Arabela'S Love Story

Arabela'S Love Story
Ketemu Adik Axal



Setelah mengambil tas, mereka langsung ke parkiran untuk mengambil kendaraan masing-masing.


"Ra, bareng aku yuk" Ajak Axal


"Tapi aku bawa mobil sendiri Al" Jawab Ara jujur


"Ya udah, aku ikut kamu aja" Putus Axal


"Tapi motor kamu gimana?" Tanya Ara, pasalnya Axal membawa motornya ke sekolah


"Udah, gampang. Ntar orang aku yang ambil" Jawab Axal


"Ya udah deh" Pasrah Ara dan di balas senyuman oleh Axal


"Ya udah, yuk" Ajak Axal


"Guys, duluan ya" Pamit Ara ke sahabat-sahabat nya


"Iya, bay Ra, Xal" Jawab mereka kompak sambil melambaikan tangan


"Eh, kita langsung pulang apa gimana nih?" Tanya Vani


"Pulang aja, gue capek" Putus Vita, dan di setujui oleh mereka


Kita ke Ara dan Axal yaa..


"Rumah kamu dimana?" Axal menanyakan alamat Ara


"Di jalan XX perumahan XXX" jelas Ara


"Ohh iyy, kebetulan aku tau alamatnya" Ucap Axal sambil tersenyum


"Eh Al, nama adik kamu siapa?" Tanya Ara penasaran


"Namanya Alexa" Jawab Axal singkat


"Sekolah dimana?" Tanya Ara lagi


"Sekolah di MA yang di jalan Z" Ucap Axal menjelaskan


"Ohh" Ara hanya ber "o" riah saja


"Kapan-kapan kenalin ke aku ya" Pinta Ara memohon


"Gimana kalau kita ke rumah aku dulu?" Ucap Axal memberi saran


"Aku ijin dulu ke Bunda ya" Jawab Ara dan di angguki Axal


"Tuuuuttt.... tuuuuttt.... tuuuuttt" Suara panggilan tersambung


"Halo sayang" Ucap Bunda setelah panggilan di terima


"Bund, Ara boleh main ke rumah temen gak?" Ijin Ara


"Rumah siapa? Si twins atau Vita?" Tanya Bunda dari sebrang sana


"Teman baru Ara Bund, Axal. Aku mau kenalan sama adiknya" Jawab Ara jujur


"Sini Bunda mau bicara sama Axal" Pinta Bunda dan Ara segera memberikan telfonnya ke Axal, sedangkan Axal langsung menepikan mobilnya dan menerima telepon yang di berikan Ara


"Halo Tan" Sapa Axal ke Bunda


"Halo, ini yang nak Axal ya?" Tanya Bunda memastikan


"Iya Tan" Jawab Axal


"Udah, panggil Bunda aja" Pinta Bunda


"Iya Tan, eh Bund" Ucap Axal canggung, sedangkan Ara langsung melebarkan kedua matanya karena kaget dengan ucapan Axal. "Sejak kapan Axal manggil Bundanya Ara dengan sebutan Bunda?" Pikir Ara. Pasalnya Axal baru kenal sama Bunda, dan belum pernah ketemu juga.


"Jagain anak Bunda ya, jangan sampai lecet" Pesan Bunda serius


"Iya Bund, di jagain pasti" Jawab Axal yakin


"Jangan pulang kemalaman, kasian anak gadis Bunda" Pesan Bunda lagi


"Siap Bund" Jawab Axal


"Ya udah, telfonnya kasih Ara lagi! Bunda mau ngomong" Pinta Bunda, dan Axal langsung memberikan telfonnya ke Ara


"Iya Bund" Ucap Ara setelah telfonnya ada di genggaman nya


"Hati-hati ya sayang, jangan nakal di rumah orang" Pesan Bunda


"Iya Bund, emang Adek anak kecil apa" Ucap Ara manja


"Aduh, gemmes banget sih Ra. Mau gue karungin bawah ke rumah" Batin Axal gemes karena tingkah manja Ara


"Ya udah, Bunda matiin ya" Ucap Bunda dari sebrang


"Tut" sambungan terputus


"Gimana?" Tanya Axal memastikan


"Ke rumah kamu lah" Ucap Ara antusias


"Yuk" Ajak Axal sambil mengacak rambut Ara dengan gemes


"Ihh Axal, jadi berantakan kan" Gerutu Ara manja


"Dih, manja" Ejek Axal


"Au ah" Kesal Ara sambil melipat bibirnya, Axal yang melihat itu tambah gemes


"Ara jangan gitu dong, iman gue bakal runtuh nih" Batin Axal melihat tingkah Ara yang menggemaskan


"Udah-udah, jangan ngambek! Katanya mau ketemu Lexa" Ucap Axal


"Ya udah, Ayuk" Ajak Ara senang, dia sudah melupakan kekesalan nya terhadap Axal


"Yuk" Ucap Axal menancap gas dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan maksimal


1 jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di kediaman keluarga Axal.


"Assalamualaikum" Axal mengucapkan salam setelah masuk ke dalam Mansion


"Waalaikumusalama" Ucap seorang gadis membalas salam, dia sedang bersantai di ruang keluarga sambil menonton TV.


"Dek, Papa sama Mama kemana?" Tanya Axal karena tak melihat kedua orang tuanya


"Pulang" Jawab anak gadis yang di panggil "Dek" tadi oleh Axal


"Pulang lagi?" Tanya Axal kecewa


"Iya" Singkat anak gadis itu, dia belum menyadari Axal tak sendiri ke rumah mereka. Karena dia sibuk dengan Drama Thailand yang sedang dia tonton


"Buk" Axal kesal ke gadis itu sambil melempar bantal sofa ke arah nya


"Opa, Opa, gue masih muda ya" Kesal Axal tak terima, Ara yang melihat kelakuan Kakak beradik itu hanya tersenyum


"Oppa itu maksudnya Abang, ah elah" Kesal gadis itu sambil menoleh ke Axal


"Eh, ada tamu" Ucapnya sadar


"Kenalin, ini Arabela teman Abang" Ucap Axal memperkenalkan Ara


"Dan Ra, ini Lexa adik aku" Lanjutnya lagi memperkenalkan gadis tadi


Yaps, gadis tadi Alexa yang di kenalkan Axal sebelumnya. Yang di titipin salam juga oleh Miko...


"Hai, saya Alexa, panggil aja Lexa" Ucap Alexa memperkenalkan diri


"Aku Arabela, panggil aja Ara" Ara juga memperkenalkan namanya sambil menerima uluran tangan Lexa


"Bang, Nemu dimana makhluk tuhan yang Imut kaya gini?" Tanya Lexa sambil mencubit pipi Ara gemes, sedangkan Ara sudah blushing


"Nemu, Nemu, pala Loo" Kesal Axal sambil menoyor kepala Adiknya, sedangkan Lexa hanya terkekeh


"Eh Ra, ke kamar aku yuk" Ajak Lexa antusias sambil menarik tangan Ara, sedangkan Ara hanya mengikutinya dengan pasrah.


"Itu Lexa kesambet apaan? Kok cepat banget akrab sama orang baru" Ucap Axal heran sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Syukur deh kalau Lexa suka sama Ara, udah ada lampu ijo dari keluarga nih" Ucap Axal senang.


Setelah beberapa menit larut dalam keheranannya, Axal langsung naik menuju ke kamarnya.


Kita ke Lexa dan Ara yaaa...


"Ra, kamu suka nonton drama gak?" Tanya Lexa antusias


"Gak" Jawab Ara singkat


"Kok gak sih? Bagus tahu" Ucap Lexa


"Aku cuma suka banya Novel, gak suka Nonton" Ucap Ara jujur


"Oh ya? Aku juga suka loh Ra" Lexa menjawab antusias


"Kamu suka baca novel bergenre apa?" Tanya Lexa penasaran


"Tentang Psiko, Percintaan, tentang CEO. Pokoknya yang begitu deh" Jawab Ara menjelaskan


"Aku juga suka Loo Ra, apalagi pas ada adegan menyayat. Astagaaa, aku suka banget" Lexa bercerita dengan antusia


"Iya, iya. Apalagi banyak darah, terus matanya di congkel. Astagaaa, aku merinding-merinding tapi tetap lanjut bacanya" Ara juga tak kalah antusias dari Lexa


"Iya Ra. Terus, terus, kalau soal percintaan, aku paling greget kalau pas si cowoknya menyesal telah menyia-nyiakan si ceweknya" Lexa pindah menjelaskan tentang novel percintaan


"Iya, aku juga greget bangat sumpah. Tapi pas cowoknya nangis, ampe sakit, aku Kasian banget sampe ikut nangis juga" Jawab Ara sambil tertawa


"Iya, iya. Sumpah, aku juga sama kayak kamu Ra. hahahah" Ucap Lexa sambil tertawa juga


"Klek" Suara pintu kamar yang di buka


"Serius amat, lagi ngomongin apa?" Tanya Axal setelah membuka pinta kamar Adiknya


"Kepo" Jawab Ara dan Lexa kompak


"Wih, sejak kapan kalian jadi dekat gini?" Tanya Axal penasaran, pasalnya mereka belum lama kenal, baru beberapa jam saja. Tapi udah kaya bertahun-tahun kenal


"Dari orok" jawab mereka lagi kompak


"Sumpah, sumpah, kalian keren. Apa itu kalau kata kamu dek? Emmm" Axal bertanya sambil mengingat kata yang di ucapkan adiknya itu


"Ah iya, Dek Bay" Ucap Axal setelah mengingat kata Lexa waktu itu


"Daebak oncom" Ucap Lexa memperbaiki


"Ah, itu" Jawab Axal sambil nyengir, sedangkan Ara sudah tertawa dari tadi


"Eh, mau ngapain Loo kemari?" Tanya Lexa ke Axal


"Yuk makin, abis itu aku antar kamu pulang Ra" Ajak Axal ke mereka berdua


"Loh, kok pulang? Gak nginap?" Tanya Lexa kecewa


"Gak bisa, aku ijinnya cuma main" Jawab Ara sambil mengelus tangan Lexa lembut


"Kapan-kapan nginap ya" pinta Lexa penu harap


"Lihat nanti deh" Jawab Ara


"Harus, gak boleh nolak" paksa Lexa


"In syaa Allah" Jawab Ara sambil tersenyum manis


"Udah stop ngedrama, turun dulu makan" Ajak Axal dan di angguki mereka


Sampainya di ruang makan, mereka langsung menyantap makanan mereka di iringi candaan-candaan ringan yang mendominasi Ara dan Lexa. 20 menit mereka menyelesaikan makan, dan sekarang waktunya Ara pulang di antar Axal


"Aku pulang dulu ya" Pamit Ara ke Lexa


"Yah, udah mau pulang aja" keluh Lexa


"Kapan-kapan aku ke sini lagi" Bujuk Ara


"Ya udah, hati-hati ya" Pasra Lexa


"Iya, bay" Ucap Ara sambil melambaikan tangannya


"Hati-hati ngantar anak orang" Pesan Lexa


"Iya bawel" Ucap Axal sambil mengacak rambut Lexa


"Ihh, Abang" Kesal Lexa sedangkan Axal hanya tertawa dan Ara hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya








To Be Continued


Maaf ya reader, kalau ceritanya author makin hari makin lari dari judul Cerita 🙏🏻 soalnya author cuma kepikiran tentang ini, butuh sarannya juga author, agar bisa sesuai dengan keinginan kalian🥰🥰