ALIRA

ALIRA
episode 116



"Ga"panggil Alira lagi karena Alga hanya diam saja tidak menjawab perkataan Alira


"Ntah kenapa perasan gue nggak enak begini ya semoga nggak ada apa apa"batin Alira yang tiba-tiba perasaan nya jadi nggak enak


"Iya gue janji Ra gak bakal ninggalin lo,lo udah buat gue jatuh cinta sama lo"ucap Alga menyatakan perasaan nya


"Gue nggak tau ga dengan perasaan gue,tapi yang pasti gue takut kehilangan lo"ucap Alira yang memang masih bingung dengan perasaan nya terhadap Alga.


"Iya gue ngerti kok,malam udah makin larut nih ayo pulang ntar lo masuk angin kalau di luar terus"ucap Alga mengajak pulang.


"Ayo,gue udah ngantuk"ucap Alira kemudian berdiri


Mereka berdua pulang ke rumah, seperti biasa mereka canda tawa di perjalanan pulang tidak sadar kalau ada mobil yang melaju kencang dari arah belakang Mereka.


"Brakkk"


Suara kecelakaan yang amat keras mobil tersebut menabrak motor yang di kendarai oleh Alga dan Alira,sangking kencang nya mereka berdua terpental dengan sangat jauh.


Kepala Alga terbentur bahu jalan dengan teramat keras,Seketika Alga tergeletak tidak sadarkan diri, sementara Alira masih setengah sadar ia melihat Alga yang tergeletak tak berdaya dan tak sadarkan diri dengan berlumuran darah segar yang masih bercucuran.


"Ga,ba-ngun,hiks,,,,hiks gu-e mo-hon ga ba-ng-un,hiks,,,,hiks"ucap Alira dengan terbata bata,air mata Alira mengalir deras,bibir nya bergetar dan tangan ya berusaha meraih Alga meskipun badan nya terasa amat kaku tidak bisa di gerakkan.


Orang yang mengendarai mobil turun untuk menghampiri Alira,"seharus nya gue yang ngedapet in Alga bukan elo"ucap seseorang itu,alira tidak bisa melihat wajah orang itu dengan jelas karena pandangan nya sudah mulai kabur.


"Lo si-a-pa?"tanya Alira sebelum akhir nya tidak sadar kan diri,orang tersebut tersenyum dengan sangat puas melihat Alga dan Alira yang mengenaskan dengan lumuran darah yang amat sangat banyak terutama Alga.


Seseorang tersebut langsung pergi meninggalkan Alga dan Alira sebelum ada orang yang melihat nya.


Singkat cerita Alga dan Alira sudah berada di rumah sakit yang membawa meraka yaitu warga yang lagi jaga pos ronda yang kebetulan lagi keliling,para warga menemukan Alira dan Alga tergelatak di jalan langsung menelpon ambulans untuk di bawa ke rumah sakit terdekat.


Sementara mama Lena dan papa Hendra mendapat kabar bahwa Alga dan Alira berada di rumah sakit karena kecelakaan langsung buru buru ke rumah sakit.


"Sus orang yang baru saja mengalami kecelakaan sekarang ada di mana?"ucap mama Lena yang sangat panik


"Mereka lagi di bawa di ruang ICU Bu"jawab suster nya,mama Lena langsung melengos pergi mencari ruang ICU.


Mama Lena mondar mandir di depan ruang ICU dengan panik,sementara papa Hendara menghubungi Bu Tina dan Reyhan.


"Ya Allah,semoga Alga dan Alira baik baik saja"batin mam Lena yang teramat cemas


Pintu ICU terbuka mama Lena langsung menghampiri dokter yang baru saja keluar dari ruang ICU"gimana dok keadaan anak dan menantu saya"ucap mama Lena langsung melemparkan pertanyaan pada dokter.


"Salah satu dari mereka ada yang terluka parah di kepala nya dan harus di operasi,mohon persetujuan nya dari pihak keluarga"ucap dokter


Mama Lena langsung menjatuhkan diri di kursi syok menutup mulut nya tidak percaya"papa Alga dan Alira pa,hiks,,,hiks,,,hiks"ucap mama Lena seketika langsung menangis


"Lakukan apapun itu dok,tolong selmatin mereka berdua"ucap papa Hendara pada dokter


"Baiklah tolong tanda tangan i surat ini ya pak,operasi akan segera di lakukan"ucap dokter sambil menyerahkan selembar kertas pada papa Hendra untuk di tanda tangani nya.


Papa Hendra langsung mengambil nya untuk di tanda tangani nya "mohon lakukan yang terbaik ya dok"ucap papa Hendara kemudian menyerahkan selembar kertas yang sudah di tanda tangani nya tadi.


"Baik pak,akan saya lakukan yang terbaik"ucap dokter kemudian langsung masuk lagi ke ruang ICU


Mama lena hanya diam saja dengan air mata yang masih mengalir,rasanya mama Lena tidak bisa menjawab pertanyaan Bu Tina "salah satu dari mereka ada yang terluka parah,dan harus di operasi"ucap papa Hendara


"Astaghfirullah halazim "ucap Bu Tina langsung ber istighfar dan juga syok mendengar keadaan putri dan menantu nya.


Alga yang masih tidak sadarkan diri di atas brankar di dorong keluar oleh para susute dari ruang ICU menuju ruang operasi,sementara Alira masih di dalam ICU.


Mama Lena tidak tega melihat putra nya yang tak sadarkan diri dengan luka di kepala nya yang membuat wajah nya sangat pucat "hiks,,,hiks,,, Alga"tangis mama Lena.


Mam Lena papa Hendra dan Reyhan menunggu operasi Alga dengan tidak tenang karena para suster keluar masuk membawa beberapa kantung darah,sedangkan Bu tina dan Karin menunggu Alira di depan ruang ICU.


Tak lama kemudian suster keluar dari ruang ICU dengan mendorong brankar Alira "sus anak saya mau di bawa kemana?"tanya Bu Tina sedikit panik.


"Saya mau pindahkan di ruang kamar inap,karena kondisi pasien sudah membaik hanya pasien sadar saja Bu"jawab suster nya


"Baiklah sus,saya ikut ya"ucap Bu Tina


"Silahkan Bu"ucap suster nya kemudian kembali mendorong brankar Alira menuju ruang kamar inap


Dua jam kemudian lampu operasi sudah mati,dokter pun keluar mama Lena yang melihat ny langsung menghampiri dokter "gimana keadaan putra saya dok?"tanya mama kena dengan cemas.


"Alhamdulillah operasi nya berjalan dengan baik tapi kondisi nya sudah membaik tapi masih belum stabil,harus di bawa di ruang ICU "ucap dokter lalu brankar Alga kembali di dorong oleh para suster menuju ke ruang ICU lagi.


Mama Lena bernafas lega,setidak nya kondisi Alga sudah mulai membaik meskipun belum stabil.Setelah memastikan ruang kamar inap Alira Bu Tina pergi menghampiri mama Lena yang masih di depan ruang operasi.


"Jeng,gimana keadaan Alga"tanya Bu Tina


"Alhamdulillah, Alga kondisi nya sudah membaik tapi belum stabil dia harus kembali ke ruang ICU"jawab mama Lena,lalu Bu Tina memeluk mama Lena untuk memberikan kekuatan pada mama Lena supaya lebih sabar dan tegar.


"Keadaan Alira gimana jeng?"tanya mama elna setelah melepas pelukan nya dengan Bu Tina


"Alira sudah di pindahkan di ruang kamar inap jeng"ucap Bu Tina


"Syukurlah kalau Alira baik baik saja"ucap mama Lena


-


-


-


-


-


-


mohon di maaf kan kalau ada yang typo🙏


jangan lupa like and komen nya temen temen 🙏❤️❤️❤️