
Alira semesti nya tidak nafsu makan tapi Alira juga harus makan dan meminum obat soalnya Alira ingat bahwa besok dia masih ada ujian jadi harus sehat dan nggak boleh sakit-sakitan.
Alira sudah menghabiskan semua makan siang nya dan meminum obat nya kini dia mengantuk,mungkin karena efek dari obat nya,Alira langsung tertidur setelah makan siang.
Tak lama kemudian Bu Tina datang ke ruangan Alira, Bu Tina mendapat i Alira yang sedang tertidur lelap di atas brankar rumah sakit dengan bibir yang sedikit pucat.
Bu Tina membelai wajah Alira yang sedikit pucat meskipun begitu wajah Alira tetap terlihat cantik alami.
"Takdir mu begitu kejam ya sayang,ibu janji akan menyayangimu sepenuh hati seperti putri ibu sendiri"batin Bu Tina
Alira merasa ada yang sedang membelai wajah nya pun sontak membuka mata.
"Ibuu,,,,kapan ibu sampai?"tanya Alira pada Bu Tina kemudian langsung memeluk Bu Tina
"Baru saja sayang,kok kamu bangun si ibu ganggu ya?"ucap Bu Tina
"Nggak Bu,Alira malah nunggu ibu datang eh malah ketiduran"ucap Alira
"Al kok kamu bisa ada di rumah sakit si?siapa yang membawa mu ke sini?"tanya Bu Tina
"E-em,Alira tadi ketemu sama ibu kandung Alira di sekolah Bu,Alira rasanya kangen banget dan ingin memeluk nya juga tapi keadaan berkata lain jadi Alira hujan-hujanan untuk meluapkan semua,eh malah kebablasan terus Alira pingsan deh di jalan,Alira juga nggak tau siapa yang bawa Alira ke rumah sakit"jelas Alira panjang lebar
"Lain kali nggak boleh gitu lagi ya,bahaya kalau kamu ingin cerita,ya cerita sama ibu nggak usah sungkan-sungkan,ibu janji akan menjadi pendengar yang baik meskipun ibu bukan ibu kandung kamu ibu akan berusaha supaya kamu tidak kekurangan kasih sayang dari seorang ibu"ucap Bu Tina
"Iya Bu"ucap Alira langsung memeluk Bu Tina lagi
Saat drama peluk-pelukan ada suster yang masuk.
"Permisi,eh maaf mengganggu"ucap suster nya
"Eh suster,nggak kok sus"ucap Alira kemudian melepas pelukan nya
Suster lalu memberikan secarik kertas yang di dapat nya dari resepsionis rumah sakit
Alira mengambil secarik kertas yang di berikan oleh suster nya kemudian melihat nomor telepon nya.
"Bu,ini nomor siapa?"tanya Alira pada Bu Tina
"Ibu juga nggak tau Al,mungkin teman kamu"jawab Bu Tina
"Saya permisi dulu ya kak"ucap suster sebelum pergi meninggalkan ruangan Alira
"Terima kasih ya sus atas bantuan nya"ucap Alira
"Iya kak sama-sama"ucap suster nya kemudian pergi meninggalkan ruangan Alira
"Masa sih Bu,bentar deh Alira cek dulu"ucap Alira kemudian mengecek apakah benar itu nomor dari salah satu temannya
"Teman Alira nggak ada yang nomor nya itu Bu" ucap Alira
"Terus siapa Al?"tanya Bu Tina
"Atau jangan-jangan, om-om yang bawa kamu ke sini hahahaha" ucap Bu Tina
"Hihhh ibu kok gitu si"ucap Alira cemberut
"Hahahah siapa tau,kan kita nggak tau"ucap Bu Tina
"Yaudah deh Alira coba telpon aja"ucap Alira