lagi
"Yes Mike, I'm Ok. Don't worry" Jawab Ara meyakinkan samb membalas genggaman tangan Mike
"Ya udah, aku tinggal ya Ra. You be careful, ok?" Ucap Mike sambil mengelus kepala Ara dan beranjak dari sana
"Yes, don't worry" Jawab Ara sambil tersenyum, setelah itu Mike meninggalkan Ara menuju kelas.
Setelah Mike meninggalkan Ara, Ara termenung menatap lurus kedepan. Ara benar-benar tak tahu bagaimana menghapi Ayahnya nanti
"I hope dad doesn't know" Gumam Ara
Ara menghabiskan waktunya di rooftop sambil menangis, dia masih takut dengan amukan Ayahnya.
"ARAAA"
•
•
•
•
•
To Be Continued
Butuh dukungan nya, dengan cara vot, like, jangan lupa juga tambahkan Favorit ya! Agar kalian gak ketinggal dengan cerita saya. Semoga suka juga dengan ceritanya😍😍😍
Maaf ya kalau cerita nya belum lama udah ada konflik aja, karena cuma itu yang singgah di otak author 😁😁 Kalau mau nambah-nambah adegan atau apa, boleh. Malah author senang dapat masukan dari kalian🥰🥰🥰
Maaf juga part kali ini hanya sedikit, soalnya author lagi buntu banget😪