Arabela'S Love Story

Arabela'S Love Story
Hancur (Arabela & Mike)



"Mampir dulu ke rumah ya, kita makan siang bareng di rumah" Pesan Ara


"Ogah bangat makan di rumah loo" Ucap Vanya dengan gaya sombongnya


"Emang kenapa kalau makan di rumah gue?" Tanya Ara


"Ya gak level lah, secara kan loo miskin. Gak munkin mampu buat beri kita makan enak. Apalagi kita banyak kaya gini, pasti loo melarat" Jawab Vanya dengan sombongnya


"Ohh gitu? ya gapapa kalo loo gak mau" Ucap Ara


"Yang mau aja ya, yang gak mau gak papa" Lanjutnya lagi dan di balas anggukan kepala mereka semua, setelah itu mereka langsung pulang ke Jakarta.


Sebelum Ara DKK masuk ke mobil, Vanya menahan tangan Axal.


"Axal, aku ikut bareng kamu ya" Ujarnya dengan Manja


"Udah penuh" Bukan Mike yang nge jawab, tapi Miko.


"Gue gak ngomong sama loo ya" Ketus Vanya


"Yee, gue ngomong yang benar juga" Jawab Mike


"Benar yang di bilang Miko" Ucap Mike datar sambil melepaskan tangan Vanya.


"Ya siapa ke yang keluar gitu" Saran Vanya


"Gak ada, gak ada, sana loo bareng teman-teman loo" Usir Vina


"Gue gak ngomong sama rakyat jelata ya" Sinis Vanya


"Atau gak Ara aja, dia gak cocok naik mobil bagus" Lanjutnya lagi sambil memprovokasi Ara


"Loo gak tau Mobil--"


"Udah-udah, gak usah ribut. Biar gue aja yang gak bareng kalian" Ucapan Miko di potong Ara, karena dia gak mau Vanya tau identitas nya.


"Ara aja tau diri" Sinis Vanya


"Ya udah, masuk gih" Ucap Ara dan Vanya langsung masuk.


"Yank, kok kamu gitu?" Protes Mike


"Udah, gak papa dia naik Mobil aku, aku sama kamu naik mobil aku yang ada di bagasi Vila aja" Jelas Ara


"Kok kamu pinter sih yank" Ucap Mike sambil mengelus pipi Ara


"Mike, ayo dong kita pergi" Teriak Vanya dari dalam mobil.


"Tunggu bentar ya, gue mau ke toilet dulu" Pamit Mike


"Jangan lama-lama ya" pesan Vanya dan di jawab anggukan oleh Mike


"Ko, ikut Abang bentar" Ucap Mike sambil menarik tangan Mike


Mike mengajak Miko ke toilet untuk menukar pakaian mereka dan merubah penampilan Miko agar Vanya gak curiga kalau itu Miko. Setelah ganti pakaian, mereka menuju tempat Airin menunggu mereka.


"Wih, keren, udah gak bisa bedain mana Mike dan mana Miko" Ucap Ara dengan kagum


"Aku ama kamu aja ya Ra" Ucap Miko dengan gaya centilnya dan dapat pelototan dari Mike


"Hehehehe,,, santai bang santai. Ntar tuh mata copot loo" Ucap Miko sambil terkekeh, setelah itu dia ngacir ke dalam mobil.


Saat mobil Miko dan yang lainnya sudah lumayan jauh, barulah Ara dan Mike menyusul mereka.


Dua jam perjalanan mereka tempuh untuk sampai di depan Kediaman Mateo



Setelah itu mereka memarkirkan mobil dan langsung masuk kedalam Mansion milik keluarga Mateo.



"Sambil menunggu makan siang, yang mau bersih-bersih ke kamar tamu ya. Yang mau di bawah silahkan, mau di atas juga silahkan. Kebetulan di sini ada beberapa kamar tamu, jadi kalian boleh gantian" Jelas Ara panjang lebar


"Kita boleh juga keliling Rumah kamu Ra?" Tanya salah satu siswa


"Boleh, silahkan kalau yang mau keliling" Jawab Ara dengan senyuman


Setelah mendapatkan jawaban dari tuan rumah, mereka langsung keliling melihat-lihat suasana Mansion Keluarga Mateo.




"Besar bangat ya Rumahnya Ara, udah kaya Istana aja" Ucap salah satu dari mereka


"Tapi orangnya gak sombong ya, malah ramah bangat dan Royal sama teman-teman nya" Ucap salah satunya lagi sambil memuji


"Kalau Vanya ada, pasti dia kaget Ara anak Sultan" Ucap yang satu lagi dan di balas anggukan oleh yang lain


"Yuk jalan lagi" Ucap yang satu dan mereka melanjutkan mengelilingi Mansion


"Andai aku punya rumah kaya gini, pasti seneng banget" Ucap si A sambil menerawang


"Pletak....Mimpi looo" Jawab si B sambil menjitak kepala si A


"Aduh, sakit tau" Ketus si A sambil mengelus kepalanya


Setelah puas dan merasa capek berkeliling mansion, mereka berkumpul di ruang tengah sambil menunggu makanan siap. Belum lama mereka istirahat, Ara datang untuk mengajak mereka makan.


"Yuk, kita ke ruang makan" Ajak Ara


" Makanannya udah jadi semua, tinggal kita yang di tunggu" Lanjutnya lagi dan di jawab anggukan kepala oleh mereka semua


Sampainya di ruang makan, mereka duduk di kursi yang sudah di sediakan dan mulai memakan makanan mereka. Tak ada yang berbicara di antara mereka sampai Bundanya Airin membuka suara.


"Gimana liburan kalian, seru gak?" Tanya Bunda


"Seru Bund" Jawab Miko


Sekedar info ya, Sahabat-sahabat nya Ara semuanya manggil Bundanya Ara dengan sebutan Bunda, dan Ayahnya Ara dengan sebutan Ayah. Itu atas permintaan kedua paruh baya tersebut.


"Gak ada masalah kan selama di Vila?" Tanya Bunda lagi


"Gak ada kok Bund" jawab Ara


"Syukur deh" Ujar Bunda


"Coba Bunda tanya sama yang lain, seru gak liburan sama Ara DKK?" Tanya Bunda


"Seru kok Tan, apalagi Vila milik Tante bagus bangat dan besar, kita jadi nyaman" Jelas si A


"Syukurlah kalau kalian senang" Jawab Bunda


"Mike, abis ini Bunda mau ngomong ya sama kamu" Ujar Bunda


"Iya Bunda" Jawab Mike


"Yaudah, di lanjutin makannya" Pinta Bunda dan di balas anggukan kepalah oleh yang lainya.


Dua puluh lima menit mereka habiskan untuk makan siang sambil berbincang-bincang ringan, setelah itu mereka pamit pulang.


"Tante, makasih ya makan siangnya, kita pulang dulu" Pamit si C mewakili semuanya


"Iya, hati-hati di jalan ya" Pesan Bunda di jawab anggukan kepala, kini tinggal Orang tua Ara, dan Ara DKK yang ada di ruang keluarga.


"Kalian istirahat dulu ya, nanti sore pulangnya" Pintah Bunda


"Tapi Ara sama Mike tinggal di tempat" Lanjutnya lagi


"Siap Bunda" Jawab mereka kompak


Kini tinggal mereka berempat yang ada di ruangan, Mike merasa jantungnya berpacu lebih kencang.


"Apa aku sama Ara gak di bolehin pacaran ya" Batin Mike


"Jangan sampai ya Allah" Doa Mike dalam hati


"Bunda sama Ayah mau ngomong apa ya" Batin Ara


Bunda melihat Ara dan Mike secarah bergantian, Bunda sadar mereka sedang gelisah. Kini keduanya larut dalam pikiran masing-masing sampai suara deheman Bunda membuyarkan lamunan mereka.


"Ehmm" Dehem Bunda


"Bunda mau ngomong serius sama kalian, hal ini juga udah Ayah, Bunda, dan Mama Papa kamu Mike" Jelas Bunda


"Tentang apa Bund?" Tanya Mike takut-takut


"Tentang hubungan kalian" Jawab Bunda


Duarrrr


"Bunda mau ngomong serius sama kalian, hal ini juga udah Ayah, Bunda, dan Mama Papa kamu Mike" Jelas Bunda


"Tentang apa Bund?" Tanya Mike takut-takut


"Tentang hubungan kalian" Jawab Bunda


Duarrrr


Hati Ara dan Mike terasa di sambar petir, mereka sudah berpikiran ke mana-mana. Apa Bunda sama ayah gak setuju nya, pikir mereka dalam hati tanpa mereka tau mereka kompak dalam pikiran. Hehehehe


"Bunda gak setuju ya Bunda? Kenapa Bund? Apa Mike gak cukup Baik untuk Ara? Mike bisa perbaikin kok Bunda, Mike bisa ubah diri Mike, Mike pasti bisa jadi yang terbaik Bund. Bunda sama Ayah jangan pisahkan kita ya Bund, Yah" Mohon Mike panjang kali lebar tanpa ngerem....Heheheh


"Udah kelihatan jelas banget ya kalo Ayah sama Bunda gak setuju?" Tanya Bunda datar


"Gini ya, Bunda bukan gak setuju sama kamu. Tapi Bunda gak mau hal yang serupa seperti jaman dulu akan terjadi lagi sama kalian berdua, jadi Bunda harap kalian berdua mengerti. Bunda mau, kalian mengakhiri hubungan kalian berdua. Karena kalian itu keluarga, walau pun keluarga jauh, tapi Bunda gak mau. Ini juga udah di bicarakan antara keluarga Bunda sama keluarga kamu, mereka juga gak setuju" Jelas Bunda panjang lebar


Belum selesai keterkejutan mereka, Bunda memberi kabar yang seakan membolak-balikan perasaan Mike. Hati Mike sakit, benar-benar sakit, dia gak nyangka hubungan mereka akan berakhir setelah 1 tahun lebih mereka pacaran.


"Bunda harap, kalian gak benci Bunda, Ayah, dan Papa Mama kamu Mike" Harapan Bunda ke mereka berdua


"Ya udah, Bunda tinggal dulu ya" Pamit Bunda sambil berlalu






To Be Continued