
"Dar,kafe kita semakin rame nih gimana kalau kita merekrut waiter atau waiters?"ucap Alira meminta persetujuan dari Dara.
"Iya Al,gue lihat ni kafe juga semakin hari semakin rame"jawab Dara
"Kalau lo mau merekrut waiter atau waiters gue si fine fine aja,tapi lo juga harus ngabarin si dua kunyuk itu secara ini kan kafe kita ber empat,supaya nanti di antara kita nggak ada konflik"ucap Dara memberi nasehat
"Tumben otak lo bisa bijak Dar"ucap Alira
"Siapa dulu gue gitu loh"balas Dara membanggakan diri nya sendiri
"Dih kepedean"ucap Alira menanggapi kepedean Dara.
**~~~~**
"Selamat pagi mom"ucap Alira menyapa Bu Tina yang lagi masak
"Pagi sayang"jawab Bu Tina
"Loh kok kamu belum siap siap pergi kuliah?"tanya Bu Tina ketika melihat Alira yang masih menggunakan baju tidur
"Hari ini Alira nggak ada jadwal mom karena kelas nya mulai masuk besok pagi"jawab Alira
"Oh, gitu ya"balas Bu Tina
"Alira mau bantu momy masak"ucap Alira yang ingin membantu Bu Tina memasak
"Udah nggak usah sayang,mending kamu mandi aja ini momy udah mau selesai kok"ucap Bu Tina yang tidak membolehkannya Alira membantu nya.
"Ih momy selalu aja begitu kalau Alira ingin membantu momy masak,Alira ini cewek lo mom ntar kalau Alira sudah menikah terus nggak bisa masak gimana"protes Alira
"Hah?kamu kebelet nikah?"ucap momy kaget
"Ya nggak sih, setidaknya kan Alira belajar masak dulu sama momy kalau nanti Alira nggak bisa masak terus dapat mertua yang galak gimana mom,pasti Alira di bilangin gini"ucap Alira
"Punya menantu kok nggak bisa masak"lanjut Alira yang menirukan nada bicara emak emak
"Hahahaha kamu ni bisa aja"ucap Bu Tina menertawai Alira
"Bener loh mom,kan Alira nggak mau di bilangin gitu sama mertua"ucap Alira
"Iya iya,anak momy ini kan pintar harus bisa masak dong"ucap Bu Tina
"Kalau begitu kenapa momy selalu melarang Alira ketika ingin membantu momy masak?"tanya Alira
"Bukan nya momy melarang sayang"ucap Bu Tina
"Terus apa dong?"tanya Alira yang butuh penjelasan dari Bu Tina
"Momy hanya nggak mau putri cantik nya momy kena cipratan minyak panas"jawab Bu Tina,yang ternyata alasan nya yang sedikit tidak masuk akal.
"Astaghfirullah momy,ketika masak terus kena cipratan minyak kan wajar"balas Alira menanggapi alasan Bu Tina yang sedikit tidak masuk akal itu.
"Udah ah cepat kamu mandi sana,badan mu bau ni"ucap Bu Tina menyuruh Alira untuk pergi mandi
"Masa bau di mom"ucap Alira sambil mengendus-endus tubuh nya
"Iya bau,sana mandi"ucap Bu Tina
"Iya iya ini Alira mandi"ucap Alira menurut
Alira kembali pergi ke kamar nya untuk mandi setelah beberapa menit Alira selesai dengan mandi nya,kemudian Alira turun lagi untuk sarapan bersama Bu Tina.
"Mom Alira kangen sama kak Rey,kenapa dia nggak pulang lagi sih"ucap Alira yang kangen sama Reyhan
"Momy juga kangen Al,tapi ya gimana lagi tu anak memang begitu kadang pulang kadang enggak momy sampai pusing dengan nya"jawab Bu Tina
"Oh iya Al,tadi momy masak lebih kamu antar kan ke tetangga depan dan juga ke kantor Reyhan ya"ucap Bu Tina
"Tetangga depan yang mana mom?"tanya Alira memastikan
"Yang di depan itu loh"ucap Bu Tina kekeh
"Gimana kalau Alira anter ke rumah Tante Lena mom?"ucap Alira menyaran kan
"Ya nggak papa mom,sekalian nanti ke kantor kak Rey"balas Alira
"Eh bentar,loh momy kenal sama Tante Lena?"tanya Alira kaget
"Kenal lah Mahendra itu sahabat nya ayah nya Reyhan"jawab Bu Tina yang seketika teringat dengan suami nya
"Oooo,momy sedih ya maaf in Alira ya mom seharusnya tadi Alira nggak usah tanya"ucap Alira yang merasa bersalah
"Udah nggak usah merasa bersalah begitu,Momy nggak sedih kok"balas Bu Tina
"Ya udah sana kamu anterin makanan nya,keburu siang"ucap Bu Tina ketika melihat Alira yang sudah selesai makan
"Siap mom"ucap Alira kemudian bangkit dari tempat duduk nya
Bu Tina pergi mengambil dua rantang yang sudah di siap kan nya tadi pagi lalu memberikan nya pada Alira supaya di antar oleh nya.
"Ini rantang nya,satu buat Lena yang satu nya buat Reyhan"ucap Bu Tina memberikan dua rantang
"Siap mom,kalau begitu Alira berangkat sekarang ya"ucap Alira kemudian mencium punggung tangan nya Bu Tina
"Hati-hati"ucap Bu Tina,Alira hanya mengacung kan jempol nya saja.
Hanya beberapa menit saja Alira sudah sampai di depan rumah Halena lalu Alira memincet bel depan rumah.
"Mencari siapa Mbak?"tanya pak satpam yang ada di depan rumah Halena
"Apakah Tante Lena nya ada pak?saya ingin bertemu dengan nya"ucap Alira ramah
"Ada mbak, silahkan masuk"ucap pak satpam kemudian langsung membuka kan pintu pagar nya.
"Makasih pak"ucap Alira berterima kasih
"Sama-sama mbak"balas pak satpam
Alira kemudian memencet bel rumah Halena, beberapa detik kemudian pintu terbuka.
"Alden"panggil Alira,karena Alden lah yang membuka pintu untuk Alira
"Kak Alira"sapa Alden
"Ayo kak masuk"ucap Alden mempersilahkan Alira untuk masuk ke dalam rumah.
"Alden mama mu di mana?apakah ada di rumah?"tanya Alira
"Oh,kakak mencari mama bentar ya Alden panggil kan"ucap Alden kemudian pergi untuk memanggil mama nya.
Alira menunggu Halena di ruang tamu,Alira juga melihat lihat beberapa foto yang terpajang.
"Seperti pernah lihat wajah itu deh,tapi di mana ya"batin Alira ketika mendapat i foto nya Alga.
"Eh Alira,kok kesini nggak bilang bilang si"ucap tante Lena
"Hehehe,Alira ke sini cuma mau ngasih ini Tan dari momy"ucap Alira kemudian memberi kan tantang nya.
"Aduh kok repot repot si"ucap tante Lena
"Nggak repot kok tan,maaf ya tan Alira harus pamit sekarang karena ada urusan"ucap Alira yang ingin pamit
"Nggak main dulu Al"ucap Tante Lena
"Lain kali aja tan,maaf ya Alira buru buru"ucap Alira
"Ya udah makasih ya,ucap kan terima kasih juga dari Tante untuk momy kamu"ucap Tante Lena
"Baik Tan,Alira pamit dulu ya"ucap Alira
"Iya hati hati"balas Tante Lena
Setelah Alira berpamitan dengan Tante Lena lalu buru buru masuk mobil lagi karena dia harus pergi ke kantor nya Reyhan.