
Karin sudah sangat malas dengan Reyhan
"Nah gitu dong"ucap Reyhan kemudian langsung menyuapi Karin dengan buah
Karin dengan terpaksa makan semua buah yang di kupas Reyhan
"Tunggu aja gue bakal bales,apaan main nya ngancam-ngancam mana buah yang di kupas banyak lagi"grutu Karin di dalam hati
"Udah ya Rey"ucap Karin saat buah yang di makan nya masih setengah
"Nggak,harus habis pokok nya"ucap Reyhan memaksa
"Gue pengen muntah nih,udah nggak kuat lagi makan nya"alasan karin
"Udah nggak usah banyak alasan,cepat habiskan"ucap Reyhan yang trus menyuapi Karin
"Cepat buka mulut nya"ucap Reyhan saat Karin tidak lagi membuka mulut nya
"Mata lo di mana ha?ini mulut masih penuh sabar kali ini juga gue masih ngunyah kalau nggak gue kunyah udah gue masukkan semua buah itu"sedikit emosii
"ya,ya,ya,ya"ucap Reyhan
"sabar Karin,sabar semangat makan buah nya supaya nanti sore bisa pulang"ucap Karn dalam hati menyemangati diri nya sendiri
Karin sudah menghabiskan semua buah nya,sore ini Karin sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit Harapan Kita.
Reyhan pergi ke tempat administrasi untuk menyelesaikan pembayaran sedangkan Alira, Bu Tina dan Karin menuju ke parkiran dan menunggu Reyhan di dalam mobil.
Setelah selesai antri mengurus administrasi Reyhan langsung pergi menyusul Alira, Bu Tina dan Karin ke parkiran, kemudian mereka pergi meninggalkan area rumah sakit Harapan Kita.
"Oh ya kar,adik kamu sudah tau?"tanya Bu Tina di perjalanan
"Tau apa Bu?"tanya Karin balik
"Ini kondisi mu yang sekarang"jawab Bu Tina
"Belum Bu,Karin belum menghubungi dia"ucap Karin
"Kenapa kok nggak kamu hubungi?"tanya Bu Tina lagi
"Karin nggak mau bikin adik khawatir Bu"ucap Karin
Mereka sedang di perjalanan menuju ke rumah Karin dan tak lama kemudian mereka sudah sampai.
Karin turun dari mobil di bantu sama Alira dan Reyhan,terlihat di sana ada rumah kecil dan sederhana namun sangat bersih.
jadi meskipun rumah itu kecil dan sederhana akan tampak nyaman bila sangat bersih,Karin mengambil kunci rumah dari saku celananya dan ingin membuka kan pintunya namun Reyhan langsung merebut nya kemudian Reyhan membuka kan pintu nya.
mereka memasuki rumah sederhana itu
"Maaf ya Bu,rumah Karin kecil"ucap Karin ketika duduk di ruang tamu
"Nggak papa kar,yang penting nyaman"ucap Bu Tina
Karin merasa nggak enak dengan mereka semua karena rumah nya yang kecil
"Kak Karin kok adikmu nggak kelihatan ya?"tanya Alira pada karin
"Mungkin lagi main ke panti Al"jawab Karin
Alira tampak bingung dengan jawaban Karin
"Iya Al setiap hari libur kami akan main ke panti,karena mereka juga keluarga kak Karin meskipun sudah tidak satu atap"jelas Karin ketika Karin melihat Alira yang sedikit kebingungan dengan jawaban Karin tadi
"Ouh jadi kak Karin pernah tinggal di panti ya"ucap Alira dalam hati
"Bentar ya tak buatin minum dulu"ucap Karin lalu ingin berdiri namun di cegah oleh Bu Tina
"Udah nggak usah kar,tadi kata dokter kamu kan masih tidak boleh terlalu banyak gerak"ucap Bu Tina mencegah Karin
"Nggak usah tapi tapi an,duduk lagi"ucap Bu Tina
"Sudah mau magrib kami tinggal pulang dulu nggak papa kan kar?"ucap Bu Tina
"Iya Bu Karin nggak papa kok,Karin kan udah kuat dari kecil heheheh"ucap Karin mencair kan suasana
"Eh bentar Bu,tadi Reyhan beli salep untuk Karin tapi ketinggal an di mobil bentar Reyhan ambil dulu"ucap Reyhan kemudian keluar untuk mengambil salep nya yang ketinggalan di dalam mobil
Reyhan membelikan salep untuk Karin agar luka nya cepat mengering dan juga dapat menghilangkan rasa nyeri Reyhan membeli nya saat mengurusi administrasi di rumah sakit tadi.
"Nih"ucap Reyhan menyodorkan salep pada Karin
"Makasih ya"ucap Karin
Reyhan menanggapi Karin hanya dengan anggukan kepala
"Yaudah Karin kita pulang dulu,kamu baik-baik di rumah ya nanti kalau ada apa-apa telpon Reyhan"ucap Bu Tina
"Iya Bu,Karin sangat berterima kasih pada kalian semua yang bersedia membantu Karin,Karin janji bakal balas semua kebaikan kalian"ucap Karin yang sangat berterima kasih
"Kalau ada apa-apa jangan sungkan bilang pada kita ya kar"ucap Bu Tina kemudian memeluk karin
Karin menyambut pelukan Bu Tina dengan hangat,baru kali ini dia merasakan pelukan yang hangat lagi dari seorang ibu setelah sekian tahun.
Tak terasa air mata Karin keluar tanpa aba-aba,Karin merasa terharu dengan semua kebaikan Bu Tina pada dirinya hari ini.
Karin juga merasa sangat bersyukur di pertemukan dengan Bu Tina,Alira dan Reyhan walaupun Reyhan sangat menyebalkan bagi Karin.
Bu Tina melepas pelukannya kemudian pamit lagi pada Karin
"Ibu pulang,kamu baik-baik di rumah ya"ucap Bu Tina sekali lagi
"Pasti Bu"ucap Karin
"Kak Alira pulang dulu ya"ucap Alira berpamitan juga
"Ayo Rey kita pulang"ajak Bu Tina
"Ibu sama Alira tunggu di dalam mobil dulu ya Rey mau ngomong sebentar sama Karin"
"Ayo Al tunggu Rey di dalam mobil"ajak Bu Tina
"Cieeee, cieeee"goda Alira pada Reyhan dan Karin sebelum pergi ke dalam mobil menyusul Bu Tina
"Apasih Al"saut Reyhan
"Hahahaha"Alira tertawa
"Lo jangan lupa minum obat ya dan salep nya di olesin yang di bagian lukanya aja"peringatan Reyhan pada Karin sebab Karin paling nggak suka minum obat
Seperti tadi siang banyak drama yang di lakukan Karin agar dia tidak meminum obat nya tapi akhir nya karin meminum nya karena kalau tidak ada ancaman Rayhan bukan Reyhan lagi nama nya
"Iya,iya"ucap Karin meng iya kan supaya Reyhan cepat pulang,Karin sudah muak dengan ancaman-ancaman yang di berikan Reyhan kepadanya
"Awas lo kalau nggak minum obat nya,gue pantau 24 jam"peringatan Reyhan saat dia akan menuju ke mobil
"Terserah"ucap karin
Bu Tina membuka jendela mobil
"Hati-hati ya Bu, Alira juga"ucap Karin sambil melambaikan tangan
Kini mereka sudah pergi dari rumah Karin, tinggal lah Karin sendiri an karena adik nya belum pulang juga,Karin kembali masuk ke dalam rumah nya.
"Aya kok belum pulang-pulang ya"ucap Karin khawatir dengan adik nya
Karin menunggu adik nya di ruang tamu hingga ketiduran.