
"Jangan lupa kita harus bersikap romantis selayaknya pasangan"ucap Reyhan sebelum turun dari mobil
"Iya iya"jawab Karin
"Awas aja kalau lo nggak bisa bersikap romantis gue potong gaji lo"ucap Reyhan mengancam Karin.
"Main nya ngancem mulu"ucap Karin dengan sangat pelan.
"Gue denger ya"balas Reyhan
"Ha?gue gak ngomong apa apa kok"elak Karin
"Udah ayo cepat turun,ingat harus bersikap romantis"ucap Reyhan sekali lagi mengingat kan Karin untuk bersikap romantis.
"Bawel amat ni orang"batin Karin
Mereka berdua turun dari mobil menuju pintu utama hotel bintang lima yang sudah di gelar i karpet merah yang kesan nya sangat mewah.
Arnold memang sengaja menempat kan acara nya di hotel bintang lima karena ini baru pertama nya menggelar acara yang begitu mewah.
Karin masuk bersama Reyhan sambil bergandengan tangan dengan begitu mesra jika di lihat orang dan tidak lupa juga dengan senyuman nya yang sedikit terpaksa.
Reyhan mengajak Karin untuk menemui Arnold karena Reyhan ingin mengucapkan selamat atas pencapaian nya kini.
"Selamat pak Arnold atas pencapaian nya"ucap Reyhan sambil menggantungkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan Arnold.
"Hahh iya terima kasih pak Reyhan telah berkenan hadir,ini suatu penghargaan buat saya telah di datang i pengusaha muda seperti pak Reyhan"ucap Arnold sambil membalas jabatan tangan dari Reyhan.
"Pak Arnold bisa aja"ucap Reyhan
"Oh iya pak perkenalkan ini Karin"ucap Reyhan memperkenalkan Karin pada Arnold
"Deg"jantung Arnold seketika berhenti tak kala melihat wajah karin
"Karin"ucap Karin memperkenalkan diri sambil tersenyum lebar namun tak ada sautan dari Arnold.
"Sayang kamu di sini sebentar ya,aku mau ambil minum di sana"ucap Reyhan pada Karin supaya Karin menunggu nya di situ sebentar sementara Reyhan ingin mengambil minum.
"Baiklah"jawab Karin
Kini tinggal lah Karin dan Arnold, mereka saling diam tanpa bicara sekata pun sementara Karin hanya melihat Reyhan yang sedang mengambil minuman.
"Wajah nya mirip sekali dengan Sekar"batin Arnold yang masih memperhatikan wajah Karin yang ada di depan nya.
"Apa mungkin yang ada di depanku ini Sekar"
"Nggak nggak mungkin kalau ini Sekar, mustahil"batin Arnold mengelak
"Ishhh Reyhan kenapa lama banget si,pasti sengaja nih anak"batin Karin
"Awas aja nanti"
"Mana ini canggung banget lagi,pak Arnold juga kenapa si ngeliatin gue kek gitu kan jadi takut"
Mereka berdua sibuk dengan kata batin nya masing masing, terutama Karin yang sudah mulai risih karena tatapan Arnold yang tidak pernah teralihkan dari wajah Karin.
Saat ini Karin sudah pulang dari acara tersebut,Karin terus mengomel ngomel di dalam mobil.
"Lo sengaja kan tadi ngambil minum lo lama lama in"ucap Karin menuduh
"Perasaan nggak lama deh"elak Reyhan
"Udah lah nggak usah ngelak,gue risih tau nggak sama pak Arnold nggak bisa biasa aja gitu ngeliatin gue"
"Iya gue akui kalau gue itu cantik tapi kan nggk gitu juga cara natap nya,kan gue jadi takut"ucap Karin lagi
"Cantik dari mana?dari Hongkong?"balas Reyhan
"Kalau gue nggak cantik nih nggak mungkin juga lo ngajak gue buat datang ke acara beginian"ucap Karin
"Ya karena lo itu beruntung aja gue ajakin"balas Reyhan
"Cuihhh"ucap karin
**~~~~**
Pagi sudah tiba hari ini di mulai nya Alira masuk kuliah yang pertama kali setelah ospek kemarin.
"Good morning momy"ucap Alira ketika turun dari tangga lalu langsung duduk di kursi meja makan.
"Morning sayang nya momy"jawab Bu Tina
"Cepat gih sarapan nanti telat loh"ucap Bu Tina menyuruh Alira untuk cepat sarapan supaya tidak telat masuk kuliah.
Yap hari ini adalah hari pertama Alira masuk kuliah, Alira bertekad untuk tidak telat seperti waktu ospek kemarin Alira nggak mau di hati pertama nya sudah mendapat i hukuman.
Maka dari itu Alira akan berangkat ke kuliah lebih awal,supaya tidak terjebak macet tapi apalah daya Alira masih terjebak macet sekarang ini karena ada kecelakaan di dekat lampu merah.
"Non seperti nya ini macet nya perkara ada kecelakaan di dekat lampu merah depan"ucap pak Harto ketika mengamati jalanan
"Ya udah pak nggak papa"balas Alira
Beberapa menit kemudian Alira melewati area kecelakaan itu dan ternyata korban nya adalah bapak bapak yang lagi jualan siomay di tabrak sama mas mas yang melanggar lampu merah.
Alira melihat raut wajah bapak nya nampak sedih karena dengan jelas Alira melihat kalau dagangan nya bapak itu berserakan di jalanan.
"Pak pak bepei dulu ya Alira mau lihat bapak penjual siomay nya"ucap Alira pada pak Harto
Pak Harto segera menepikan mobil nya lalu Alira langsung turun menghampiri bapak penjual siomay tersebut yang lagi membereskan dagangan nya yang berserakan di jalan.
Alira segera langsung membantu bapak nya memunguti dagang nya Alira tidak peduli dengan tangan nya yang sudah kotor akibat membantu si bapak nya.
"Terima kasih neng udah bantuin bapak mungutin dagangan bapak"ucap bapak penjual siomay dengan nada yang bergetar.
"Iya sama-sama pak,oh iya pak apakah pelakunya sudah bertanggung jawab pak?"tanya Alira
"Boro boro mau tanggung jawab neng berhenti aja tidak,dia langsung pergi menyelonong"jawab bapak nya
"Astaghfirullah halazim"ucap Alira sambil mengelus dada nya
"Terus ini gimana pak? seperti nya dagangan bapak banyak yang rusak"ucap Alira
"Ya mau gimana lagi neng,bapak jadi nya nggak bisa jualan lagi"jawab bapak penjual siomay
"Insya Allah saya ikhlas neng"lanjut bapak nya sambil mengelus dada nya.
"Emang biadab tu orang yang nabrak"batin Alira
"Ini pak minum dulu"ucap Alira sambil memberikan bot air minum yang dia ambil dari dalam tas ransel nya.
"Terima kasih neng"ucap bapak nya berterimakasih
"Sama sama pak"balas Alira
Sesungguhnya Alira melihat bapak penjual siomay ini tidak tega,apalagi pasti ini baru mau jualan soal nya masih pagi sekali.
"Bapak saya ini mempunyai sedikit rezeki walaupun nggak banyak tapi ini insya Allah berguna buat bapak ya"ucap Alira memberikan beberapa uang yang dia pegang.
"Aduh neng nggak usah,neng kan nggak salah, udah di bantuin tadi sama di beri air minum ini bapak sudah seneng kok"ucap bapak penjual siomay menolak pemberian Alira dengan lembut.
"Terima aja pak,Alira juga ikhlas kok membantu bapak"ucap Alira sedikit memaksa
"Tapi neng....."ucap bapak nya yang belum selesai namun di potong oleh Alira.
"Sudah pak terima saja,maaf ya Alira buru buru soal nya mau kuliah takut telat"ucap Alira kemudian Alira mengayuh tangan nya bapak penjual siomay uang nya di letakkan di telapak tangan bapak nya kemudian Alira menggegam kan tangan bapak nya.
"Terima kasih banyak ya neng"ucap bapak penjual siomay nya
"Iya pak sama sama,Alira permisi dulu ya pak"ucap Alira berpamitan
"Iya neng hati hati semoga kebaikan neng di balas oleh Allah SWT yang lebih banyak"ucap bapak penjual siomay mendoakan Alira.
"Amin"ucap Alira meng amin kan ucapan bapak nya
Tak tersadar ada seseorang yang memperhatikan mereka berdua dari ke jauhan, melihat Alira yang sudah pergi seseorang itu pun juga ikut pergi.
"Aduh ini pasti telat"ucap Alira sambil menepuk jidat nya
-
-
-
-
-
-
-
Tolong di komen dong 🤗